SOCIAL MEDIA

Good Bye 2018, Welcome 2019: Flash Back and Resolution

18 January 2019

Welcome 2019 😊

Tahun lalu aku menulis tentang tujuh buku terbaik yang aku baca selama 2017 sebagai artikel pembuka awal tahun. Maunya tahun ini juga aku nulisin buku-buku terbaik yang aku baca selama 2018, tapi, berhubung intensitas bacaku tahun lalu menurun drastis, aku memutuskan untuk flash back aja sebagai gantinya. Tentunya, flash back di sini hanya terbatas pada hobiku membaca aja. Biar nggak curcol ngalor-ngidul jatohnya 😆

Note: Tulisan ini bakal agak panjang, so, brace yourselves, folks 😄

[Baca juga: 7 Manfaat Membaca Novel]

Novel-novel yang kuselesaikan di 2018

Jadi, sepanjang tahun 2018 lalu aku cuma berhasil menyelesaikan 20 buah novel, kurang lima buah dari targetku, yaitu 25 buku. Tahun kemarin itu aku memang kesulitan sekali mencari waktu buat membaca dengan tenang. Selain karena pekerjaan yang semakin hectic, Arya juga sudah mulai sekolah, sehingga aku lumayan kelabakan ngatur jadwal. Tapi, di antara padatnya jadwalku sehari-hari tersebut, aku menemukan sebuah fakta yang menarik: ternyata aku bisa membaca e-book jauh lebih cepat dibandingkan membaca buku cetak. Kalau biasanya aku membutuhkan waktu kira-kira satu minggu untuk menamatkan satu novel--dua minggu lebih kalau novelnya berat atau tebel--aku ternyata cuma membutuhkan waktu sekitar 4 harian untuk membaca novel yang sama dalam bentuk digital. Kalau novel ringan model teenlit gitu bahkan lebih cepet lagi, cuma dalam hitungan jam aja sudah beres. Satu hari deh paling lama.

Tablet baru, supaya bisa baca lebih banyak buku 😊

Saat menyadari hal ini, aku memutuskan untuk membeli tablet 8 inci khusus untuk menunjang aktivitas bacaku. Selain Playbook, aku juga menginstal iPusnas dan iJak di tabletku ini. Buat yang belum tahu, iPusnas dan iJak ini adalah aplikasi perpustakaan umum yang bisa diinstal di gawai kita. Kita bisa pinjam buku digital di situ tanpa kena biaya apa pun. Koleksi bukunya banyak banget, bahkan novel-novel fantasi terjemahan pun sudah tersedia di kedua aplikasi ini dalam jumlah yang banyak. Aku hepi banget dong, soalnya selain praktis, juga mayan banget bantu Emak yang kalo belanja buku suka nggak inget kapasitas dompet ini buat hemat duit 😅 Ini juga bisa jadi solusi buat kamu yang nggak punya budget lebih buat beli buku tapi tetep kepengin baca buku-buku berkualitas secara gratis dan legal, tentunya. Asik, kaaan 😊

Aplikasi baca yang terinstal di tabletku saat ini

iPusnas

iJak

Novelnya Eyang Riordan nyaris lengkap di iPusnas

[Baca juga: Resensi Boss and Me]

Selain perpus digital, aku juga menginstal aplikasi baca komik di tabletku itu. Di sepertiga akhir tahun 2018, aku memang keranjingan baca komik di aplikasi-aplikasi Android. Buanyak banget aplikasi baca komik di Playstore, tapi ada dua aplikasi yang komik-komiknya bener-bener aku ikuti sampai sekarang, yaitu Webcomics Indonesia dan Mangatoon. Sebagian besar komik yang tersedia di Weco adalah manhwa a.k.a komik Korea dengan gambar tokoh-tokohnya yang super kawaii. Suka drakor What's Wrong with Secretary Kim? Di Weco sudah ada manhwa-nya. Sayangnya, baca komik di Weco ini berbayar alias kagak gratis kayak di Webtoon. Mana sistemnya cuma sewa aja, lagi. Karena itu, aku membatasi hanya enam komik yang betul-betul kuikuti di aplikasi ini, supaya kantong nggak jebol, Sis.

