SOCIAL MEDIA

[Resensi] Enjoy the Little Things – Kincirmainan

15 December 2018


Hello, Book Lova! 🙋

Been awhile since my last post, hasn't it? 😄 Well, been trying my hardest to write anything here, but my brain just couldn't manage too many works, it seems 😅

Anyway, kalian sadar nggak kalo tema blog ini berubah? Gimana, gimana, kalian suka? Kalo aku, sukak banget, soalnya lebih clean and simple. Moga-moga kalian suka juga ya, trus jadi sering mampir ke sini, walopun update blog ini suka nggak pasti macem jodoh yang nggak dateng-dateng #eaaaaa 😅

So, kali ini aku bakal mengulas satu novel romance Indonesia. Novel ini baru aja terbit bulan lalu, gaes, jadi masih lumayan fresh. Sebenernya, ini novel masuk antrian paling buncit dalam daftar drafku, tapi, ternyata resensi ini malah jadi yang pertama selesai kutulis gara-gara aku gatel banget pengin bahas konfliknya yang... Yah, pokoknya kalian simak terus resensi ini sampai habis ya 😚


💖💖💖💖💖

Detail Buku


Penulis: Kincirmainan
Editor: Afrianty P. Pardede
Penerbit: Elexmedia Komputindo
Genre: City Lite, romance, adult
Tebal: 518 hlm.
Cetakan I: 2018
ISBN: 978-602-04-7937-8
Harga: Rp. 98.800,- (P. Jawa)
Rating: 21+

💖💖💖💖💖

Blurb




Bapak adalah lelaki Jawa yang perfeksionis. Sifat Bapak ini terlihat jelas saat menyelidiki bibit-bebet-bobot calon menantu yang akan menikahi tiga anak gadisnya nanti. Yang Maharani tahu, nama baik Bapak adalah segalanya. Rani tak mau merusak itu. Lebih baik tidak menikah, kalau ternyata suatu hari nanti harga diri Bapak akan terluka karena pilihan Rani.

Namun keadaan ternyata berkata lain. Pada malam ketiga setelah putus hubungan dengan Bima, Maharani bertemu seorang pemuda yang penampilannya membuat Rani sempat meragukan kejantanannya. Hanya saja sesuatu yang terjadi di antara mereka, khususnya dua bulan setelah pertemuan mereka itu, pasti membuat Rani akan berpikir ratusan kali jika ingin meragukan siapa pun.

Kecelakaan yang terjadi antara Rani dan Yudha, si pemuda feminin, membuatnya harus memperkenalkan Yudha sebagai calon menantu kepada sang Bapak.

Bapak, yang ternyata kurang menerima laki-laki berwajah mulus seperti Yudha.

Bapak, yang ternyata tidak menerima ketika orang yang akan menikahi Rani adalah lelaki yang lebih memilih membuka usaha toko kue bukan toko alat listrik atau bangunan.

Seksis memang. Terlebih latar belakang keluarga Yudha sebenarnya membuat Rani berpikir ulang jutaan kali untuk maju. Mampukah Rani menyatukan dua keluarga yang saling bertolak belakang ini dalam pernikahannya dengan Yudha?

💖💖💖💖💖

Sinopsis


Rani sedang patah hati akibat putus cinta dari pacarnya, Bima, yang sudah jalan selama tiga tahun. Gara-garanya, Bima kepergok lagi jalan sama cewek lain. Rani yang sudah setia nungguin Bima selama tiga tahun ini, sampai-sampai rela dijadiin ATM pribadi  segala sama cowok itu, jelas kecewa berat, juga marah. Dan di tengah kekecewaan dan kemarahan itu, Rani bertemu dengan seorang pemuda bernama Yudha.

Pertemuan Rani dan Yudha membuat dunia Rani jungkir-balik dan menjadi semacam titik balik dalam hidupnya. Pertemuan tanpa sengaja yang berujung pada 'kecelakaan' itu memaksa Rani dan Yudha untuk bersama. Rani menerima dan bersedia untuk bertanggung jawab sebagai konsekuensi atas perbuatan dan kecerobohannya sendiri. Begitu pula Yudha.

