SOCIAL MEDIA


Yuhuuu, Timbuneeers πŸ™‹


Nggak kerasa udah masuk minggu ketiga aja yak. Dan bentar lagi Lebaraaaaan. Bentar lagi dapat te-ha-eeerrr. Bisa beli buku lagiiiii. Yeeeaaaaay #plak #ingettimbunanwoooi πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚


Jadi, selama bulan kemarin kamu sudah belanja buku apa aja? Sudah sejauh mana keberhasilanmu dalam menambah tinggi timbunan te-be-er kamu? Aku? Nggak banyak. Cuman nambah sebelas novel aja kok #kalem πŸ˜— Tapi, tapi, lima dari sebelas buku itu freebies, kok. Jadi, total aku cuman beli enam novel aja dua bulan kemarin, plus buku anak buat Arya dan Fidel.


Yang paling berkesan selama Mei kemarin adalah aku akhirnya bisa memeluk novel yang sudah kunanti-nanti sejak tahun lalu. Trus, beberapa novel yang sudah lama jadi wishlist kenceng aku dapat dengan harga supermiring. Dan terakhir, aku dapat bookish stuff gratis hasil menang giveaway. Aku hepiiiii 😍😍😍


Jadi, apa aja yang sudah aku dapat dua bulan kemarin? Here we go!


Freebies



1. Fix You by Vanillametzy

Mini review ==>

#BacaBarengFixYou with @readersquad.id Day: 4, #IGBookReview πŸ“‘Fix You ✒@vanillametzy 🏠@loveable.redaksi πŸ“–339 πŸ”’15+ ⭐3/5 . Aldi si badboy dan Maura si ketua kelas. Tiap kali ketemu, pasti deh bertengkar macam Tom & Jerry. Aldi yg selalu bersikap seenaknya kerap kali bikin Maura sebal sampe ke ubun2. Tapi, siapa sangka, dibalik sikap mereka yg terkesan tangguh, ternyata mereka sama2 menyimpan luka hati yg sulit terobati. . Awal membaca novel ini, terus terang aku nggak masang ekspektasi tinggi. I was like, oh, okay, I'm too old for this. Yet, surprisingly, I like it. Interaksi Aldi dgn teman2nya kocak bgt. Begitu pun interaksi keluarga Derova yg anti-mainstream abis. Di sepanjang novel ini, aku sering ketawa sendiri. Tokoh2nya aku suka, walopun cara mereka ngadepin masalah sering bikin aku memutar bola mata (blame my old soul πŸ˜„πŸ˜†). Konflik yg dibangun khas remaja, yaitu berkisar masalah cinta, teman, dan sekolah. Nothing too serious. Meski demikian, twist-nya cukup bikin aku terkejut, dan aku suka itu. . Yg aku ga suka dari novel ini adalah sumpah serapah yg bertebaran, baik itu diucapkan dgn nada bercanda atau benar2 buat memaki. Again, my old soul couldn't stand it 😒 Trus, PDA di lingkungan sekolah? Wow, zaman aku sekolah dulu, itu pelanggaran berat. Well, sebagai pembaca dewasa, I wouldn't mind those scenes. Tapi, ini buku kan genrenya teenfic. Khawatirnya bakal dicontoh sama remaja. And for me, if my children do that, I will ground them forever πŸ˜€πŸ‘Ώ . Utk masalah teknis, aku sering ketemu typo di novel ini. Trus banyak juga kalimat yg kayaknya ada ketinggalan kata, sehingga bikin kalimat itu jadi aneh. . Overall, aku cukup suka sama novel ini. Aku rekomendasikan buat pembaca remaja atau yg lagi butuh bahan bacaan ringan. . Makasih banyak buat @loveable.redaksi atas kesempatan yg diberikan buat kami #ReaderSquad, yg dalam kesempatan ini adalah aku dan 2 orang temanku @irarizvi_ & @fanbookgirlbali, utk mengulas novel unyu ini. Moga lain kali kita bisa kerja sama lagi ya 😘 . . #RakNovelGita #penerbitloveable #vanillametzy #booktour #bookish #bookish_indonesia #bookdragon #bibliophile #bookworm #booklover #bookstagram #bookstagramindonesia #wattpad
A post shared by Rak Novel Gita (@gitaputeri.y) on

Novel ini dikirimkan oleh Penerbit Loveable untuk event Baca Bareng with Reader Squad di Instagram. Aku dan dua orang temanku dipilih sebagai perwakilan dari Reader Squad untuk event ini. Harusnya buku ini aku terima pertengahan Mei kemarin, tapi, karena ada kendala di ekspedisinya, jadilah baru kuterima awal Juni. Oya, jangan lupa buat ikutan event-nya di Instagramku @gitaputeri.y ya. Cek banner di side bar blog ini untuk tahu jadwal lengkapnya πŸ˜‰

2. I Want to Eat Your Pancreas by Sumino Yoru




Aku memang sudah niat beli novel ini karena tertarik banget sama judulnya yang unik itu. Tapi, aku nggak sengaja liat pengumuman pencarian host blog tour buat novel ini lewat di linimasa Twitter-ku. Langsung deh aku daftar. Siapa tau kepilih. Eh, ternyata beneran kepilih. Alhamdulillah. Novel ini bagus deh, beneran. Aku suka banget sama narasi dan dialog tokoh-tokohnya. Quotable banget. Buat yang penasaran, baca dulu resensiku untuk novel ini ya 😊


3. Majo & Sady Vol. 1 by Jung Chul Yeon




Aku dan sembilan book blogger lainnya diminta oleh Penerbit Haru untuk jadi host blog tour K-Toon Majo & Sady Vol. 1 dan 2. Aku seneng banget karena kembali dipercaya oleh Haru buat jadi host blog tour untuk salah satu buku mereka. K-Toon ini recommended lho, soalnya kocak banget. Dijamin bisa menghibur kamu yang lagi suntuk.


