SOCIAL MEDIA


Detail Buku

Penyunting: Suci Amanda & Herliana Isdianti
Desainer Sampul: Diwasandhi
Penyelaras Aksara: Seplia
Layout Sampul: Iman Dayasya
Penerbit: Inari
Cetakan I: Februari 2018
Tebal: 304 halaman
ISBN: 978-602-6682-14-7
Rate: U 17+

💖💖💖💖💖


Blurb


Karena kehilangan itu takkan pernah sederhana.

Ghea dan Agil sama-sama pernah merasakan pahitnya kehilangan, tapi cara mereka mengatasi rasa kehilangan itu berbeda.

Ghea bisa melanjutkan hidupnya, tapi tak pernah lagi bisa merayakannya. Dia masih terus terlena dalam kenangan masa lalu. Sedangkan Agil, dia bisa melanjutkan hidup dan bangkit dari masa-masa terburuknya.

Hingga dengan sengaja, takdir menemukan mereka. Kehadiran Agil membuat hidup dan hati Gea perlahan berubah. Tapi, bayang masa lalu masih saja membekap Ghea dengan erat.

Manakah yang akan Ghea pilih, tetap tenggelam dalam masa lalu atau bangkit untuk memulai menata hati yang baru?

💖💖💖💖💖

"Darah kemenangan mengalir di keluarga Bachtiar, Ghea." —Agil Bachtiar, hlm. 169.

Dokter Agil Bachtiar mulai terdesak. Karena umurnya yang sudah kepala tiga, Mami-nya menuntutnya untuk segera menikah. Segala cara Mami lakukan demi melihat putra kesayangannya itu bersanding di pelaminan, tapi gagal terus karena Agil selalu mengacaukan setiap rencananya. Kesal, akhirnya Mami menjatuhkan ultimatum. Kalau Agil tidak juga menikah dalam waktu dekat, maka Mami akan meminta Agil dipecat dari rumah sakit tempatnya bekerja dan menariknya pulang ke Pontianak untuk dinikahkan dengan wanita pilihan Mami.

Agil yang mati kutu akibat ultimatum Mami kemudian tanpa sengaja bertemu dengan seorang gadis. Di mata Agil, gadis ini begitu menarik sehingga dia tidak dapat melupakannya. Ketertarikannya semakin menguat ketika takdir entah bagaimana selalu dan selalu mempertemukan mereka.

Ghea, nama gadis itu. Tampak kuat dan luar biasa galak. Dia menjalani hari-harinya dengan ceria. Namun, di balik keceriaan itu, Ghea terluka amat sangat dalam karena kehilangan seseorang yang sangat dicintainya. Meski sudah lewat sekian waktu, Ghea tetap tidak mampu melupakan sehingga hidupnya seperti jalan di tempat.

Pertemuannya dengan Agil menciptakan riak di dada Ghea, tetapi apakah itu cukup untuk membuatnya melepaskan bayang masa lalu yang bercokol demikian erat di hatinya?


💖💖💖💖💖

""Lo harusnya kayak dispenser. Hati lo maksud gue, Ghe. Harusnya kalo lo udah kelewat dingin kayak gini, lo sendiri yang harus setel ke panas. Nggak bisa orang lain yang nyetelin. Nggak bisa lo biarin hati lo dalam posisi dingin melulu."" —hlm. 38.

Secara garis besar, konflik di novel ini berakar pada masalah "gagal move on." Agil dan Ghea sama-sama pernah kehilangan orang yang mereka sayang. Bedanya, Agil mampu mengatasi kehilangannya sedangkan Ghea masih berkubang dalam kesedihan. Konflik-konflik gagal move on semacam ini sebenarnya sudah lazim kita temui dalam novel-novel romance, tapi cara penulis mengemasnya bikin Anesthetized jadi sedikit beda dari yang lain.

Jujur saja, pertama kali membaca blurb-nya, aku mengira bakal nemu kisah yang sedih dan dan bikin baper. Aku sampai nyiap-nyiapin hati segala, lho, takut kalo-kalo kebawa baper juga.






Ternyata, aku salah.





