SOCIAL MEDIA


"Aku bertanya-tanya mengapa hal itu disebut 'jatuh cinta' jika jatuh menyiratkan keruntuhan; jika jatuh menyiratkan kehancuran." –hlm. 5.

Detail Buku


Penerjemah: Brigida Ruri
Penyunting: Titis Wardhana
Penyelaras Aksara: Arumdyah Tyasayu
Desain Kover: Marla Putri
Layout Kover: @ryanologi
Penerbit: Haru
Cetakan I: November 2017
Halaman: 424
ISBN: 978-602-6383-31-0
Harga: IDR 68.000,-

🎀🎀🎀🎀🎀

Blurb


"Kenapa kau bersama Seth Everett?" tanya Cedric. "Kau tahu cowok macam apa dia."
"Oh, jangan khawatir." Aku menghardik mantan pacarku itu. "Kau sudah membantunya menghancurkan hatiku lebih dulu."

Kemarin malam, Seth tiba-tiba menawarkan bantuan kepada Kyla untuk membalas dendam kepada Cedric. Cedric memang tidak menyukai Seth. Mungkin ada hubungannya dengan reputasi Seth yang suka gonta-ganti pacar.

Kyla juga tidak menyukai Seth. Namun tawaran itu terus-menerus ada di kepala Kyla. Jika ia bisa membalas Cedric yang memutuskannya demi sahabatnya... mungkin rasa sesak di dadanya bisa berkurang.

🎀🎀🎀🎀🎀

Sinopsis


"Saat kau patah hati, orang lain hanya bisa membantumu memungut kepingan-kepingan hatimu, tapi hanya kau  yang bisa menyatukannya kembali." hlm. 398.

Apa yang akan kamu lakukan kalo tiba-tiba saja kamu diputusin sama cowokmu yang sudah kamu sayang-sayang setengah mati? Nangis berhari-hari akibat patah hati? Marah dan memberontak? Atau balas dendam? Well, Kyla Evans melakukan itu semua.

Setelah diputus secara mendadak oleh pacarnya, Cedric, Kyla mengalami semacam titik balik dalam hidupnya. Kyla yang sebenarnya adalah anak rumahan dan pendiam memutuskan untuk berubah. Dia mulai mengganti baju-bajunya yang usang dengan koleksi baru, memperbaiki penampilan, dan datang ke pesta-pesta. Namun, perubahan terbesarnya adalah Seth Everett. Seluruh sekolah terkejut ketika melihat Kyla datang ke sekolah bergandengan tangan dengan Seth, si playboy tampan dan terkenal di sekolah mereka. Semua orang percaya kalau mereka memang sedang pacaran. Tapi, benarkah begitu?

Kyla dan Seth memang punya kesepakatan rahasia. Seth bilang dia akan membantu Kyla untuk membalas dendam pada Cedric dengan cara pura-pura jadi pacar Kyla. Cedric tidak suka pada Seth, bahkan mungkin membencinya. Karena itu, kalau melihat mantan pacarnya jadian dengan orang yang paling dia benci pasti akan membuat cowok itu gila. Begitulah argumen Seth. Masalahnya, Kyla juga tidak suka pada Seth. Ketidaksukaannya memang lebih banyak terpengaruh oleh Cedric, tapi dia sendiri memang sebal pada sifat playboy cowok itu. Tapi, kesempatan untuk membalas dendam itu terlalu menggoda untuk dilewatkan. Maka, Kyla menelan ketidaksukaannya terhadap Seth dan menerima cowok itu jadi pacar pura-puranya.


"Setidaknya kau bisa berpura-pura tidak sebegitunya membenciku," sahutnya. || "Tidak banyak yang bisa kusukai darimu," balasku tanpa ekspresi. || Salah satu sudut bibirnya naik. "Cewek cerdas." hlm. 38.

Apa yang awalnya begitu sederhana, berubah menjadi rumit. Kyla hanya ingin membalas Cedric yang telah mencampakkannya tanpa alasan yang jelas, tapi ternyata Seth berubah dari pacar pura-pura menjadi sahabat yang tak tergantikan dan sering kali memberikan debaran-debaran aneh di dadanya. Lagipula, masih ada pertanyaan yang mengganjal di benak Kyla: kenapa cowok itu mau membantunya sejak awal?


"Hatiku ini, yang babak belur, lebam, dan sudah hancur berkeping-keping, berdetak karena Seth Everett." hlm. 277.

[Baca juga: Resensi The Wrath and the Dawn]

🎀🎀🎀🎀🎀

Ulasan


"...Hal terakhir yang kuinginkan adalah tersandung tali sepatu yang belum diikat, di saat aku akhirnya bisa kembali berjalan dengan tegak." hlm. 251.

"Pura-pura pacaran? Duh, mainstream banget deh, ah!"

Mungkin itulah yang muncul di benak kalian setelah membaca blurb The Heartbroken Heartbreaker ini. Yah, itulah yang pertama kali muncul di benak-ku saat melihat novel ini. Tapi kemudian aku jadi penasaran dengan eksekusi ceritanya, mengingat Penerbit Spring yang notabene adalah adiknya Penerbit Haru juga pernah menerbitkan novel dengan "pura-pura pacaran" sebagai premis utamanya. Yup, yang aku maksud adalah serial populer To All the Boys I've Loved Before karya Jenny Han. Aku ingin tahu apa yang begitu menarik dari novel ini sampai Haru memilih untuk menerbitkannya. 

Fakta bahwa novel ini diambil dari Wattpad juga membuatku semakin penasaranTerus terang saja, aku sedikit berhati-hati dengan novel jebolan Wattpadkarena setelah beberapa kali membaca novel dari Wattpad lokal, harus kuakui kalau aku kecewa dengan kualitasnya, walaupun aku yakin nggak semua novel dari naskah Wattpad begitu ya. Apalagi, sampai saat ini novel-novel keluarga Haru yang sudah kubaca belum pernah ada yang mengecewakanku dari segi kualitas. Maka, dengan keyakinan itulah novel ini akhirnya masuk dalam daftar book haul-ku.

Dan ternyata...




AKU NGGAK KECEWA, gaes!




Aku suka dengan character building para tokohnya, plotnya, konfliknya, dan ending-nya. Alur novel ini terasa pas dan narasinya nggak bertele-tele. Dialognya fresh, cerdas sekaligus dalam. Bahkan di beberapa scene, dialog antara Kyla dan Seth bikin aku ngakak so hard. Humor penulisnya bagus.

Dalam segi konflik juga bagus. Premisnya memang pura-pura pacaran, tapi latar belakang para tokoh membuat novel ini lebih rumit dari yang tergambar di blurb-nya. Keputusan-keputusan yang diambil para tokoh pun bijak sekali dan menggambarkan perkembangan karakter yang bagus. Dan yang paling aku suka adalah di novel ini nggak ada adegan bullying atau intimidasi dalam bentuk apa pun seperti yang kutemui di TATBILB. Dan kejutannya adalah, ternyata judul The Heartbroken Heartbreaker ini memiliki makna yang sangat dalam. Setidaknya itulah yang kurasakan setelah selesai membaca novel ini.


"...saat kau dewasa nanti, kau akan mengacaukan banyak hal dan kau juga akan mengalami kegagalan, tapi jangan pernah lupa bahwa hanya dibutuhkan sedikit bumbu untuk membalikkan keadaan." hlm. 78.