4. The Forbidden Wish by Jessica Khoury


Mini review ==>

[Review #ForbiddenWish Day 7] #FinalReview #IGBookReview . Judul: The Forbidden Wish Penulis: Jessica Khoury Penerjemah: Mustika Penerbit: Spring Rate: 17+ ⭐: 3,8 . Ini novel #retelling dongeng 1001 Malam ke-2 yg aku baca stlh The Wrath & the Dawn (yg msh blm berhasil kutamatin πŸ˜…). Aku selalu tertarik dgn novel2 yg bersetting gegurunan & budaya Arab. Buatku, mereka punya pesona tersendiri. . πŸŽ€(+) Kelebihan utama novel ini ada pd diksinya yg puitis nan indah. Terjemahannya bagus sekali. Bikin pembaca terhanyut, & dlm kasusku, bikin persediaan sticky notes-ku menipis saking banyaknya quotes yg kutandain πŸ˜‚ Selain itu, premisnya pun unik. Alih2 bercerita tentang Aladdin & Putri Jasmine, penulis justru berfokus pada sang jin. Jin-nya cewek, lagi. Bikin tambah penasaran, kan πŸ˜‰ Utk plot, termasuk lambat, menurutku, tapi aku cukup suka. Kadar romance & fantasinya berimbang sehingga ceritanya enak buat diikuti. . πŸŽ€(-) Ending-nya predictable, tapi, untungnya TIDAK klise. Utk karakternya, kurang eksplorasi, terutama Aladdin. Di sini, tokoh Aladdin sangat berbeda dgn Aladdin yg selama ini kita kenal melalui Disney. Aladdin di sini nuansanya lebih dewasa, hot, bad boy, & sukses bikin pembaca cewek jejeritan histeris (iya, aku juga πŸ˜†πŸ˜‚). Sayangnya, hanya sampai di situ, tanpa ada pendalaman lebih jauh lagi. Padahal, Aladdin karakter yg sangat menarik. Sulifer & Darian sbg tokoh antagonis pun aku rasa kadar villain-nya masih kurang, alias kurang kejam πŸ˜†πŸ˜†πŸ˜† . πŸŽ€Overall, aku cukup suka sama novel ini. Penulis berhasil memberikan warna baru pada salah satu dongeng yg paling terkenal ini. Aku rekomendasikan novel ini buat kamu pecinta kisah retelling, romance, & fantasi. . "...Always, in the end, everything returns to dust." . Terima kasih buat teman2 #bookstagramer #ForbiddenWishBookTour @caramelmachiato91 @sulhanhabibi @maret.bookish & @farissadrawnbybooks atas kerja samanya. Foto kalian keren2 😘 Terima kasih jg kpd @penerbitspring atas kesempatan yg diberikan kpd-ku utk menjadi salah satu bookstagramer novel cantik ini. Semoga kita bisa bekerja sama kembali di lain waktu 😍😊 . #RakNovelGita #ReaderSquad #BacaBarengTheForbiddenWish #RSmainprojectTFW #bookstagram
A post shared by Rak Novel Gita (@gitaputeri.y) on


Kalo ada novel yang aku kepengen banget April kemarin, The Forbidden Wish-lah jawabannya. Beruntungnya, aku dipilih oleh Penerbit Spring jadi salah satu host book tour event untuk novel ini. Reaksiku waktu itu loncat-loncat sambil jejeritan heboh. Arya dan Fidel sampai bengong ngeliatin emaknya ketawa-tawa sendiri πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚


5. Loving the Pain by Rara Ayu


Resensi ==> Loving the Pain


Novel ini dikirimkan oleh Penerbit Histeria untuk event Obrolin Buku di Instagram. Aku nggak akan ngomong banyak, soalnya aku udah tulis resensinya. Langsung aja baca ya πŸ˜ƒ


Haul




1. Caraval by Stephanie Garber, Rp. 63.000,-


Beli di Gudang Mizan Banjarmasin


Novel ini hype banget sejak Maret kemarin. Di mana-mana aku liat orang pada ngulas novel ini di IG mereka. Bahkan nggak sedikit yang nge-rave. Aku kan penasaran jadinya πŸ˜† Kebetulan banget Reader Squad jadiin novel ini sebagai main project bulan Mei kemarin, jadi aku langsung beli. Dan ternyata... aku belum selesai baca sampai sekarang. Hahahaha πŸ˜†πŸ˜…


2. The Streaming Staircase by Jonathan Stroud, Rp. 30.000,-


3. Clockwork Angel by Cassandra Clare, Rp. 50.000,-


4. Clockwork Prince by Cassandra Clare, Rp. 50.000,-


5. Clockwork Princess by Cassandra Clare, Rp. 50.000,-


Beli di Instagram @alikascorner


Empat novel di atas bekas semua tapi masih mulusss. Harganya miring banget, kan. Dan karena memang sudah ada di daftar wishlist-ku, langsung aku borong dah πŸ˜„πŸ˜„πŸ˜„