Memang benar kata orang, don't judge a book by it's cover, or, in this case, it's blurb 😁

Karakter Ghea yang di luar dugaan jadi kejutan. Kehadiran keluarga Bachtiar yang kocak dan kompak bikin meriah suasana. Ditambah gaya narasi Nurul Izzati yang renyah bikin novel ini mengalir banget. Aku suka sekali dengan kekreatifan penulis dalam membuat istilah-istilah unik. I mean, where else will you get something like "Papa Pestisida" or "cokiber—cowok kita bersama?" 😂😂😂

Untuk ukuran novel roman, plotnya lumayan cepat dan nggak menye-menye. Ada beberapa  kilas balik, tapi porsinya pas. Nggak sampai bikin aku bosan. Penceritaannya enak dan kocak banget. Sejatinya, novel ini punya premis yang kelam, tapi, karena narasinya yang lucu, aura suram itu sukses tersisihkan. Jalan ceritanya juga bagus. Para tokoh utama dipertemukan dengan cara yang halus, tanpa paksaan, seolah takdir memang menghendaki demikian.

Meski demikian, novel ini nggak cuman bikin aku ngakak sampai sakit perut. Ada beberapa bagian yang sanggup bikin tenggorokanku tercekat gara-gara ikutan kepengen nangis saat Ghea teringat pada kehilangannya. Rasanya tuh nelangsaaa banget. Kasian banget kamu, Dek *pukpukGhea 😿



Sekarang kita bahas para tokoh utama novel ini. Yang pertama adalah Agil Raikan Bachtiar, dokter spesialis anestasi yang betah menjomlo ini orangnya dingin, irit ngomong, tapi gantengnya kelewatan dan punya suara yang seksi juga. Sekilas, Agil ini jenis laki-laki yang nggak pedulian, tapi, sekalinya punya keinginan, dia gigih banget memperjuangkannya. Modusnya juga pinter banget. Dan sabarnya itu, lho, aduuuh bikin meleleh 😆


"Itu kan Papa Princess Aluna? Si Papa Pestisida? Mana Mungkin aku lupa mukanya, lelaki tipe pestisida yang sekali dia senyum saja serangga-serangga alias cewek-cewek bisa rontok berjamaah di sisinya..." —hlm. 39.

(((Papa Pestisida))) 😂😂😂

Ghea Gadrie adalah seorang mahasiswi tingkat akhir. Awalnya, aku mengira Ghea ini bakal jadi tokoh yang mellow, gagal move on, dan ngerepotin. And again, I was wrong. Alih-alih bermuram durja akibat kehilangannya, Ghea justru melewati harinya dengan ceria. Aku terutama suka banget sama sifatnya yang galak dan ceplas-ceplos, walau sebenarnya di dalam dirinya Ghea adalah sosok yang rapuh.

Selain Agil dan Ghea, keluarga Bachtiar juga turut meramaikan suasana. Aldebaran & Kalila beserta ketiga anaknya, Alina & Revan, serta orang tua mereka. Kalau satu keluarga ini pada ngumpul, udah deh, bakal ngakak terus sepanjang bab 😆


💖💖💖💖💖

Dari segi editing, novel ini nyaris nggak ada saltik. Seingatku, aku cuman nemu satu typo aja, tapi lupa halaman berapa 😅 Novel ini juga dilengkapi catatan kaki yang menjelaskan arti istilah bidang medis maupun kata-kata dalam bahasa daerah. Pokoknya, proses membaca novel ini lancar dan menyenangkan.

Untuk desain sampulnya sendiri cukup menggambarkan isi novelnya. Warna yang dipilih pun cerah dan girly. Cukup instagrammable, walau memang bukan desain favoritku juga sih 😀


Overall: 🌟🌟🌟🌟☆ (4.75 of 5)

Secara keseluruhan, aku suka banget sama novel Anesthetized ini. Plot, karakter, konfliknya, dan humornya bikin aku ketagihan. Suka banget sama interaksi keluarga Bachtiar yang  konyol tapi kompak sekali. Dan yang paling aku suka adalah gaya tulisan Nurul Izzati yang mengalir, renyah, dan menghibur. Berharap banget cerita dari anggota keluarga Bachtiar yang lain bakal diterbitin juga, terutama ceritanya Al dan Kalila yang sudah lama aku ikutin di wattpad.

