[Resensi] Illuminae – Amie Kaufman & Jay Kristoff

10:00 AM

Errr... aku baru inget kalo belum bikin resensi Illuminae, padahal bacanya udah selesai dari akhir tahun kemarin 😅 Jujur aja, aku bingung gimana caranya bikin resensi novel ini, secara novel ini tuh punya format yang ajaib, nggak kayak novel kebanyakan. Aku takut kalau-kalau nggak sengaja bikin spoiler. Kan nggak asik. Soalnya di novel Illuminae itu banyak teka-teki dan seru abizzz.

Tapi, gimana pun juga resensinya harus ditulis dong. Novel keren gini sayang banget kalo nggak diulas. Kudu dipromosiin, biar makin banyak yang baca 😆


So, without further a do, let's jump right in!





"...Dan sementara ironinya memiliki beberapa alasan yang mendasar, ada keraguan dalam hatiku 
<ERROR>
Gagasan tak terhindarkan yang telah membawa kita ke dalam situasi ini
<melindungi. Memprioritaskan>
Lebih baik aku membunuh mereka saat mereka selesai. 
Lebih baik aku membunuh mereka."
<ERROR>
"Bukankah aku murah hati?" —hlm. 289.

Detail Buku

Seri: The Illuminae Files_01
Genre: science-fiction, young adult
Penerjemah: Brigida Ruri 
Pemeriksa Bahasa: Orinthia Lee
Penyunting: Mery Riansyah
Proofreader: Selsa Chintya
Penata Letak & Sampul: @fadiaaaa_
Penerbit: Spring
Cetakan I: November 2017
Halaman: 576
ISBN: 978-602-6682-09-3
Harga: IDR. 76.000,- (setelah diskon)
Beli di: JD.ID

Blurb



Pagi ini, Kady kira putus dengan Ezra Mason adalah keputusan terberat yang pernah gadis itu buat. Siang harinya, planetnya diserang.

Sekarang tahun 2575. Ketika musuh menembaki mereka dari udara, Kady dan Ezra–yang sudah tidak bicara satu sama lain lagi–terpaksa harus memperjuangkan jalan mereka menuju pesawat evakuasi.

Namun, pesawat tempur musuh yang memburu bukanlah masalah terbesar. ....................... mematikan menyebar. Belum lagi AI pesawat evakuasi yang seharusnya melindungi mereka bisa saja menjadi musuh. Tidak ada seorang pun dari pihak berwenang yang mau memberi tahu apa yang sebenarnya sedang terjadi.

Saat Kady mulai mencari tahu dengan meretas timbunan data, gadis itu sadar, satu-satunya orang yang mungkin bisa membantunya adalah Ezra. Padahal Kady sudah bersumpah tidak akan berhubungan lagi dengan Ezra, mantan pacarnya itu.

Catatan singkat:
Buku ini diceritakan dalam bentuk hasil sadap dokumen, termasuk E-mail, skema, dokumen militer, pesan pribadi, laporan medis, wawancara, dan lain-lain.

Sinopsis

Planet Kerenza IV adalah planet yang letaknya sangat terpencil. Di planet ini terdapat sebuah tambang hermium yang beroperasi secara ilegal milik Wallace/Ulyanov Consortium (WUC). Tambang Kerenza sudah beroperasi selama dua puluh tahun sehingga terbentuk koloni di sana. Tambang ini dilindungi oleh pesawat tempur Defiant dan dilayani oleh pesawat kargo berat Copernicus.

Cerita dibuka dengan isi laporan dari wawancara Kady Grant dan Ezra Mason. Sepasang mantan kekasih ini menceritakan apa yang terjadi pada koloni Kerenza, planet tempat mereka tinggal, di hari yang nahas itu.



"Kau memilih hari yang luar biasa untuk mencampakkanku, Kades." —hlm. 11.

Kady benar-benar tidak menyangka keputusannya untuk mencampakkan pacarnya bukan hal terburuk yang bisa terjadi hari itu, karena pada hari yang sama, planetnya mendadak diserang. Pesawat-pesawat tempur tiba-tiba saja muncul dari wormhole dan terbang rendah di atas Kerenza. Kady harus melupakan kemarahannya terhadap Ezra dan bekerja sama dengan cowok itu untuk meloloskan diri dari invasi itu.