6. A Court of Wings and Ruin by Sarah J. Maas, versi hardcover, Rp. 268.000,-


Beli di Periplus

Mini review ==>


#IGBookReview πŸ“‘A Court of Wings and Ruin ✒Sarah J. Maas πŸ“–705 ⭐4.9/5 . "A nightmare, I'd told Tamlin. I was the nightmare."-pg. 50 . When I heard this series will continue next year, I didn't know what to say. I started it as a trilogy, so I expected to meet the end of FeySand's story in ACOWAR and prepared myself to say good bye to them. But, when I finished this book, I realized I didn't want to say good bye just yet. There are so many possibilities left open, questions to be answered. . . In the end of ACOMAF, Feyre promised to destroy Spring Court from within. I expected some badass stunts from her while playing espionage. But I admitted I was a bit dissapointed. However, when Rhysand and his inner circle joined the show, I quickly forgot the dissapointment. . Quite different from ACOMAF, ACOWAR is all about war. The war, murder, slicing each other, Maas described all of them quite graphically. And the cliffhanger... well, it almost killed me πŸ˜‚ And Cassian in a battle field was ah-may-zing 😍 I really hope he'll get his own book. And Tamlin... I didn't like him in ACOTAR, and I hated him in ACOMAF. But in ACOWAR, well, I think I understand him. . One thing I love about ACOWAR is that the friendship between Feyre & Lucien was recovered. I love their interaction in ACOTAR, so I welcome their scenes gladly in this book. . The downside is just too many bed-scenes of FeySand. I understand they're mate and all, but I want them to pull heroic action some more other than just throw-off-the-clothes-and-head-on-to-the-bed thing πŸ˜… Sorry, guys, it's just my opinion 😘 . All in all, I love ACOWAR. But I have to admit that I love ACOMAF more. Can't wait for the 4th book of this series. . Let's join this challenge, guys @andinigt @caramelmachiato91 😘 . #RakNovelGita #bibliophile #bookworm #booklover #readingchallenge_bookishmay #bookstagram #bookstagramindonesia #bookstagrammer #bookstagrammerindonesia #MaggieChen2ndAnniv
A post shared by Rak Novel Gita (@gitaputeri.y) on



Tanggal 2 Mei 2017 jadi hari yang ditunggu-tunggu para penggemar serial ACOTAR di seluruh dunia. Secara ya ACOWAR yang sudah dinanti selama setahun akhirnya terbit. Para bookstagrammer bule bahkan sampai count down d-days dan ngadain giveaway yang hadiahnya berhubungan dengan ACOTAR series untuk menyambut hari rilisnya novel ini. Aku jelas ikutan juga dong giveaway mereka, tapi, sayang, nggak menang semua πŸ˜„πŸ˜…


7. Boardbook buat Arya dan Fidel, @Rp. 15.000,-


Beli di Gudang Mizan Banjarmasin


Arya sebentar lagi masuk sekolah, jadi aku rasa sudah saatnya buat mengenalkan buku ke dia. Aku mau nularin kegemaran baca buku ke anak-anakku supaya bukan emaknya aja yang jadi bookworm, anaknya juga 😁




8. Booksleeve dari @thelitetree.co


Nah, ini dia bookish thing yang aku sebut-sebut di atas tadi. Aku sudah lama kepengen booksleeve, soalnya aku kalo pergi-pergi selalu bawa buku di tasku. Karena dijejalin di dalam tas bareng sama barang-barang yang lain, jadinya bukuku sering ketekuk. It really breaks my heart to see the wrinkled cover 😭😭😭 Aku sempet nanya-nanya di seller yang lain. Harganya sih cocok, tapi ongkirnya yang nggak cocok: lebih mahal dari booksleeve-nya, cyiiin. Padahal motifnya aku suka 😒 Mundur dulu deh. Eh, nggak taunya aku malah menang giveaway di LiteTree. Alhamdulillah, aku happy banget. Kalo udah rezeki emang nggak bakal ke mana-mana πŸ˜†πŸ˜†πŸ˜†


Booksleeve ini muat dua buku tebal atau 3-4 buku tipis. Kalo kuliat-liat, kayaknya kapasitasnya sampai seribu halaman. Sayangnya, nggak muat buat novel-novel impor yang hardcover macam ACOWAR. Kalo softcover aku nggak tau sih, soalnya nggak punya πŸ˜„

Bagian dalam booksleeve dan zipper
Bagusnya booksleeve dari LiteTree ini tuh ada zipper-nya. Jadi, bisa buat nyimpen hape atau barang-barang kecil juga tanpa takut kececer. Motifnya juga mayan unyu. Tapi, kalo boleh saran nih, tolong banyakin motif yang girly dong. Motif kayak menara Eiffel atau jam Big Ben London gitu oke juga. Warnanya juga banyakkin yang pastel cantik. Pokoknya yang girly dan unik aku suka 😍😍😍


Next, kalo ada rezeki, aku kepengen beli bookish candle mereka juga. Soalnya bagus-bagus ih, ada yang glitteran juga. Dan kata temen-temen wanginya juga enak-enak.



Nah, itu dia book haul-ku selama April-Mei kemarin. Kalo kamu, udah beli buku apa aja bulan kemarin?



Xoxo,


Gita 😘

[Bookish Talk] Book Haul April-May 2017

24 June 2017


Yuhuuu, Timbuneeers πŸ™‹


Nggak kerasa udah masuk minggu ketiga aja yak. Dan bentar lagi Lebaraaaaan. Bentar lagi dapat te-ha-eeerrr. Bisa beli buku lagiiiii. Yeeeaaaaay #plak #ingettimbunanwoooi πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚


Jadi, selama bulan kemarin kamu sudah belanja buku apa aja? Sudah sejauh mana keberhasilanmu dalam menambah tinggi timbunan te-be-er kamu? Aku? Nggak banyak. Cuman nambah sebelas novel aja kok #kalem πŸ˜— Tapi, tapi, lima dari sebelas buku itu freebies, kok. Jadi, total aku cuman beli enam novel aja dua bulan kemarin, plus buku anak buat Arya dan Fidel.


Yang paling berkesan selama Mei kemarin adalah aku akhirnya bisa memeluk novel yang sudah kunanti-nanti sejak tahun lalu. Trus, beberapa novel yang sudah lama jadi wishlist kenceng aku dapat dengan harga supermiring. Dan terakhir, aku dapat bookish stuff gratis hasil menang giveaway. Aku hepiiiii 😍😍😍


Jadi, apa aja yang sudah aku dapat dua bulan kemarin? Here we go!


