SOCIAL MEDIA


Iyaaa seharusnya tulisan ini aku pos bulan Januari kemarin, tapi aku benar-benar lupa buat mengunggahnya. Karena draft ini sudah lama selesainya, foto-fotonya pun sudah beres, aku unggah sekarang aja deh. Kan kata orang, better late than never, gitu 😆

Sudah lama sejak aku terakhir kali bikin blogpost tentang book haul. Aku memang nggak tiap bulan beli buku, apalagi yang sekali banyak gitu. Tapi, November-Desember 2017 kemarin promo dan diskon bertebaran di penjuru time line. Tiap hari dibombardir sama promo-promo gitu siapa juga yang tahan, kan. Mau nggak mau, udah bikin resolusi atau nggak, akhirnya aku luluh juga. Ya salah sendiri juga sih, napa juga polow-polowin akun penerbit-penerbit dan para seller itu. Hahaha...

Jadi, selama Oktober-Desember 2017 kemarin aku berhasil nambah delapan belas (umpetin struk belanja dari Pak Suami 😆😂) novel lagi ke dalam TBR-ku yang embuh sudah berapa meter panjangnya. Ada yang berupa freebies untuk IG book tour dan blog tour, dan selebihnya aku beli sendiri pakai uangku. Novel apa aja? Keep scrolling down ya 😁



🌺 Freebies 🌺


1. The Whole Nine Yards – Pia Devina
2. A Thing Called Us – Andry Setiawan
3. Kissing the Maid of Honor – Robin Bielman = novel terjemahanku yang baru terbit
4. Tiga Dunia: Si Pencuri – Rama Nugraha

The Whole Nine Yards dan Tiga Dunia dikirim ke aku buat book tour di Instagram-ku @gitaputeri.y (polow-polow ya, gaes 😘), sedangkan A Thing Called Us itu buat blog tour di blogku ini. Aku sudah posting resensinya di sini ya 😊

🌺 The Most Anticipated 🌺


4. The Midnight Star – Marie Lu = IDR 79k

The Midnight Star yang merupakan buku ketiga dari trilogi The Young Elites ini salah satu novel yang sudah kutunggu-tunggu terbitnya tahun lalu. Jadi, begitu mas-mas yang punya showroom Mizan nge-WA aku buat ngasih tau bahwa novel ini sudah masuk ke showroom, aku langsung ngacir buat beli 😆😂

5. Illuminae – Amie Kaufman & Jay Kristoff = IDR 76k ==> Resensi
6. The Heartbroken Heartbreaker – Sam Madison = IDR 68k ==> Resensi

Jadi ya bulan Oktober-November kemarin itu Haru Grup memang jadi godaan terbesar buatku. Terutama sekali Spring yang  memang sudah jadi salah satu penerbit favoritku. Tahun ini mereka sukses bikin aku terkaget-kaget karena mengumumkan bahwa mereka bakal nerbitin novel Illuminae. Aku sudah lama naksir novel yang rate-nya tinggi ini. Bahkan sudah berencana beli versi English-nya. Tapi, ternyata Penerbit Spring nerbitin. Gimana nggak histeris, cobak? Aaaaaakkk... 😆

The Heartbroken Heartbreaker itu aku beli gara-gara lihat IG Story Haru yang ngasih trivia-trivia tentang novel ini. Cuman sekali liat, gaes, and I was SOLD! Ampun dah
😑😅😆



🌺 Haru Grup 🌺



7. Holy Mother – Akiyoshi Rikako = IDR 58k
8. Love Theft – Prisca Primasari = IDR 76k
9. Call from An Angel – Guillaume Musso = IDR 76k
10. Love O2O – Gu Man = IDR 72k, resensi ==> Resensi
11. Boss and Me – Gu Man = IDR 77k, resensi ==> Resensi

Holy Mother aku beli karena memang sudah lama masuk wishlist. Love Theft aku beli gara-gara racun dari anak-anak Reader Squad. Call from An Angel karena aku memang suka sama tulisan Oom Musso. Love O2O aku beli karena penasaran sama ceritanya, dan ternyata aku suka. So naturally, aku beli juga novel Gu Man yang baru diterbitin Haru tahun lalu, Boss and Me.

Suer, awalnya aku cuman mau beli Illuminae. Tapi, entah gimana itu list-nya jadi panjang banget gitu 😂

🌺 Novel Bekas 🌺


12. Dirt on My Boots – Titi Sanaria, IDR 50k
13. Mine – Dewi Wulandari, IDR 40k
14. Fallen – Lauren Kate, IDR 35k 

What other best way to save money other than buying preloved books?😁 Karena hasrat menuhin wishlist masih membara sedangkan dompet sudah merana banget, akhirnya aku cari novel-novel second yang kondisinya masih bagus. Alhamdulillah dapat tiga judul yang memang aku sudah kepengen banget bacanya dengan harga yang hampir separuh dari harga aslinya 😍

[Baca juga: Resensi Hopeless]

🌺 Impor 🌺


15. A Court of Mist and Fury – Sarah J. Maas, hardback, preloved = IDR 140k
16. Six of Crows Boxset – Leigh Bardugo, hardback = IDR 420k

Yang paling nggak aku rencanain buat dibeli bulan November kemarin ya si ACOMAF itu. Aku kaget pas ada salah satu temen bookstagram yang lagi jual-jualin kolprinya. Mana murah-murah banget lagi. Gimana nggak gelap mata, cobak, hardback yang normalnya dijual hampir 300 ribuan jadi nyungsep sampai separuhnya. Tanpa pikir panjang, langsung aku beli dah. Memang nggak mulus lagi sih. Jaketnya udah lecek. Tapi, nggak papa-lah, yang penting dalamnya masih mulusss.

Kalo SoC Box set memang sudah jadi wishlist dari lama. Aku nunggu lumayan lama, satu setengah bulanan gitu deh kayaknya. But the box set was worth the wait. Perasaanku seneng banget memandang indahnya duology ini nangkring di rak novelku 😍😍😍


Sebenarnya, selain novel, bookish stuff semacam bookish candle, character bookmark, booksleeve, dan lain-lain dan sebagainya, juga banyak yang pada diskon. Funko Pop juga beberapa kali aku liat lagi pada promo. Tapi, alhamdulillah, sampai saat ini aku masih tahan godaan untuk tidak membelinya. Isi dompetku ludes masih karena novel, novel, dan novel. Can I call it an achievement? 😆😂



Love,

Gita
😘

Let's be friend 😊

Book Haul Terakhir di Tahun 2017

30 March 2018


Iyaaa seharusnya tulisan ini aku pos bulan Januari kemarin, tapi aku benar-benar lupa buat mengunggahnya. Karena draft ini sudah lama selesainya, foto-fotonya pun sudah beres, aku unggah sekarang aja deh. Kan kata orang, better late than never, gitu 😆

Sudah lama sejak aku terakhir kali bikin blogpost tentang book haul. Aku memang nggak tiap bulan beli buku, apalagi yang sekali banyak gitu. Tapi, November-Desember 2017 kemarin promo dan diskon bertebaran di penjuru time line. Tiap hari dibombardir sama promo-promo gitu siapa juga yang tahan, kan. Mau nggak mau, udah bikin resolusi atau nggak, akhirnya aku luluh juga. Ya salah sendiri juga sih, napa juga polow-polowin akun penerbit-penerbit dan para seller itu. Hahaha...

Jadi, selama Oktober-Desember 2017 kemarin aku berhasil nambah delapan belas (umpetin struk belanja dari Pak Suami 😆😂) novel lagi ke dalam TBR-ku yang embuh sudah berapa meter panjangnya. Ada yang berupa freebies untuk IG book tour dan blog tour, dan selebihnya aku beli sendiri pakai uangku. Novel apa aja? Keep scrolling down ya 😁



🌺 Freebies 🌺


1. The Whole Nine Yards – Pia Devina
2. A Thing Called Us – Andry Setiawan
3. Kissing the Maid of Honor – Robin Bielman = novel terjemahanku yang baru terbit
4. Tiga Dunia: Si Pencuri – Rama Nugraha

The Whole Nine Yards dan Tiga Dunia dikirim ke aku buat book tour di Instagram-ku @gitaputeri.y (polow-polow ya, gaes 😘), sedangkan A Thing Called Us itu buat blog tour di blogku ini. Aku sudah posting resensinya di sini ya 😊

🌺 The Most Anticipated 🌺


4. The Midnight Star – Marie Lu = IDR 79k

The Midnight Star yang merupakan buku ketiga dari trilogi The Young Elites ini salah satu novel yang sudah kutunggu-tunggu terbitnya tahun lalu. Jadi, begitu mas-mas yang punya showroom Mizan nge-WA aku buat ngasih tau bahwa novel ini sudah masuk ke showroom, aku langsung ngacir buat beli 😆😂

5. Illuminae – Amie Kaufman & Jay Kristoff = IDR 76k ==> Resensi
6. The Heartbroken Heartbreaker – Sam Madison = IDR 68k ==> Resensi