[Baca juga: Resensi P.S. I Still Love You]

Nilai plus lainnya adalah banyak quote bagus di novel ini. Bagus di sini bukan dari segi romantis saja, tapi juga unik. Salah satu yang paling kusukai adalah cara Kyla yang beda dalam memandang kisah cinta tragis Romeo dan Juliet. Alih-alih menganggap kisah tersebut sebagai kisah cinta yang indah, Kyla malah memandangnya dengan logis dan sedikit sinis. Buatku, itu refreshing banget 😄 Tapi, justru dari kisah Romeo dan Juliet inilah, Kyla terinspirasi menciptakan puisi yang sangat indah.


"...Namun ingatkah dirimu, Romeo? Ada jutaan Juliet di luar sana || Ada banyak Juliet lain yang mampu menunjukkan kepadamu || Bahwa janji akan hari esok itu tetap lebih indah dibandingkan bayangan hari kemarin || Kumohon, ingatlah, Romeo || Bahwa aku pun bisa menjadi Juliet." --Dikutip dari puisi Kyla, hlm. 324-325.

Tapi, ada tiga hal yang menurutku menjadi kekurangan novel The Heartbroken Heartbreaker ini. Pertama, setting tempat di novel ini tidak terlalu digambarkan dengan jelas. Kyla memang ada menyebut London, tapi kalau memang London yang menjadi setting tempatnya, aku kurang merasakannya. Mungkin bagi sebagian orang poin ini nggak terlalu ngaruh, tapi buatku, penggambaran setting tempat secara gamblang sangat membantuku untuk lebih masuk ke dalam cerita. Kedua, alasan Cedric mencampakkan Kyla itu mudah ditebak. Yah, setidaknya bagiku itu sudah terlalu biasa, dan, nggg... sependek yang aku tahu, sudah sering digunakan oleh sejumlah penulis Asia (CMIIW). Dan yang terakhir, penyelesaian konflik antara Kyla dengan Seth, dan Seth dengan konfliknya sendiri itu rasanya sedikiiit tergesa-gesa. Khusus untuk konflik Seth, aku mengharapkan sedikit lebih banyak elaborasi pada penyelesaiannya sih, walaupun hanya dalam bentuk narasi atau dialog antar tokoh. Pokoknya, nggak ujug-ujug selesai, gitu lho 😶


"Melanjutkan hidup bukan berarti melupakan, Ky," katanya. "Melanjutkan hidup adalah mampu mengingat tanpa merasa terluka." –hlm. 111.

Untuk ending, sebenarnya aku nggak terlalu mempermasalahkan, butagain, sedikiiit di bawah ekspektasiku. Tapi aku tetap suka kok.


🎀🎀🎀🎀🎀

Karakter


Tokoh novel yang cerdas, pandai mengekspresikan diri lewat tulisan, dan menyukai sastra sudah sering kutemui. Sebut saja Lara Jean Covey dari serial To All the Boys I've Loved Before, atau Bella Swan dari Twilight Saga. Kyla Evans sama cerdasnya dan pandai menulis seperti Lara Jean dan menyukai sastra seperti Bella, tapi, aku menangkap sedikit sikap sinis dan sarkastis dalam dirinya yang tidak kurasakan pada kedua tokoh di atas. Dan dia juga bisa mengeluarkan kata-kata yang sangat tajam bila marah.


"Seluruh hidupmu adalah sebuah kisah. Pilihan yang kau buat setiap hari menentukan kisah seperti apa yang kau jalani." hlm. 157.

Seth Everett kupikir bakalan cuman jadi "another pretty boy." Tapi, ternyata dia ini cowok cerdas dan menyenangkan. Dia selalu bisa menjadi sandaran Kyla setiap kali Kyla lagi galau. Selain itu, keputusannya dalam menyikapi hubungannya dengan Kyla bikin aku kagum sama dia. Karakternya bijaksana sekali.

"Kau menarik, tak perlu disangkal lagi. Yang mengejutkan, kau juga cerdas. Dan yang lebih menjengkelkan, kau juga karismatik. Cewek-cewek sering jatuh cinta padamu, tapi kau tak pernah benar-benar peduli, iya kan?" –hlm. 25.

I think Cedric was supposed to be the hated-character. Kemunculannya memang tidak terlalu banyak tapi krusial. Dan dia adalah tokoh yang paling misterius di novel ini. I won't say much about him. Takut spoiler 😆 Betewe, aku lupa nama belakang dia. Mau nyari, males buka-buka bukunya lagi (resensor macam apa ini? 😂)


"Kenapa kau masih berbicara tentangnya seolah... seolah dia adalah hal terbaik yang pernah terjadi dalam hidupmu?" hlm. 91.

[Baca juga: Resensi I Want to Eat Your Pancreas]

🎀🎀🎀🎀🎀

Alih Bahasa dan Desain Sampul


Seperti biasa, terjemahan keluarga Haru selalu memuaskan. Kali ini pun tak berbeda dengan buku-buku Haru sebelumnya. Terjemahannya halus dan lancar, walaupun masih ada beberapa typo.

Untuk desain sampulnya, jujur, aku kurang suka. Menurutku desain seperti serial To All the Boys I've Loved Before atau Hopeless-nya Colleen Hoover yang menggunakan model manusia beneran lebih oke ketimbang ilustrasi kartun. Rasanya kurang cocok aja sama isi ceritanya. Tapi, ini masalah selera aja sih 😁


🎀🎀🎀🎀🎀

Kesimpulan


Satu kata buat novel ini: RECOMMENDED! Menurutku, Sam Madison adalah versi ringannya Colleen Hoover. Buat yang pernah baca bukunya Hoover, pasti nggak asing lagi sama konflik berat dan menyayat hati yang ada dalam novel-novelnya. Nah, Madison juga gitu. Dramanya dapet, tapi nggak lebay.

Karena punya premis yang mirip, mau nggak mau, sadar nggak sadar, aku selalu bandingin The Heartbroken Heartbreaker dengan To All the Boys I've Loved Before. Tapi, kalau disuruh milih, aku lebih suka THH daripada TATBILB karena THH konfliknya lebih rumit.

Setelah baca novel ini, aku mencoba ngumpulin info tentang Madison, tapi susah banget dapatnya. Di Goodreads pun infonya minim banget. Yang aku tahu doi penulis asal Filipina. Udah, segitu doang info yang aku dapat 😓 Aku beneran penasaran sama biografi penulis ini. Dan aku jelas akan menunggu karya-karyanya yang lain diterbitkan juga oleh Penerbit Haru 😍

[Baca juga: Resensi Hopeless]

🎀🎀🎀🎀🎀

Final Verdict



Overall: 🌟🌟🌟🌟☆ (4.5 of 5)

🎀🎀🎀🎀🎀

Rekomendasi


Menurutku, novel ini cukup aman dikonsumsi remaja usia 16+. Tidak ada adegan seks eksplisit (walau ada sedikit kissing scene), bullying, atau sejenisnya. Hanya saja, lumayan banyak scene yang menggambarkan para tokoh minum alkohol dan mabuk. Jadi, buat adik-adik yang mau baca, tolong diingat bahwa alkohol itu buruk untuk kesehatan, dan haram bagi Muslim. Oke? Happy reading 😉


"...Tidak ada langit yang hanya memiliki bintang terang. Akan selalu ada beberapa bintang redup di sana sini, tersebar di antara bintang-bintang yang terang. Dan karena itulah, langit menjadi lebih menakjubkan." hlm. 345.