Freebies



1. Fix You by Vanillametzy

Mini review ==>

#BacaBarengFixYou with @readersquad.id Day: 4, #IGBookReview πŸ“‘Fix You ✒@vanillametzy 🏠@loveable.redaksi πŸ“–339 πŸ”’15+ ⭐3/5 . Aldi si badboy dan Maura si ketua kelas. Tiap kali ketemu, pasti deh bertengkar macam Tom & Jerry. Aldi yg selalu bersikap seenaknya kerap kali bikin Maura sebal sampe ke ubun2. Tapi, siapa sangka, dibalik sikap mereka yg terkesan tangguh, ternyata mereka sama2 menyimpan luka hati yg sulit terobati. . Awal membaca novel ini, terus terang aku nggak masang ekspektasi tinggi. I was like, oh, okay, I'm too old for this. Yet, surprisingly, I like it. Interaksi Aldi dgn teman2nya kocak bgt. Begitu pun interaksi keluarga Derova yg anti-mainstream abis. Di sepanjang novel ini, aku sering ketawa sendiri. Tokoh2nya aku suka, walopun cara mereka ngadepin masalah sering bikin aku memutar bola mata (blame my old soul πŸ˜„πŸ˜†). Konflik yg dibangun khas remaja, yaitu berkisar masalah cinta, teman, dan sekolah. Nothing too serious. Meski demikian, twist-nya cukup bikin aku terkejut, dan aku suka itu. . Yg aku ga suka dari novel ini adalah sumpah serapah yg bertebaran, baik itu diucapkan dgn nada bercanda atau benar2 buat memaki. Again, my old soul couldn't stand it 😒 Trus, PDA di lingkungan sekolah? Wow, zaman aku sekolah dulu, itu pelanggaran berat. Well, sebagai pembaca dewasa, I wouldn't mind those scenes. Tapi, ini buku kan genrenya teenfic. Khawatirnya bakal dicontoh sama remaja. And for me, if my children do that, I will ground them forever πŸ˜€πŸ‘Ώ . Utk masalah teknis, aku sering ketemu typo di novel ini. Trus banyak juga kalimat yg kayaknya ada ketinggalan kata, sehingga bikin kalimat itu jadi aneh. . Overall, aku cukup suka sama novel ini. Aku rekomendasikan buat pembaca remaja atau yg lagi butuh bahan bacaan ringan. . Makasih banyak buat @loveable.redaksi atas kesempatan yg diberikan buat kami #ReaderSquad, yg dalam kesempatan ini adalah aku dan 2 orang temanku @irarizvi_ & @fanbookgirlbali, utk mengulas novel unyu ini. Moga lain kali kita bisa kerja sama lagi ya 😘 . . #RakNovelGita #penerbitloveable #vanillametzy #booktour #bookish #bookish_indonesia #bookdragon #bibliophile #bookworm #booklover #bookstagram #bookstagramindonesia #wattpad
A post shared by Rak Novel Gita (@gitaputeri.y) on

Novel ini dikirimkan oleh Penerbit Loveable untuk event Baca Bareng with Reader Squad di Instagram. Aku dan dua orang temanku dipilih sebagai perwakilan dari Reader Squad untuk event ini. Harusnya buku ini aku terima pertengahan Mei kemarin, tapi, karena ada kendala di ekspedisinya, jadilah baru kuterima awal Juni. Oya, jangan lupa buat ikutan event-nya di Instagramku @gitaputeri.y ya. Cek banner di side bar blog ini untuk tahu jadwal lengkapnya πŸ˜‰

2. I Want to Eat Your Pancreas by Sumino Yoru




Aku memang sudah niat beli novel ini karena tertarik banget sama judulnya yang unik itu. Tapi, aku nggak sengaja liat pengumuman pencarian host blog tour buat novel ini lewat di linimasa Twitter-ku. Langsung deh aku daftar. Siapa tau kepilih. Eh, ternyata beneran kepilih. Alhamdulillah. Novel ini bagus deh, beneran. Aku suka banget sama narasi dan dialog tokoh-tokohnya. Quotable banget. Buat yang penasaran, baca dulu resensiku untuk novel ini ya 😊


3. Majo & Sady Vol. 1 by Jung Chul Yeon




Aku dan sembilan book blogger lainnya diminta oleh Penerbit Haru untuk jadi host blog tour K-Toon Majo & Sady Vol. 1 dan 2. Aku seneng banget karena kembali dipercaya oleh Haru buat jadi host blog tour untuk salah satu buku mereka. K-Toon ini recommended lho, soalnya kocak banget. Dijamin bisa menghibur kamu yang lagi suntuk.