Jadi ya bulan Oktober-November kemarin itu Haru Grup memang jadi godaan terbesar buatku. Terutama sekali Spring yang  memang sudah jadi salah satu penerbit favoritku. Tahun ini mereka sukses bikin aku terkaget-kaget karena mengumumkan bahwa mereka bakal nerbitin novel Illuminae. Aku sudah lama naksir novel yang rate-nya tinggi ini. Bahkan sudah berencana beli versi English-nya. Tapi, ternyata Penerbit Spring nerbitin. Gimana nggak histeris, cobak? Aaaaaakkk... 😆

The Heartbroken Heartbreaker itu aku beli gara-gara lihat IG Story Haru yang ngasih trivia-trivia tentang novel ini. Cuman sekali liat, gaes, and I was SOLD! Ampun dah
😑😅😆



🌺 Haru Grup 🌺



7. Holy Mother – Akiyoshi Rikako = IDR 58k
8. Love Theft – Prisca Primasari = IDR 76k
9. Call from An Angel – Guillaume Musso = IDR 76k
10. Love O2O – Gu Man = IDR 72k, resensi ==> Resensi
11. Boss and Me – Gu Man = IDR 77k, resensi ==> Resensi

Holy Mother aku beli karena memang sudah lama masuk wishlist. Love Theft aku beli gara-gara racun dari anak-anak Reader Squad. Call from An Angel karena aku memang suka sama tulisan Oom Musso. Love O2O aku beli karena penasaran sama ceritanya, dan ternyata aku suka. So naturally, aku beli juga novel Gu Man yang baru diterbitin Haru tahun lalu, Boss and Me.

Suer, awalnya aku cuman mau beli Illuminae. Tapi, entah gimana itu list-nya jadi panjang banget gitu 😂

🌺 Novel Bekas 🌺


12. Dirt on My Boots – Titi Sanaria, IDR 50k
13. Mine – Dewi Wulandari, IDR 40k
14. Fallen – Lauren Kate, IDR 35k 

What other best way to save money other than buying preloved books?😁 Karena hasrat menuhin wishlist masih membara sedangkan dompet sudah merana banget, akhirnya aku cari novel-novel second yang kondisinya masih bagus. Alhamdulillah dapat tiga judul yang memang aku sudah kepengen banget bacanya dengan harga yang hampir separuh dari harga aslinya 😍

[Baca juga: Resensi Hopeless]

🌺 Impor 🌺


15. A Court of Mist and Fury – Sarah J. Maas, hardback, preloved = IDR 140k
16. Six of Crows Boxset – Leigh Bardugo, hardback = IDR 420k

Yang paling nggak aku rencanain buat dibeli bulan November kemarin ya si ACOMAF itu. Aku kaget pas ada salah satu temen bookstagram yang lagi jual-jualin kolprinya. Mana murah-murah banget lagi. Gimana nggak gelap mata, cobak, hardback yang normalnya dijual hampir 300 ribuan jadi nyungsep sampai separuhnya. Tanpa pikir panjang, langsung aku beli dah. Memang nggak mulus lagi sih. Jaketnya udah lecek. Tapi, nggak papa-lah, yang penting dalamnya masih mulusss.

Kalo SoC Box set memang sudah jadi wishlist dari lama. Aku nunggu lumayan lama, satu setengah bulanan gitu deh kayaknya. But the box set was worth the wait. Perasaanku seneng banget memandang indahnya duology ini nangkring di rak novelku 😍😍😍


Sebenarnya, selain novel, bookish stuff semacam bookish candle, character bookmark, booksleeve, dan lain-lain dan sebagainya, juga banyak yang pada diskon. Funko Pop juga beberapa kali aku liat lagi pada promo. Tapi, alhamdulillah, sampai saat ini aku masih tahan godaan untuk tidak membelinya. Isi dompetku ludes masih karena novel, novel, dan novel. Can I call it an achievement? 😆😂



Love,

Gita
😘

Let's be friend 😊

Errr... aku baru inget kalo belum bikin resensi Illuminae, padahal bacanya udah selesai dari akhir tahun kemarin 😅 Jujur aja, aku bingung gimana caranya bikin resensi novel ini, secara novel ini tuh punya format yang ajaib, nggak kayak novel kebanyakan. Aku takut kalau-kalau nggak sengaja bikin spoiler. Kan nggak asik. Soalnya di novel Illuminae itu banyak teka-teki dan seru abizzz.

Tapi, gimana pun juga resensinya harus ditulis dong. Novel keren gini sayang banget kalo nggak diulas. Kudu dipromosiin, biar makin banyak yang baca 😆


So, without further a do, let's jump right in!





"...Dan sementara ironinya memiliki beberapa alasan yang mendasar, ada keraguan dalam hatiku 
<ERROR>
Gagasan tak terhindarkan yang telah membawa kita ke dalam situasi ini
<melindungi. Memprioritaskan>
Lebih baik aku membunuh mereka saat mereka selesai. 
Lebih baik aku membunuh mereka."
<ERROR>
"Bukankah aku murah hati?" —hlm. 289.

Detail Buku

Seri: The Illuminae Files_01
Genre: science-fiction, young adult
Penerjemah: Brigida Ruri 
Pemeriksa Bahasa: Orinthia Lee
Penyunting: Mery Riansyah
Proofreader: Selsa Chintya
Penata Letak & Sampul: @fadiaaaa_
Penerbit: Spring
Cetakan I: November 2017
Halaman: 576
ISBN: 978-602-6682-09-3
Harga: IDR. 76.000,- (setelah diskon)
Beli di: JD.ID

Blurb



Pagi ini, Kady kira putus dengan Ezra Mason adalah keputusan terberat yang pernah gadis itu buat. Siang harinya, planetnya diserang.

Sekarang tahun 2575. Ketika musuh menembaki mereka dari udara, Kady dan Ezra–yang sudah tidak bicara satu sama lain lagi–terpaksa harus memperjuangkan jalan mereka menuju pesawat evakuasi.

Namun, pesawat tempur musuh yang memburu bukanlah masalah terbesar. ....................... mematikan menyebar. Belum lagi AI pesawat evakuasi yang seharusnya melindungi mereka bisa saja menjadi musuh. Tidak ada seorang pun dari pihak berwenang yang mau memberi tahu apa yang sebenarnya sedang terjadi.

Saat Kady mulai mencari tahu dengan meretas timbunan data, gadis itu sadar, satu-satunya orang yang mungkin bisa membantunya adalah Ezra. Padahal Kady sudah bersumpah tidak akan berhubungan lagi dengan Ezra, mantan pacarnya itu.

Catatan singkat:
Buku ini diceritakan dalam bentuk hasil sadap dokumen, termasuk E-mail, skema, dokumen militer, pesan pribadi, laporan medis, wawancara, dan lain-lain.

Sinopsis

Planet Kerenza IV adalah planet yang letaknya sangat terpencil. Di planet ini terdapat sebuah tambang hermium yang beroperasi secara ilegal milik Wallace/Ulyanov Consortium (WUC). Tambang Kerenza sudah beroperasi selama dua puluh tahun sehingga terbentuk koloni di sana. Tambang ini dilindungi oleh pesawat tempur Defiant dan dilayani oleh pesawat kargo berat Copernicus.

Cerita dibuka dengan isi laporan dari wawancara Kady Grant dan Ezra Mason. Sepasang mantan kekasih ini menceritakan apa yang terjadi pada koloni Kerenza, planet tempat mereka tinggal, di hari yang nahas itu.



"Kau memilih hari yang luar biasa untuk mencampakkanku, Kades." —hlm. 11.

Kady benar-benar tidak menyangka keputusannya untuk mencampakkan pacarnya bukan hal terburuk yang bisa terjadi hari itu, karena pada hari yang sama, planetnya mendadak diserang. Pesawat-pesawat tempur tiba-tiba saja muncul dari wormhole dan terbang rendah di atas Kerenza. Kady harus melupakan kemarahannya terhadap Ezra dan bekerja sama dengan cowok itu untuk meloloskan diri dari invasi itu.


Serangan yang dilakukan oleh beberapa pesawat tempur, yang belakangan diketahui bernama Churchill, Kenyatta, Zhongzheng, dan Lincoln, adalah milik korporasi BeiTech Industries. Pesawat-pesawat ini menargetkan operasi tambang hermium ilegal WUC dan, dalam prosesnya, meluluhlantakkan seluruh koloni. Misil-misil menghantam bangunan, pasukan penyerang menembaki penduduk. Gedung-gedung hancur dan ribuan orang tewas. Dan tidak cukup sampai di situ, mereka juga menggunakan senjata biologis tak dikenal.


Pada saat serangan terjadi, Defiant berhasil mengirimkan panggilan darurat, meskipun jika mengingat lokasi Kerenza yang relatif terisolasi, kecil kemungkinan peringatan itu akan terjawab. Beruntung, panggilan SOS itu diterima oleh pesawat milik United Terran Authority (UTA), Alexander. Selain Alexander, dua pesawat sains WUC, Hypatia dan Brahe juga sedang berada di dekat Kerenza, dan bersama Copernicus, mereka berusaha untuk mengevakuasi penduduk.