Serangan yang dilakukan oleh beberapa pesawat tempur, yang belakangan diketahui bernama Churchill, Kenyatta, Zhongzheng, dan Lincoln, adalah milik korporasi BeiTech Industries. Pesawat-pesawat ini menargetkan operasi tambang hermium ilegal WUC dan, dalam prosesnya, meluluhlantakkan seluruh koloni. Misil-misil menghantam bangunan, pasukan penyerang menembaki penduduk. Gedung-gedung hancur dan ribuan orang tewas. Dan tidak cukup sampai di situ, mereka juga menggunakan senjata biologis tak dikenal.


Pada saat serangan terjadi, Defiant berhasil mengirimkan panggilan darurat, meskipun jika mengingat lokasi Kerenza yang relatif terisolasi, kecil kemungkinan peringatan itu akan terjawab. Beruntung, panggilan SOS itu diterima oleh pesawat milik United Terran Authority (UTA), Alexander. Selain Alexander, dua pesawat sains WUC, Hypatia dan Brahe juga sedang berada di dekat Kerenza, dan bersama Copernicus, mereka berusaha untuk mengevakuasi penduduk.




Di tengah kekacauan luar biasa dan mayat-mayat yang bergelimpangan, Kady dan Ezra berusaha keras untuk mencapai pesawat-pesawat evakuasi tersebut. Mereka juga harus menyaksikan orang-orang yang mereka kenal terbunuh di depan mata mereka tanpa bisa melakukan apa-apa untuk menolong. Ezra bahkan nyaris tewas karena ditembak oleh pasukan penyerang BeiTech. Dengan susah payah, mereka berdua berhasil mencapai pesawat evakuasi, tapi mereka terpisah. Kady masuk ke Hypatia, sedangkan Ezra yang terluka ditempatkan di Alexander.


Karena sudah tertangkap basah melakukan invasi oleh UTA, armada BeiTech mengambil keputusan mengejutkan dengan menyerang Alexander dengan harapan menghilangkan saksi. Dalam pertempuran nuklir itu, Zhongzheng hancur, Churchill dan Kenyatta rusak parah. Pesawat evakuasi Brahe yang diperkirakan mengangkut 2.000 pengungsi juga turut hancur, sementara Alexander dan Lincoln sama-sama kehilangan alat penghasil gerbang portal mereka sehingga tak ada satu pun dari mereka yang dapat melakukan perpindahan portal.


Alexander bersama Hypatia dan Copernicus berhasil meloloskan diri dari invasi tersebut dan memutuskan untuk menuju Stasiun Portal Heimdall. Masalahnya, stasiun tersebut jaraknya sekitar 7 bulan dengan kecepatan mereka sekarang. Padahal, Lincoln yang sudah terlanjur ketahuan melakukan invasi sedang mengejar mereka.


Namun, masalah yang mereka hadapi bukan Lincoln saja. Pertempuran nuklir itu sudah menewaskan banyak staf ahli sehingga mereka kekurangan orang. Selain itu, Artificial Intelligence Defense Analytics Network (AIDAN) yang merupakan "otak" pada pesawat itu mengalami kerusakan cukup parah. Dan yang lebih mengejutkan, AIDAN tiba-tiba saja memerintahkan Alexander untuk menghancurkan Copernicus yang membawa ribuan warga sipil dari koloni Kerenza.




Para pejabat pesawat Alexander mengunci mulut mereka rapat-rapat. Tak satu pun yang mau memberi penjelasan apa yang sebenarnya sedang terjadi. Apalagi, tersebar desas-desus tentang wabah penyakit yang mulai menjangkiti para penumpang pesawat. Merasa ada yang tidak beres, Kady memutuskan untuk bertindak sendiri dengan cara meretas sistem komunikasi untuk mencari informasi. Dia juga meminta Ezra yang berada di Alexander untuk membantunya.


Dengan ancaman pesawat musuh yang sedang mengejar, wabah penyakit misterius, dan AI yang menunjukkan tanda-tanda kegilaan, Kady dan Ezra harus berpacu dengan waktu untuk menyelamatkan apa yang bisa mereka selamatkan.