4. The Forbidden Wish by Jessica Khoury


Mini review ==>

[Review #ForbiddenWish Day 7] #FinalReview #IGBookReview . Judul: The Forbidden Wish Penulis: Jessica Khoury Penerjemah: Mustika Penerbit: Spring Rate: 17+ ⭐: 3,8 . Ini novel #retelling dongeng 1001 Malam ke-2 yg aku baca stlh The Wrath & the Dawn (yg msh blm berhasil kutamatin πŸ˜…). Aku selalu tertarik dgn novel2 yg bersetting gegurunan & budaya Arab. Buatku, mereka punya pesona tersendiri. . πŸŽ€(+) Kelebihan utama novel ini ada pd diksinya yg puitis nan indah. Terjemahannya bagus sekali. Bikin pembaca terhanyut, & dlm kasusku, bikin persediaan sticky notes-ku menipis saking banyaknya quotes yg kutandain πŸ˜‚ Selain itu, premisnya pun unik. Alih2 bercerita tentang Aladdin & Putri Jasmine, penulis justru berfokus pada sang jin. Jin-nya cewek, lagi. Bikin tambah penasaran, kan πŸ˜‰ Utk plot, termasuk lambat, menurutku, tapi aku cukup suka. Kadar romance & fantasinya berimbang sehingga ceritanya enak buat diikuti. . πŸŽ€(-) Ending-nya predictable, tapi, untungnya TIDAK klise. Utk karakternya, kurang eksplorasi, terutama Aladdin. Di sini, tokoh Aladdin sangat berbeda dgn Aladdin yg selama ini kita kenal melalui Disney. Aladdin di sini nuansanya lebih dewasa, hot, bad boy, & sukses bikin pembaca cewek jejeritan histeris (iya, aku juga πŸ˜†πŸ˜‚). Sayangnya, hanya sampai di situ, tanpa ada pendalaman lebih jauh lagi. Padahal, Aladdin karakter yg sangat menarik. Sulifer & Darian sbg tokoh antagonis pun aku rasa kadar villain-nya masih kurang, alias kurang kejam πŸ˜†πŸ˜†πŸ˜† . πŸŽ€Overall, aku cukup suka sama novel ini. Penulis berhasil memberikan warna baru pada salah satu dongeng yg paling terkenal ini. Aku rekomendasikan novel ini buat kamu pecinta kisah retelling, romance, & fantasi. . "...Always, in the end, everything returns to dust." . Terima kasih buat teman2 #bookstagramer #ForbiddenWishBookTour @caramelmachiato91 @sulhanhabibi @maret.bookish & @farissadrawnbybooks atas kerja samanya. Foto kalian keren2 😘 Terima kasih jg kpd @penerbitspring atas kesempatan yg diberikan kpd-ku utk menjadi salah satu bookstagramer novel cantik ini. Semoga kita bisa bekerja sama kembali di lain waktu 😍😊 . #RakNovelGita #ReaderSquad #BacaBarengTheForbiddenWish #RSmainprojectTFW #bookstagram
A post shared by Rak Novel Gita (@gitaputeri.y) on


Kalo ada novel yang aku kepengen banget April kemarin, The Forbidden Wish-lah jawabannya. Beruntungnya, aku dipilih oleh Penerbit Spring jadi salah satu host book tour event untuk novel ini. Reaksiku waktu itu loncat-loncat sambil jejeritan heboh. Arya dan Fidel sampai bengong ngeliatin emaknya ketawa-tawa sendiri πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚


5. Loving the Pain by Rara Ayu


Resensi ==> Loving the Pain


Novel ini dikirimkan oleh Penerbit Histeria untuk event Obrolin Buku di Instagram. Aku nggak akan ngomong banyak, soalnya aku udah tulis resensinya. Langsung aja baca ya πŸ˜ƒ


Haul




1. Caraval by Stephanie Garber, Rp. 63.000,-


Beli di Gudang Mizan Banjarmasin


Novel ini hype banget sejak Maret kemarin. Di mana-mana aku liat orang pada ngulas novel ini di IG mereka. Bahkan nggak sedikit yang nge-rave. Aku kan penasaran jadinya πŸ˜† Kebetulan banget Reader Squad jadiin novel ini sebagai main project bulan Mei kemarin, jadi aku langsung beli. Dan ternyata... aku belum selesai baca sampai sekarang. Hahahaha πŸ˜†πŸ˜…


2. The Streaming Staircase by Jonathan Stroud, Rp. 30.000,-


3. Clockwork Angel by Cassandra Clare, Rp. 50.000,-


4. Clockwork Prince by Cassandra Clare, Rp. 50.000,-


5. Clockwork Princess by Cassandra Clare, Rp. 50.000,-


Beli di Instagram @alikascorner


Empat novel di atas bekas semua tapi masih mulusss. Harganya miring banget, kan. Dan karena memang sudah ada di daftar wishlist-ku, langsung aku borong dah πŸ˜„πŸ˜„πŸ˜„


6. A Court of Wings and Ruin by Sarah J. Maas, versi hardcover, Rp. 268.000,-


Beli di Periplus

Mini review ==>


#IGBookReview πŸ“‘A Court of Wings and Ruin ✒Sarah J. Maas πŸ“–705 ⭐4.9/5 . "A nightmare, I'd told Tamlin. I was the nightmare."-pg. 50 . When I heard this series will continue next year, I didn't know what to say. I started it as a trilogy, so I expected to meet the end of FeySand's story in ACOWAR and prepared myself to say good bye to them. But, when I finished this book, I realized I didn't want to say good bye just yet. There are so many possibilities left open, questions to be answered. . . In the end of ACOMAF, Feyre promised to destroy Spring Court from within. I expected some badass stunts from her while playing espionage. But I admitted I was a bit dissapointed. However, when Rhysand and his inner circle joined the show, I quickly forgot the dissapointment. . Quite different from ACOMAF, ACOWAR is all about war. The war, murder, slicing each other, Maas described all of them quite graphically. And the cliffhanger... well, it almost killed me πŸ˜‚ And Cassian in a battle field was ah-may-zing 😍 I really hope he'll get his own book. And Tamlin... I didn't like him in ACOTAR, and I hated him in ACOMAF. But in ACOWAR, well, I think I understand him. . One thing I love about ACOWAR is that the friendship between Feyre & Lucien was recovered. I love their interaction in ACOTAR, so I welcome their scenes gladly in this book. . The downside is just too many bed-scenes of FeySand. I understand they're mate and all, but I want them to pull heroic action some more other than just throw-off-the-clothes-and-head-on-to-the-bed thing πŸ˜… Sorry, guys, it's just my opinion 😘 . All in all, I love ACOWAR. But I have to admit that I love ACOMAF more. Can't wait for the 4th book of this series. . Let's join this challenge, guys @andinigt @caramelmachiato91 😘 . #RakNovelGita #bibliophile #bookworm #booklover #readingchallenge_bookishmay #bookstagram #bookstagramindonesia #bookstagrammer #bookstagrammerindonesia #MaggieChen2ndAnniv
A post shared by Rak Novel Gita (@gitaputeri.y) on