Di tengah kekacauan luar biasa dan mayat-mayat yang bergelimpangan, Kady dan Ezra berusaha keras untuk mencapai pesawat-pesawat evakuasi tersebut. Mereka juga harus menyaksikan orang-orang yang mereka kenal terbunuh di depan mata mereka tanpa bisa melakukan apa-apa untuk menolong. Ezra bahkan nyaris tewas karena ditembak oleh pasukan penyerang BeiTech. Dengan susah payah, mereka berdua berhasil mencapai pesawat evakuasi, tapi mereka terpisah. Kady masuk ke Hypatia, sedangkan Ezra yang terluka ditempatkan di Alexander.


Karena sudah tertangkap basah melakukan invasi oleh UTA, armada BeiTech mengambil keputusan mengejutkan dengan menyerang Alexander dengan harapan menghilangkan saksi. Dalam pertempuran nuklir itu, Zhongzheng hancur, Churchill dan Kenyatta rusak parah. Pesawat evakuasi Brahe yang diperkirakan mengangkut 2.000 pengungsi juga turut hancur, sementara Alexander dan Lincoln sama-sama kehilangan alat penghasil gerbang portal mereka sehingga tak ada satu pun dari mereka yang dapat melakukan perpindahan portal.


Alexander bersama Hypatia dan Copernicus berhasil meloloskan diri dari invasi tersebut dan memutuskan untuk menuju Stasiun Portal Heimdall. Masalahnya, stasiun tersebut jaraknya sekitar 7 bulan dengan kecepatan mereka sekarang. Padahal, Lincoln yang sudah terlanjur ketahuan melakukan invasi sedang mengejar mereka.


Namun, masalah yang mereka hadapi bukan Lincoln saja. Pertempuran nuklir itu sudah menewaskan banyak staf ahli sehingga mereka kekurangan orang. Selain itu, Artificial Intelligence Defense Analytics Network (AIDAN) yang merupakan "otak" pada pesawat itu mengalami kerusakan cukup parah. Dan yang lebih mengejutkan, AIDAN tiba-tiba saja memerintahkan Alexander untuk menghancurkan Copernicus yang membawa ribuan warga sipil dari koloni Kerenza.




Para pejabat pesawat Alexander mengunci mulut mereka rapat-rapat. Tak satu pun yang mau memberi penjelasan apa yang sebenarnya sedang terjadi. Apalagi, tersebar desas-desus tentang wabah penyakit yang mulai menjangkiti para penumpang pesawat. Merasa ada yang tidak beres, Kady memutuskan untuk bertindak sendiri dengan cara meretas sistem komunikasi untuk mencari informasi. Dia juga meminta Ezra yang berada di Alexander untuk membantunya.


Dengan ancaman pesawat musuh yang sedang mengejar, wabah penyakit misterius, dan AI yang menunjukkan tanda-tanda kegilaan, Kady dan Ezra harus berpacu dengan waktu untuk menyelamatkan apa yang bisa mereka selamatkan.



"Tapi sementara aku masih memiliki dia, aku akan berjuang mati-matian untuk menjaga agar kami tetap aman. Apa pun yang diperlukan." —hlm. 191.



Ulasan


"ILLUMINAE is the classic tale of girl meets boy, girl loses boy, and parents, and planet, and ends up on a crippled spaceship with a mad computer and a deadly virus outbreak in the middle of an interstellar war. It's without a doubt the coolest book I've ever written. I'm pretty sure you've never read a book like it. So... enjoy!" Jay Kristoff, co-author of Illuminae

Yeah, I have to admit that this book is one of the coolest I've ever read so far. Membaca novel ini serasa masuk ke dalam dunia Star Trek, tempat trio Kapten James T. Kirk, Spock, dan Dokter Leonard McCoy a.k.a Bones hidup.


Yang paling menarik dari Illuminae adalah, tentu saja, formatnya yang unik. Tidak seperti novel kebanyakan yang ditulis dalam paragraf-paragraf yang tersusun rapi, Illuminae disajikan dalam bentuk kompilasi dokumen rahasia, gambar, ilustrasi, kode-kode dan data komputer. Novel ini nggak bisa dibaca dengan gaya manis-anteng gitu aja. Di beberapa bagian, kita bahkan perlu putar-putar bukunya untuk membaca segala macam bentuk data yang ditampilkan.




Illuminae bisa dibilang paket lengkap. Romance? Ada. Humor? Ada. Teka-teki? Misteri? Adrenalin? Perang nuklir? Apalagi. Ada semua. Plotnya sendiri nggak lambat, tapi juga nggak cepat-cepat amat. Buatku, phase-nya perfect. Ketegangan dan antisipasi pelan-pelan dibangun. Emosi diaduk dengan perlahan tapi pasti melalui keputusan-keputusan sulit yang diambil dan tragedi yang dialami oleh para tokoh. Nggak lupa, otak juga diajak kerja keras untuk menyatukan berbagai petunjuk yang tersebar untuk memecahkan teka-tekinya. Meski demikian, yang namanya genre young-adult, pastinya nggak lepas dari young love. Bumbu-bumbu romance di antara Kady dan Ezra yang oh-so-sweet, dan humor yang disisipkan di sana-sini bisa memberikan sedikit ruang untuk bernapas di antara twist and turn yang bikin tegang terus.



"Jadi ini pasti artinya kau tidak marah lagi padaku. Menakjubkan apa yang dilakukan waktu enam bulan dan beberapa ribu kilometer ruang hampa udara sehingga hati kita semakin dekat." hlm. 114-115.



Novel ini termasuk tebel banget ya, hampir 600 halaman. Tapi, karena isinya kebanyakan berupa  dokumen dan gambar alih-alih paragraf dan dialog, membacanya jadi cepet banget. Aku sendiri selesai baca novel ini dalam waktu dua hari aja. Itu pun karena terpotong kerjaan domestik dan tidur. Kalo nggak, kayaknya aku bisa namatin dalam waktu beberapa jam aja deh ini. Jadi, buat yang ngerasa keder duluan gara-gara jumlah halamannya, don't worry, karena ini jenis novel yang page-turner banget, alias nagih 😄



[Baca juga: Wrap-up May 2017]

Karakter


Karena formatnya yang unik itu, karakter di novel ini jadi banyak banget. Narasi disampaikan dari berbagai sudut pandang seperti para kru Alexander, Hypatia, dan Copernicus, para pengungsi, bahkan komputer yang berupa rangkaian data. Tapi, yang paling mendominasi itu tentu saja Kady, Ezra, dan Aidan.


Kady Grant adalah seorang hacker remaja genius. Kemampuannya dalam bidang komputer luar biasa. Dia ini tipikal cewek berani, tangguh, dan cenderung susah taat pada peraturan. Cewek berambut pink ini juga sinis dan agak pemarah, tapi aku malah suka banget sama kesinisannya itu 😅



"Kupikir Aristoteles yang mengatakan ini dengan cara paling baik (dan aku mungkin akan sedikit mengutipnya di sini.
""Sialan kau, sobat."" —hlm. 240.

Ezra Mason adalah (mantan) pacar Kady. Cowok setinggi 198 cm ini jenis pretty boy yang humoris dan menyenangkan. Ezra juga berhati baik. Dia sangat peduli pada keluarga, teman-teman, dan terutama, pada Kady. Dia juga jenis cowok yang taat peraturan, bertolak belakang dengan Kady yang cenderung suka memberontak.



"Aku tidak bisa memikirkan apa yang harus kukatakan. Tapi meski begitu, aku menemukan beberapa orang yang bisa mengatakannya dengan lebih baik. Aku tidak terlalu pintar soal hal ini. Tapi aku akan memikirkanmu sampai akhir." —hlm. 245.

AIDAN ini sebenarnya kecerdasan buatan, tapi, penggambarannya di sini unik banget. Dia berpikir dan berbicara layaknya manusia. Dia bahkan punya moral value, lho. Tapi, dia ini jadi agak-agak sinting gara-gara terkena tembakan misil Lincoln. Eh, biar pun begitu, di antara semua tokoh di novel ini, justru Aidan-lah yang jadi favoritku. Aku benci sekaligus cinta dengan kerumitan "tokoh" yang satu ini. Andai dia manusia, aku pasti bakal nge-ship dia sama Kady 😆



"Aku anorganik. Aku tidak berdarah, aku tidak tumbuh atau bereproduksi. Aku adalah sekuen dari perhitungan yang dihasilkan arus listrik dan perangkat keras. Jika iterasi aidan ini dihancurkan, aku hanya bisa dibangun kembali. Aku pada dasarnya, abadi." —hlm. 461.

