SOCIAL MEDIA



 ðŸŒ¸ Detail Buku ðŸŒ¸

Penyunting: Ayuning
Penyelaras Aksara: Herliana Isdianti, Selsa Chyntia
Desainer Sampul: Chyntia Yanetha
Penata Sampul: @teguhra
Penerbit: Haru
Cetakan I: Oktober 2017
Halaman: 290
ISBN: 978-602-6383-20-4
Harga: IDR 50.150

🌸 Blurb ðŸŒ¸


Ini kisah cinta yang biasa. Tentang tida orang sahabat. Tentang mereka yang memendam perasaan masing-masing.

Shun, Kotoha, dan Shinji sudah berteman sejak kecil. Sampai suatu saat, Shinji tiba-tiba memutuskan untuk menghilang dari kehidupan mereka tanpa memberi kabar secuil pun.

Setelah lima tahun berlalu, Kotoha masih menunggu Shinji pulang. Sementara itu, Shun menunggu Kotoha melupakan pria itu. Namun, mau sampai kapan mereka saling menunggu?

Mereka hanya bisa berharap, kisah cinta yang biasa ini tidak berakhir dengan penyesalan.

🌸 Sinopsis 🌸

Ini adalah kisah tentang sepasang sahabat yang terjebak di masa lalu. Kehilangan sahabat mereka membuat mereka seperti membeku dan kesulitan untuk melanjutkan hidup.

Kotoha, seorang gadis yang kehilangan sahabat sekaligus kekasihnya, terus mencari dan mencari selama lima tahun ini, namun tanpa hasil. Dia larut dalam kesedihan dan penyesalan karena merasa dirinyalah yang menyebabkan kepergian kekasihnya itu.

Shun, yang selalu setia di sisi Kotoha sejak kecil, hanya dapat diam melihat sahabatnya yang semakin hari semakin tenggelam dalam lautan keputusasaan. Dia pun tak dapat berbuat apa-apa untuk cintanya yang tak berbalas, karena Kotoha selalu diam setiap kali dia mengungkapkan perasaannya.

Shinji, sang sahabat yang hilang, entah apa yang terjadi padanya. Kotoha dan Shun tak pernah tahu apa yang membuatnya pergi meninggalkan mereka begitu saja. Yang jelas, kepergiannya meninggalkan lubang menganga di hati mereka masing-masing.

Ketika datang orang yang siap mengisi kekosongan dalam hati mereka, siapkah mereka untuk menerima, lalu melepas masa lalu itu untuk selamanya? Dan bagaimana dengan Shinji? Apakah dia akan tetap menghilang dari hidup Shun dan Kotoha ataukah justru kembali pada mereka?

🌸 Ulasan ðŸŒ¸

Oke, maapkeun diriku yang entah kenapa jadi bikin sinopsis mendayu-dayu gitu. Mohon salahkan penulisnya, karena membangkitkan jiwa melankolis dalam diriku 😝😹

Sejujurnya, novel ini di luar ekspektasiku. Waktu baca blurb-nya, aku menyangka bakalan ketemu tokoh-tokoh yang berkutat dalam friend zone, cinta segi tiga, saingan cinta, de el el de es be ge. Tapi, ternyata novel ini jauh lebih dalam dari sekadar kisah cinta bertepuk sebelah tangan.

Setiap tokoh punya masalahnya masing-masing. Selain harus menghadapi kehilangan sahabat mereka, Kotoha dan Shun juga punya konflik yang nggak kalah bikin hati nyesek. Tapi, semua konflik itu bermuara pada satu hal: tidak mampu melepaskan masa lalu sehingga sulit melanjutkan hidup.

Yang paling susah move on itu jelas Kotoha ya. Nungguin Shinji selama lima tahun itu uwow banget menurutku. Padahal ada Shun yang setia banget nungguin dia. Tapi, yang nyebelinnya, si Kotoha ini tuh ngegantung Shun. Nerima kagak, nolak juga kagak. Kan 😡😡😡Shun juga, mau-maunya digituin. Sabar banget nemenin Kotoha. Saking sabarnya, aku malah jadi geregetan 😑😒

Tapi, semakin jauh cerita berjalan, aku semakin paham, kenapa Kotoha seperti ini dan Shun seperti itu, dan apa arti Shinji bagi mereka berdua. Dan semakin jelas latar belakang mereka, semakin baperlah aku.