Rani tidak tahu harus bagaimana caranya menyampaikan berita yang memalukan ini kepada Bapak dan seluruh keluarganya. Bayangan harus menghadapi kemarahan, dan yang lebih buruk lagi, kekecewaan Bapak membuat Rani gemetar. Dia gelisah setengah mati. Namun, yang tidak disadarinya, ternyata ada hal yang lebih menakutkan daripada masalah 'kecelakaan'-nya, yaitu tentang jati diri Yudha yang... tidak biasa.

Duh, gimana caranya ngasih tau semua ini ke Bapak?


💖💖💖💖💖

Just My Two Cents...




Oke. Jujur nih ya, aku sempet mikir, ini novel romance, tapi tebelnya 518 halaman? Aku bertanya-tanya, konflik macam apa yang dihadirkan sampai-sampai bikin sebuah novel romance bisa jadi setebal itu. Terus terang aku sempat ketar-ketir, soalnya aku pernah beberapa kali baca novel romance Indonesia yang tuebel banget tapi ternyata isinya... meh! 😑 Setelah baca beberapa bab awal, ternyata aku ketagihan dan sulit banget buat ngelepas ini novel. Kupikir, novel ini cuma ngebahas masalah 'kecelakaan' Rani dan Yudha, ternyata konfliknya jauh lebih dalam dari itu.

Konflik dalam EtLT ini menurutku lain daripada yang lain. Konfliknya unik, menarik, tapi juga sensitif. Kalo dari blurb-nya, kita tentu sudah bisa menebak novel ini tentang Rani dan Yudha yang 'kecelakaan', tapi ternyata itu cuman permukaannya aja, guys. Semakin Rani mengenal Yudha, semakin pelik masalah yang mereka hadapi. Belum lagi kenyataan Yudha yang merupakan cowok feminin nan cantik, bikin Rani seketika illfeel. Rani yang notabene berasal dari keluarga Jawa yang konservatif harus bersama dengan Yudha yang punya latar belakang yang... unik--kalau nggak mau dibilang aneh. Rani yang paling takut mengecewakan dan mempermalukan Bapak, tapi keadaan justru memaksanya untuk bersama Yudha yang bukan tipe suami idaman di mata Bapak dan Bunda-nya, semua gara-gara kecerobohannya sendiri. Sungguh ironis.

Selain konflik yang bikin emosi naik-turun, novel ini juga mengangkat tema sosial yang cenderung sensitif seperti perbedaan budaya, sexual orientation, gender expression, dan pilihan pekerjaan yang nggak biasa. Isu-isu ini menurutku termasuk berat dan serius, tapi penulis mampu meramunya menjadi jalinan cerita yang mudah diikuti tanpa membuat kita sebagai pembaca mengerutkan kening dalam-dalam. 

Trus, yang aku suka banget juga adalah penyelesaian konfliknya. Setelah semua drama, pertentangan batin, dan emosi itu, aku ngga nyangka ending-nya bakal kayak gitu. Yang jelas, two thumbs up bangetlah buat Bapak atas kebijaksanaan dan sikap nggak mau ruginya itu. Bapak really made my day 😂😂😂



💖💖💖💖💖

Background Setting


Seperti novel-novel City Lite lainnya yang pernah aku baca, novel Enjoy the Little Things ini berlatar belakang kota Jakarta yang sibuk dan modern. Cerita lebih banyak berlokasi di kantor dan kost Rani. Selain itu, karena Rani adalah orang Yogyakarta, beberapa scene juga diambil di kota yang terkenal dengan jalan Malioboro tersebut. Rumah orang tua Rani yang ada di kota itu pun nggak ketinggalan jadi salah satu setting tempat di novel ini.


💖💖💖💖💖

Karakter


Tokoh utama wanita EtLT ini namanya Maharani, biasa dipanggil Rani. Dia seorang wanita asal Jogja yang mengadu nasib di Jakarta. Rani digambarkan sebagai seorang wanita Jawa yang setia, lembut, penurut, dan mandiri. Dia sangat memghormati kedua orangtuanya dan selalu berusaha menjaga nama baik keluarga. Sayangnya, Rani ini cenderung egois dan bisa jadi sangat keras kepala, sampai-sampai aku gemes banget dibikinnya. Tapi, aku salut sih sama dia. Pendiriannya untuk menjaga nama baik Bapak bener-bener teguh.