Webcomics Indonesia

Di bawah ini beberapa komik yang kuikuti di Weco.


Tunangan Kontrak Duke, manhwa paporitku di Weco

Leriana & Noah, a match made in hell heaven. 
Sama-sama cerdas, licik, tangguh, dan populer di antara lawan jenis 😄

Emergency Love, manhwa yang update-nya lama banget, tapi sekalinya up bisa bikin baper berkepanjangan huhuhu...

Adelaide, komik romantis yang sering bikin ngakak

Adel & Felix, cute couple 😙

Dan masih banyak lagi manhwa seru lainnya yang gambar-gambarnya bener-bener pleasant to the eyes. Sayangnya itu aja, berbayar dan sistem sewa. Kalo diturutin baca semua, bakal tekor Emak. Aku berharapnya sih komik-komik ini diterbitin versi cetaknya, soalnya aku bener-bener kepengin ngoleksi judul-judul favoritku.

[Baca juga: Resensi I Want to Eat Your Pancreas]

Untuk Mangatoon, komik-komik yang ada di aplikasi ini berasal dari Cina. Genrenya benar-benar beragam, dari romance, fantasi, petualangan, dan sebagainya. Nggak semua komik di Mangatoon berbayar. Masih banyak yang gratis. Dan untuk komik yang berbayar, kalau kita nggak mau keluar duit buat beli koinnya, kita bisa gunain kupon yang dia kasih tiap hari untuk membuka chapter di komik berbayar tersebut. Perlu kesabaran sih, secara kupon yang dia kasih cuma satu atau dua aja per harinya. Tapi ngga papa, yang penting gratis. Karena itulah, komik yang kuikuti di aplikasi ini lebih banyak dari di Weco.

Mangatoon

Chasing Love System, komik favoritku di Mangatoon. Ceritanya unik & lucu, sayang update-nya cuman 1 kali seminggu 😢

[Baca juga: Hunting Buku Murah di Book Fair Banjarmasin]

Masih soal aplikasi Android, beberapa bulan ini aku juga lagi keranjingan main otome game. Apah? Sudah tua tapi doyan mainan otome game? Eits, jangan salah, Fernando. Raga boleh tua, jiwa tetep imut-imut dong #dududu 😏

Jadi, otome game apaan sik? Secara harfiah artinya maiden game alias mainan cewek. Jadi, ini  tuh video game yang berbasis cerita dan visual, dan ditujukan buat cewek-cewek. Tujuan utamanya adalah menyelesaikan cerita sekaligus membangun hubungan romantis antara karakter pemain (yang adalah cewek) dengan salah satu dari beberapa karakter cowok di game tersebut. Selain menyelesaikan plot utama, pemain juga diberi beberapa misi yang tujuannya untuk menguatkan hubungan cinta antara si pemain dan si karakter cowok yang rutenya dipilih. Honestly, I don't really care about developing the romance. All I care is to clear the routes. Aku menganggap game ini sebagai cara lain dari membaca novel romance. Besides, visualnya bener-bener bagus. Khas shoujo manga banget.

Ikemen Revolution full forces 😻 (Source: Pinterest)

Dua otome game yang saat ini aku mainkan adalah dari Ikemen Series, yaitu Ikemen Sengoku dan Ikemen Revolution. IkeRev dibuat berdasarkan dari dongeng Alice in Wonderland. Ada 14 cowok yang bisa dipilih, tapi saat ini rute yang tersedia baru enam. Keempat belas cowok di IkeRev ini ganteng semua, tapi kalau dinilai dari ceritanya sih, jujur aja, klise. Tapi aku tetep seneng mainan game ini. Lumayan buat ngisi waktu selama nungguin Arya pulang sekolah.

