SOCIAL MEDIA


First post in 2018! Yaaaaay 🎉🎉🎉

Seharusnya tulisan ini aku posting akhir tahun kemarin, tapi dua mingguan ini aku mager banget mau foto-foto 😅

Jadi, sepanjang tahun 2017 kemarin aku berhasil baca 40 buku. Suatu prestasi tersendiri mengingat kecepatan bacaku yang bersaing ketat sama siput 🐌😂 Genre yang kupilih kebanyakan high fantasy karena genre ini memang favoritku, tapi aku juga baca beberapa buku dari genre contemporary, romance, teenlit, bahkan Wattpad.

Omong-omong soal Wattpad, tahun ini kayaknya kita dibombardir sama novel-novel jebolan Wattpad lokal ya. Aku sendiri sudah baca tiga novel dari penulis Wattpad lokal, dan harus kukatakan kualitasnya belum ada yang bikin aku terkesan, apalagi sampai hangover. Meski begitu, aku sudah berencana untuk membaca beberapa judul dari novel Wattpad yang highly recommended berdasarkan review dari teman-teman sesama bookworm. Tapi, sebelum itu, aku harus membabat dulu timbunan sisa 2017 kemarin 😆😆😆

[Baca juga: Resensi Loving the Pain]

Nah, sebelum mukadimahnya semakin panjang, ini dia tujuh novel terbaik tahun 2017 versi aku.


1. I Want to Eat Your Pancreas - Sumino Yoru

I Want to Eat Your Pancreas langsung menarik perhatianku gara-gara judulnya yang unik dan agak seram itu. Tapi, isinya ternyata nggak seseram judulnya. Sebaliknya, isi novel ini benar-benar indah. Tema yang diangkat Sumino-sensei terbilang berat, yaitu kematian, tapi penulis berhasil mengemasnya sedemikian rupa sehingga isinya jauh dari kesan suram. Dan banyak kutipan yang bagus dan bijak di novel ini dan bikin kita merenungkan kembali makna kehidupan.


2. The Young Elites - Marie Lu

The Young Elites adalah buku pertama karya Marie Lu yang aku baca. Novel high fantasy ini benar-benar kelam. Plotnya yang kuat serta para tokoh yang gelap dan tragis bikin aku susah banget berhenti baca novel ini. And the twist! Lu betul-betul berhasil bikin aku ternganga dengan ending yang nggak pernah aku duga sama sekali dan sukses menjadikan aku penggemar setianya.

3. The Forbidden Wish - Jessica Khoury

Premis novel The Forbidden Wish karya Jessica Khoury ini sebenarnya unik. Novel retelling dongeng Aladdin pun belum pernah ada, setidaknya sejauh yang aku tahu. Dua poin ini saja cukup untuk bikin aku ngebet banget kepengen baca novel ini. Sayangnya, plot novel ini sedikit di bawah ekspektasiku. Tapi, diksi di novel ini indah sekali. Alih bahasanya sangat halus dan romantis, bikin aku betah banget baca novel ini.

4. Illuminae - Amie Kaufman & Jay Kristoff

Aku sebenarnya jarang baca novel-novel genre science fiction. Bukannya nggak suka, hanya saja dibutuhkan konsentrasi tinggi untuk membaca novel dari genre ini karena banyaknya istilah science yang sering bikin aku roaming berat. Tak terkecuali novel Illuminae ini. Tapi, novel ini memang keren banget sih. Format yang unik, plot yang mendebarkan, karakter yang menarik, seting luar angkasa plus pesawat luar angkasanya, dan didukung oleh ilustrasi yang keren banget bikin novel ini wajib banget kamu baca, apalagi kalau kamu suka sama genre fiksi ilmiah. Buku ini memang tebal dan, seperti yang kubilang, penuh dengan istilah teknis yang bikin otakku keriting ting ting ting, tapi aku puas banget sama ceritanya dan sudah nggak sabar nunggu sekuelnya, Gemina 😍

5. A Court of Wings and Ruin - Sarah J. Maas

Yang kenal aku, pasti sudah hafal banget kalau aku penggemar berat serial A Court of Thorns and Roses karya Sarah J. Maas. Jujur saja, aku lebih suka buku keduanya, A Court of Mist and Fury a.k.a ACOMAF, tapi buku ketiganya ini, ACOWAR, keren banget. Berbeda dengan ACOMAF yang lebih banyak aksi spionase (((spionase 😂))) Feyre dan Rhys, di ACOWAR ini isinya benar-benar perang, perang, dan perang. Aku seneng banget akhirnya bisa melihatatau membaca, lebih tepatnyaCassian di medan perang. Pokoknya novel ini intens banget. Aku sukak 💗💗💗

Betewe, kabarnya ACOTAR bakalan terbit terjemahannya tahun ini. Mudah-mudahan nggak berenti di tengah jalan yak, soalnya serial ini jumlahnya DELAPAN buku, termasuk dua novella 😅