Tanggal 2 Mei 2017 jadi hari yang ditunggu-tunggu para penggemar serial ACOTAR di seluruh dunia. Secara ya ACOWAR yang sudah dinanti selama setahun akhirnya terbit. Para bookstagrammer bule bahkan sampai count down d-days dan ngadain giveaway yang hadiahnya berhubungan dengan ACOTAR series untuk menyambut hari rilisnya novel ini. Aku jelas ikutan juga dong giveaway mereka, tapi, sayang, nggak menang semua πŸ˜„πŸ˜…


7. Boardbook buat Arya dan Fidel, @Rp. 15.000,-


Beli di Gudang Mizan Banjarmasin


Arya sebentar lagi masuk sekolah, jadi aku rasa sudah saatnya buat mengenalkan buku ke dia. Aku mau nularin kegemaran baca buku ke anak-anakku supaya bukan emaknya aja yang jadi bookworm, anaknya juga 😁




8. Booksleeve dari @thelitetree.co


Nah, ini dia bookish thing yang aku sebut-sebut di atas tadi. Aku sudah lama kepengen booksleeve, soalnya aku kalo pergi-pergi selalu bawa buku di tasku. Karena dijejalin di dalam tas bareng sama barang-barang yang lain, jadinya bukuku sering ketekuk. It really breaks my heart to see the wrinkled cover 😭😭😭 Aku sempet nanya-nanya di seller yang lain. Harganya sih cocok, tapi ongkirnya yang nggak cocok: lebih mahal dari booksleeve-nya, cyiiin. Padahal motifnya aku suka 😒 Mundur dulu deh. Eh, nggak taunya aku malah menang giveaway di LiteTree. Alhamdulillah, aku happy banget. Kalo udah rezeki emang nggak bakal ke mana-mana πŸ˜†πŸ˜†πŸ˜†


Booksleeve ini muat dua buku tebal atau 3-4 buku tipis. Kalo kuliat-liat, kayaknya kapasitasnya sampai seribu halaman. Sayangnya, nggak muat buat novel-novel impor yang hardcover macam ACOWAR. Kalo softcover aku nggak tau sih, soalnya nggak punya πŸ˜„

Bagian dalam booksleeve dan zipper
Bagusnya booksleeve dari LiteTree ini tuh ada zipper-nya. Jadi, bisa buat nyimpen hape atau barang-barang kecil juga tanpa takut kececer. Motifnya juga mayan unyu. Tapi, kalo boleh saran nih, tolong banyakin motif yang girly dong. Motif kayak menara Eiffel atau jam Big Ben London gitu oke juga. Warnanya juga banyakkin yang pastel cantik. Pokoknya yang girly dan unik aku suka 😍😍😍


Next, kalo ada rezeki, aku kepengen beli bookish candle mereka juga. Soalnya bagus-bagus ih, ada yang glitteran juga. Dan kata temen-temen wanginya juga enak-enak.



Nah, itu dia book haul-ku selama April-Mei kemarin. Kalo kamu, udah beli buku apa aja bulan kemarin?



Xoxo,


Gita 😘


Hola, everyone πŸ€—

Kali ini aku mau pamer buku-buku yang berhasil aku tuntaskan bulan Mei kemarin. Bosan, kan, kalo pamer book haul mulu (walopun entar aku bakal posting book haul juga sih 😁), jadi kali ini aku mau kasih liat book wrap-up-ku.


1. A Court of Wings and Ruin by Sarah J. Maas, ⭐: 4.9/5

#IGBookReview πŸ“‘A Court of Wings and Ruin ✒Sarah J. Maas πŸ“–705 ⭐4.9/5 . "A nightmare, I'd told Tamlin. I was the nightmare."-pg. 50 . When I heard this series will continue next year, I didn't know what to say. I started it as a trilogy, so I expected to meet the end of FeySand's story in ACOWAR and prepared myself to say good bye to them. But, when I finished this book, I realized I didn't want to say good bye just yet. There are so many possibilities left open, questions to be answered. . . In the end of ACOMAF, Feyre promised to destroy Spring Court from within. I expected some badass stunts from her while playing espionage. But I admitted I was a bit dissapointed. However, when Rhysand and his inner circle joined the show, I quickly forgot the dissapointment. . Quite different from ACOMAF, ACOWAR is all about war. The war, murder, slicing each other, Maas described all of them quite graphically. And the cliffhanger... well, it almost killed me πŸ˜‚ And Cassian in a battle field was ah-may-zing 😍 I really hope he'll get his own book. And Tamlin... I didn't like him in ACOTAR, and I hated him in ACOMAF. But in ACOWAR, well, I think I understand him. . One thing I love about ACOWAR is that the friendship between Feyre & Lucien was recovered. I love their interaction in ACOTAR, so I welcome their scenes gladly in this book. . The downside is just too many bed-scenes of FeySand. I understand they're mate and all, but I want them to pull heroic action some more other than just throw-off-the-clothes-and-head-on-to-the-bed thing πŸ˜… Sorry, guys, it's just my opinion 😘 . All in all, I love ACOWAR. But I have to admit that I love ACOMAF more. Can't wait for the 4th book of this series. . Let's join this challenge, guys @andinigt @caramelmachiato91 😘 . #RakNovelGita #bibliophile #bookworm #booklover #readingchallenge_bookishmay #bookstagram #bookstagramindonesia #bookstagrammer #bookstagrammerindonesia #MaggieChen2ndAnniv
A post shared by Rak Novel Gita (@gitaputeri.y) on

Kayaknya bulan Mei kemarin jadi bulannya ACOWAR yak. Secara ya sejauh apa pun aku scrolling down linimasa Instagram-ku, pasti adaaa aja yang mamerin buku ACOWAR-nya. Bikin aku yang waktu itu masih nunggu-nunggu kedatangan ACOWAR-ku makin mupeng dan ngebet kepengen baca πŸ˜„ Aku suka banget sama ACOWAR, tapi harus kukatakan aku lebih suka sama ACOMAF. Tapi ACOWAR tetep recommended, kok. Terutama kalo kamu sudah ngikutin serial ini sejak ACOTAR.