Hope it helps,

Gita ^^

[Resensi] The Heartbroken Heartbreaker – Sam Madison

28 December 2018


"Aku bertanya-tanya mengapa hal itu disebut 'jatuh cinta' jika jatuh menyiratkan keruntuhan; jika jatuh menyiratkan kehancuran." –hlm. 5.

Detail Buku


Penerjemah: Brigida Ruri
Penyunting: Titis Wardhana
Penyelaras Aksara: Arumdyah Tyasayu
Desain Kover: Marla Putri
Layout Kover: @ryanologi
Penerbit: Haru
Cetakan I: November 2017
Halaman: 424
ISBN: 978-602-6383-31-0
Harga: IDR 68.000,-

🎀🎀🎀🎀🎀

Blurb


"Kenapa kau bersama Seth Everett?" tanya Cedric. "Kau tahu cowok macam apa dia."
"Oh, jangan khawatir." Aku menghardik mantan pacarku itu. "Kau sudah membantunya menghancurkan hatiku lebih dulu."

Kemarin malam, Seth tiba-tiba menawarkan bantuan kepada Kyla untuk membalas dendam kepada Cedric. Cedric memang tidak menyukai Seth. Mungkin ada hubungannya dengan reputasi Seth yang suka gonta-ganti pacar.

Kyla juga tidak menyukai Seth. Namun tawaran itu terus-menerus ada di kepala Kyla. Jika ia bisa membalas Cedric yang memutuskannya demi sahabatnya... mungkin rasa sesak di dadanya bisa berkurang.

🎀🎀🎀🎀🎀

Sinopsis


"Saat kau patah hati, orang lain hanya bisa membantumu memungut kepingan-kepingan hatimu, tapi hanya kau  yang bisa menyatukannya kembali." hlm. 398.

Apa yang akan kamu lakukan kalo tiba-tiba saja kamu diputusin sama cowokmu yang sudah kamu sayang-sayang setengah mati? Nangis berhari-hari akibat patah hati? Marah dan memberontak? Atau balas dendam? Well, Kyla Evans melakukan itu semua.

Setelah diputus secara mendadak oleh pacarnya, Cedric, Kyla mengalami semacam titik balik dalam hidupnya. Kyla yang sebenarnya adalah anak rumahan dan pendiam memutuskan untuk berubah. Dia mulai mengganti baju-bajunya yang usang dengan koleksi baru, memperbaiki penampilan, dan datang ke pesta-pesta. Namun, perubahan terbesarnya adalah Seth Everett. Seluruh sekolah terkejut ketika melihat Kyla datang ke sekolah bergandengan tangan dengan Seth, si playboy tampan dan terkenal di sekolah mereka. Semua orang percaya kalau mereka memang sedang pacaran. Tapi, benarkah begitu?

Kyla dan Seth memang punya kesepakatan rahasia. Seth bilang dia akan membantu Kyla untuk membalas dendam pada Cedric dengan cara pura-pura jadi pacar Kyla. Cedric tidak suka pada Seth, bahkan mungkin membencinya. Karena itu, kalau melihat mantan pacarnya jadian dengan orang yang paling dia benci pasti akan membuat cowok itu gila. Begitulah argumen Seth. Masalahnya, Kyla juga tidak suka pada Seth. Ketidaksukaannya memang lebih banyak terpengaruh oleh Cedric, tapi dia sendiri memang sebal pada sifat playboy cowok itu. Tapi, kesempatan untuk membalas dendam itu terlalu menggoda untuk dilewatkan. Maka, Kyla menelan ketidaksukaannya terhadap Seth dan menerima cowok itu jadi pacar pura-puranya.


"Setidaknya kau bisa berpura-pura tidak sebegitunya membenciku," sahutnya. || "Tidak banyak yang bisa kusukai darimu," balasku tanpa ekspresi. || Salah satu sudut bibirnya naik. "Cewek cerdas." hlm. 38.

Apa yang awalnya begitu sederhana, berubah menjadi rumit. Kyla hanya ingin membalas Cedric yang telah mencampakkannya tanpa alasan yang jelas, tapi ternyata Seth berubah dari pacar pura-pura menjadi sahabat yang tak tergantikan dan sering kali memberikan debaran-debaran aneh di dadanya. Lagipula, masih ada pertanyaan yang mengganjal di benak Kyla: kenapa cowok itu mau membantunya sejak awal?


"Hatiku ini, yang babak belur, lebam, dan sudah hancur berkeping-keping, berdetak karena Seth Everett." hlm. 277.

[Baca juga: Resensi The Wrath and the Dawn]

🎀🎀🎀🎀🎀

Ulasan


"...Hal terakhir yang kuinginkan adalah tersandung tali sepatu yang belum diikat, di saat aku akhirnya bisa kembali berjalan dengan tegak." hlm. 251.

"Pura-pura pacaran? Duh, mainstream banget deh, ah!"

Mungkin itulah yang muncul di benak kalian setelah membaca blurb The Heartbroken Heartbreaker ini. Yah, itulah yang pertama kali muncul di benak-ku saat melihat novel ini. Tapi kemudian aku jadi penasaran dengan eksekusi ceritanya, mengingat Penerbit Spring yang notabene adalah adiknya Penerbit Haru juga pernah menerbitkan novel dengan "pura-pura pacaran" sebagai premis utamanya. Yup, yang aku maksud adalah serial populer To All the Boys I've Loved Before karya Jenny Han. Aku ingin tahu apa yang begitu menarik dari novel ini sampai Haru memilih untuk menerbitkannya. 

Fakta bahwa novel ini diambil dari Wattpad juga membuatku semakin penasaranTerus terang saja, aku sedikit berhati-hati dengan novel jebolan Wattpadkarena setelah beberapa kali membaca novel dari Wattpad lokal, harus kuakui kalau aku kecewa dengan kualitasnya, walaupun aku yakin nggak semua novel dari naskah Wattpad begitu ya. Apalagi, sampai saat ini novel-novel keluarga Haru yang sudah kubaca belum pernah ada yang mengecewakanku dari segi kualitas. Maka, dengan keyakinan itulah novel ini akhirnya masuk dalam daftar book haul-ku.

Dan ternyata...




AKU NGGAK KECEWA, gaes!




Aku suka dengan character building para tokohnya, plotnya, konfliknya, dan ending-nya. Alur novel ini terasa pas dan narasinya nggak bertele-tele. Dialognya fresh, cerdas sekaligus dalam. Bahkan di beberapa scene, dialog antara Kyla dan Seth bikin aku ngakak so hard. Humor penulisnya bagus.

Dalam segi konflik juga bagus. Premisnya memang pura-pura pacaran, tapi latar belakang para tokoh membuat novel ini lebih rumit dari yang tergambar di blurb-nya. Keputusan-keputusan yang diambil para tokoh pun bijak sekali dan menggambarkan perkembangan karakter yang bagus. Dan yang paling aku suka adalah di novel ini nggak ada adegan bullying atau intimidasi dalam bentuk apa pun seperti yang kutemui di TATBILB. Dan kejutannya adalah, ternyata judul The Heartbroken Heartbreaker ini memiliki makna yang sangat dalam. Setidaknya itulah yang kurasakan setelah selesai membaca novel ini.