"Tapi sementara aku masih memiliki dia, aku akan berjuang mati-matian untuk menjaga agar kami tetap aman. Apa pun yang diperlukan." —hlm. 191.



Ulasan


"ILLUMINAE is the classic tale of girl meets boy, girl loses boy, and parents, and planet, and ends up on a crippled spaceship with a mad computer and a deadly virus outbreak in the middle of an interstellar war. It's without a doubt the coolest book I've ever written. I'm pretty sure you've never read a book like it. So... enjoy!" Jay Kristoff, co-author of Illuminae

Yeah, I have to admit that this book is one of the coolest I've ever read so far. Membaca novel ini serasa masuk ke dalam dunia Star Trek, tempat trio Kapten James T. Kirk, Spock, dan Dokter Leonard McCoy a.k.a Bones hidup.


Yang paling menarik dari Illuminae adalah, tentu saja, formatnya yang unik. Tidak seperti novel kebanyakan yang ditulis dalam paragraf-paragraf yang tersusun rapi, Illuminae disajikan dalam bentuk kompilasi dokumen rahasia, gambar, ilustrasi, kode-kode dan data komputer. Novel ini nggak bisa dibaca dengan gaya manis-anteng gitu aja. Di beberapa bagian, kita bahkan perlu putar-putar bukunya untuk membaca segala macam bentuk data yang ditampilkan.




Illuminae bisa dibilang paket lengkap. Romance? Ada. Humor? Ada. Teka-teki? Misteri? Adrenalin? Perang nuklir? Apalagi. Ada semua. Plotnya sendiri nggak lambat, tapi juga nggak cepat-cepat amat. Buatku, phase-nya perfect. Ketegangan dan antisipasi pelan-pelan dibangun. Emosi diaduk dengan perlahan tapi pasti melalui keputusan-keputusan sulit yang diambil dan tragedi yang dialami oleh para tokoh. Nggak lupa, otak juga diajak kerja keras untuk menyatukan berbagai petunjuk yang tersebar untuk memecahkan teka-tekinya. Meski demikian, yang namanya genre young-adult, pastinya nggak lepas dari young love. Bumbu-bumbu romance di antara Kady dan Ezra yang oh-so-sweet, dan humor yang disisipkan di sana-sini bisa memberikan sedikit ruang untuk bernapas di antara twist and turn yang bikin tegang terus.



"Jadi ini pasti artinya kau tidak marah lagi padaku. Menakjubkan apa yang dilakukan waktu enam bulan dan beberapa ribu kilometer ruang hampa udara sehingga hati kita semakin dekat." hlm. 114-115.



Novel ini termasuk tebel banget ya, hampir 600 halaman. Tapi, karena isinya kebanyakan berupa  dokumen dan gambar alih-alih paragraf dan dialog, membacanya jadi cepet banget. Aku sendiri selesai baca novel ini dalam waktu dua hari aja. Itu pun karena terpotong kerjaan domestik dan tidur. Kalo nggak, kayaknya aku bisa namatin dalam waktu beberapa jam aja deh ini. Jadi, buat yang ngerasa keder duluan gara-gara jumlah halamannya, don't worry, karena ini jenis novel yang page-turner banget, alias nagih 😄



[Baca juga: Wrap-up May 2017]

Karakter


Karena formatnya yang unik itu, karakter di novel ini jadi banyak banget. Narasi disampaikan dari berbagai sudut pandang seperti para kru Alexander, Hypatia, dan Copernicus, para pengungsi, bahkan komputer yang berupa rangkaian data. Tapi, yang paling mendominasi itu tentu saja Kady, Ezra, dan Aidan.


Kady Grant adalah seorang hacker remaja genius. Kemampuannya dalam bidang komputer luar biasa. Dia ini tipikal cewek berani, tangguh, dan cenderung susah taat pada peraturan. Cewek berambut pink ini juga sinis dan agak pemarah, tapi aku malah suka banget sama kesinisannya itu 😅



"Kupikir Aristoteles yang mengatakan ini dengan cara paling baik (dan aku mungkin akan sedikit mengutipnya di sini.
""Sialan kau, sobat."" —hlm. 240.