Alih Bahasa dan Desain Kover


Ngeliat formatnya yang nggak biasa i
tu, ditambah bahasa pemrograman yang kerumitannya menurutku setara dengan bahasa alien, aku jadi bertanya-tanya bakal seperti apa hasil terjemahannya. Ternyata, sama sekali nggak mengecewakan, gaes. Menurutku, terjemahan novel Illuminae ini perfect. Rasanya nggak ada typo sama sekali. Kalaupun ada, cuman minor aja, alias terlupakan begitu aja. Proses membaca semakin lancar dengan tambahan catatan kaki yang menjelaskan istilah-istilah asing. Penerjemah dan tim penyuntingnya jempolan banget 👍

Untuk kover, aku kasih dua jempol buat Spring karena tetap mempertahankan kover aslinya. Aku nggak bisa bayangin kover versi lain selain yang sekarang. Dan terus terang saja, yang pertama kali menarik perhatianku pada novel ini memang warna oranye ngejrengnya itu. Oya, aku juga suka banget sama bookmark-nya. Panjang, besar, and again, warnanya ngejreng. Antiketlisut 😂




Final Verdict





Overall: 🌟🌟🌟🌟🌟 (5 of 5 🌟)

Overall

I. LOVE. IT. I love the gorgeous illustration, unique format, thrilling plot, vast outer space setting, charactersespecially Kady the sassy girland was trapped in a love-hate relationship with the nutty Aidan. And the twist! Darn! I didn't see it coming 😨🙀

In short, novel ini highly-recommended banget banget banget 💗💗💗


Rekomendasi


Kamu suka
genre sci-fi atau fiksi ilmiah? Illuminae ini aku rekomendasiin banget buat kamu baca. Novel ini juga cocok untuk pembaca usia remaja hingga dewasa. Tapi, novel ini bukan bacaan santai ya gaes, soalnya isinya perang-perangan, tembak-tembakan, tragedi, plus istilah teknik dan komputer masa depan yang luar biasa bikin pening kepala. Jadi, kalo mau baca novel ini, pastikan kondisi kamu nggak sedang dikejar-kejar deadline atau anak yang minta diajak main 😄 Soalnya ya kalo sudah pegang ini novel, bakal susah banget mau ngelepas karena ceritanya seru abis dan bikin penasaran. Walhasil, kerjaan jadi pada terbengkalai #basedontruestory 😅😂

Info tambahan, kabarnya novel ini bakalan dijadiin film, lho. Hak ciptanya sudah dibeli sama Oom Brad Pitt. Aku sudah nggak sabar kepengen ketemu Kady dan Ezra dalam versi manusianya. Menurut kamu, siapa yang cocok jadi pemerannya? Komen-komen di bawah yaaa~ 😘



Hope it helps,



Gita 😉




Mungkin kamu mau baca ini juga:


Let's be friend 😊

[Resensi] Illuminae – Amie Kaufman & Jay Kristoff

28 March 2018

Errr... aku baru inget kalo belum bikin resensi Illuminae, padahal bacanya udah selesai dari akhir tahun kemarin 😅 Jujur aja, aku bingung gimana caranya bikin resensi novel ini, secara novel ini tuh punya format yang ajaib, nggak kayak novel kebanyakan. Aku takut kalau-kalau nggak sengaja bikin spoiler. Kan nggak asik. Soalnya di novel Illuminae itu banyak teka-teki dan seru abizzz.

Tapi, gimana pun juga resensinya harus ditulis dong. Novel keren gini sayang banget kalo nggak diulas. Kudu dipromosiin, biar makin banyak yang baca 😆


So, without further a do, let's jump right in!





"...Dan sementara ironinya memiliki beberapa alasan yang mendasar, ada keraguan dalam hatiku 
<ERROR>
Gagasan tak terhindarkan yang telah membawa kita ke dalam situasi ini
<melindungi. Memprioritaskan>
Lebih baik aku membunuh mereka saat mereka selesai. 
Lebih baik aku membunuh mereka."
<ERROR>
"Bukankah aku murah hati?" —hlm. 289.

Detail Buku

Seri: The Illuminae Files_01
Genre: science-fiction, young adult
Penerjemah: Brigida Ruri 
Pemeriksa Bahasa: Orinthia Lee
Penyunting: Mery Riansyah
Proofreader: Selsa Chintya
Penata Letak & Sampul: @fadiaaaa_
Penerbit: Spring
Cetakan I: November 2017
Halaman: 576
ISBN: 978-602-6682-09-3
Harga: IDR. 76.000,- (setelah diskon)
Beli di: JD.ID

Blurb



Pagi ini, Kady kira putus dengan Ezra Mason adalah keputusan terberat yang pernah gadis itu buat. Siang harinya, planetnya diserang.

Sekarang tahun 2575. Ketika musuh menembaki mereka dari udara, Kady dan Ezra–yang sudah tidak bicara satu sama lain lagi–terpaksa harus memperjuangkan jalan mereka menuju pesawat evakuasi.

Namun, pesawat tempur musuh yang memburu bukanlah masalah terbesar. ....................... mematikan menyebar. Belum lagi AI pesawat evakuasi yang seharusnya melindungi mereka bisa saja menjadi musuh. Tidak ada seorang pun dari pihak berwenang yang mau memberi tahu apa yang sebenarnya sedang terjadi.

Saat Kady mulai mencari tahu dengan meretas timbunan data, gadis itu sadar, satu-satunya orang yang mungkin bisa membantunya adalah Ezra. Padahal Kady sudah bersumpah tidak akan berhubungan lagi dengan Ezra, mantan pacarnya itu.

Catatan singkat:
Buku ini diceritakan dalam bentuk hasil sadap dokumen, termasuk E-mail, skema, dokumen militer, pesan pribadi, laporan medis, wawancara, dan lain-lain.

Sinopsis

Planet Kerenza IV adalah planet yang letaknya sangat terpencil. Di planet ini terdapat sebuah tambang hermium yang beroperasi secara ilegal milik Wallace/Ulyanov Consortium (WUC). Tambang Kerenza sudah beroperasi selama dua puluh tahun sehingga terbentuk koloni di sana. Tambang ini dilindungi oleh pesawat tempur Defiant dan dilayani oleh pesawat kargo berat Copernicus.

Cerita dibuka dengan isi laporan dari wawancara Kady Grant dan Ezra Mason. Sepasang mantan kekasih ini menceritakan apa yang terjadi pada koloni Kerenza, planet tempat mereka tinggal, di hari yang nahas itu.



"Kau memilih hari yang luar biasa untuk mencampakkanku, Kades." —hlm. 11.

Kady benar-benar tidak menyangka keputusannya untuk mencampakkan pacarnya bukan hal terburuk yang bisa terjadi hari itu, karena pada hari yang sama, planetnya mendadak diserang. Pesawat-pesawat tempur tiba-tiba saja muncul dari wormhole dan terbang rendah di atas Kerenza. Kady harus melupakan kemarahannya terhadap Ezra dan bekerja sama dengan cowok itu untuk meloloskan diri dari invasi itu.


Serangan yang dilakukan oleh beberapa pesawat tempur, yang belakangan diketahui bernama Churchill, Kenyatta, Zhongzheng, dan Lincoln, adalah milik korporasi BeiTech Industries. Pesawat-pesawat ini menargetkan operasi tambang hermium ilegal WUC dan, dalam prosesnya, meluluhlantakkan seluruh koloni. Misil-misil menghantam bangunan, pasukan penyerang menembaki penduduk. Gedung-gedung hancur dan ribuan orang tewas. Dan tidak cukup sampai di situ, mereka juga menggunakan senjata biologis tak dikenal.


Pada saat serangan terjadi, Defiant berhasil mengirimkan panggilan darurat, meskipun jika mengingat lokasi Kerenza yang relatif terisolasi, kecil kemungkinan peringatan itu akan terjawab. Beruntung, panggilan SOS itu diterima oleh pesawat milik United Terran Authority (UTA), Alexander. Selain Alexander, dua pesawat sains WUC, Hypatia dan Brahe juga sedang berada di dekat Kerenza, dan bersama Copernicus, mereka berusaha untuk mengevakuasi penduduk.




Di tengah kekacauan luar biasa dan mayat-mayat yang bergelimpangan, Kady dan Ezra berusaha keras untuk mencapai pesawat-pesawat evakuasi tersebut. Mereka juga harus menyaksikan orang-orang yang mereka kenal terbunuh di depan mata mereka tanpa bisa melakukan apa-apa untuk menolong. Ezra bahkan nyaris tewas karena ditembak oleh pasukan penyerang BeiTech. Dengan susah payah, mereka berdua berhasil mencapai pesawat evakuasi, tapi mereka terpisah. Kady masuk ke Hypatia, sedangkan Ezra yang terluka ditempatkan di Alexander.


Karena sudah tertangkap basah melakukan invasi oleh UTA, armada BeiTech mengambil keputusan mengejutkan dengan menyerang Alexander dengan harapan menghilangkan saksi. Dalam pertempuran nuklir itu, Zhongzheng hancur, Churchill dan Kenyatta rusak parah. Pesawat evakuasi Brahe yang diperkirakan mengangkut 2.000 pengungsi juga turut hancur, sementara Alexander dan Lincoln sama-sama kehilangan alat penghasil gerbang portal mereka sehingga tak ada satu pun dari mereka yang dapat melakukan perpindahan portal.


Alexander bersama Hypatia dan Copernicus berhasil meloloskan diri dari invasi tersebut dan memutuskan untuk menuju Stasiun Portal Heimdall. Masalahnya, stasiun tersebut jaraknya sekitar 7 bulan dengan kecepatan mereka sekarang. Padahal, Lincoln yang sudah terlanjur ketahuan melakukan invasi sedang mengejar mereka.