2. Majo & Sady Vol. 1 by Jung Chul Yeon, ⭐: 3.75/5

Resensi ==> Majo & Sady Vol.1

Ini komik-slash-novel beneran kocak sekaligus absurd. Baca ini dijamin bakalan ngakak-ngakak sendiri. Aku kepengen beli jilid duanya, tapi masih bokek. Ada yang mau nyumbang? 😁

3. The Wrath and the Dawn by Renee Ahdieh, ⭐: 5/5


Aku hangover setelah baca novel ini. Khalid unch unch unch 😚😚😚 Aku nggak akan ngomong banyak tentang novel ini sekarang, soalnya, Insya Allah, aku akan pos resensinya dalam waktu dekat.

Update: resensinya sudah aku tulis. Langsung aja klik tulisan berwarna biru di atas ya πŸ‘† 😊

4. So, I Married the Anti-fan by Kim Eun Jeong, ⭐: 3.5/5

Review coming soon.

Novel ini juga lucu. Lumayan menghibur. Si Hu Joon nyebelin banget deh ah. Resensinya masih aku garap dan akan tayang dalam waktu dekat... kalo nggak malas lupa πŸ˜„πŸ˜†

5. Loving the Pain by Rara Ayu, ⭐: 2/5

Resensi ==> Loving the Pain

Oke, bukannya jelek banget, sih, cuman menurutku novel ini bisa lebih bagus kalo dipoles lagi. Selain itu, penyuntingannya jelek. Typo-nya bertebaran, tata bahasa dan EYD-nya ancur. Bikin aku jadi tersendat-sendat bacanya πŸ˜”

Nah, itu dia buku-buku yang berhasil aku selesaikan bulan kemarin. Memang nggak banyak sih, cuman lima buku. Tapi, buat snail reader macam diriku yang biasanya cuman mampu ngabisin satu atau dua buku per bulan, berhasil membabat lima buah TBR dari timbunanku yang tinggi banget itu udah prestasi banget loh. Jadi, aku bangga dengan diriku sendiri πŸ˜„

So, gimana dengan kamu? Berapa buku yang berhasil kamu tamatin selama Mei kemarin?

Xoxo,

Gita 😘

[Wrap-up] May 2017

15 June 2017


Hola, everyone πŸ€—

Kali ini aku mau pamer buku-buku yang berhasil aku tuntaskan bulan Mei kemarin. Bosan, kan, kalo pamer book haul mulu (walopun entar aku bakal posting book haul juga sih 😁), jadi kali ini aku mau kasih liat book wrap-up-ku.


1. A Court of Wings and Ruin by Sarah J. Maas, ⭐: 4.9/5

#IGBookReview πŸ“‘A Court of Wings and Ruin ✒Sarah J. Maas πŸ“–705 ⭐4.9/5 . "A nightmare, I'd told Tamlin. I was the nightmare."-pg. 50 . When I heard this series will continue next year, I didn't know what to say. I started it as a trilogy, so I expected to meet the end of FeySand's story in ACOWAR and prepared myself to say good bye to them. But, when I finished this book, I realized I didn't want to say good bye just yet. There are so many possibilities left open, questions to be answered. . . In the end of ACOMAF, Feyre promised to destroy Spring Court from within. I expected some badass stunts from her while playing espionage. But I admitted I was a bit dissapointed. However, when Rhysand and his inner circle joined the show, I quickly forgot the dissapointment. . Quite different from ACOMAF, ACOWAR is all about war. The war, murder, slicing each other, Maas described all of them quite graphically. And the cliffhanger... well, it almost killed me πŸ˜‚ And Cassian in a battle field was ah-may-zing 😍 I really hope he'll get his own book. And Tamlin... I didn't like him in ACOTAR, and I hated him in ACOMAF. But in ACOWAR, well, I think I understand him. . One thing I love about ACOWAR is that the friendship between Feyre & Lucien was recovered. I love their interaction in ACOTAR, so I welcome their scenes gladly in this book. . The downside is just too many bed-scenes of FeySand. I understand they're mate and all, but I want them to pull heroic action some more other than just throw-off-the-clothes-and-head-on-to-the-bed thing πŸ˜… Sorry, guys, it's just my opinion 😘 . All in all, I love ACOWAR. But I have to admit that I love ACOMAF more. Can't wait for the 4th book of this series. . Let's join this challenge, guys @andinigt @caramelmachiato91 😘 . #RakNovelGita #bibliophile #bookworm #booklover #readingchallenge_bookishmay #bookstagram #bookstagramindonesia #bookstagrammer #bookstagrammerindonesia #MaggieChen2ndAnniv
A post shared by Rak Novel Gita (@gitaputeri.y) on

Kayaknya bulan Mei kemarin jadi bulannya ACOWAR yak. Secara ya sejauh apa pun aku scrolling down linimasa Instagram-ku, pasti adaaa aja yang mamerin buku ACOWAR-nya. Bikin aku yang waktu itu masih nunggu-nunggu kedatangan ACOWAR-ku makin mupeng dan ngebet kepengen baca πŸ˜„ Aku suka banget sama ACOWAR, tapi harus kukatakan aku lebih suka sama ACOMAF. Tapi ACOWAR tetep recommended, kok. Terutama kalo kamu sudah ngikutin serial ini sejak ACOTAR.