Lanjut ke tokoh utama pria. Namanya Yudha. Dari perspektif Rani, Yudha itu cowok kemayu. Wajahnya lebih cocok dibilang cantik daripada ganteng, dan gaya ngomongnya juga centil. Kulitnya putih bersih dari kepala hingga kaki, rajin pake skin care, dan kalo ke mana-mana suka pake BB cream dan lip tint. Singkat kata, cowok ini sama sekali bukan tipenya Rani. Tapi, di balik tingkah femininnya itu, ternyata Yudha orang yang sangat bisa diandalkan, dan sanggup membuktikan bahwa:


"A boy is still a boy with makeup, or not." --hlm. 27

.... if you know what I mean 😎

Dari semua tokoh di novel ini, menurutku Yudha-lah yang karakternya paling menarik. Dia feminin tapi berpendirian teguh, kemayu tapi gigih banget. Kontradiksi yang aneh tapi memikat. Bikin aku ikutan jatuh cinta juga sama dia. Tapi, kalo disuruh milih, tetep sih aku lebih milih cowok macho. Ya gimana sih ya, namanya juga selera 😆

Tokoh ketiga yang selalu disebut-sebut Rani adalah ayahnya, yaitu Bapak. Bapak adalah tipe orang tua yang Jawa banget, tegas, ceplas-ceplos, cenderung suka seenaknya, tapi penuh wibawa dan sayang banget sama anak-anaknya. Kalo kata Rani, "Bapakku galak." 😄 Bapak jadi semacam kompas moral bagi Rani. Itulah sebabnya dia paling takut ngecewain dan bikin malu Bapak.

Bapak adalah karakter yang sangat kuat. Eksistensinya benar-benar memengaruhi keseluruhan jalan cerita. Cara penulis mendeskripsikan beliau bikin tokoh ini serasa real banget, bikin aku teringat sama bapak mertuaku yang juga orang Jawa tulen.

Tokoh terakhir yang juga memberikan pengaruh besar dalam novel ini adalah Jonah, ayah Yudha. Jonah nggak seperti ayah kebanyakan. Dia unik dan berpikiran terbuka. Dia sayang banget sama Yudha sampai-sampai rela ngelakuin apa aja demi kebahagiaan Yudha. Mungkin nggak semua orang, termasuk aku, yang setuju dengan caranya menjalani hidup. Then again, Jonah mengajarkan bahwa apa pun pilihan hidupmu, yang terpenting adalah kamu harus berani mempertanggungjawabkannya. Jonah, dengan segala kelebihan dan kekurangannya, sudah mengajarkan nilai kehidupan yang dalam banget.


💖💖💖💖💖

Gaya Bahasa


Beberapa bulan yang lalu, aku sempat baca novel Dirt on My Boots sama Intersection. Kedua novel ini gaya bahasanya ngocol abis. Aku nggak bisa mingkem barang sebentaaar aja selama baca dua novel itu. Ngakak terus. Nah, EtLT ini gaya bahasanya nggak segokil dua novel tadi, malah cenderung baku dan banyak sisipan bahasa Jawa, tapi, entah gimana, tetep bisa bikin aku ngakak banget. Dialog antara Yudha dan Rani sering bikin aku geli sendiri. Trus, perdebatan antara Bapak dan Bunda juga sering bikin ngikik-ngikik sendiri, secara Bapak ceplas-ceplos banget dan nggak pernah mau kalah 😅 Gaya narasinya pun ngalir, enak banget buat diikuti. Aku baca novel ini ngga berasa kalo lagi baca novel tebel, tiba-tiba aja udah sampai halaman akhir.


💖💖💖💖💖

Editing & Desain Sampul



Seingatku, ada beberapa saltik di novel ini, cuman aku lupa nandain halamannya 😔 Tapi, tenang aja, saltiknya minor aja kok, nggak parah apalagi sampai ganggu kenyamanan membaca. Font yang digunakan pun ukurannya pas sehingga nyaman buat mataku yang minusnya lumayan tebel ini.

