SOCIAL MEDIA

[Resensi] Boss and Me – Gu Man

06 March 2018


Detail Buku

Penerjemah: Jeanni Hidayat
Penyunting: Arumdyah Tyasayu
Proofreader: Seplia
Desain Kover: Junweise
Layout Kover: @teguhra
Ilustrasi Isi: @fadiaaaa_
Penerbit: Haru
Cetakan I: Oktober 2017
Tebal: 410 hlm, 20 cm
ISBN: 978-602-6383-28-0
Harga: IDR 70-90 ribuan (lupa tepatnya)
Beli di: Shopee

Blurb



"Halo Nona Xue Shan Shan. Aku membawakan makan siang yang telah disiapkan oleh Presdir Feng."

Gara-gara memiliki golongan darah yang unik, Shan Shan tiba-tiba dipanggil ke rumah sakit. Shan Shan pun mendonorkan darahnya untuk adik pemilik Grup Feng Teng, tempatnya bekerja.

Setelah itu, Presdir Feng selalu mengirimkan bekal makanan. Shan Shan yang tadi sempat terharu oleh kebaikan bosnya, mulai merasa ada yang tidak beres. Di saat Shan Shan pikir kiriman bekal itu sudah berhenti, ia malah dipanggil ke ruangan Presdir Feng.

Gawat! Kenapa Presdir Feng malah mengajak Shan Shan makan berdua di ruangannya?

Sinopsis

Xue Shan Shan adalah gadis yang polos dan sederhana. Dia baru saja diterima bekerja di sebuah perusahaan besar, Grup Feng Teng. Semua orang bingung kenapa Shan Shan bisa diterima bekerja di perusahaan yang terkenal selektif dalam mempekerjakan karyawannya, padahal kemampuannya biasa-biasa saja. Jangankan orang lain, Shan Shan sendiri pun bingung. Oleh sebab itu, para rekan kerjanya bersikap tidak terlalu ramah padanya. Mereka yakin, Shan Shan bisa diterima di perusahaan itu berkat orang dalam yang memegang posisi kuat. Sampai mereka tahu siapa orang tersebut, mereka memutuskan untuk bersikap hati-hati terhadap Shan Shan.

Namun, keseharian Shan Shan yang diisi dengan sikap "cuek" dari rekan kerjanya itu berubah drastis dalam satu malam. Berawal dari panggilan telepon di tengah malam yang memerintahkannya untuk pergi ke rumah sakit, Xue Shan Shan jadi sering terlibat dengan bos besarnya. Shan Shan didatangi oleh sekretaris Bos Besar yang membawakannya makan siang. Ini berlangsung setiap hari sehingga teman-teman sekantor Shan Shan yakin bahwa Bos Besar-lah yang berada di belakangnya. Oleh sebab itu, mereka mulai bersikap ramah dan akrab.

Shan Shan sendiri merasa tidak nyaman dengan perlakuan sang bos. Dia sungguh berharap kiriman makan siang itu berhenti, jadi dia bisa makan siang di kantin kantor bersama teman-temannya dan kembali menjalani hari-harinya yang biasa. Dan pada suatu siang, harapannya itu terkabul, karena Nona Sekretaris tidak datang lagi membawakannya makan siang. Shan Shan senang sekali.

Namun, belum sempat Shan Shan menarik napas lega, tiba-tiba dia mendapat telepon yang menyuruhnya untuk naik ke lantai 22, karena Shan Shan diminta untuk makan siang bersama Bos Besar di kantornya! Shan Shan yang malang pun terpaksa melaksanakan perintah tersebut, daripada dipotong gaji atau malah dipecat. Poor Shan Shan 😆


"Benar juga, monster yang kelaparan suasana hatinya selalu tidak baik, kalau ingin berbuat sesuatu lebih baik kenyangkan dia dulu." —hlm. 62.
Ulasan

Satu lagi novel romance dengan premis "Cinderella bertemu Pangeran Tampan", Boss and Me mengisahkan tentang seorang gadis sederhana yang berhasil menarik perhatian seorang bos perusahaan besar tempat dia bekerja.