My fave guy no. 1, Edgar Bright the Gentle Demon, the Jack of Hearts 💗 (Source: Pinterest)

My fave guy no. 2, the Oh-So-Cool Daddy Sirius Oswald, the Queen of Spades 😘 (Source: Pinterest)

That piercing gaze tho 💓💓💓 (Source: Pinterest)

[Baca juga: Resensi Majo and Sady Vol. 1]

Ikemen Sengoku dibuat berdasarkan sejarah Jepang pada periode Sengoku. Game ini menjadikan para panglima perang dari zaman tersebut sebagai tokoh-tokohnya. Pernah dengar tentang Nobunaga Oda? Masamune Date? Ieyasu Tokugawa? Shingen Takeda? Atau Yukimura Sanada? Di game ini, nggak kurang dari 11 panglima perang yang gagah perkasa bisa dipilih. Rute yang saat ini tersedia ada delapan, dan aku sedang berusaha menyelesaikan dua di antaranya. Iya, aku instal game ini di hape dan tabletku, biar cepet selesai hahaha...

Ikemen Sengoku full forces 😚 (Source: Pinterest)

Berbeda dengan IkeRev yang ceritanya manis dan klise, plot di IkeSen lebih dramatis dan intens. Dua rute yang saat ini sedang berusaha aku selesaikan, Nobunaga Oda dan Kenshin Uesugi, sama-sama punya karakter yang kuat dan plot yang bikin emosi naik-turun. Aku nggak tahu apakah rute yang lain bakal seintens ini juga, tapi kalau disuruh milih, aku jelas lebih milih IkeSen ketimbang IkeRev. After all, who can resist the charm of these dashing, powerful Sengoku warlords? And the visuals! Such candy to the eyes 😍

Nobunaga Oda, the Devil King of 6th Heaven, ruthless and demanding (Source: Pinterest)

Sexy Nobu 😚 (Source: Pinterest)

Kenshin Uesugi, the beautiful, frozen God of War


Irresistible forces 😆 (Source: Pinterest)

Aku kepengin sih nge-review satu per satu rutenya cowok-cowok ganteng ini. What do you think, guys?

Betewe, aku ngomongin manga dan otome game kek gini jadi ketauan deh ya jiwa otaku-nya 🙈😆😂

[Baca juga: Resensi A Thing Called Us]

🌷 Resolusi 2019 🌷


Dengan tingginya intensitasku bergawai ria, lantas apakah tahun 2019 ini aku bakal berenti beli buku cetak? Oh, tentu tidak, Esmeralda. Beli buku, apalagi sampai kalap, merupakan suatu kebahagiaan haqiqi bagi Emak yang doyan pamer book haul di Instagram ini walaupun IG-nya sudah jarang di-update zzzzzz. Beli buku cetak tetep dong, tapi tentunya lebih selektif lagi. Aku hanya akan membeli buku-buku yang memang collectible dan sesuai dengan seleraku.

[Baca juga: Wrap-up May 2017]

Untuk reading challenge, tahun 2019 ini aku menargetkan diriku untuk membabat 50 buku, dan maunya sih ada non-fiksinya juga di antara yang 50 itu. Aku sudah lama kepengin baca buku karya tokoh-tokoh nasional seperti Pak Prabowo Subianto, Om Fahri Hamzah, Mbah Amien Rais. Aku juga mupeng banget sama bukunya Ustadz Abdul Somad. Semoga ada rezeki buat beli bukunya bapak-bapak tersebut. Amiiin.

Terus, aku berencana buat nambah rubrik di blog ini. Karena aku juga hobi nonton drakor, film, dan anime, aku berniat menuliskan review-nya juga di sini. Moga-moga aja sepanjang tahun ini aku ngga kena blogging slump, supaya bisa terus konsisten nulis. Amiiin.

19 comments :

  1. aku juga tahun kemarin banyak baca buku dari hape. membantu banget ini aplikasi ipusnas buatku. hihi

    ReplyDelete
  2. Banyak banget buku yg dibaca tahun lalu, apalah daya aku ini yang akhir-akhir ini udah jarang baca novel :( tapi kangen juga tapi pengen baca novel dengan fisiknya tanpa online sih.