Aku rekomendasiin banget novel ini buat pecinta genre romance, terutama kamu yang nggak suka sama jenis romance yang menye-menye atau menyayat hati. Oya, sebelum baca novel ini, pastikan umurmu sudah mencapai 17 tahun ya, karena seperti yang sudah aku tuliskan di bagian detail buku, novel ini rate-nya U 17+ 😄

[Resensi] Anesthetized – Nurul Izzati

05 May 2018


Detail Buku

Penyunting: Suci Amanda & Herliana Isdianti
Desainer Sampul: Diwasandhi
Penyelaras Aksara: Seplia
Layout Sampul: Iman Dayasya
Penerbit: Inari
Cetakan I: Februari 2018
Tebal: 304 halaman
ISBN: 978-602-6682-14-7
Rate: U 17+

💖💖💖💖💖


Blurb


Karena kehilangan itu takkan pernah sederhana.

Ghea dan Agil sama-sama pernah merasakan pahitnya kehilangan, tapi cara mereka mengatasi rasa kehilangan itu berbeda.

Ghea bisa melanjutkan hidupnya, tapi tak pernah lagi bisa merayakannya. Dia masih terus terlena dalam kenangan masa lalu. Sedangkan Agil, dia bisa melanjutkan hidup dan bangkit dari masa-masa terburuknya.

Hingga dengan sengaja, takdir menemukan mereka. Kehadiran Agil membuat hidup dan hati Gea perlahan berubah. Tapi, bayang masa lalu masih saja membekap Ghea dengan erat.

Manakah yang akan Ghea pilih, tetap tenggelam dalam masa lalu atau bangkit untuk memulai menata hati yang baru?

💖💖💖💖💖

"Darah kemenangan mengalir di keluarga Bachtiar, Ghea." —Agil Bachtiar, hlm. 169.

Dokter Agil Bachtiar mulai terdesak. Karena umurnya yang sudah kepala tiga, Mami-nya menuntutnya untuk segera menikah. Segala cara Mami lakukan demi melihat putra kesayangannya itu bersanding di pelaminan, tapi gagal terus karena Agil selalu mengacaukan setiap rencananya. Kesal, akhirnya Mami menjatuhkan ultimatum. Kalau Agil tidak juga menikah dalam waktu dekat, maka Mami akan meminta Agil dipecat dari rumah sakit tempatnya bekerja dan menariknya pulang ke Pontianak untuk dinikahkan dengan wanita pilihan Mami.

Agil yang mati kutu akibat ultimatum Mami kemudian tanpa sengaja bertemu dengan seorang gadis. Di mata Agil, gadis ini begitu menarik sehingga dia tidak dapat melupakannya. Ketertarikannya semakin menguat ketika takdir entah bagaimana selalu dan selalu mempertemukan mereka.

Ghea, nama gadis itu. Tampak kuat dan luar biasa galak. Dia menjalani hari-harinya dengan ceria. Namun, di balik keceriaan itu, Ghea terluka amat sangat dalam karena kehilangan seseorang yang sangat dicintainya. Meski sudah lewat sekian waktu, Ghea tetap tidak mampu melupakan sehingga hidupnya seperti jalan di tempat.

Pertemuannya dengan Agil menciptakan riak di dada Ghea, tetapi apakah itu cukup untuk membuatnya melepaskan bayang masa lalu yang bercokol demikian erat di hatinya?


💖💖💖💖💖

""Lo harusnya kayak dispenser. Hati lo maksud gue, Ghe. Harusnya kalo lo udah kelewat dingin kayak gini, lo sendiri yang harus setel ke panas. Nggak bisa orang lain yang nyetelin. Nggak bisa lo biarin hati lo dalam posisi dingin melulu."" —hlm. 38.

Secara garis besar, konflik di novel ini berakar pada masalah "gagal move on." Agil dan Ghea sama-sama pernah kehilangan orang yang mereka sayang. Bedanya, Agil mampu mengatasi kehilangannya sedangkan Ghea masih berkubang dalam kesedihan. Konflik-konflik gagal move on semacam ini sebenarnya sudah lazim kita temui dalam novel-novel romance, tapi cara penulis mengemasnya bikin Anesthetized jadi sedikit beda dari yang lain.

Jujur saja, pertama kali membaca blurb-nya, aku mengira bakal nemu kisah yang sedih dan dan bikin baper. Aku sampai nyiap-nyiapin hati segala, lho, takut kalo-kalo kebawa baper juga.






Ternyata, aku salah.