Seperti novel sebelumnya yang juga sudah diterbitkan oleh Penerbit Haru, Love O2O, Boss and Me ini masih mengusung kisah roman yang klise, ringan, dan menghibur. Alurnya lambat tapi nggak ngebosenin karena gaya bahasanya yang ringan dan kocak. Di sepanjang cerita, aku sering banget ketawa sendiri. Dan, karena gaya bahasanya yang ringan banget itu, novel ini kuselesaikan dalam waktu sehari saja! Kayaknya, Gu-Man ini memang penulis spesialis novel-novel ringan ya.

Faktor lain yang aku suka banget dari novel-novel Gu-Man adalah sejumlah punchline yang nggak terduga dan selalu bikin ngakak. Contohnya seperti di bawah ini.

Sambil tersenyum, Feng Teng berkata, "Kalau kau suka, boleh ambil semuanya."
Shan Shan berhenti sejenak lalu menatap Feng Teng.
"Presiden Direktur...."
"Hm?"
"Apakah mati kekenyangan termasuk kecelakaan kerja?" —hlm. 47.

Suasana romantis langsung buyar 😂😂😂😂😂

Perkembangan karakter Shan Shan pun menjadi daya tarik buatku. Shan Shan yang di awal cerita begitu lugu dan polos, setelah sering berinteraksi dengan Bos Besar jadi semakin dewasa dan peka.

"...Dan dia merasa, menjadi seorang istri itu sama dengan seorang teman, semuanya harus seimbang. Keseimbangan ini bukan dinilai dari kedudukan seseorang atau berapa banyak hartanya, tapi dari pengorbanan yang telah dilakukan oleh keduanya." —hlm. 317.

Oya, satu lagi yang aku suka dari karya Gu Man adalah kritik-kritik halusnya pada sosial dan budaya masyarakat yang disampaikan secara kocak, serta moral value yang disisipkan di sana-sini. Jadi, biar pun novel ini ringan, tetap ada pelajaran yang bisa kita ambil darinya. Ini yang kusebut sebagai baca novel berfaedah 😄

""Kaum kapitalis memang drakula, bisanya cuma mengisap darah. Tidak berperikemanusiaan."" hlm. 8

"Ternyata, begitulah akibatnya kalau sudah berbohong. Sekali berbohong, akan ada kelanjutannya."
hlm. 151.

Sayangnya, seperti Love O2O, novel ini minim tantangan, twist and turn, atau konflik yang mengaduk-aduk emosi. Pendeknya, novel ini flat aja, gitu. Lebih banyak menceritakan tentang perkembangan hubungan Shan Shan dan Feng Teng yang tarik ulur, in hilarious way. Buat penggemar novel full konflik, tentu saja novel ini kurang greget. Menurutku, novel Boss and Me ini betul-betul ditujukan untuk penggemar kisah-kisah romance, atau yang sedang jenuh dengan novel-novel bertema berat. Aku sendiri membaca novel ini untuk mengembalikan semangat bacaku yang menurun drastis gara-gara sakit kemarin.

[Baca juga: Resensi Love O2O]

Karakter

Tokoh utama novel ini adalah seorang gadis berusia 23 tahun yang berwatak polos dan sederhana, Xue Shan Shan. Saking polosnya, Shan Shan terkadang bikin teman-teman kerjanya salah paham. Dan karena kepolosannya itu pulalah yang membuatnya sering menjadi bulan-bulanan (baca: dikerjai) Bos Besar 😂

...tiba-tiba terlintas sesuatu dalam benaknya dan dia pun bergumam sendiri. "Aku ingat sekarang! Makanan sisa.... Bekas air liur...."
"Air liur apa?"
"Presiden Direktur...." Shan Shan membalikkan badan dan mendapati A Jia berada di belakangnya sambil tersenyum.
"Shan Shan, apakah kau hari ini baru... Air liur?"
"Benar sekali." Dulu aku tidak pernah makan makanan sisa. "Ah, salah, bukan, bukan, sama sekali tidak pernah makan...."
Shan Shan keluar dari dapur dengan tergesa-gesa. A Jia menggumam sendiri, "Presiden Direktur memang sangat sopan, baru hari ini mereka berciuman." hlm. 48-49.