    Tapi tapi aku ingin install itu juga dah hihi karena keknya seru pinjam buku onlen.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Cuss instal, Rim. Mayan banget buat ngisi waktu kalo lagi senggang ☺

      Delete
  3. Baca postingan ini jadi kepengen beli tab juga, aq udh niat mba kl utk novel pengennya e book aja...yg dikoleksi paling buku2 nonfiksi aja... Soalnya udh penuh rak bukuku hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sama, aku juga kepengin ngurangin belanja novel. Kalo ada di perpus digital, baca di situ aja. Duitnya buat beli novel yg baru terbit #eaaaaa 😂😆

      Delete
  4. Blogging slump? Wah saya baru tahu istilah itu mbak. hehe
    Semoga targetnya tercapai ya mbaak

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aku pinjem istilah itu dari "reading slump" hehehe...

      Amiiin 😊

      Delete
  5. kereen ya banyak baca buku2 hihi...aku thn lalu juga lumayan banyak, pinjem di perpus daerah.cuman sejak.perpusnya dipugar..jd males ke tendean. besok2 mw baca2 buku lagi huhu..

    kalau baca dari downlot an gt msh males. cepet ngantuk ntah knp wkwkw

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aku ga pernah lagi ke perpus daerah. Mager banget keluar panas2 😄 Tapi kangen juga sih sama suasana dan bau buku lama di perpus.

      Delete
  6. hei... Aku sih maunya jiwa raga tetep imut-imut wahai esmeralda. Hahaha.. Aku malah penasaran gimana mbak dapat gambar selengkap ini

    ReplyDelete
    Replies
    1. Tentu saja, Maria. Kita harus selalu mempertahankan keimutan kita ini 😚😂

      Biasa, Mba, screenshot dan Pinterest selalu jadi andalan kalo urusan gambar mah, selanjutnya tinggal edit2 dikit, jadi deh 😁

      Delete
  7. ih jadi bingung mau beli laptop atau tablet,baca lwt tablet kaya baca dibuku yg sesungguhnya mba ya “alah bahasanya, sesungguhnya” baca sambil rebahan juga asik itu

    ReplyDelete
    Replies
    1. Beli 22-nya aja shay hehehe...

      Iya, keunggulannya pake tablet ini salah satunya bikin kita bisa baca dalam berbagai posisi. Aku sering sambil nidurin anak2. Satu tangan nepuk2in mereka, yg satu lagi buat nyekrol ebook 😄

      Delete
  8. Semoga tercapai ya mba target 50 bukunya, tahun lalu 20 buku itu kalau menurut saya sudah mantapp hehehe soalnya saya gak ada satu buku pun yang dibaca tahun lalu, bacanya blogwalking aja :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Amiiin ☺

      Gapapa, Mba, blog walking juga bisa dikategorikan baca kok walopun bentuknya bukan buku. Semoga tahun ini kita bisa lebih banyak baca lagi ya 😊

      Delete
  9. Wah beberapa buku 2018-nya sama kayak yang kubaca. Toosh. Dan itu ikemen bertebaran wakakaka... Aku ketagihan Food fantasy tahun kemaren. Ikemen berhamburana. Tapi too mucch consuming time. Jadi hiatus.
    Malah sekarang maui coba nge-blog biar agak produktif. hix

    ReplyDelete
    Replies
    1. Tooss 😘

      Iya, otome game nih emang mayan consuming time sih, dan dibutuhkan kesabaran buat nyelesein tiap rutenya. Tapi aku udah terlanjur penasaran sama plotnya je, jadi susah lepas. Mana cowoknya ganteng2 pulak hahaha 😅

      Sukses terus buat blognya ya 😉

      Delete
  10. I love your post dear! I want to congrats you on this beautiful blog, it's so inspiring, so powerful, so unique. My blog is about fashion, beauty, and lifestyle. If you want you can follow so we can be great blogger friends!

    http://herecomesaajla.blogspot.com/

    ReplyDelete