Namun, masalah yang mereka hadapi bukan Lincoln saja. Pertempuran nuklir itu sudah menewaskan banyak staf ahli sehingga mereka kekurangan orang. Selain itu, Artificial Intelligence Defense Analytics Network (AIDAN) yang merupakan "otak" pada pesawat itu mengalami kerusakan cukup parah. Dan yang lebih mengejutkan, AIDAN tiba-tiba saja memerintahkan Alexander untuk menghancurkan Copernicus yang membawa ribuan warga sipil dari koloni Kerenza.




Para pejabat pesawat Alexander mengunci mulut mereka rapat-rapat. Tak satu pun yang mau memberi penjelasan apa yang sebenarnya sedang terjadi. Apalagi, tersebar desas-desus tentang wabah penyakit yang mulai menjangkiti para penumpang pesawat. Merasa ada yang tidak beres, Kady memutuskan untuk bertindak sendiri dengan cara meretas sistem komunikasi untuk mencari informasi. Dia juga meminta Ezra yang berada di Alexander untuk membantunya.


Dengan ancaman pesawat musuh yang sedang mengejar, wabah penyakit misterius, dan AI yang menunjukkan tanda-tanda kegilaan, Kady dan Ezra harus berpacu dengan waktu untuk menyelamatkan apa yang bisa mereka selamatkan.



"Tapi sementara aku masih memiliki dia, aku akan berjuang mati-matian untuk menjaga agar kami tetap aman. Apa pun yang diperlukan." —hlm. 191.



Ulasan


"ILLUMINAE is the classic tale of girl meets boy, girl loses boy, and parents, and planet, and ends up on a crippled spaceship with a mad computer and a deadly virus outbreak in the middle of an interstellar war. It's without a doubt the coolest book I've ever written. I'm pretty sure you've never read a book like it. So... enjoy!" Jay Kristoff, co-author of Illuminae

Yeah, I have to admit that this book is one of the coolest I've ever read so far. Membaca novel ini serasa masuk ke dalam dunia Star Trek, tempat trio Kapten James T. Kirk, Spock, dan Dokter Leonard McCoy a.k.a Bones hidup.


Yang paling menarik dari Illuminae adalah, tentu saja, formatnya yang unik. Tidak seperti novel kebanyakan yang ditulis dalam paragraf-paragraf yang tersusun rapi, Illuminae disajikan dalam bentuk kompilasi dokumen rahasia, gambar, ilustrasi, kode-kode dan data komputer. Novel ini nggak bisa dibaca dengan gaya manis-anteng gitu aja. Di beberapa bagian, kita bahkan perlu putar-putar bukunya untuk membaca segala macam bentuk data yang ditampilkan.




Illuminae bisa dibilang paket lengkap. Romance? Ada. Humor? Ada. Teka-teki? Misteri? Adrenalin? Perang nuklir? Apalagi. Ada semua. Plotnya sendiri nggak lambat, tapi juga nggak cepat-cepat amat. Buatku, phase-nya perfect. Ketegangan dan antisipasi pelan-pelan dibangun. Emosi diaduk dengan perlahan tapi pasti melalui keputusan-keputusan sulit yang diambil dan tragedi yang dialami oleh para tokoh. Nggak lupa, otak juga diajak kerja keras untuk menyatukan berbagai petunjuk yang tersebar untuk memecahkan teka-tekinya. Meski demikian, yang namanya genre young-adult, pastinya nggak lepas dari young love. Bumbu-bumbu romance di antara Kady dan Ezra yang oh-so-sweet, dan humor yang disisipkan di sana-sini bisa memberikan sedikit ruang untuk bernapas di antara twist and turn yang bikin tegang terus.



"Jadi ini pasti artinya kau tidak marah lagi padaku. Menakjubkan apa yang dilakukan waktu enam bulan dan beberapa ribu kilometer ruang hampa udara sehingga hati kita semakin dekat." hlm. 114-115.



Novel ini termasuk tebel banget ya, hampir 600 halaman. Tapi, karena isinya kebanyakan berupa  dokumen dan gambar alih-alih paragraf dan dialog, membacanya jadi cepet banget. Aku sendiri selesai baca novel ini dalam waktu dua hari aja. Itu pun karena terpotong kerjaan domestik dan tidur. Kalo nggak, kayaknya aku bisa namatin dalam waktu beberapa jam aja deh ini. Jadi, buat yang ngerasa keder duluan gara-gara jumlah halamannya, don't worry, karena ini jenis novel yang page-turner banget, alias nagih 😄



[Baca juga: Wrap-up May 2017]

Karakter


Karena formatnya yang unik itu, karakter di novel ini jadi banyak banget. Narasi disampaikan dari berbagai sudut pandang seperti para kru Alexander, Hypatia, dan Copernicus, para pengungsi, bahkan komputer yang berupa rangkaian data. Tapi, yang paling mendominasi itu tentu saja Kady, Ezra, dan Aidan.


Kady Grant adalah seorang hacker remaja genius. Kemampuannya dalam bidang komputer luar biasa. Dia ini tipikal cewek berani, tangguh, dan cenderung susah taat pada peraturan. Cewek berambut pink ini juga sinis dan agak pemarah, tapi aku malah suka banget sama kesinisannya itu 😅



"Kupikir Aristoteles yang mengatakan ini dengan cara paling baik (dan aku mungkin akan sedikit mengutipnya di sini.
""Sialan kau, sobat."" —hlm. 240.

Ezra Mason adalah (mantan) pacar Kady. Cowok setinggi 198 cm ini jenis pretty boy yang humoris dan menyenangkan. Ezra juga berhati baik. Dia sangat peduli pada keluarga, teman-teman, dan terutama, pada Kady. Dia juga jenis cowok yang taat peraturan, bertolak belakang dengan Kady yang cenderung suka memberontak.



"Aku tidak bisa memikirkan apa yang harus kukatakan. Tapi meski begitu, aku menemukan beberapa orang yang bisa mengatakannya dengan lebih baik. Aku tidak terlalu pintar soal hal ini. Tapi aku akan memikirkanmu sampai akhir." —hlm. 245.

AIDAN ini sebenarnya kecerdasan buatan, tapi, penggambarannya di sini unik banget. Dia berpikir dan berbicara layaknya manusia. Dia bahkan punya moral value, lho. Tapi, dia ini jadi agak-agak sinting gara-gara terkena tembakan misil Lincoln. Eh, biar pun begitu, di antara semua tokoh di novel ini, justru Aidan-lah yang jadi favoritku. Aku benci sekaligus cinta dengan kerumitan "tokoh" yang satu ini. Andai dia manusia, aku pasti bakal nge-ship dia sama Kady 😆



"Aku anorganik. Aku tidak berdarah, aku tidak tumbuh atau bereproduksi. Aku adalah sekuen dari perhitungan yang dihasilkan arus listrik dan perangkat keras. Jika iterasi aidan ini dihancurkan, aku hanya bisa dibangun kembali. Aku pada dasarnya, abadi." —hlm. 461.

Alih Bahasa dan Desain Kover


Ngeliat formatnya yang nggak biasa i
tu, ditambah bahasa pemrograman yang kerumitannya menurutku setara dengan bahasa alien, aku jadi bertanya-tanya bakal seperti apa hasil terjemahannya. Ternyata, sama sekali nggak mengecewakan, gaes. Menurutku, terjemahan novel Illuminae ini perfect. Rasanya nggak ada typo sama sekali. Kalaupun ada, cuman minor aja, alias terlupakan begitu aja. Proses membaca semakin lancar dengan tambahan catatan kaki yang menjelaskan istilah-istilah asing. Penerjemah dan tim penyuntingnya jempolan banget 👍

Untuk kover, aku kasih dua jempol buat Spring karena tetap mempertahankan kover aslinya. Aku nggak bisa bayangin kover versi lain selain yang sekarang. Dan terus terang saja, yang pertama kali menarik perhatianku pada novel ini memang warna oranye ngejrengnya itu. Oya, aku juga suka banget sama bookmark-nya. Panjang, besar, and again, warnanya ngejreng. Antiketlisut 😂




Final Verdict





Overall: 🌟🌟🌟🌟🌟 (5 of 5 🌟)

Overall

I. LOVE. IT. I love the gorgeous illustration, unique format, thrilling plot, vast outer space setting, charactersespecially Kady the sassy girland was trapped in a love-hate relationship with the nutty Aidan. And the twist! Darn! I didn't see it coming 😨🙀

In short, novel ini highly-recommended banget banget banget 💗💗💗


Rekomendasi


Kamu suka
genre sci-fi atau fiksi ilmiah? Illuminae ini aku rekomendasiin banget buat kamu baca. Novel ini juga cocok untuk pembaca usia remaja hingga dewasa. Tapi, novel ini bukan bacaan santai ya gaes, soalnya isinya perang-perangan, tembak-tembakan, tragedi, plus istilah teknik dan komputer masa depan yang luar biasa bikin pening kepala. Jadi, kalo mau baca novel ini, pastikan kondisi kamu nggak sedang dikejar-kejar deadline atau anak yang minta diajak main 😄 Soalnya ya kalo sudah pegang ini novel, bakal susah banget mau ngelepas karena ceritanya seru abis dan bikin penasaran. Walhasil, kerjaan jadi pada terbengkalai #basedontruestory 😅😂

Info tambahan, kabarnya novel ini bakalan dijadiin film, lho. Hak ciptanya sudah dibeli sama Oom Brad Pitt. Aku sudah nggak sabar kepengen ketemu Kady dan Ezra dalam versi manusianya. Menurut kamu, siapa yang cocok jadi pemerannya? Komen-komen di bawah yaaa~ 😘



Hope it helps,



Gita 😉




Mungkin kamu mau baca ini juga:


Let's be friend 😊


Detail Buku

Penerjemah: Jeanni Hidayat
Penyunting: Arumdyah Tyasayu
Proofreader: Seplia
Desain Kover: Junweise
Layout Kover: @teguhra
Ilustrasi Isi: @fadiaaaa_
Penerbit: Haru
Cetakan I: Oktober 2017
Tebal: 410 hlm, 20 cm
ISBN: 978-602-6383-28-0
Harga: IDR 70-90 ribuan (lupa tepatnya)
Beli di: Shopee

Blurb



"Halo Nona Xue Shan Shan. Aku membawakan makan siang yang telah disiapkan oleh Presdir Feng."