Untungnya, ada Aki dan Hayato yang seakan menjadi penyemangat dan sumber keceriaan dalam novel melankolis ini. Aku juga menikmati setting dunia kerja yang dihadirkan dalam novel ini. Masalah-masalah yang dihadapi Aki dan Shun dalam pekerjaan mereka menjadi semacam penyegar dari konflik susah move on yang mendominasi novel ini.

Satu nilai moral yang aku dapat setelah baca novel A Thing Called Us ini, yaitu: move on itu penting banget, gaes! Beneran deh. Lupain ajalah si dia yang ninggalin kamu seenak jidatnya itu. Mending nyari yang lain aja deh (ini resensi apa biro konsultasi percintaan sih? 😆)

🌸 Karakter ðŸŒ¸

Minami Shun seorang pemuda yang datar dan dingin. Tumbuh besar dalam keluarga yang masih terbilang kolot, membuatnya lebih sering bersikap diam.

Hoshino Kotoha adalah gadis yang sangat pemalu. Latar belakang keluarganya yang tidak seperti orang kebanyakan membuat dirinya sering menjadi bahan perbincangan orang-orang di sekitarnya. Hanya pada Shinji dan Shun saja dia mau membuka diri.

Umino Shinji adalah sahabat Shun dan Kotoha yang menghilang. Di sepanjang novel ini, sosoknya bagaikan hantu tapi sekaligus menjadi benang merah yang menghubungkan para tokoh.

Yamamoto Aki adalah rekan kerja Shun. Dia seorang gadis yang selalu ceria dan penuh semangat. Atasannya sering menyebutnya mirip bapak-bapak karena dia suka mengeluh di tempat kerja, tapi, sebenarnya Aki punya sifat yang baik dan sangat perhatian. Oya, Aki adalah tokoh favoritku. Nggak tau kenapa, aku langsung suka aja gitu pas pertama kali dia diperkenalkan dalam novel ini.

Suzuki Hayato adalah atasan Aki. Aki sering sebal pada Hayato karena pria ini terlalu santai dan playboy banget. Hayato sebenarnya sangat tampan, bahkan Aki saja mengakui itu. Sayang, karena ke-playboy-annya itu, Aki jadi illfeel ðŸ˜‚😂😂

🌸 Editing dan Desain Sampul ðŸŒ¸

Penulisan novel ini bagus sekali. Background Jepang-nya sangat terasa. Dari mulai adat-istiadat, kuliner, arsitektur tradisional, bahkan cara bicara para tokoh pun persis seperti orang Jepang. Novel ini menggambarkan wawasan penulis yang sangat luas terhadap budaya Jepang. Kalau lagi baca novel ini, aku selalu lupa kalau novel ini bukan novel terjemahan dan penulisnya orang Indonesia.



Ada beberapa typo yang aku temukan, tapi nggak sampai mengganggu kelancaran baca. Penyertaan catatan kaki juga sangat membantu dalam memahami istilah-istilah dalam bahasa Jepang. Oya, ngomong-ngomong soal typo, novel yang dikirimkan padaku ini nggak ada bab 20-nya loh. Jadi, dari bab 19 langsung loncat ke bab 21. Untungnya, urutan halamannya sesuai aja, jadi nggak ada drama missing pages.

Desain sampulnya sederhana dan minimalis, tapi cantik. Dengan warna yang didominasi abu-abu dan cokelat, ditambah tangkai bunga sakura (?), secara keseluruhan kovernya ini sangat mewakili suasana sendu dalam novel ini. Ukuran bookmark-nya juga oke. Nggak terlalu kecil, jadi kalo ketelisut, gampang dicarinya 😁

🌸 Overall ðŸŒ¸

A Thing Called Us merupakan karya pertama dari Andry Setiawan yang aku baca. Jadi aku nggak bisa membandingkan novel ini dengan karya-karyanya yang sebelumnya. Tapi, dari review teman-teman sesama pecinta buku, penulis sepertinya memang hobi nulis cerita sendu yang bikin para pembacanya termehek-mehek, karena novel-novel sebelumnya juga feel-nya sendu gitu. Aku terutama suka sekali dengan gaya penulisannya yang mengalir. Walaupun plotnya lambat, tetep bisa bikin aku penasaran dan nggak bosan bacanya. Cuman emang sih, aku agak nggak sabar menunggu kejelasan apakah Shinji bakal muncul apa nggak sehingga aku akhirnya intip-intip dikit ending-nya. Dalam hal ini, aku salut sama Shun dan Kotoha yang sabar banget bertahan selama lima tahun nungguin Shinji. Kalo aku mah kagak bisa qaqaaa~ >o<