"...saat kau dewasa nanti, kau akan mengacaukan banyak hal dan kau juga akan mengalami kegagalan, tapi jangan pernah lupa bahwa hanya dibutuhkan sedikit bumbu untuk membalikkan keadaan." hlm. 78.

[Baca juga: Resensi P.S. I Still Love You]

Nilai plus lainnya adalah banyak quote bagus di novel ini. Bagus di sini bukan dari segi romantis saja, tapi juga unik. Salah satu yang paling kusukai adalah cara Kyla yang beda dalam memandang kisah cinta tragis Romeo dan Juliet. Alih-alih menganggap kisah tersebut sebagai kisah cinta yang indah, Kyla malah memandangnya dengan logis dan sedikit sinis. Buatku, itu refreshing banget 😄 Tapi, justru dari kisah Romeo dan Juliet inilah, Kyla terinspirasi menciptakan puisi yang sangat indah.


"...Namun ingatkah dirimu, Romeo? Ada jutaan Juliet di luar sana || Ada banyak Juliet lain yang mampu menunjukkan kepadamu || Bahwa janji akan hari esok itu tetap lebih indah dibandingkan bayangan hari kemarin || Kumohon, ingatlah, Romeo || Bahwa aku pun bisa menjadi Juliet." --Dikutip dari puisi Kyla, hlm. 324-325.

Tapi, ada tiga hal yang menurutku menjadi kekurangan novel The Heartbroken Heartbreaker ini. Pertama, setting tempat di novel ini tidak terlalu digambarkan dengan jelas. Kyla memang ada menyebut London, tapi kalau memang London yang menjadi setting tempatnya, aku kurang merasakannya. Mungkin bagi sebagian orang poin ini nggak terlalu ngaruh, tapi buatku, penggambaran setting tempat secara gamblang sangat membantuku untuk lebih masuk ke dalam cerita. Kedua, alasan Cedric mencampakkan Kyla itu mudah ditebak. Yah, setidaknya bagiku itu sudah terlalu biasa, dan, nggg... sependek yang aku tahu, sudah sering digunakan oleh sejumlah penulis Asia (CMIIW). Dan yang terakhir, penyelesaian konflik antara Kyla dengan Seth, dan Seth dengan konfliknya sendiri itu rasanya sedikiiit tergesa-gesa. Khusus untuk konflik Seth, aku mengharapkan sedikit lebih banyak elaborasi pada penyelesaiannya sih, walaupun hanya dalam bentuk narasi atau dialog antar tokoh. Pokoknya, nggak ujug-ujug selesai, gitu lho 😶


"Melanjutkan hidup bukan berarti melupakan, Ky," katanya. "Melanjutkan hidup adalah mampu mengingat tanpa merasa terluka." –hlm. 111.

Untuk ending, sebenarnya aku nggak terlalu mempermasalahkan, butagain, sedikiiit di bawah ekspektasiku. Tapi aku tetap suka kok.


🎀🎀🎀🎀🎀

Karakter


Tokoh novel yang cerdas, pandai mengekspresikan diri lewat tulisan, dan menyukai sastra sudah sering kutemui. Sebut saja Lara Jean Covey dari serial To All the Boys I've Loved Before, atau Bella Swan dari Twilight Saga. Kyla Evans sama cerdasnya dan pandai menulis seperti Lara Jean dan menyukai sastra seperti Bella, tapi, aku menangkap sedikit sikap sinis dan sarkastis dalam dirinya yang tidak kurasakan pada kedua tokoh di atas. Dan dia juga bisa mengeluarkan kata-kata yang sangat tajam bila marah.


"Seluruh hidupmu adalah sebuah kisah. Pilihan yang kau buat setiap hari menentukan kisah seperti apa yang kau jalani." hlm. 157.

Seth Everett kupikir bakalan cuman jadi "another pretty boy." Tapi, ternyata dia ini cowok cerdas dan menyenangkan. Dia selalu bisa menjadi sandaran Kyla setiap kali Kyla lagi galau. Selain itu, keputusannya dalam menyikapi hubungannya dengan Kyla bikin aku kagum sama dia. Karakternya bijaksana sekali.

"Kau menarik, tak perlu disangkal lagi. Yang mengejutkan, kau juga cerdas. Dan yang lebih menjengkelkan, kau juga karismatik. Cewek-cewek sering jatuh cinta padamu, tapi kau tak pernah benar-benar peduli, iya kan?" –hlm. 25.

I think Cedric was supposed to be the hated-character. Kemunculannya memang tidak terlalu banyak tapi krusial. Dan dia adalah tokoh yang paling misterius di novel ini. I won't say much about him. Takut spoiler 😆 Betewe, aku lupa nama belakang dia. Mau nyari, males buka-buka bukunya lagi (resensor macam apa ini? 😂)


"Kenapa kau masih berbicara tentangnya seolah... seolah dia adalah hal terbaik yang pernah terjadi dalam hidupmu?" hlm. 91.

[Baca juga: Resensi I Want to Eat Your Pancreas]

🎀🎀🎀🎀🎀

Alih Bahasa dan Desain Sampul


Seperti biasa, terjemahan keluarga Haru selalu memuaskan. Kali ini pun tak berbeda dengan buku-buku Haru sebelumnya. Terjemahannya halus dan lancar, walaupun masih ada beberapa typo.

Untuk desain sampulnya, jujur, aku kurang suka. Menurutku desain seperti serial To All the Boys I've Loved Before atau Hopeless-nya Colleen Hoover yang menggunakan model manusia beneran lebih oke ketimbang ilustrasi kartun. Rasanya kurang cocok aja sama isi ceritanya. Tapi, ini masalah selera aja sih 😁


🎀🎀🎀🎀🎀

Kesimpulan


Satu kata buat novel ini: RECOMMENDED! Menurutku, Sam Madison adalah versi ringannya Colleen Hoover. Buat yang pernah baca bukunya Hoover, pasti nggak asing lagi sama konflik berat dan menyayat hati yang ada dalam novel-novelnya. Nah, Madison juga gitu. Dramanya dapet, tapi nggak lebay.

Karena punya premis yang mirip, mau nggak mau, sadar nggak sadar, aku selalu bandingin The Heartbroken Heartbreaker dengan To All the Boys I've Loved Before. Tapi, kalau disuruh milih, aku lebih suka THH daripada TATBILB karena THH konfliknya lebih rumit.

Setelah baca novel ini, aku mencoba ngumpulin info tentang Madison, tapi susah banget dapatnya. Di Goodreads pun infonya minim banget. Yang aku tahu doi penulis asal Filipina. Udah, segitu doang info yang aku dapat 😓 Aku beneran penasaran sama biografi penulis ini. Dan aku jelas akan menunggu karya-karyanya yang lain diterbitkan juga oleh Penerbit Haru 😍

[Baca juga: Resensi Hopeless]

🎀🎀🎀🎀🎀

Final Verdict



Overall: 🌟🌟🌟🌟☆ (4.5 of 5)

🎀🎀🎀🎀🎀

Rekomendasi


Menurutku, novel ini cukup aman dikonsumsi remaja usia 16+. Tidak ada adegan seks eksplisit (walau ada sedikit kissing scene), bullying, atau sejenisnya. Hanya saja, lumayan banyak scene yang menggambarkan para tokoh minum alkohol dan mabuk. Jadi, buat adik-adik yang mau baca, tolong diingat bahwa alkohol itu buruk untuk kesehatan, dan haram bagi Muslim. Oke? Happy reading 😉


"...Tidak ada langit yang hanya memiliki bintang terang. Akan selalu ada beberapa bintang redup di sana sini, tersebar di antara bintang-bintang yang terang. Dan karena itulah, langit menjadi lebih menakjubkan." hlm. 345.