6. The Wrath and the Dawn - Renee Ahdieh


Inilah novel yang bikin aku hangover seminggu penuh setelah selesai baca. Sama seperti The Forbidden Wish, novel retelling dongeng 1001 Malam ini menggunakan diksi yang indah mendayu-dayu. Aku terlena banget bacanya. Tapi, yang bikin aku klepek-klepek setengah mati sampai susah move on itu tak lain dan tak bukan adalah Khalid sang Raja Bocah. Maaaaak Khalid-jan memang bisa banget bikin hati meleleh. Uh 💋😍💓


7. The Heartbroken Heartbreaker - Sam Madison 


Novel jebolan Wattpad karya penulis Filipina ini benar-benar di luar ekspektasiku. Aku baca novel ini awalnya cuman karena penasaran saja dengan eksekusi dan ending ceritanya, tapi ternyata novel ini bagus. Premis besarnya memang mainstream banget, tapi konflik para tokohnya-lah yang menarik. 
Aku sudah pernah bahas novel ini panjang lebar. Baca ya 😊

[Baca juga: Resensi The Heartbroken Heartbreaker]

Resolusi 2018

Tahun ini aku menargetkan membaca dua buku setiap bulan atau 24-25 buku dalam satu tahun ini. Memang lebih sedikit dari tahun kemarin, soalnya aku sadar kecepatan bacaku akhir-akhir ini menurun drastis. Selain itu, aku juga mau lebih meningkatkan produktivitas blogku ini. Aku ingin lebih sering menulis resensi dan hal-hal lain yang masih berhubungan dengan buku. Lalu, karena aku juga membaca buku-buku berbahasa Inggris, aku berniat untuk pelan-pelan mulai menulis resensi dalam bahasa Inggris, terutama untuk buku-buku impor. Dan terakhir, aku menetapkan hati untuk mengerem nafsu belanja bukuku dan lebih memprioritaskan membeli buku-buku yang sudah ada di daftar wishlist-ku, terutama buku-buku impor yang kebanyakan beranak-pinak 😅 Semoga tercapai semua resolusiku. Amiiin 🙏

Itu dia tujuh novel terbaik tahun 2017 versi aku dan resolusiku di tahun 2018. Adakah novel di daftar ini yang belum kamu baca? Atau malah sudah baca semuanya? Dan apa resolusimu tahun ini? Komen-komen di bawah yaaa~ 😘


Love,


Gita 😉

[Bookish Talk] 7 Best Books I Read in 2017 + Resolution for 2018

03 January 2018


First post in 2018! Yaaaaay 🎉🎉🎉

Seharusnya tulisan ini aku posting akhir tahun kemarin, tapi dua mingguan ini aku mager banget mau foto-foto 😅

Jadi, sepanjang tahun 2017 kemarin aku berhasil baca 40 buku. Suatu prestasi tersendiri mengingat kecepatan bacaku yang bersaing ketat sama siput 🐌😂 Genre yang kupilih kebanyakan high fantasy karena genre ini memang favoritku, tapi aku juga baca beberapa buku dari genre contemporary, romance, teenlit, bahkan Wattpad.

Omong-omong soal Wattpad, tahun ini kayaknya kita dibombardir sama novel-novel jebolan Wattpad lokal ya. Aku sendiri sudah baca tiga novel dari penulis Wattpad lokal, dan harus kukatakan kualitasnya belum ada yang bikin aku terkesan, apalagi sampai hangover. Meski begitu, aku sudah berencana untuk membaca beberapa judul dari novel Wattpad yang highly recommended berdasarkan review dari teman-teman sesama bookworm. Tapi, sebelum itu, aku harus membabat dulu timbunan sisa 2017 kemarin 😆😆😆

[Baca juga: Resensi Loving the Pain]

Nah, sebelum mukadimahnya semakin panjang, ini dia tujuh novel terbaik tahun 2017 versi aku.


1. I Want to Eat Your Pancreas - Sumino Yoru

I Want to Eat Your Pancreas langsung menarik perhatianku gara-gara judulnya yang unik dan agak seram itu. Tapi, isinya ternyata nggak seseram judulnya. Sebaliknya, isi novel ini benar-benar indah. Tema yang diangkat Sumino-sensei terbilang berat, yaitu kematian, tapi penulis berhasil mengemasnya sedemikian rupa sehingga isinya jauh dari kesan suram. Dan banyak kutipan yang bagus dan bijak di novel ini dan bikin kita merenungkan kembali makna kehidupan.


2. The Young Elites - Marie Lu

The Young Elites adalah buku pertama karya Marie Lu yang aku baca. Novel high fantasy ini benar-benar kelam. Plotnya yang kuat serta para tokoh yang gelap dan tragis bikin aku susah banget berhenti baca novel ini. And the twist! Lu betul-betul berhasil bikin aku ternganga dengan ending yang nggak pernah aku duga sama sekali dan sukses menjadikan aku penggemar setianya.