🌸 Final Verdict ðŸŒ¸


🌸 Rekomendasi ðŸŒ¸

Kalau kamu suka atau lagi kepengen ber-baper ria, baca deh novel sendu ini. Dijamin, setelah baca novel ini, kamu bakal mendadak mendayu-dayu, kayak sinopsisku di atas 😁

🔅〰 〰 〰🔅

Terima kasih buat Penerbit Haru yang sudah memberiku kesempatan untuk jadi salah satu blog tour host novel A Thing Called Us ini. Semoga kita bisa bekerja sama kembali di lain kesempatan J

🌸 Giveaway ðŸŒ¸



Nah, sekarang kita sudah sampai di bagian yang paling ditunggu-tungu nih, yaituuu giveaway tiiimmme 😆😆😆 Di akhir blog tour nanti, akan ada kuis berupa Finding Words di Fans Page Penerbit Haru. Sebelumnya, ikuti dulu rules-nya ya.

  1. Follow akun medsos Penerbit Haru IG @penerbitharu, Twitter @penerbitharu, Fans Page Penerbit Haru (wajib).
  2. Follow akun medsosku IG @gitaputeri.y dan Twitter @gitaputeri_y (tidak wajib)
  3. Kamu juga boleh banget loh kalau mau follow blog ini via e-mail atau Google. Siapa tau kaaan besok-besok aku ngadain giveaway lagi. Hihihi… 😁
  4. Kumpulkan clue yang berserakan di blog para blog tour host. Daftar blognya bisa kamu lihat di banner di atas ya. Clue dariku adalah:
Siapa nama atasan Aki?

Nah, jelas banget, kan, clue dariku. Kalo kamu menyimak resensiku di atas, pasti langsung tau deh apa jawabannya 😘

Tuliskan jawabanmu di Fans Page Penerbit Haru. Jadi, jawabnya bukan di sini dan nggak sekarang ya ^_^


That’s all, guys. Good luck!



XOXO,

Gita

[Resensi] A Thing Called Us – Andry Setiawan: Blog Tour + Giveaway

28 November 2017



 ðŸŒ¸ Detail Buku ðŸŒ¸

Penyunting: Ayuning
Penyelaras Aksara: Herliana Isdianti, Selsa Chyntia
Desainer Sampul: Chyntia Yanetha
Penata Sampul: @teguhra
Penerbit: Haru
Cetakan I: Oktober 2017
Halaman: 290
ISBN: 978-602-6383-20-4
Harga: IDR 50.150

🌸 Blurb ðŸŒ¸


Ini kisah cinta yang biasa. Tentang tida orang sahabat. Tentang mereka yang memendam perasaan masing-masing.

Shun, Kotoha, dan Shinji sudah berteman sejak kecil. Sampai suatu saat, Shinji tiba-tiba memutuskan untuk menghilang dari kehidupan mereka tanpa memberi kabar secuil pun.

Setelah lima tahun berlalu, Kotoha masih menunggu Shinji pulang. Sementara itu, Shun menunggu Kotoha melupakan pria itu. Namun, mau sampai kapan mereka saling menunggu?

Mereka hanya bisa berharap, kisah cinta yang biasa ini tidak berakhir dengan penyesalan.

🌸 Sinopsis 🌸

Ini adalah kisah tentang sepasang sahabat yang terjebak di masa lalu. Kehilangan sahabat mereka membuat mereka seperti membeku dan kesulitan untuk melanjutkan hidup.

Kotoha, seorang gadis yang kehilangan sahabat sekaligus kekasihnya, terus mencari dan mencari selama lima tahun ini, namun tanpa hasil. Dia larut dalam kesedihan dan penyesalan karena merasa dirinyalah yang menyebabkan kepergian kekasihnya itu.