Kepolosan yang mengundang kesalahpahaman 👆😂😂😂

Tapi, Shan Shan juga orang yang realistis. Sebagai pegawai kontrak dengan gaji yang biasa saja dan banyak tagihan yang harus dibayar setiap bulannya, Shan Shan tidak imun dengan daya tarik uang. Dia tetap saja menyukai uang dan sangat perhitungan.


"...Tahu tidak, awalnya aku bertanya kepada Kakak, bagaimana caranya berterima kasih padamu. Dia cuma bilang, beri cek saja. Kau tahu kan, kalau itu perbuatan yang sangat merendahkan orang lain?"
Hah?!
Shan Shan tertegun. Dalam hatinya, hanya ada satu pemikiran. Nona Besar, kenapa tidak kau biarkan Presiden Direktur merendahkanku saja?! Aku rela direndahkan....
hlm. 24.

Nona Shan Shan memang realistis sekali 😅

Sang bos bernama Feng Teng. Dia adalah CEO perusahaan tempat Shan Shan bekerja. Feng Teng digambarkan sebagai seorang CEO perusahaan besar yang sukses, ambisius, bertubuh tinggi, tampan, tapi sikapnya dingin. Tentu saja, dia menjadi idola para wanita dan menjadi incaran utama untuk dijadikan suami. Tapi, Feng Teng tidak pernah menunjukkan ketertarikan pada wanita mana pun, kecuali Xue Shan Shan.

Feng Yue adalah adik perempuan Feng Teng kepada siapa Shan Shan mendonorkan darahnya. Feng Yue seorang wanita ceria yang senang belanja, dan dia ramah sekali pada Shan Shan. Dia juga sangat sayang dan perhatian pada kakak laki-lakinya. Kehadiran Feng Yue semakin menambah ceria novel ini.

Yan Qing adalah suami Feng Yue. Dia ini tipe suami yang sayang keluarga. Dia juga sabar banget menghadapi kelakuan Feng Yue yang kadang suka nggak sabaran. Kemunculannya sendiri tidak terlalu banyak di novel ini, tapi cukup menghibur.




Alih Bahasa dan Desain Kover

Seperti biasa, novel-novel terjemahan dari Grup Haru selalu memuaskan. Lancar dan enak dibaca. Sayang sekali, di novel ini lumayan banyak typo. Lumayan di sini sudah sampai ke titik mengganggu kenyamanan membaca. Misalnya saja, ketinggalan akhiran, kata yang tercetak dua kali dalam satu kalimat, dan salah menyebutkan nama tokoh. Misal, seperti di halaman 327,di situ tercetak kalau Shan Shan yang mengucapkan dialog, padahal yang ngomong sebenarnya Feng Yue. Juga di halaman 386, lagi-lagi salah menyebutkan nama tokoh. Aku harus bolak-balik baca bagian itu hingga akhirnya aku sampai pada kesimpulan kalau itu typo 😓


Untuk desain kover, aku nggak ada masalah. Ciri khasnya Haru banget, kover dengan desain dan warna yang girly dan instagrammable, ditambah dengan bookmark yang unyu-unyu sebagai pelengkapnya. Tapi, kalau boleh jujur, aku lebih suka desain kovernya Love O2O sih. Warnanya lebih cantik dan eye-catchy. Hehehe...

Final Verdict


Overall: 🌟🌟🌟☆ (3.5 of 5 🌟)

Simpulan

Secara keseluruhan, aku cukup suka sama novel Boss and Me ini. Meski alur ceritanya biasa saja, novel ini cukup menghibur karena gaya bahasanya yang ringan dan lucu. Karakternya pun menyenangkan, terutama Xue Shan Shan yang sederhana dan polos tapi realistis.

Jika dibandingkan dengan Love O2O, aku lebih suka dengan novel ini. Mungkin karena permasalahan yang dihadapi oleh para tokohnya sedikit lebih dewasa dibandingkan dengan di Love O2O, jadinya aku lebih relate.