3. The Forbidden Wish - Jessica Khoury

Premis novel The Forbidden Wish karya Jessica Khoury ini sebenarnya unik. Novel retelling dongeng Aladdin pun belum pernah ada, setidaknya sejauh yang aku tahu. Dua poin ini saja cukup untuk bikin aku ngebet banget kepengen baca novel ini. Sayangnya, plot novel ini sedikit di bawah ekspektasiku. Tapi, diksi di novel ini indah sekali. Alih bahasanya sangat halus dan romantis, bikin aku betah banget baca novel ini.

4. Illuminae - Amie Kaufman & Jay Kristoff

Aku sebenarnya jarang baca novel-novel genre science fiction. Bukannya nggak suka, hanya saja dibutuhkan konsentrasi tinggi untuk membaca novel dari genre ini karena banyaknya istilah science yang sering bikin aku roaming berat. Tak terkecuali novel Illuminae ini. Tapi, novel ini memang keren banget sih. Format yang unik, plot yang mendebarkan, karakter yang menarik, seting luar angkasa plus pesawat luar angkasanya, dan didukung oleh ilustrasi yang keren banget bikin novel ini wajib banget kamu baca, apalagi kalau kamu suka sama genre fiksi ilmiah. Buku ini memang tebal dan, seperti yang kubilang, penuh dengan istilah teknis yang bikin otakku keriting ting ting ting, tapi aku puas banget sama ceritanya dan sudah nggak sabar nunggu sekuelnya, Gemina 😍

5. A Court of Wings and Ruin - Sarah J. Maas

Yang kenal aku, pasti sudah hafal banget kalau aku penggemar berat serial A Court of Thorns and Roses karya Sarah J. Maas. Jujur saja, aku lebih suka buku keduanya, A Court of Mist and Fury a.k.a ACOMAF, tapi buku ketiganya ini, ACOWAR, keren banget. Berbeda dengan ACOMAF yang lebih banyak aksi spionase (((spionase 😂))) Feyre dan Rhys, di ACOWAR ini isinya benar-benar perang, perang, dan perang. Aku seneng banget akhirnya bisa melihatatau membaca, lebih tepatnyaCassian di medan perang. Pokoknya novel ini intens banget. Aku sukak 💗💗💗

Betewe, kabarnya ACOTAR bakalan terbit terjemahannya tahun ini. Mudah-mudahan nggak berenti di tengah jalan yak, soalnya serial ini jumlahnya DELAPAN buku, termasuk dua novella 😅

6. The Wrath and the Dawn - Renee Ahdieh


Inilah novel yang bikin aku hangover seminggu penuh setelah selesai baca. Sama seperti The Forbidden Wish, novel retelling dongeng 1001 Malam ini menggunakan diksi yang indah mendayu-dayu. Aku terlena banget bacanya. Tapi, yang bikin aku klepek-klepek setengah mati sampai susah move on itu tak lain dan tak bukan adalah Khalid sang Raja Bocah. Maaaaak Khalid-jan memang bisa banget bikin hati meleleh. Uh 💋😍💓


7. The Heartbroken Heartbreaker - Sam Madison 


Novel jebolan Wattpad karya penulis Filipina ini benar-benar di luar ekspektasiku. Aku baca novel ini awalnya cuman karena penasaran saja dengan eksekusi dan ending ceritanya, tapi ternyata novel ini bagus. Premis besarnya memang mainstream banget, tapi konflik para tokohnya-lah yang menarik. 
Aku sudah pernah bahas novel ini panjang lebar. Baca ya 😊

[Baca juga: Resensi The Heartbroken Heartbreaker]

Resolusi 2018

Tahun ini aku menargetkan membaca dua buku setiap bulan atau 24-25 buku dalam satu tahun ini. Memang lebih sedikit dari tahun kemarin, soalnya aku sadar kecepatan bacaku akhir-akhir ini menurun drastis. Selain itu, aku juga mau lebih meningkatkan produktivitas blogku ini. Aku ingin lebih sering menulis resensi dan hal-hal lain yang masih berhubungan dengan buku. Lalu, karena aku juga membaca buku-buku berbahasa Inggris, aku berniat untuk pelan-pelan mulai menulis resensi dalam bahasa Inggris, terutama untuk buku-buku impor. Dan terakhir, aku menetapkan hati untuk mengerem nafsu belanja bukuku dan lebih memprioritaskan membeli buku-buku yang sudah ada di daftar wishlist-ku, terutama buku-buku impor yang kebanyakan beranak-pinak 😅 Semoga tercapai semua resolusiku. Amiiin 🙏

Itu dia tujuh novel terbaik tahun 2017 versi aku dan resolusiku di tahun 2018. Adakah novel di daftar ini yang belum kamu baca? Atau malah sudah baca semuanya? Dan apa resolusimu tahun ini? Komen-komen di bawah yaaa~ 😘


Love,


Gita 😉