Shun, yang selalu setia di sisi Kotoha sejak kecil, hanya dapat diam melihat sahabatnya yang semakin hari semakin tenggelam dalam lautan keputusasaan. Dia pun tak dapat berbuat apa-apa untuk cintanya yang tak berbalas, karena Kotoha selalu diam setiap kali dia mengungkapkan perasaannya.

Shinji, sang sahabat yang hilang, entah apa yang terjadi padanya. Kotoha dan Shun tak pernah tahu apa yang membuatnya pergi meninggalkan mereka begitu saja. Yang jelas, kepergiannya meninggalkan lubang menganga di hati mereka masing-masing.

Ketika datang orang yang siap mengisi kekosongan dalam hati mereka, siapkah mereka untuk menerima, lalu melepas masa lalu itu untuk selamanya? Dan bagaimana dengan Shinji? Apakah dia akan tetap menghilang dari hidup Shun dan Kotoha ataukah justru kembali pada mereka?

🌸 Ulasan ðŸŒ¸

Oke, maapkeun diriku yang entah kenapa jadi bikin sinopsis mendayu-dayu gitu. Mohon salahkan penulisnya, karena membangkitkan jiwa melankolis dalam diriku 😝😹

Sejujurnya, novel ini di luar ekspektasiku. Waktu baca blurb-nya, aku menyangka bakalan ketemu tokoh-tokoh yang berkutat dalam friend zone, cinta segi tiga, saingan cinta, de el el de es be ge. Tapi, ternyata novel ini jauh lebih dalam dari sekadar kisah cinta bertepuk sebelah tangan.

Setiap tokoh punya masalahnya masing-masing. Selain harus menghadapi kehilangan sahabat mereka, Kotoha dan Shun juga punya konflik yang nggak kalah bikin hati nyesek. Tapi, semua konflik itu bermuara pada satu hal: tidak mampu melepaskan masa lalu sehingga sulit melanjutkan hidup.

Yang paling susah move on itu jelas Kotoha ya. Nungguin Shinji selama lima tahun itu uwow banget menurutku. Padahal ada Shun yang setia banget nungguin dia. Tapi, yang nyebelinnya, si Kotoha ini tuh ngegantung Shun. Nerima kagak, nolak juga kagak. Kan 😡😡😡Shun juga, mau-maunya digituin. Sabar banget nemenin Kotoha. Saking sabarnya, aku malah jadi geregetan 😑😒

Tapi, semakin jauh cerita berjalan, aku semakin paham, kenapa Kotoha seperti ini dan Shun seperti itu, dan apa arti Shinji bagi mereka berdua. Dan semakin jelas latar belakang mereka, semakin baperlah aku.

Untungnya, ada Aki dan Hayato yang seakan menjadi penyemangat dan sumber keceriaan dalam novel melankolis ini. Aku juga menikmati setting dunia kerja yang dihadirkan dalam novel ini. Masalah-masalah yang dihadapi Aki dan Shun dalam pekerjaan mereka menjadi semacam penyegar dari konflik susah move on yang mendominasi novel ini.

Satu nilai moral yang aku dapat setelah baca novel A Thing Called Us ini, yaitu: move on itu penting banget, gaes! Beneran deh. Lupain ajalah si dia yang ninggalin kamu seenak jidatnya itu. Mending nyari yang lain aja deh (ini resensi apa biro konsultasi percintaan sih? 😆)

🌸 Karakter ðŸŒ¸

Minami Shun seorang pemuda yang datar dan dingin. Tumbuh besar dalam keluarga yang masih terbilang kolot, membuatnya lebih sering bersikap diam.

Hoshino Kotoha adalah gadis yang sangat pemalu. Latar belakang keluarganya yang tidak seperti orang kebanyakan membuat dirinya sering menjadi bahan perbincangan orang-orang di sekitarnya. Hanya pada Shinji dan Shun saja dia mau membuka diri.

Umino Shinji adalah sahabat Shun dan Kotoha yang menghilang. Di sepanjang novel ini, sosoknya bagaikan hantu tapi sekaligus menjadi benang merah yang menghubungkan para tokoh.

Yamamoto Aki adalah rekan kerja Shun. Dia seorang gadis yang selalu ceria dan penuh semangat. Atasannya sering menyebutnya mirip bapak-bapak karena dia suka mengeluh di tempat kerja, tapi, sebenarnya Aki punya sifat yang baik dan sangat perhatian. Oya, Aki adalah tokoh favoritku. Nggak tau kenapa, aku langsung suka aja gitu pas pertama kali dia diperkenalkan dalam novel ini.