Hope it helps,

Gita ^^

Hello, Book Lova! 🙋

Been awhile since my last post, hasn't it? 😄 Well, been trying my hardest to write anything here, but my brain just couldn't manage too many works, it seems 😅

Anyway, kalian sadar nggak kalo tema blog ini berubah? Gimana, gimana, kalian suka? Kalo aku, sukak banget, soalnya lebih clean and simple. Moga-moga kalian suka juga ya, trus jadi sering mampir ke sini, walopun update blog ini suka nggak pasti macem jodoh yang nggak dateng-dateng #eaaaaa 😅

So, kali ini aku bakal mengulas satu novel romance Indonesia. Novel ini baru aja terbit bulan lalu, gaes, jadi masih lumayan fresh. Sebenernya, ini novel masuk antrian paling buncit dalam daftar drafku, tapi, ternyata resensi ini malah jadi yang pertama selesai kutulis gara-gara aku gatel banget pengin bahas konfliknya yang... Yah, pokoknya kalian simak terus resensi ini sampai habis ya 😚


💖💖💖💖💖

Detail Buku


Penulis: Kincirmainan
Editor: Afrianty P. Pardede
Penerbit: Elexmedia Komputindo
Genre: City Lite, romance, adult
Tebal: 518 hlm.
Cetakan I: 2018
ISBN: 978-602-04-7937-8
Harga: Rp. 98.800,- (P. Jawa)
Rating: 21+

💖💖💖💖💖

Blurb




Bapak adalah lelaki Jawa yang perfeksionis. Sifat Bapak ini terlihat jelas saat menyelidiki bibit-bebet-bobot calon menantu yang akan menikahi tiga anak gadisnya nanti. Yang Maharani tahu, nama baik Bapak adalah segalanya. Rani tak mau merusak itu. Lebih baik tidak menikah, kalau ternyata suatu hari nanti harga diri Bapak akan terluka karena pilihan Rani.

Namun keadaan ternyata berkata lain. Pada malam ketiga setelah putus hubungan dengan Bima, Maharani bertemu seorang pemuda yang penampilannya membuat Rani sempat meragukan kejantanannya. Hanya saja sesuatu yang terjadi di antara mereka, khususnya dua bulan setelah pertemuan mereka itu, pasti membuat Rani akan berpikir ratusan kali jika ingin meragukan siapa pun.

Kecelakaan yang terjadi antara Rani dan Yudha, si pemuda feminin, membuatnya harus memperkenalkan Yudha sebagai calon menantu kepada sang Bapak.

Bapak, yang ternyata kurang menerima laki-laki berwajah mulus seperti Yudha.

Bapak, yang ternyata tidak menerima ketika orang yang akan menikahi Rani adalah lelaki yang lebih memilih membuka usaha toko kue bukan toko alat listrik atau bangunan.

Seksis memang. Terlebih latar belakang keluarga Yudha sebenarnya membuat Rani berpikir ulang jutaan kali untuk maju. Mampukah Rani menyatukan dua keluarga yang saling bertolak belakang ini dalam pernikahannya dengan Yudha?

💖💖💖💖💖

Sinopsis


Rani sedang patah hati akibat putus cinta dari pacarnya, Bima, yang sudah jalan selama tiga tahun. Gara-garanya, Bima kepergok lagi jalan sama cewek lain. Rani yang sudah setia nungguin Bima selama tiga tahun ini, sampai-sampai rela dijadiin ATM pribadi  segala sama cowok itu, jelas kecewa berat, juga marah. Dan di tengah kekecewaan dan kemarahan itu, Rani bertemu dengan seorang pemuda bernama Yudha.

Pertemuan Rani dan Yudha membuat dunia Rani jungkir-balik dan menjadi semacam titik balik dalam hidupnya. Pertemuan tanpa sengaja yang berujung pada 'kecelakaan' itu memaksa Rani dan Yudha untuk bersama. Rani menerima dan bersedia untuk bertanggung jawab sebagai konsekuensi atas perbuatan dan kecerobohannya sendiri. Begitu pula Yudha.

Rani tidak tahu harus bagaimana caranya menyampaikan berita yang memalukan ini kepada Bapak dan seluruh keluarganya. Bayangan harus menghadapi kemarahan, dan yang lebih buruk lagi, kekecewaan Bapak membuat Rani gemetar. Dia gelisah setengah mati. Namun, yang tidak disadarinya, ternyata ada hal yang lebih menakutkan daripada masalah 'kecelakaan'-nya, yaitu tentang jati diri Yudha yang... tidak biasa.

Duh, gimana caranya ngasih tau semua ini ke Bapak?


💖💖💖💖💖

Just My Two Cents...




Oke. Jujur nih ya, aku sempet mikir, ini novel romance, tapi tebelnya 518 halaman? Aku bertanya-tanya, konflik macam apa yang dihadirkan sampai-sampai bikin sebuah novel romance bisa jadi setebal itu. Terus terang aku sempat ketar-ketir, soalnya aku pernah beberapa kali baca novel romance Indonesia yang tuebel banget tapi ternyata isinya... meh! 😑 Setelah baca beberapa bab awal, ternyata aku ketagihan dan sulit banget buat ngelepas ini novel. Kupikir, novel ini cuma ngebahas masalah 'kecelakaan' Rani dan Yudha, ternyata konfliknya jauh lebih dalam dari itu.

Konflik dalam EtLT ini menurutku lain daripada yang lain. Konfliknya unik, menarik, tapi juga sensitif. Kalo dari blurb-nya, kita tentu sudah bisa menebak novel ini tentang Rani dan Yudha yang 'kecelakaan', tapi ternyata itu cuman permukaannya aja, guys. Semakin Rani mengenal Yudha, semakin pelik masalah yang mereka hadapi. Belum lagi kenyataan Yudha yang merupakan cowok feminin nan cantik, bikin Rani seketika illfeel. Rani yang notabene berasal dari keluarga Jawa yang konservatif harus bersama dengan Yudha yang punya latar belakang yang... unik--kalau nggak mau dibilang aneh. Rani yang paling takut mengecewakan dan mempermalukan Bapak, tapi keadaan justru memaksanya untuk bersama Yudha yang bukan tipe suami idaman di mata Bapak dan Bunda-nya, semua gara-gara kecerobohannya sendiri. Sungguh ironis.

Selain konflik yang bikin emosi naik-turun, novel ini juga mengangkat tema sosial yang cenderung sensitif seperti perbedaan budaya, sexual orientation, gender expression, dan pilihan pekerjaan yang nggak biasa. Isu-isu ini menurutku termasuk berat dan serius, tapi penulis mampu meramunya menjadi jalinan cerita yang mudah diikuti tanpa membuat kita sebagai pembaca mengerutkan kening dalam-dalam. 