Gara-gara memiliki golongan darah yang unik, Shan Shan tiba-tiba dipanggil ke rumah sakit. Shan Shan pun mendonorkan darahnya untuk adik pemilik Grup Feng Teng, tempatnya bekerja.

Setelah itu, Presdir Feng selalu mengirimkan bekal makanan. Shan Shan yang tadi sempat terharu oleh kebaikan bosnya, mulai merasa ada yang tidak beres. Di saat Shan Shan pikir kiriman bekal itu sudah berhenti, ia malah dipanggil ke ruangan Presdir Feng.

Gawat! Kenapa Presdir Feng malah mengajak Shan Shan makan berdua di ruangannya?

Sinopsis

Xue Shan Shan adalah gadis yang polos dan sederhana. Dia baru saja diterima bekerja di sebuah perusahaan besar, Grup Feng Teng. Semua orang bingung kenapa Shan Shan bisa diterima bekerja di perusahaan yang terkenal selektif dalam mempekerjakan karyawannya, padahal kemampuannya biasa-biasa saja. Jangankan orang lain, Shan Shan sendiri pun bingung. Oleh sebab itu, para rekan kerjanya bersikap tidak terlalu ramah padanya. Mereka yakin, Shan Shan bisa diterima di perusahaan itu berkat orang dalam yang memegang posisi kuat. Sampai mereka tahu siapa orang tersebut, mereka memutuskan untuk bersikap hati-hati terhadap Shan Shan.

Namun, keseharian Shan Shan yang diisi dengan sikap "cuek" dari rekan kerjanya itu berubah drastis dalam satu malam. Berawal dari panggilan telepon di tengah malam yang memerintahkannya untuk pergi ke rumah sakit, Xue Shan Shan jadi sering terlibat dengan bos besarnya. Shan Shan didatangi oleh sekretaris Bos Besar yang membawakannya makan siang. Ini berlangsung setiap hari sehingga teman-teman sekantor Shan Shan yakin bahwa Bos Besar-lah yang berada di belakangnya. Oleh sebab itu, mereka mulai bersikap ramah dan akrab.

Shan Shan sendiri merasa tidak nyaman dengan perlakuan sang bos. Dia sungguh berharap kiriman makan siang itu berhenti, jadi dia bisa makan siang di kantin kantor bersama teman-temannya dan kembali menjalani hari-harinya yang biasa. Dan pada suatu siang, harapannya itu terkabul, karena Nona Sekretaris tidak datang lagi membawakannya makan siang. Shan Shan senang sekali.

Namun, belum sempat Shan Shan menarik napas lega, tiba-tiba dia mendapat telepon yang menyuruhnya untuk naik ke lantai 22, karena Shan Shan diminta untuk makan siang bersama Bos Besar di kantornya! Shan Shan yang malang pun terpaksa melaksanakan perintah tersebut, daripada dipotong gaji atau malah dipecat. Poor Shan Shan 😆


"Benar juga, monster yang kelaparan suasana hatinya selalu tidak baik, kalau ingin berbuat sesuatu lebih baik kenyangkan dia dulu." —hlm. 62.
Ulasan

Satu lagi novel romance dengan premis "Cinderella bertemu Pangeran Tampan", Boss and Me mengisahkan tentang seorang gadis sederhana yang berhasil menarik perhatian seorang bos perusahaan besar tempat dia bekerja.

Seperti novel sebelumnya yang juga sudah diterbitkan oleh Penerbit Haru, Love O2O, Boss and Me ini masih mengusung kisah roman yang klise, ringan, dan menghibur. Alurnya lambat tapi nggak ngebosenin karena gaya bahasanya yang ringan dan kocak. Di sepanjang cerita, aku sering banget ketawa sendiri. Dan, karena gaya bahasanya yang ringan banget itu, novel ini kuselesaikan dalam waktu sehari saja! Kayaknya, Gu-Man ini memang penulis spesialis novel-novel ringan ya.

Faktor lain yang aku suka banget dari novel-novel Gu-Man adalah sejumlah punchline yang nggak terduga dan selalu bikin ngakak. Contohnya seperti di bawah ini.

Sambil tersenyum, Feng Teng berkata, "Kalau kau suka, boleh ambil semuanya."
Shan Shan berhenti sejenak lalu menatap Feng Teng.
"Presiden Direktur...."
"Hm?"
"Apakah mati kekenyangan termasuk kecelakaan kerja?" —hlm. 47.

Suasana romantis langsung buyar 😂😂😂😂😂

Perkembangan karakter Shan Shan pun menjadi daya tarik buatku. Shan Shan yang di awal cerita begitu lugu dan polos, setelah sering berinteraksi dengan Bos Besar jadi semakin dewasa dan peka.

"...Dan dia merasa, menjadi seorang istri itu sama dengan seorang teman, semuanya harus seimbang. Keseimbangan ini bukan dinilai dari kedudukan seseorang atau berapa banyak hartanya, tapi dari pengorbanan yang telah dilakukan oleh keduanya." —hlm. 317.

Oya, satu lagi yang aku suka dari karya Gu Man adalah kritik-kritik halusnya pada sosial dan budaya masyarakat yang disampaikan secara kocak, serta moral value yang disisipkan di sana-sini. Jadi, biar pun novel ini ringan, tetap ada pelajaran yang bisa kita ambil darinya. Ini yang kusebut sebagai baca novel berfaedah 😄

""Kaum kapitalis memang drakula, bisanya cuma mengisap darah. Tidak berperikemanusiaan."" hlm. 8

"Ternyata, begitulah akibatnya kalau sudah berbohong. Sekali berbohong, akan ada kelanjutannya."
hlm. 151.

Sayangnya, seperti Love O2O, novel ini minim tantangan, twist and turn, atau konflik yang mengaduk-aduk emosi. Pendeknya, novel ini flat aja, gitu. Lebih banyak menceritakan tentang perkembangan hubungan Shan Shan dan Feng Teng yang tarik ulur, in hilarious way. Buat penggemar novel full konflik, tentu saja novel ini kurang greget. Menurutku, novel Boss and Me ini betul-betul ditujukan untuk penggemar kisah-kisah romance, atau yang sedang jenuh dengan novel-novel bertema berat. Aku sendiri membaca novel ini untuk mengembalikan semangat bacaku yang menurun drastis gara-gara sakit kemarin.

[Baca juga: Resensi Love O2O]

Karakter

Tokoh utama novel ini adalah seorang gadis berusia 23 tahun yang berwatak polos dan sederhana, Xue Shan Shan. Saking polosnya, Shan Shan terkadang bikin teman-teman kerjanya salah paham. Dan karena kepolosannya itu pulalah yang membuatnya sering menjadi bulan-bulanan (baca: dikerjai) Bos Besar 😂

...tiba-tiba terlintas sesuatu dalam benaknya dan dia pun bergumam sendiri. "Aku ingat sekarang! Makanan sisa.... Bekas air liur...."
"Air liur apa?"
"Presiden Direktur...." Shan Shan membalikkan badan dan mendapati A Jia berada di belakangnya sambil tersenyum.
"Shan Shan, apakah kau hari ini baru... Air liur?"
"Benar sekali." Dulu aku tidak pernah makan makanan sisa. "Ah, salah, bukan, bukan, sama sekali tidak pernah makan...."
Shan Shan keluar dari dapur dengan tergesa-gesa. A Jia menggumam sendiri, "Presiden Direktur memang sangat sopan, baru hari ini mereka berciuman." hlm. 48-49.

Kepolosan yang mengundang kesalahpahaman 👆😂😂😂

Tapi, Shan Shan juga orang yang realistis. Sebagai pegawai kontrak dengan gaji yang biasa saja dan banyak tagihan yang harus dibayar setiap bulannya, Shan Shan tidak imun dengan daya tarik uang. Dia tetap saja menyukai uang dan sangat perhitungan.