Suzuki Hayato adalah atasan Aki. Aki sering sebal pada Hayato karena pria ini terlalu santai dan playboy banget. Hayato sebenarnya sangat tampan, bahkan Aki saja mengakui itu. Sayang, karena ke-playboy-annya itu, Aki jadi illfeel ðŸ˜‚😂😂

🌸 Editing dan Desain Sampul ðŸŒ¸

Penulisan novel ini bagus sekali. Background Jepang-nya sangat terasa. Dari mulai adat-istiadat, kuliner, arsitektur tradisional, bahkan cara bicara para tokoh pun persis seperti orang Jepang. Novel ini menggambarkan wawasan penulis yang sangat luas terhadap budaya Jepang. Kalau lagi baca novel ini, aku selalu lupa kalau novel ini bukan novel terjemahan dan penulisnya orang Indonesia.



Ada beberapa typo yang aku temukan, tapi nggak sampai mengganggu kelancaran baca. Penyertaan catatan kaki juga sangat membantu dalam memahami istilah-istilah dalam bahasa Jepang. Oya, ngomong-ngomong soal typo, novel yang dikirimkan padaku ini nggak ada bab 20-nya loh. Jadi, dari bab 19 langsung loncat ke bab 21. Untungnya, urutan halamannya sesuai aja, jadi nggak ada drama missing pages.

Desain sampulnya sederhana dan minimalis, tapi cantik. Dengan warna yang didominasi abu-abu dan cokelat, ditambah tangkai bunga sakura (?), secara keseluruhan kovernya ini sangat mewakili suasana sendu dalam novel ini. Ukuran bookmark-nya juga oke. Nggak terlalu kecil, jadi kalo ketelisut, gampang dicarinya 😁

🌸 Overall ðŸŒ¸

A Thing Called Us merupakan karya pertama dari Andry Setiawan yang aku baca. Jadi aku nggak bisa membandingkan novel ini dengan karya-karyanya yang sebelumnya. Tapi, dari review teman-teman sesama pecinta buku, penulis sepertinya memang hobi nulis cerita sendu yang bikin para pembacanya termehek-mehek, karena novel-novel sebelumnya juga feel-nya sendu gitu. Aku terutama suka sekali dengan gaya penulisannya yang mengalir. Walaupun plotnya lambat, tetep bisa bikin aku penasaran dan nggak bosan bacanya. Cuman emang sih, aku agak nggak sabar menunggu kejelasan apakah Shinji bakal muncul apa nggak sehingga aku akhirnya intip-intip dikit ending-nya. Dalam hal ini, aku salut sama Shun dan Kotoha yang sabar banget bertahan selama lima tahun nungguin Shinji. Kalo aku mah kagak bisa qaqaaa~ >o<

🌸 Final Verdict ðŸŒ¸


🌸 Rekomendasi ðŸŒ¸

Kalau kamu suka atau lagi kepengen ber-baper ria, baca deh novel sendu ini. Dijamin, setelah baca novel ini, kamu bakal mendadak mendayu-dayu, kayak sinopsisku di atas 😁

🔅〰 〰 〰🔅

Terima kasih buat Penerbit Haru yang sudah memberiku kesempatan untuk jadi salah satu blog tour host novel A Thing Called Us ini. Semoga kita bisa bekerja sama kembali di lain kesempatan J

🌸 Giveaway ðŸŒ¸



Nah, sekarang kita sudah sampai di bagian yang paling ditunggu-tungu nih, yaituuu giveaway tiiimmme 😆😆😆 Di akhir blog tour nanti, akan ada kuis berupa Finding Words di Fans Page Penerbit Haru. Sebelumnya, ikuti dulu rules-nya ya.

  1. Follow akun medsos Penerbit Haru IG @penerbitharu, Twitter @penerbitharu, Fans Page Penerbit Haru (wajib).
  2. Follow akun medsosku IG @gitaputeri.y dan Twitter @gitaputeri_y (tidak wajib)
  3. Kamu juga boleh banget loh kalau mau follow blog ini via e-mail atau Google. Siapa tau kaaan besok-besok aku ngadain giveaway lagi. Hihihi… 😁
  4. Kumpulkan clue yang berserakan di blog para blog tour host. Daftar blognya bisa kamu lihat di banner di atas ya. Clue dariku adalah:
Siapa nama atasan Aki?