Trus, yang aku suka banget juga adalah penyelesaian konfliknya. Setelah semua drama, pertentangan batin, dan emosi itu, aku ngga nyangka ending-nya bakal kayak gitu. Yang jelas, two thumbs up bangetlah buat Bapak atas kebijaksanaan dan sikap nggak mau ruginya itu. Bapak really made my day 😂😂😂



💖💖💖💖💖

Background Setting


Seperti novel-novel City Lite lainnya yang pernah aku baca, novel Enjoy the Little Things ini berlatar belakang kota Jakarta yang sibuk dan modern. Cerita lebih banyak berlokasi di kantor dan kost Rani. Selain itu, karena Rani adalah orang Yogyakarta, beberapa scene juga diambil di kota yang terkenal dengan jalan Malioboro tersebut. Rumah orang tua Rani yang ada di kota itu pun nggak ketinggalan jadi salah satu setting tempat di novel ini.


💖💖💖💖💖

Karakter


Tokoh utama wanita EtLT ini namanya Maharani, biasa dipanggil Rani. Dia seorang wanita asal Jogja yang mengadu nasib di Jakarta. Rani digambarkan sebagai seorang wanita Jawa yang setia, lembut, penurut, dan mandiri. Dia sangat memghormati kedua orangtuanya dan selalu berusaha menjaga nama baik keluarga. Sayangnya, Rani ini cenderung egois dan bisa jadi sangat keras kepala, sampai-sampai aku gemes banget dibikinnya. Tapi, aku salut sih sama dia. Pendiriannya untuk menjaga nama baik Bapak bener-bener teguh.

Lanjut ke tokoh utama pria. Namanya Yudha. Dari perspektif Rani, Yudha itu cowok kemayu. Wajahnya lebih cocok dibilang cantik daripada ganteng, dan gaya ngomongnya juga centil. Kulitnya putih bersih dari kepala hingga kaki, rajin pake skin care, dan kalo ke mana-mana suka pake BB cream dan lip tint. Singkat kata, cowok ini sama sekali bukan tipenya Rani. Tapi, di balik tingkah femininnya itu, ternyata Yudha orang yang sangat bisa diandalkan, dan sanggup membuktikan bahwa:


"A boy is still a boy with makeup, or not." --hlm. 27

.... if you know what I mean 😎

Dari semua tokoh di novel ini, menurutku Yudha-lah yang karakternya paling menarik. Dia feminin tapi berpendirian teguh, kemayu tapi gigih banget. Kontradiksi yang aneh tapi memikat. Bikin aku ikutan jatuh cinta juga sama dia. Tapi, kalo disuruh milih, tetep sih aku lebih milih cowok macho. Ya gimana sih ya, namanya juga selera 😆

Tokoh ketiga yang selalu disebut-sebut Rani adalah ayahnya, yaitu Bapak. Bapak adalah tipe orang tua yang Jawa banget, tegas, ceplas-ceplos, cenderung suka seenaknya, tapi penuh wibawa dan sayang banget sama anak-anaknya. Kalo kata Rani, "Bapakku galak." 😄 Bapak jadi semacam kompas moral bagi Rani. Itulah sebabnya dia paling takut ngecewain dan bikin malu Bapak.

Bapak adalah karakter yang sangat kuat. Eksistensinya benar-benar memengaruhi keseluruhan jalan cerita. Cara penulis mendeskripsikan beliau bikin tokoh ini serasa real banget, bikin aku teringat sama bapak mertuaku yang juga orang Jawa tulen.

Tokoh terakhir yang juga memberikan pengaruh besar dalam novel ini adalah Jonah, ayah Yudha. Jonah nggak seperti ayah kebanyakan. Dia unik dan berpikiran terbuka. Dia sayang banget sama Yudha sampai-sampai rela ngelakuin apa aja demi kebahagiaan Yudha. Mungkin nggak semua orang, termasuk aku, yang setuju dengan caranya menjalani hidup. Then again, Jonah mengajarkan bahwa apa pun pilihan hidupmu, yang terpenting adalah kamu harus berani mempertanggungjawabkannya. Jonah, dengan segala kelebihan dan kekurangannya, sudah mengajarkan nilai kehidupan yang dalam banget.


💖💖💖💖💖

Gaya Bahasa


Beberapa bulan yang lalu, aku sempat baca novel Dirt on My Boots sama Intersection. Kedua novel ini gaya bahasanya ngocol abis. Aku nggak bisa mingkem barang sebentaaar aja selama baca dua novel itu. Ngakak terus. Nah, EtLT ini gaya bahasanya nggak segokil dua novel tadi, malah cenderung baku dan banyak sisipan bahasa Jawa, tapi, entah gimana, tetep bisa bikin aku ngakak banget. Dialog antara Yudha dan Rani sering bikin aku geli sendiri. Trus, perdebatan antara Bapak dan Bunda juga sering bikin ngikik-ngikik sendiri, secara Bapak ceplas-ceplos banget dan nggak pernah mau kalah 😅 Gaya narasinya pun ngalir, enak banget buat diikuti. Aku baca novel ini ngga berasa kalo lagi baca novel tebel, tiba-tiba aja udah sampai halaman akhir.


💖💖💖💖💖

Editing & Desain Sampul



Seingatku, ada beberapa saltik di novel ini, cuman aku lupa nandain halamannya 😔 Tapi, tenang aja, saltiknya minor aja kok, nggak parah apalagi sampai ganggu kenyamanan membaca. Font yang digunakan pun ukurannya pas sehingga nyaman buat mataku yang minusnya lumayan tebel ini.

Untuk desain sampul, aku cukup suka. Warna ungu mudanya cantik banget. Desain gambarnya, walau nggak seronok, tapi lumayan dewasa; cowok-cewek lagi bobok bareng gitu. Bener-bener menggambarkan isi novelnya 😄


💖💖💖💖💖

Kesimpulan


Segala pertentangan antara Rani dan Yudha bikin aku sebagai pembaca memikirkan lagi definisi dari 'menerima apa adanya'. Kupikir, menerima apa adanya berarti memahami dan menerima perbedaan. Namun, tak disangka, ternyata dibutuhkan keberanian, kesabaran, keikhlasan, dan hati yang seluas samudera untuk melakukan kedua hal tersebut. Di sinilah aku kagum banget sama Rani, juga Bapak pada akhirnya. Ah, novel ini bener-bener ngasih value yang dalem banget!

Selain itu, aku juga salut banget sama Yudha. Despite his quirks, dia membuktikan bahwa menjadi lelaki jantan tidak harus gagah dan macho, karena pada akhirnya kemauan untuk bertanggung jawab dan kemampuan untuk mencintai setulus hati-lah yang paling penting. He is manly in his own way, and Rani is one lucky woman to have him with her.