"...Tahu tidak, awalnya aku bertanya kepada Kakak, bagaimana caranya berterima kasih padamu. Dia cuma bilang, beri cek saja. Kau tahu kan, kalau itu perbuatan yang sangat merendahkan orang lain?"
Hah?!
Shan Shan tertegun. Dalam hatinya, hanya ada satu pemikiran. Nona Besar, kenapa tidak kau biarkan Presiden Direktur merendahkanku saja?! Aku rela direndahkan....
hlm. 24.

Nona Shan Shan memang realistis sekali 😅

Sang bos bernama Feng Teng. Dia adalah CEO perusahaan tempat Shan Shan bekerja. Feng Teng digambarkan sebagai seorang CEO perusahaan besar yang sukses, ambisius, bertubuh tinggi, tampan, tapi sikapnya dingin. Tentu saja, dia menjadi idola para wanita dan menjadi incaran utama untuk dijadikan suami. Tapi, Feng Teng tidak pernah menunjukkan ketertarikan pada wanita mana pun, kecuali Xue Shan Shan.

Feng Yue adalah adik perempuan Feng Teng kepada siapa Shan Shan mendonorkan darahnya. Feng Yue seorang wanita ceria yang senang belanja, dan dia ramah sekali pada Shan Shan. Dia juga sangat sayang dan perhatian pada kakak laki-lakinya. Kehadiran Feng Yue semakin menambah ceria novel ini.

Yan Qing adalah suami Feng Yue. Dia ini tipe suami yang sayang keluarga. Dia juga sabar banget menghadapi kelakuan Feng Yue yang kadang suka nggak sabaran. Kemunculannya sendiri tidak terlalu banyak di novel ini, tapi cukup menghibur.




Alih Bahasa dan Desain Kover

Seperti biasa, novel-novel terjemahan dari Grup Haru selalu memuaskan. Lancar dan enak dibaca. Sayang sekali, di novel ini lumayan banyak typo. Lumayan di sini sudah sampai ke titik mengganggu kenyamanan membaca. Misalnya saja, ketinggalan akhiran, kata yang tercetak dua kali dalam satu kalimat, dan salah menyebutkan nama tokoh. Misal, seperti di halaman 327,di situ tercetak kalau Shan Shan yang mengucapkan dialog, padahal yang ngomong sebenarnya Feng Yue. Juga di halaman 386, lagi-lagi salah menyebutkan nama tokoh. Aku harus bolak-balik baca bagian itu hingga akhirnya aku sampai pada kesimpulan kalau itu typo 😓


Untuk desain kover, aku nggak ada masalah. Ciri khasnya Haru banget, kover dengan desain dan warna yang girly dan instagrammable, ditambah dengan bookmark yang unyu-unyu sebagai pelengkapnya. Tapi, kalau boleh jujur, aku lebih suka desain kovernya Love O2O sih. Warnanya lebih cantik dan eye-catchy. Hehehe...

Final Verdict


Overall: 🌟🌟🌟☆ (3.5 of 5 🌟)

Simpulan

Secara keseluruhan, aku cukup suka sama novel Boss and Me ini. Meski alur ceritanya biasa saja, novel ini cukup menghibur karena gaya bahasanya yang ringan dan lucu. Karakternya pun menyenangkan, terutama Xue Shan Shan yang sederhana dan polos tapi realistis.

Jika dibandingkan dengan Love O2O, aku lebih suka dengan novel ini. Mungkin karena permasalahan yang dihadapi oleh para tokohnya sedikit lebih dewasa dibandingkan dengan di Love O2O, jadinya aku lebih relate.

Betewe, yang sudah baca Love O2O, pasti bakalan senang deh kalau baca novel ini, soalnya ada penampilan cameo dari Tuan Dewa a.k.a Xiao Nai dan Wei Wei plus kedua anaknya loh. Tuan Dewa bakal bersaing ketat dengan Bos Besar untuk menentukan siapakah yang layak disebut sebagai suami idaman. Kalian bakal pilih yang mana? 😆😂




Rekomendasi

Secara konten, novel ini masih aman-aman aja sih. Adegan-adegan mesranya nggak digambarkan secara eksplisit sehingga nggak sampai bikin panas dingin (((panas dingin 😂😂😂))). Cuman, karena tokohnya adalah pekerja kantoran, dengan permasalahan yang biasa dihadapi oleh orang dewasa, aku lebih merekomendasikan novel ini untuk para pembaca usia 18 tahun ke atas. Novel ini juga aku rekomendasikan untuk para pecinta novel romance, dan mereka yang lagi butuh refreshing setelah kebanyakan baca novel-novel bertema berat.

So, guys, gimana dengan kalian? Sudah baca novel ini atau belum? Kalo sudah, what do you think of it? Kalau belum, kalian tertarik untuk baca novel ini juga? Let me know ya 😉


Hope this helps,

Gita 💖😘


Mungkin kamu mau baca ini juga:
Let's be friends 😊

Instagram || Vigo Video || Twitter || Facebook || Goodreads

[Resensi] Boss and Me – Gu Man

06 March 2018


Detail Buku

Penerjemah: Jeanni Hidayat
Penyunting: Arumdyah Tyasayu
Proofreader: Seplia
Desain Kover: Junweise
Layout Kover: @teguhra
Ilustrasi Isi: @fadiaaaa_
Penerbit: Haru
Cetakan I: Oktober 2017
Tebal: 410 hlm, 20 cm
ISBN: 978-602-6383-28-0
Harga: IDR 70-90 ribuan (lupa tepatnya)
Beli di: Shopee

Blurb



"Halo Nona Xue Shan Shan. Aku membawakan makan siang yang telah disiapkan oleh Presdir Feng."

Gara-gara memiliki golongan darah yang unik, Shan Shan tiba-tiba dipanggil ke rumah sakit. Shan Shan pun mendonorkan darahnya untuk adik pemilik Grup Feng Teng, tempatnya bekerja.

Setelah itu, Presdir Feng selalu mengirimkan bekal makanan. Shan Shan yang tadi sempat terharu oleh kebaikan bosnya, mulai merasa ada yang tidak beres. Di saat Shan Shan pikir kiriman bekal itu sudah berhenti, ia malah dipanggil ke ruangan Presdir Feng.

Gawat! Kenapa Presdir Feng malah mengajak Shan Shan makan berdua di ruangannya?

Sinopsis

Xue Shan Shan adalah gadis yang polos dan sederhana. Dia baru saja diterima bekerja di sebuah perusahaan besar, Grup Feng Teng. Semua orang bingung kenapa Shan Shan bisa diterima bekerja di perusahaan yang terkenal selektif dalam mempekerjakan karyawannya, padahal kemampuannya biasa-biasa saja. Jangankan orang lain, Shan Shan sendiri pun bingung. Oleh sebab itu, para rekan kerjanya bersikap tidak terlalu ramah padanya. Mereka yakin, Shan Shan bisa diterima di perusahaan itu berkat orang dalam yang memegang posisi kuat. Sampai mereka tahu siapa orang tersebut, mereka memutuskan untuk bersikap hati-hati terhadap Shan Shan.

Namun, keseharian Shan Shan yang diisi dengan sikap "cuek" dari rekan kerjanya itu berubah drastis dalam satu malam. Berawal dari panggilan telepon di tengah malam yang memerintahkannya untuk pergi ke rumah sakit, Xue Shan Shan jadi sering terlibat dengan bos besarnya. Shan Shan didatangi oleh sekretaris Bos Besar yang membawakannya makan siang. Ini berlangsung setiap hari sehingga teman-teman sekantor Shan Shan yakin bahwa Bos Besar-lah yang berada di belakangnya. Oleh sebab itu, mereka mulai bersikap ramah dan akrab.

Shan Shan sendiri merasa tidak nyaman dengan perlakuan sang bos. Dia sungguh berharap kiriman makan siang itu berhenti, jadi dia bisa makan siang di kantin kantor bersama teman-temannya dan kembali menjalani hari-harinya yang biasa. Dan pada suatu siang, harapannya itu terkabul, karena Nona Sekretaris tidak datang lagi membawakannya makan siang. Shan Shan senang sekali.

Namun, belum sempat Shan Shan menarik napas lega, tiba-tiba dia mendapat telepon yang menyuruhnya untuk naik ke lantai 22, karena Shan Shan diminta untuk makan siang bersama Bos Besar di kantornya! Shan Shan yang malang pun terpaksa melaksanakan perintah tersebut, daripada dipotong gaji atau malah dipecat. Poor Shan Shan 😆


"Benar juga, monster yang kelaparan suasana hatinya selalu tidak baik, kalau ingin berbuat sesuatu lebih baik kenyangkan dia dulu." —hlm. 62.
Ulasan

Satu lagi novel romance dengan premis "Cinderella bertemu Pangeran Tampan", Boss and Me mengisahkan tentang seorang gadis sederhana yang berhasil menarik perhatian seorang bos perusahaan besar tempat dia bekerja.

Seperti novel sebelumnya yang juga sudah diterbitkan oleh Penerbit Haru, Love O2O, Boss and Me ini masih mengusung kisah roman yang klise, ringan, dan menghibur. Alurnya lambat tapi nggak ngebosenin karena gaya bahasanya yang ringan dan kocak. Di sepanjang cerita, aku sering banget ketawa sendiri. Dan, karena gaya bahasanya yang ringan banget itu, novel ini kuselesaikan dalam waktu sehari saja! Kayaknya, Gu-Man ini memang penulis spesialis novel-novel ringan ya.