Nah, jelas banget, kan, clue dariku. Kalo kamu menyimak resensiku di atas, pasti langsung tau deh apa jawabannya 😘

Tuliskan jawabanmu di Fans Page Penerbit Haru. Jadi, jawabnya bukan di sini dan nggak sekarang ya ^_^


That’s all, guys. Good luck!



XOXO,

Gita

🌿 Detail Buku ðŸŒ¿

Penerbit: Laksana
Penyunting: Diara Oso
Penyelaras Akhir: RaiN
Ilustrator: Khi-Khi Kiara
Tata Sampul: Amalina
Tata Isi: Violetta
Pracetak: Wardi
Cetakan I: 2017
ISBN: 978-602-407-207-0

🌿 Blurb ðŸŒ¿


🌿 Sinopsis ðŸŒ¿

Sejak mengalami kecelakaan, Alisha jadi sering mendengar suara-suara musik. Suara lonceng, gesekan biola, petikan harpa, hingga dentingan piano yang memainkan nada “Fur Elise”, salah satu lagu kesukaan Alisha. Tak seorang pun yang bisa mendengar suara-suara itu kecuali Alisha. Hal ini diperparah dengan mimpi buruk yang dialami Alisha hampir setiap malam. Itu membuatnya kebingungan.

Ketika ia menceritakan masalah ini pada ayahnya, ayahnya memutuskan untuk membawa Alisha ke psikiater. Diagnosa sementara, mimpi buruk dan suara-suara yang didengar Alisha adalah akibat dari kecelakaan yang dialaminya. Tapi, mengapa mimpi dan suara-suara musik itu terasa nyata sekali? Dan wanita pirang dan bermata biru itu, siapa dia? Mengapa Alisha sering sekali melihat wanita itu di dalam mimpi-mimpinya? Alisha bahkan melihat wanita itu di ruang keluarganya! Apakah ini ilusi, ataukah kenyataan?

🌿 Ulasan ðŸŒ¿

Sejujurnya, horor bukan genre pilihanku. Soalnya, aku penakut banget. Tapi, pas liat cover dan ilustrasi novel ini, aku jadi tertarik buat baca.

Aku cukup suka dengan gaya bercerita si penulis. Memang, sih, pendeskripsiannya kurang mendetail, tapi, berhubung POV-nya dari seorang anak SD, hal ini dapat dimaklumi. Plotnya pun enak buat diikuti walaupun termasuk lambat untuk seleraku.


Untuk tingkat keseramannya, sih, jujur saja, masih kurang. Selama baca novel ini, aku nggak merinding atau jadi mikir yang gimana-gimana, gitu. Tapi, misterinya-lah yang paling bikin aku penasaran. Siapa si wanita berambut pirang itu? Kenapa Alisha selalu mendengar musik-musik itu? Apa semua kejadian ini hanyalah masalah psikologis saja atau ada sesuatu yang lebih dari itu? Pertanyaan-pertanyaan itulah yang membuatku kesuliatan meletakkan novel ini.



🌿 Editing dan Desain Sampul ðŸŒ¿

Ukuran font di novel ini nggak terlalu besar atau pun terlalu kecil. Nyaman-nyaman aja dibaca mataku yang minus ini. Typo nyaris nggak ada. Jadi, membantu banget dalam proses membaca.

Untuk desain sampulnya, sebenarnya, cover-nya ini terlalu cantik dan kiyut untuk ukuran sebuah novel horor. Ilustrasinya cukup bagus, seperti manga Jepang. Tapi, menurutku, warna cover-nya lah yang bisa bikin orang salah mengira kalau ini novel romance. Soalnya, warnanya pink ungu cantik gituh. Tapi, intinya, aku suka sama cover-nya ini. Kan, cover novel horor nggak mesti seram, kan, ya? Hehehe…

🌿 Final Verdict ðŸŒ¿

Plot: 🌟🌟🌟★ (3.5/5)
Karakter:🌟🌟🌟 (3/5)
Editing:🌟🌟🌟🌟 (4/5)
Desain Sampul:🌟🌟🌟🌟 (4/5)

Overall:🌟🌟🌟★ (3.5/5)

🌿 Rekomendasi ðŸŒ¿

Kalau kamu suka sama cerita horor dan misteri, cobain deh baca novel ini. Novel ini juga bisa dibaca remaja usia 13+ sampai dewasa.