💖💖💖💖💖

Final Verdict





Overall: 5 of 5 🌟 


💖💖💖💖💖

Rekomendasi


Ini novel beneran recommended banget. Karakter para tokohnya bagus, konfliknya mantap, gaya narasinya mengalir dan enak diikuti, dan penyelesaiannya juga memuaskan. Recommended buat kalian yang suka genre romance dengan drama keluarga yang cukup pelik di dalamnya. Cuman, ini novel rate-nya 21+ ya, gaes, secara ada beberapa adegan yang lumayan eksplisit--walaupun nggak seeksplisit novel-novel historical romance--serta isu yang diangkat pun cukup berat dan dibutuhkan kedewasaan untuk mencernanya. So, buat dedek-dedek gemesh di bawah 21 tahun, skip dulu yaaa 😘





Hope it helps,


Gita ^-^

[Resensi] Enjoy the Little Things – Kincirmainan

15 December 2018


Hello, Book Lova! 🙋

Been awhile since my last post, hasn't it? 😄 Well, been trying my hardest to write anything here, but my brain just couldn't manage too many works, it seems 😅

Anyway, kalian sadar nggak kalo tema blog ini berubah? Gimana, gimana, kalian suka? Kalo aku, sukak banget, soalnya lebih clean and simple. Moga-moga kalian suka juga ya, trus jadi sering mampir ke sini, walopun update blog ini suka nggak pasti macem jodoh yang nggak dateng-dateng #eaaaaa 😅

So, kali ini aku bakal mengulas satu novel romance Indonesia. Novel ini baru aja terbit bulan lalu, gaes, jadi masih lumayan fresh. Sebenernya, ini novel masuk antrian paling buncit dalam daftar drafku, tapi, ternyata resensi ini malah jadi yang pertama selesai kutulis gara-gara aku gatel banget pengin bahas konfliknya yang... Yah, pokoknya kalian simak terus resensi ini sampai habis ya 😚


💖💖💖💖💖

Detail Buku


Penulis: Kincirmainan
Editor: Afrianty P. Pardede
Penerbit: Elexmedia Komputindo
Genre: City Lite, romance, adult
Tebal: 518 hlm.
Cetakan I: 2018
ISBN: 978-602-04-7937-8
Harga: Rp. 98.800,- (P. Jawa)
Rating: 21+

💖💖💖💖💖

Blurb




Bapak adalah lelaki Jawa yang perfeksionis. Sifat Bapak ini terlihat jelas saat menyelidiki bibit-bebet-bobot calon menantu yang akan menikahi tiga anak gadisnya nanti. Yang Maharani tahu, nama baik Bapak adalah segalanya. Rani tak mau merusak itu. Lebih baik tidak menikah, kalau ternyata suatu hari nanti harga diri Bapak akan terluka karena pilihan Rani.

Namun keadaan ternyata berkata lain. Pada malam ketiga setelah putus hubungan dengan Bima, Maharani bertemu seorang pemuda yang penampilannya membuat Rani sempat meragukan kejantanannya. Hanya saja sesuatu yang terjadi di antara mereka, khususnya dua bulan setelah pertemuan mereka itu, pasti membuat Rani akan berpikir ratusan kali jika ingin meragukan siapa pun.

Kecelakaan yang terjadi antara Rani dan Yudha, si pemuda feminin, membuatnya harus memperkenalkan Yudha sebagai calon menantu kepada sang Bapak.

Bapak, yang ternyata kurang menerima laki-laki berwajah mulus seperti Yudha.

Bapak, yang ternyata tidak menerima ketika orang yang akan menikahi Rani adalah lelaki yang lebih memilih membuka usaha toko kue bukan toko alat listrik atau bangunan.

Seksis memang. Terlebih latar belakang keluarga Yudha sebenarnya membuat Rani berpikir ulang jutaan kali untuk maju. Mampukah Rani menyatukan dua keluarga yang saling bertolak belakang ini dalam pernikahannya dengan Yudha?

💖💖💖💖💖

Sinopsis


Rani sedang patah hati akibat putus cinta dari pacarnya, Bima, yang sudah jalan selama tiga tahun. Gara-garanya, Bima kepergok lagi jalan sama cewek lain. Rani yang sudah setia nungguin Bima selama tiga tahun ini, sampai-sampai rela dijadiin ATM pribadi  segala sama cowok itu, jelas kecewa berat, juga marah. Dan di tengah kekecewaan dan kemarahan itu, Rani bertemu dengan seorang pemuda bernama Yudha.

Pertemuan Rani dan Yudha membuat dunia Rani jungkir-balik dan menjadi semacam titik balik dalam hidupnya. Pertemuan tanpa sengaja yang berujung pada 'kecelakaan' itu memaksa Rani dan Yudha untuk bersama. Rani menerima dan bersedia untuk bertanggung jawab sebagai konsekuensi atas perbuatan dan kecerobohannya sendiri. Begitu pula Yudha.

Rani tidak tahu harus bagaimana caranya menyampaikan berita yang memalukan ini kepada Bapak dan seluruh keluarganya. Bayangan harus menghadapi kemarahan, dan yang lebih buruk lagi, kekecewaan Bapak membuat Rani gemetar. Dia gelisah setengah mati. Namun, yang tidak disadarinya, ternyata ada hal yang lebih menakutkan daripada masalah 'kecelakaan'-nya, yaitu tentang jati diri Yudha yang... tidak biasa.

Duh, gimana caranya ngasih tau semua ini ke Bapak?


💖💖💖💖💖

Just My Two Cents...




Oke. Jujur nih ya, aku sempet mikir, ini novel romance, tapi tebelnya 518 halaman? Aku bertanya-tanya, konflik macam apa yang dihadirkan sampai-sampai bikin sebuah novel romance bisa jadi setebal itu. Terus terang aku sempat ketar-ketir, soalnya aku pernah beberapa kali baca novel romance Indonesia yang tuebel banget tapi ternyata isinya... meh! 😑 Setelah baca beberapa bab awal, ternyata aku ketagihan dan sulit banget buat ngelepas ini novel. Kupikir, novel ini cuma ngebahas masalah 'kecelakaan' Rani dan Yudha, ternyata konfliknya jauh lebih dalam dari itu.

Konflik dalam EtLT ini menurutku lain daripada yang lain. Konfliknya unik, menarik, tapi juga sensitif. Kalo dari blurb-nya, kita tentu sudah bisa menebak novel ini tentang Rani dan Yudha yang 'kecelakaan', tapi ternyata itu cuman permukaannya aja, guys. Semakin Rani mengenal Yudha, semakin pelik masalah yang mereka hadapi. Belum lagi kenyataan Yudha yang merupakan cowok feminin nan cantik, bikin Rani seketika illfeel. Rani yang notabene berasal dari keluarga Jawa yang konservatif harus bersama dengan Yudha yang punya latar belakang yang... unik--kalau nggak mau dibilang aneh. Rani yang paling takut mengecewakan dan mempermalukan Bapak, tapi keadaan justru memaksanya untuk bersama Yudha yang bukan tipe suami idaman di mata Bapak dan Bunda-nya, semua gara-gara kecerobohannya sendiri. Sungguh ironis.

Selain konflik yang bikin emosi naik-turun, novel ini juga mengangkat tema sosial yang cenderung sensitif seperti perbedaan budaya, sexual orientation, gender expression, dan pilihan pekerjaan yang nggak biasa. Isu-isu ini menurutku termasuk berat dan serius, tapi penulis mampu meramunya menjadi jalinan cerita yang mudah diikuti tanpa membuat kita sebagai pembaca mengerutkan kening dalam-dalam. 