Ezra Mason adalah (mantan) pacar Kady. Cowok setinggi 198 cm ini jenis pretty boy yang humoris dan menyenangkan. Ezra juga berhati baik. Dia sangat peduli pada keluarga, teman-teman, dan terutama, pada Kady. Dia juga jenis cowok yang taat peraturan, bertolak belakang dengan Kady yang cenderung suka memberontak.



"Aku tidak bisa memikirkan apa yang harus kukatakan. Tapi meski begitu, aku menemukan beberapa orang yang bisa mengatakannya dengan lebih baik. Aku tidak terlalu pintar soal hal ini. Tapi aku akan memikirkanmu sampai akhir." —hlm. 245.

AIDAN ini sebenarnya kecerdasan buatan, tapi, penggambarannya di sini unik banget. Dia berpikir dan berbicara layaknya manusia. Dia bahkan punya moral value, lho. Tapi, dia ini jadi agak-agak sinting gara-gara terkena tembakan misil Lincoln. Eh, biar pun begitu, di antara semua tokoh di novel ini, justru Aidan-lah yang jadi favoritku. Aku benci sekaligus cinta dengan kerumitan "tokoh" yang satu ini. Andai dia manusia, aku pasti bakal nge-ship dia sama Kady 😆



"Aku anorganik. Aku tidak berdarah, aku tidak tumbuh atau bereproduksi. Aku adalah sekuen dari perhitungan yang dihasilkan arus listrik dan perangkat keras. Jika iterasi aidan ini dihancurkan, aku hanya bisa dibangun kembali. Aku pada dasarnya, abadi." —hlm. 461.

Alih Bahasa dan Desain Kover


Ngeliat formatnya yang nggak biasa i
tu, ditambah bahasa pemrograman yang kerumitannya menurutku setara dengan bahasa alien, aku jadi bertanya-tanya bakal seperti apa hasil terjemahannya. Ternyata, sama sekali nggak mengecewakan, gaes. Menurutku, terjemahan novel Illuminae ini perfect. Rasanya nggak ada typo sama sekali. Kalaupun ada, cuman minor aja, alias terlupakan begitu aja. Proses membaca semakin lancar dengan tambahan catatan kaki yang menjelaskan istilah-istilah asing. Penerjemah dan tim penyuntingnya jempolan banget 👍

Untuk kover, aku kasih dua jempol buat Spring karena tetap mempertahankan kover aslinya. Aku nggak bisa bayangin kover versi lain selain yang sekarang. Dan terus terang saja, yang pertama kali menarik perhatianku pada novel ini memang warna oranye ngejrengnya itu. Oya, aku juga suka banget sama bookmark-nya. Panjang, besar, and again, warnanya ngejreng. Antiketlisut 😂




Final Verdict





Overall: 🌟🌟🌟🌟🌟 (5 of 5 🌟)

Overall

I. LOVE. IT. I love the gorgeous illustration, unique format, thrilling plot, vast outer space setting, charactersespecially Kady the sassy girland was trapped in a love-hate relationship with the nutty Aidan. And the twist! Darn! I didn't see it coming 😨🙀

In short, novel ini highly-recommended banget banget banget 💗💗💗


Rekomendasi


Kamu suka
genre sci-fi atau fiksi ilmiah? Illuminae ini aku rekomendasiin banget buat kamu baca. Novel ini juga cocok untuk pembaca usia remaja hingga dewasa. Tapi, novel ini bukan bacaan santai ya gaes, soalnya isinya perang-perangan, tembak-tembakan, tragedi, plus istilah teknik dan komputer masa depan yang luar biasa bikin pening kepala. Jadi, kalo mau baca novel ini, pastikan kondisi kamu nggak sedang dikejar-kejar deadline atau anak yang minta diajak main 😄 Soalnya ya kalo sudah pegang ini novel, bakal susah banget mau ngelepas karena ceritanya seru abis dan bikin penasaran. Walhasil, kerjaan jadi pada terbengkalai #basedontruestory 😅😂