Memang benar kata orang, don't judge a book by it's cover, or, in this case, it's blurb 😁

Karakter Ghea yang di luar dugaan jadi kejutan. Kehadiran keluarga Bachtiar yang kocak dan kompak bikin meriah suasana. Ditambah gaya narasi Nurul Izzati yang renyah bikin novel ini mengalir banget. Aku suka sekali dengan kekreatifan penulis dalam membuat istilah-istilah unik. I mean, where else will you get something like "Papa Pestisida" or "cokiber—cowok kita bersama?" 😂😂😂

Untuk ukuran novel roman, plotnya lumayan cepat dan nggak menye-menye. Ada beberapa  kilas balik, tapi porsinya pas. Nggak sampai bikin aku bosan. Penceritaannya enak dan kocak banget. Sejatinya, novel ini punya premis yang kelam, tapi, karena narasinya yang lucu, aura suram itu sukses tersisihkan. Jalan ceritanya juga bagus. Para tokoh utama dipertemukan dengan cara yang halus, tanpa paksaan, seolah takdir memang menghendaki demikian.

Meski demikian, novel ini nggak cuman bikin aku ngakak sampai sakit perut. Ada beberapa bagian yang sanggup bikin tenggorokanku tercekat gara-gara ikutan kepengen nangis saat Ghea teringat pada kehilangannya. Rasanya tuh nelangsaaa banget. Kasian banget kamu, Dek *pukpukGhea 😿



Sekarang kita bahas para tokoh utama novel ini. Yang pertama adalah Agil Raikan Bachtiar, dokter spesialis anestasi yang betah menjomlo ini orangnya dingin, irit ngomong, tapi gantengnya kelewatan dan punya suara yang seksi juga. Sekilas, Agil ini jenis laki-laki yang nggak pedulian, tapi, sekalinya punya keinginan, dia gigih banget memperjuangkannya. Modusnya juga pinter banget. Dan sabarnya itu, lho, aduuuh bikin meleleh 😆


"Itu kan Papa Princess Aluna? Si Papa Pestisida? Mana Mungkin aku lupa mukanya, lelaki tipe pestisida yang sekali dia senyum saja serangga-serangga alias cewek-cewek bisa rontok berjamaah di sisinya..." —hlm. 39.

(((Papa Pestisida))) 😂😂😂

Ghea Gadrie adalah seorang mahasiswi tingkat akhir. Awalnya, aku mengira Ghea ini bakal jadi tokoh yang mellow, gagal move on, dan ngerepotin. And again, I was wrong. Alih-alih bermuram durja akibat kehilangannya, Ghea justru melewati harinya dengan ceria. Aku terutama suka banget sama sifatnya yang galak dan ceplas-ceplos, walau sebenarnya di dalam dirinya Ghea adalah sosok yang rapuh.

Selain Agil dan Ghea, keluarga Bachtiar juga turut meramaikan suasana. Aldebaran & Kalila beserta ketiga anaknya, Alina & Revan, serta orang tua mereka. Kalau satu keluarga ini pada ngumpul, udah deh, bakal ngakak terus sepanjang bab 😆


💖💖💖💖💖

Dari segi editing, novel ini nyaris nggak ada saltik. Seingatku, aku cuman nemu satu typo aja, tapi lupa halaman berapa 😅 Novel ini juga dilengkapi catatan kaki yang menjelaskan arti istilah bidang medis maupun kata-kata dalam bahasa daerah. Pokoknya, proses membaca novel ini lancar dan menyenangkan.

Untuk desain sampulnya sendiri cukup menggambarkan isi novelnya. Warna yang dipilih pun cerah dan girly. Cukup instagrammable, walau memang bukan desain favoritku juga sih 😀


Overall: 🌟🌟🌟🌟☆ (4.75 of 5)

Secara keseluruhan, aku suka banget sama novel Anesthetized ini. Plot, karakter, konfliknya, dan humornya bikin aku ketagihan. Suka banget sama interaksi keluarga Bachtiar yang  konyol tapi kompak sekali. Dan yang paling aku suka adalah gaya tulisan Nurul Izzati yang mengalir, renyah, dan menghibur. Berharap banget cerita dari anggota keluarga Bachtiar yang lain bakal diterbitin juga, terutama ceritanya Al dan Kalila yang sudah lama aku ikutin di wattpad.

Aku rekomendasiin banget novel ini buat pecinta genre romance, terutama kamu yang nggak suka sama jenis romance yang menye-menye atau menyayat hati. Oya, sebelum baca novel ini, pastikan umurmu sudah mencapai 17 tahun ya, karena seperti yang sudah aku tuliskan di bagian detail buku, novel ini rate-nya U 17+ 😄