Untuk desain sampul, aku cukup suka. Warna ungu mudanya cantik banget. Desain gambarnya, walau nggak seronok, tapi lumayan dewasa; cowok-cewek lagi bobok bareng gitu. Bener-bener menggambarkan isi novelnya 😄


💖💖💖💖💖

Kesimpulan


Segala pertentangan antara Rani dan Yudha bikin aku sebagai pembaca memikirkan lagi definisi dari 'menerima apa adanya'. Kupikir, menerima apa adanya berarti memahami dan menerima perbedaan. Namun, tak disangka, ternyata dibutuhkan keberanian, kesabaran, keikhlasan, dan hati yang seluas samudera untuk melakukan kedua hal tersebut. Di sinilah aku kagum banget sama Rani, juga Bapak pada akhirnya. Ah, novel ini bener-bener ngasih value yang dalem banget!

Selain itu, aku juga salut banget sama Yudha. Despite his quirks, dia membuktikan bahwa menjadi lelaki jantan tidak harus gagah dan macho, karena pada akhirnya kemauan untuk bertanggung jawab dan kemampuan untuk mencintai setulus hati-lah yang paling penting. He is manly in his own way, and Rani is one lucky woman to have him with her.


💖💖💖💖💖

Final Verdict





Overall: 5 of 5 🌟 


💖💖💖💖💖

Rekomendasi


Ini novel beneran recommended banget. Karakter para tokohnya bagus, konfliknya mantap, gaya narasinya mengalir dan enak diikuti, dan penyelesaiannya juga memuaskan. Recommended buat kalian yang suka genre romance dengan drama keluarga yang cukup pelik di dalamnya. Cuman, ini novel rate-nya 21+ ya, gaes, secara ada beberapa adegan yang lumayan eksplisit--walaupun nggak seeksplisit novel-novel historical romance--serta isu yang diangkat pun cukup berat dan dibutuhkan kedewasaan untuk mencernanya. So, buat dedek-dedek gemesh di bawah 21 tahun, skip dulu yaaa 😘





Hope it helps,


Gita ^-^

14 comments :

  1. Sudah saya duga ini novel dewasa, wkwkwkwk. Saya suka covernya, ungu-ungu cute gimana gitu ya, hihihi.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kovernya emang sugestif banget sih ya hahaha...

      Delete
  2. kemarin pas ke gramed udah nimang-nimang buku ini tapi gak ajdi beli... btw makasih ya reviewnya :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Cuss balik lagi buat beli wkwkwkwk...

      Masama ^^

      Delete
  3. Ratenya 5/5?? Wooowww, jadi penasaran mba, liat buku ini beberapa kali di toko buku online aku pikir apaan ini ya koq cover nya gitu, akhirnya baca reviewnya di sini. Tapi aku tatut beli nanti ditanyain anakku cemacem bingung jawabnya
    ��

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, Fik, soalnya menurutku ide dan karakternya unik. Ceritanya juga bagus. Nggak rugi baca buat penggemar romance.

      Disampul aja, Fik, novelnya, jadi kover bobok barengnya nggak keliatan. Hihihi...

      Delete
  4. Bukunya tebel banget, aku yakin gak kebaca kalo di rumah. Padahal. Penasaran juga. Yg 300 hal aja aku ga selesai baca. Gemezz..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sama, Mba. Sekarang susah banget nyisihin waktu buat baca. Adaaa aja gangguannya yg bikin ngga selesai2 😅

      Delete
  5. Kesukaanku nih novel nov romance gini.
    Jadi pwngen beli mbak.
    Penasaran sama tokoh Yudha juga hehe

    ReplyDelete
  6. Wah wah jadi penasaran nih aku sama novel ini, mba gita selalu bikin racun wkwkkw.

    Wah temanya baru ya mba blognya, baru sadar hahaha

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aku senang kalo ada yang keracunan hihihi...

      Delete
  7. "A boy is still a boy with makeup, or not."
    Seketika aku langsung berusaha mencerna apa maksudnya, karena ada kata2 IYKWIM langsung galfoks XD
    Ngomong2 aku baca reviewnya ini jadi kebayang kalau novelnya dibikin komik, pasti lucu banget.

    ReplyDelete
  8. Apa yang berubah ya mbak? Kok ga sadar. hihi. yang menurutku malah mencolok itu pengambilan gambarnya. Rada beda dan lebih keren. Menurutku sih. Hehe.. Oh ya kincirmainan itu sebuah komunitas atau gimana sih? Baru denger mbak.

    ReplyDelete
  9. Wah memang tebel banget novelnya. Belum pernah baca novel setebal itu. Patut dicoba.

    ReplyDelete