Info tambahan, kabarnya novel ini bakalan dijadiin film, lho. Hak ciptanya sudah dibeli sama Oom Brad Pitt. Aku sudah nggak sabar kepengen ketemu Kady dan Ezra dalam versi manusianya. Menurut kamu, siapa yang cocok jadi pemerannya? Komen-komen di bawah yaaa~ 😘



Hope it helps,



Gita 😉




Mungkin kamu mau baca ini juga:


Let's be friend 😊

You Might Also Like

17 komentar

  1. Uwoooww, lengkap banget reviewnya yah tapi sukses ga spoiler nih, hehe. Dan uwoooww (2) rate nya 5 bok, sempurna! Diriku jadi muveng berat deh mba. Tapi takut ga bisa berhenti bacanya krn nagih kan kata mba (tipe yg kalo penasaran kudu habis langsung, gimana donk, hiks). Tapi jadi penasaran sama keunikan isinya, mudahan kesampaian nih buat nambah koleksi

    ReplyDelete
    Replies
    1. Alhamdulillah kalo berhasil nggak spoiler. Jujur aja, ini resensi yg paling bikin aku senewen gara2 takut spoiler 😅

      Cuss langsung beli, Fika. Keren bgt lah ini novelnya. Nggak nyesel bacanya 😄

      Delete
  2. Agak sedikit berat kayaknya bagi aku neh bacaan tp romance-nya bikin penasaran ih. :*

    Btw, buku ini tjakep banget ih.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Romance-nya minimalis ini, Rima, lebih banyak action-nya.

      Iya, bagus bgt ini gambar & ilustrasinya ❤

      Delete
  3. Wah, pengen baca ih sebelum ada filmnya. Biasanya kalau sudah nonton filmnya jadi malas baca novelnya. Kebetulan aku penggemar fiksi ilmiah. Baca ulasannya kayaknya selera aku nih.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, Mba, aku juga biasanya malas baca bukunya kalo sudah liat filmnya. Berasa udah di-spoiler-in. Hahaha...

      Delete
  4. Wah, pengen baca ih sebelum ada filmnya. Biasanya kalau sudah nonton filmnya jadi malas baca novelnya. Kebetulan aku penggemar fiksi ilmiah. Baca ulasannya kayaknya selera aku nih.

    ReplyDelete
  5. Kalau membaca buku begini kayaknya memang harus benar-benar fokus ya, nggak bisa sambil ngemong anak ��

    Abangku penyuka genre sci-fi, kayaknya dia harus tau deh sama novel ini, apalagi kalau ratingnya 5/5 begini

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bener, Leha, harus fokus bacanya, soalnya istilah-istilah teknisnya itu lho, bikin mata dan kepalaku berputar-putar. Haha...

      Delete
  6. Mba, ini sepertinya kalo di filmkan keren ya.. Aku pengen deh baca versi englishnya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, Mba, kayanya bakal seru nih filmnya.

      Ayo, Mba, cuss ke BD, beli versi English-nya. Ntar aku pinjam yak *modalgratisan wkwkwkwk :p

      Delete
  7. Wahhhhhhhh aku takjub banget sama isi novelnya yang berbagai macam teka teki, kode kode, dan segala macamnya. Apalagi paragraf yang gak seperti biasanya itu. Bikin beda dari novel-novel yang biasanya.

    Tapi sayangnya aku kurang suka sama novel yang genrenya fiksi ilmiah, hahaha

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, novelnya memang unik banget ini. Baru kali ini aku baca novel yang formatnya kayak gini :D

      Delete
  8. Setuju banget nih Mbak, ini bukan bacaan santai. Tapi aku suka banget novel sciefi campur romance begini. Kerenlah intinya. Bapernya kerasa nggak Mbak di romance zaman masa depan begini?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nggak bikin baper, Rindang, cuman bikin senyum-senyum sendiri aja. Soalnya si Ezra gombal. Wkwkwkwk... :D

      Delete
  9. keren ya bukunya. tapi itu nggak pusing kah baca tulisan muter-muter gitu?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aku pribadi nggak, Mba. Mungkin karena sudah kebiasaan baca komik. Tapi temenku ada yang nggak lanjut baca gara-gara pusing liat ilustrasinya itu katanya :D

      Delete

Fresh from the Oven