Trus, yang aku suka banget juga adalah penyelesaian konfliknya. Setelah semua drama, pertentangan batin, dan emosi itu, aku ngga nyangka ending-nya bakal kayak gitu. Yang jelas, two thumbs up bangetlah buat Bapak atas kebijaksanaan dan sikap nggak mau ruginya itu. Bapak really made my day 😂😂😂



💖💖💖💖💖

Background Setting


Seperti novel-novel City Lite lainnya yang pernah aku baca, novel Enjoy the Little Things ini berlatar belakang kota Jakarta yang sibuk dan modern. Cerita lebih banyak berlokasi di kantor dan kost Rani. Selain itu, karena Rani adalah orang Yogyakarta, beberapa scene juga diambil di kota yang terkenal dengan jalan Malioboro tersebut. Rumah orang tua Rani yang ada di kota itu pun nggak ketinggalan jadi salah satu setting tempat di novel ini.


💖💖💖💖💖

Karakter


Tokoh utama wanita EtLT ini namanya Maharani, biasa dipanggil Rani. Dia seorang wanita asal Jogja yang mengadu nasib di Jakarta. Rani digambarkan sebagai seorang wanita Jawa yang setia, lembut, penurut, dan mandiri. Dia sangat memghormati kedua orangtuanya dan selalu berusaha menjaga nama baik keluarga. Sayangnya, Rani ini cenderung egois dan bisa jadi sangat keras kepala, sampai-sampai aku gemes banget dibikinnya. Tapi, aku salut sih sama dia. Pendiriannya untuk menjaga nama baik Bapak bener-bener teguh.

Lanjut ke tokoh utama pria. Namanya Yudha. Dari perspektif Rani, Yudha itu cowok kemayu. Wajahnya lebih cocok dibilang cantik daripada ganteng, dan gaya ngomongnya juga centil. Kulitnya putih bersih dari kepala hingga kaki, rajin pake skin care, dan kalo ke mana-mana suka pake BB cream dan lip tint. Singkat kata, cowok ini sama sekali bukan tipenya Rani. Tapi, di balik tingkah femininnya itu, ternyata Yudha orang yang sangat bisa diandalkan, dan sanggup membuktikan bahwa:


"A boy is still a boy with makeup, or not." --hlm. 27

.... if you know what I mean 😎

Dari semua tokoh di novel ini, menurutku Yudha-lah yang karakternya paling menarik. Dia feminin tapi berpendirian teguh, kemayu tapi gigih banget. Kontradiksi yang aneh tapi memikat. Bikin aku ikutan jatuh cinta juga sama dia. Tapi, kalo disuruh milih, tetep sih aku lebih milih cowok macho. Ya gimana sih ya, namanya juga selera 😆

Tokoh ketiga yang selalu disebut-sebut Rani adalah ayahnya, yaitu Bapak. Bapak adalah tipe orang tua yang Jawa banget, tegas, ceplas-ceplos, cenderung suka seenaknya, tapi penuh wibawa dan sayang banget sama anak-anaknya. Kalo kata Rani, "Bapakku galak." 😄 Bapak jadi semacam kompas moral bagi Rani. Itulah sebabnya dia paling takut ngecewain dan bikin malu Bapak.

Bapak adalah karakter yang sangat kuat. Eksistensinya benar-benar memengaruhi keseluruhan jalan cerita. Cara penulis mendeskripsikan beliau bikin tokoh ini serasa real banget, bikin aku teringat sama bapak mertuaku yang juga orang Jawa tulen.

Tokoh terakhir yang juga memberikan pengaruh besar dalam novel ini adalah Jonah, ayah Yudha. Jonah nggak seperti ayah kebanyakan. Dia unik dan berpikiran terbuka. Dia sayang banget sama Yudha sampai-sampai rela ngelakuin apa aja demi kebahagiaan Yudha. Mungkin nggak semua orang, termasuk aku, yang setuju dengan caranya menjalani hidup. Then again, Jonah mengajarkan bahwa apa pun pilihan hidupmu, yang terpenting adalah kamu harus berani mempertanggungjawabkannya. Jonah, dengan segala kelebihan dan kekurangannya, sudah mengajarkan nilai kehidupan yang dalam banget.


💖💖💖💖💖

Gaya Bahasa


Beberapa bulan yang lalu, aku sempat baca novel Dirt on My Boots sama Intersection. Kedua novel ini gaya bahasanya ngocol abis. Aku nggak bisa mingkem barang sebentaaar aja selama baca dua novel itu. Ngakak terus. Nah, EtLT ini gaya bahasanya nggak segokil dua novel tadi, malah cenderung baku dan banyak sisipan bahasa Jawa, tapi, entah gimana, tetep bisa bikin aku ngakak banget. Dialog antara Yudha dan Rani sering bikin aku geli sendiri. Trus, perdebatan antara Bapak dan Bunda juga sering bikin ngikik-ngikik sendiri, secara Bapak ceplas-ceplos banget dan nggak pernah mau kalah 😅 Gaya narasinya pun ngalir, enak banget buat diikuti. Aku baca novel ini ngga berasa kalo lagi baca novel tebel, tiba-tiba aja udah sampai halaman akhir.


💖💖💖💖💖

Editing & Desain Sampul



Seingatku, ada beberapa saltik di novel ini, cuman aku lupa nandain halamannya 😔 Tapi, tenang aja, saltiknya minor aja kok, nggak parah apalagi sampai ganggu kenyamanan membaca. Font yang digunakan pun ukurannya pas sehingga nyaman buat mataku yang minusnya lumayan tebel ini.

Untuk desain sampul, aku cukup suka. Warna ungu mudanya cantik banget. Desain gambarnya, walau nggak seronok, tapi lumayan dewasa; cowok-cewek lagi bobok bareng gitu. Bener-bener menggambarkan isi novelnya 😄


💖💖💖💖💖

Kesimpulan


Segala pertentangan antara Rani dan Yudha bikin aku sebagai pembaca memikirkan lagi definisi dari 'menerima apa adanya'. Kupikir, menerima apa adanya berarti memahami dan menerima perbedaan. Namun, tak disangka, ternyata dibutuhkan keberanian, kesabaran, keikhlasan, dan hati yang seluas samudera untuk melakukan kedua hal tersebut. Di sinilah aku kagum banget sama Rani, juga Bapak pada akhirnya. Ah, novel ini bener-bener ngasih value yang dalem banget!

Selain itu, aku juga salut banget sama Yudha. Despite his quirks, dia membuktikan bahwa menjadi lelaki jantan tidak harus gagah dan macho, karena pada akhirnya kemauan untuk bertanggung jawab dan kemampuan untuk mencintai setulus hati-lah yang paling penting. He is manly in his own way, and Rani is one lucky woman to have him with her.


💖💖💖💖💖

Final Verdict





Overall: 5 of 5 🌟 


💖💖💖💖💖

Rekomendasi


Ini novel beneran recommended banget. Karakter para tokohnya bagus, konfliknya mantap, gaya narasinya mengalir dan enak diikuti, dan penyelesaiannya juga memuaskan. Recommended buat kalian yang suka genre romance dengan drama keluarga yang cukup pelik di dalamnya. Cuman, ini novel rate-nya 21+ ya, gaes, secara ada beberapa adegan yang lumayan eksplisit--walaupun nggak seeksplisit novel-novel historical romance--serta isu yang diangkat pun cukup berat dan dibutuhkan kedewasaan untuk mencernanya. So, buat dedek-dedek gemesh di bawah 21 tahun, skip dulu yaaa 😘





Hope it helps,


Gita ^-^