[Resensi] Moonlight's Lullaby – Khi-Khi Kiara

15 November 2017


🌿 Detail Buku ðŸŒ¿

Penerbit: Laksana
Penyunting: Diara Oso
Penyelaras Akhir: RaiN
Ilustrator: Khi-Khi Kiara
Tata Sampul: Amalina
Tata Isi: Violetta
Pracetak: Wardi
Cetakan I: 2017
ISBN: 978-602-407-207-0

🌿 Blurb ðŸŒ¿


🌿 Sinopsis ðŸŒ¿

Sejak mengalami kecelakaan, Alisha jadi sering mendengar suara-suara musik. Suara lonceng, gesekan biola, petikan harpa, hingga dentingan piano yang memainkan nada “Fur Elise”, salah satu lagu kesukaan Alisha. Tak seorang pun yang bisa mendengar suara-suara itu kecuali Alisha. Hal ini diperparah dengan mimpi buruk yang dialami Alisha hampir setiap malam. Itu membuatnya kebingungan.

Ketika ia menceritakan masalah ini pada ayahnya, ayahnya memutuskan untuk membawa Alisha ke psikiater. Diagnosa sementara, mimpi buruk dan suara-suara yang didengar Alisha adalah akibat dari kecelakaan yang dialaminya. Tapi, mengapa mimpi dan suara-suara musik itu terasa nyata sekali? Dan wanita pirang dan bermata biru itu, siapa dia? Mengapa Alisha sering sekali melihat wanita itu di dalam mimpi-mimpinya? Alisha bahkan melihat wanita itu di ruang keluarganya! Apakah ini ilusi, ataukah kenyataan?

🌿 Ulasan ðŸŒ¿

Sejujurnya, horor bukan genre pilihanku. Soalnya, aku penakut banget. Tapi, pas liat cover dan ilustrasi novel ini, aku jadi tertarik buat baca.

Aku cukup suka dengan gaya bercerita si penulis. Memang, sih, pendeskripsiannya kurang mendetail, tapi, berhubung POV-nya dari seorang anak SD, hal ini dapat dimaklumi. Plotnya pun enak buat diikuti walaupun termasuk lambat untuk seleraku.


Untuk tingkat keseramannya, sih, jujur saja, masih kurang. Selama baca novel ini, aku nggak merinding atau jadi mikir yang gimana-gimana, gitu. Tapi, misterinya-lah yang paling bikin aku penasaran. Siapa si wanita berambut pirang itu? Kenapa Alisha selalu mendengar musik-musik itu? Apa semua kejadian ini hanyalah masalah psikologis saja atau ada sesuatu yang lebih dari itu? Pertanyaan-pertanyaan itulah yang membuatku kesuliatan meletakkan novel ini.



🌿 Editing dan Desain Sampul ðŸŒ¿

Ukuran font di novel ini nggak terlalu besar atau pun terlalu kecil. Nyaman-nyaman aja dibaca mataku yang minus ini. Typo nyaris nggak ada. Jadi, membantu banget dalam proses membaca.

Untuk desain sampulnya, sebenarnya, cover-nya ini terlalu cantik dan kiyut untuk ukuran sebuah novel horor. Ilustrasinya cukup bagus, seperti manga Jepang. Tapi, menurutku, warna cover-nya lah yang bisa bikin orang salah mengira kalau ini novel romance. Soalnya, warnanya pink ungu cantik gituh. Tapi, intinya, aku suka sama cover-nya ini. Kan, cover novel horor nggak mesti seram, kan, ya? Hehehe…

🌿 Final Verdict ðŸŒ¿

Plot: 🌟🌟🌟★ (3.5/5)
Karakter:🌟🌟🌟 (3/5)
Editing:🌟🌟🌟🌟 (4/5)
Desain Sampul:🌟🌟🌟🌟 (4/5)

Overall:🌟🌟🌟★ (3.5/5)

🌿 Rekomendasi ðŸŒ¿

Kalau kamu suka sama cerita horor dan misteri, cobain deh baca novel ini. Novel ini juga bisa dibaca remaja usia 13+ sampai dewasa.