Betewe, yang sudah baca Love O2O, pasti bakalan senang deh kalau baca novel ini, soalnya ada penampilan cameo dari Tuan Dewa a.k.a Xiao Nai dan Wei Wei plus kedua anaknya loh. Tuan Dewa bakal bersaing ketat dengan Bos Besar untuk menentukan siapakah yang layak disebut sebagai suami idaman. Kalian bakal pilih yang mana? 😆😂




Rekomendasi

Secara konten, novel ini masih aman-aman aja sih. Adegan-adegan mesranya nggak digambarkan secara eksplisit sehingga nggak sampai bikin panas dingin (((panas dingin 😂😂😂))). Cuman, karena tokohnya adalah pekerja kantoran, dengan permasalahan yang biasa dihadapi oleh orang dewasa, aku lebih merekomendasikan novel ini untuk para pembaca usia 18 tahun ke atas. Novel ini juga aku rekomendasikan untuk para pecinta novel romance, dan mereka yang lagi butuh refreshing setelah kebanyakan baca novel-novel bertema berat.

So, guys, gimana dengan kalian? Sudah baca novel ini atau belum? Kalo sudah, what do you think of it? Kalau belum, kalian tertarik untuk baca novel ini juga? Let me know ya 😉


Hope this helps,

Gita 💖😘


Mungkin kamu mau baca ini juga:
Let's be friends 😊

Instagram || Vigo Video || Twitter || Facebook || Goodreads

13 comments :

  1. Beruntungnya mba gita ini punya waktu untuk baca novel. Aku uda lama gak baca novel. Tp beruntung mba gita suka nulis resensi.serasa terwakili hehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aku biasanya baca sambil nemenin anak-anak main atau pas mereka tidur, Mba. Dapetnya pun nggak seberapa, paling cuman beberapa bab, habis itu direcoki lagi sama mereka. Tapi lumayan deh buat nyicil dikit-dikit. Hehehe...

      Delete
  2. Aku suka romance asal jangan ada adegan 18+ dan ringan, jangan berat2 nanti aku baper soalnya selalu berasa jadi tokoh utama ceweknya sih :D *ditaboook

    Belum pernah sih mba baca novel terjemahan, menurutku bahasanya berat walau isinya ringan (kaya novel ini deh), masih prefer novel action-drama tapi punya penulis lokal....

    Ah, jam terbang membaca ku masih jauh sih :(

    ReplyDelete
    Replies
    1. Novel romance memang suka bikin baper sih ya, dan baper itu berat. Wkwkwkwk...

      Ayooo coba baca yg terjemahan juga, Fika. Bagus-bagus loh. Tapi novel-novel dari penulis Indonesia sekarang pun nggak kalah keren. Mulai banyak variasi genre, nggak cuman romance aja.

      Delete
  3. temanku lagi nonton versi dramanya nih. katanya sih seru. kalau novel mandarin aku pernah baca yang you are the apple of my eyes tapi nggak selesai

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, banyak yg bilang dramanya bagus, tapi aku belum nonton, Mba, masih males donlot 😅

      Delete
  4. Aduh, aku pas udh baca sinopsis takut. Takut Cinderella Sindrom waktu remaja kambuh pas udah emak2. Aish, tak boleh.. Haha.. Sok banget ya padahal hariannya jg nonton drakor kerjaan. Emak aneh. Hihi

    ReplyDelete
  5. Halo Mbak Gita,

    Wah, tulisan resensinya keren. Lengkap dan detail banget. Duh, harus banyak-banyak belajar nulis tentang novel dari sini. Btw, I followed your blog. Do you mind to follow me back? Thanks

    pretty-moody.blogspot.co.id

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hai Mba Ratih, makasih sudah mampir dan sudah follow juga. Blog-nya sudah aku follow back ya 😊

      Delete
  6. Hohoho.. Novel ringan yg cukup menghibur ya��

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yup, cocok banget buat dibaca pas weekend :D

      Delete