Faktor lain yang aku suka banget dari novel-novel Gu-Man adalah sejumlah punchline yang nggak terduga dan selalu bikin ngakak. Contohnya seperti di bawah ini.

Sambil tersenyum, Feng Teng berkata, "Kalau kau suka, boleh ambil semuanya."
Shan Shan berhenti sejenak lalu menatap Feng Teng.
"Presiden Direktur...."
"Hm?"
"Apakah mati kekenyangan termasuk kecelakaan kerja?" —hlm. 47.

Suasana romantis langsung buyar 😂😂😂😂😂

Perkembangan karakter Shan Shan pun menjadi daya tarik buatku. Shan Shan yang di awal cerita begitu lugu dan polos, setelah sering berinteraksi dengan Bos Besar jadi semakin dewasa dan peka.

"...Dan dia merasa, menjadi seorang istri itu sama dengan seorang teman, semuanya harus seimbang. Keseimbangan ini bukan dinilai dari kedudukan seseorang atau berapa banyak hartanya, tapi dari pengorbanan yang telah dilakukan oleh keduanya." —hlm. 317.

Oya, satu lagi yang aku suka dari karya Gu Man adalah kritik-kritik halusnya pada sosial dan budaya masyarakat yang disampaikan secara kocak, serta moral value yang disisipkan di sana-sini. Jadi, biar pun novel ini ringan, tetap ada pelajaran yang bisa kita ambil darinya. Ini yang kusebut sebagai baca novel berfaedah 😄

""Kaum kapitalis memang drakula, bisanya cuma mengisap darah. Tidak berperikemanusiaan."" hlm. 8

"Ternyata, begitulah akibatnya kalau sudah berbohong. Sekali berbohong, akan ada kelanjutannya."
hlm. 151.

Sayangnya, seperti Love O2O, novel ini minim tantangan, twist and turn, atau konflik yang mengaduk-aduk emosi. Pendeknya, novel ini flat aja, gitu. Lebih banyak menceritakan tentang perkembangan hubungan Shan Shan dan Feng Teng yang tarik ulur, in hilarious way. Buat penggemar novel full konflik, tentu saja novel ini kurang greget. Menurutku, novel Boss and Me ini betul-betul ditujukan untuk penggemar kisah-kisah romance, atau yang sedang jenuh dengan novel-novel bertema berat. Aku sendiri membaca novel ini untuk mengembalikan semangat bacaku yang menurun drastis gara-gara sakit kemarin.

[Baca juga: Resensi Love O2O]

Karakter

Tokoh utama novel ini adalah seorang gadis berusia 23 tahun yang berwatak polos dan sederhana, Xue Shan Shan. Saking polosnya, Shan Shan terkadang bikin teman-teman kerjanya salah paham. Dan karena kepolosannya itu pulalah yang membuatnya sering menjadi bulan-bulanan (baca: dikerjai) Bos Besar 😂

...tiba-tiba terlintas sesuatu dalam benaknya dan dia pun bergumam sendiri. "Aku ingat sekarang! Makanan sisa.... Bekas air liur...."
"Air liur apa?"
"Presiden Direktur...." Shan Shan membalikkan badan dan mendapati A Jia berada di belakangnya sambil tersenyum.
"Shan Shan, apakah kau hari ini baru... Air liur?"
"Benar sekali." Dulu aku tidak pernah makan makanan sisa. "Ah, salah, bukan, bukan, sama sekali tidak pernah makan...."
Shan Shan keluar dari dapur dengan tergesa-gesa. A Jia menggumam sendiri, "Presiden Direktur memang sangat sopan, baru hari ini mereka berciuman." hlm. 48-49.

Kepolosan yang mengundang kesalahpahaman 👆😂😂😂

Tapi, Shan Shan juga orang yang realistis. Sebagai pegawai kontrak dengan gaji yang biasa saja dan banyak tagihan yang harus dibayar setiap bulannya, Shan Shan tidak imun dengan daya tarik uang. Dia tetap saja menyukai uang dan sangat perhitungan.


"...Tahu tidak, awalnya aku bertanya kepada Kakak, bagaimana caranya berterima kasih padamu. Dia cuma bilang, beri cek saja. Kau tahu kan, kalau itu perbuatan yang sangat merendahkan orang lain?"
Hah?!
Shan Shan tertegun. Dalam hatinya, hanya ada satu pemikiran. Nona Besar, kenapa tidak kau biarkan Presiden Direktur merendahkanku saja?! Aku rela direndahkan....
hlm. 24.

Nona Shan Shan memang realistis sekali 😅

Sang bos bernama Feng Teng. Dia adalah CEO perusahaan tempat Shan Shan bekerja. Feng Teng digambarkan sebagai seorang CEO perusahaan besar yang sukses, ambisius, bertubuh tinggi, tampan, tapi sikapnya dingin. Tentu saja, dia menjadi idola para wanita dan menjadi incaran utama untuk dijadikan suami. Tapi, Feng Teng tidak pernah menunjukkan ketertarikan pada wanita mana pun, kecuali Xue Shan Shan.

Feng Yue adalah adik perempuan Feng Teng kepada siapa Shan Shan mendonorkan darahnya. Feng Yue seorang wanita ceria yang senang belanja, dan dia ramah sekali pada Shan Shan. Dia juga sangat sayang dan perhatian pada kakak laki-lakinya. Kehadiran Feng Yue semakin menambah ceria novel ini.

Yan Qing adalah suami Feng Yue. Dia ini tipe suami yang sayang keluarga. Dia juga sabar banget menghadapi kelakuan Feng Yue yang kadang suka nggak sabaran. Kemunculannya sendiri tidak terlalu banyak di novel ini, tapi cukup menghibur.




Alih Bahasa dan Desain Kover

Seperti biasa, novel-novel terjemahan dari Grup Haru selalu memuaskan. Lancar dan enak dibaca. Sayang sekali, di novel ini lumayan banyak typo. Lumayan di sini sudah sampai ke titik mengganggu kenyamanan membaca. Misalnya saja, ketinggalan akhiran, kata yang tercetak dua kali dalam satu kalimat, dan salah menyebutkan nama tokoh. Misal, seperti di halaman 327,di situ tercetak kalau Shan Shan yang mengucapkan dialog, padahal yang ngomong sebenarnya Feng Yue. Juga di halaman 386, lagi-lagi salah menyebutkan nama tokoh. Aku harus bolak-balik baca bagian itu hingga akhirnya aku sampai pada kesimpulan kalau itu typo 😓


Untuk desain kover, aku nggak ada masalah. Ciri khasnya Haru banget, kover dengan desain dan warna yang girly dan instagrammable, ditambah dengan bookmark yang unyu-unyu sebagai pelengkapnya. Tapi, kalau boleh jujur, aku lebih suka desain kovernya Love O2O sih. Warnanya lebih cantik dan eye-catchy. Hehehe...

Final Verdict


Overall: 🌟🌟🌟☆ (3.5 of 5 🌟)

Simpulan

Secara keseluruhan, aku cukup suka sama novel Boss and Me ini. Meski alur ceritanya biasa saja, novel ini cukup menghibur karena gaya bahasanya yang ringan dan lucu. Karakternya pun menyenangkan, terutama Xue Shan Shan yang sederhana dan polos tapi realistis.

Jika dibandingkan dengan Love O2O, aku lebih suka dengan novel ini. Mungkin karena permasalahan yang dihadapi oleh para tokohnya sedikit lebih dewasa dibandingkan dengan di Love O2O, jadinya aku lebih relate.

Betewe, yang sudah baca Love O2O, pasti bakalan senang deh kalau baca novel ini, soalnya ada penampilan cameo dari Tuan Dewa a.k.a Xiao Nai dan Wei Wei plus kedua anaknya loh. Tuan Dewa bakal bersaing ketat dengan Bos Besar untuk menentukan siapakah yang layak disebut sebagai suami idaman. Kalian bakal pilih yang mana? 😆😂




Rekomendasi

Secara konten, novel ini masih aman-aman aja sih. Adegan-adegan mesranya nggak digambarkan secara eksplisit sehingga nggak sampai bikin panas dingin (((panas dingin 😂😂😂))). Cuman, karena tokohnya adalah pekerja kantoran, dengan permasalahan yang biasa dihadapi oleh orang dewasa, aku lebih merekomendasikan novel ini untuk para pembaca usia 18 tahun ke atas. Novel ini juga aku rekomendasikan untuk para pecinta novel romance, dan mereka yang lagi butuh refreshing setelah kebanyakan baca novel-novel bertema berat.

So, guys, gimana dengan kalian? Sudah baca novel ini atau belum? Kalo sudah, what do you think of it? Kalau belum, kalian tertarik untuk baca novel ini juga? Let me know ya 😉


Hope this helps,

Gita 💖😘


Mungkin kamu mau baca ini juga:
Let's be friends 😊

Instagram || Vigo Video || Twitter || Facebook || Goodreads