2. Majo & Sady Vol. 1 by Jung Chul Yeon, ⭐: 3.75/5

Resensi ==> Majo & Sady Vol.1

Ini komik-slash-novel beneran kocak sekaligus absurd. Baca ini dijamin bakalan ngakak-ngakak sendiri. Aku kepengen beli jilid duanya, tapi masih bokek. Ada yang mau nyumbang? 😁

3. The Wrath and the Dawn by Renee Ahdieh, ⭐: 5/5


Aku hangover setelah baca novel ini. Khalid unch unch unch 😚😚😚 Aku nggak akan ngomong banyak tentang novel ini sekarang, soalnya, Insya Allah, aku akan pos resensinya dalam waktu dekat.

Update: resensinya sudah aku tulis. Langsung aja klik tulisan berwarna biru di atas ya πŸ‘† 😊

4. So, I Married the Anti-fan by Kim Eun Jeong, ⭐: 3.5/5

Review coming soon.

Novel ini juga lucu. Lumayan menghibur. Si Hu Joon nyebelin banget deh ah. Resensinya masih aku garap dan akan tayang dalam waktu dekat... kalo nggak malas lupa πŸ˜„πŸ˜†

5. Loving the Pain by Rara Ayu, ⭐: 2/5

Resensi ==> Loving the Pain

Oke, bukannya jelek banget, sih, cuman menurutku novel ini bisa lebih bagus kalo dipoles lagi. Selain itu, penyuntingannya jelek. Typo-nya bertebaran, tata bahasa dan EYD-nya ancur. Bikin aku jadi tersendat-sendat bacanya πŸ˜”

Nah, itu dia buku-buku yang berhasil aku selesaikan bulan kemarin. Memang nggak banyak sih, cuman lima buku. Tapi, buat snail reader macam diriku yang biasanya cuman mampu ngabisin satu atau dua buku per bulan, berhasil membabat lima buah TBR dari timbunanku yang tinggi banget itu udah prestasi banget loh. Jadi, aku bangga dengan diriku sendiri πŸ˜„

So, gimana dengan kamu? Berapa buku yang berhasil kamu tamatin selama Mei kemarin?

Xoxo,

Gita 😘

🌸 Detail Buku


🌸 Blurb



🌸 Sinopsis

"Cinta itu bukan siapa yang kuat maka dialah yang bertahan. Tapi cinta adalah siapa yang ikhlas maka dialah yang menang."

Risa Kirana, seorang karyawan berusia 24 tahun, hanya menginginkan kehidupan yang tenang bersama putranya, Kayhan, yang baru berumur 5 tahun. Risa menjalani hidupnya dengan riang dan penuh semangat. Namun, segalanya mulai berubah sejak dia bertemu dengan CEO perusahan tempat dia bekerja.

Javier Cana Gomez adalah seorang pria yang sukses meskipun usianya masih muda, 27 tahun. Dia tampan dan berkuasa sehingga banyak wanita yang menginginkan dirinya. Namun sayang, sepertinya dia tidak tertarik.

Risa dan Javier bertemu secara tak sengaja. Risa ternyata bekerja di perusahaan tempat Javier menjadi CEO-nya. Sejak pertemuan pertama mereka, Javier sudah merasakan ketertarikan yang tak biasa pada Risa. Ketertarikannya semakin meningkat seiring interaksi mereka yang semakin sering, hingga pada akhirnya Javier memutuskan untuk menjadikan Risa miliknya.

Apakah Risa menerima sang pria idaman? Ternyata tidak. Risa tidak membutuhkan pria. Setidaknya, tidak untuk saat ini. Tapi, Javier sangat gigih dalam mengejarnya sehingga sering kali membuat Risa kelimpungan sendiri. Ditambah lagi, Kayhan sangat menyukai si ‘Om Api’ ini. Setelah mempertimbangkan segalanya, Risa akhirnya menerima Javier.

Risa berharap dia bisa memulai hidup baru yang bahagia bersama Javier dan Kayhan. Akan tetapi, sejumlah rahasia masa lalu justru terkuak. Rahasia-rahasia pahit yang mengancam kebahagiaan Risa dan Javier. Kembalinya orang-orang dari masa lalu mereka membuat situasi menjadi semakin sulit, sehingga keadaan tersebut memaksa Risa mengambil keputusan-keputusan yang sulit dan menyakitkan.

πŸ€πŸ€πŸ€

🌸 What I ❤

Aku suka dengan kemampuan penulisnya dalam merangkai kata-kata sehingga menjadi untaian kalimat yang indah. Ide ceritanya pun lumayan bagus. Hanya saja memang masih perlu dipoles lagi agar lebih halus.

🌸 What I πŸ’”

Ada beberapa poin yang menjadi catatanku selama membaca novel ini.

1. Untuk karakter, harus kuakui, mereka gagal membuatku terpesona. Javier bikin aku pengen makan batako saking sebelnya, dan Risa bikin aku pengen garuk-garuk tembok pakai garu saking geregetannya dengan sikap dan keputusannya. Sedangkan untuk tokoh figurannya, sayang sekali, nggak ada yang berkesan buatku.

2. Terlalu banyak konflik dan drama tapi minim emosi. Novel ini tebal, tapi pendalaman emosi setiap tokoh masih kurang. Padahal dengan sekian banyaknya konflik, emosi para tokoh bisa lebih dieksplorasi lagi. Menurutku akan lebih bagus jika konfliknya fokus pada satu atau dua hal namun dieksplorasi secara mendalam sehingga bangunan cerita dan karakternya lebih kuat.

3. Terlalu banyak adegan dewasa, padahal  menurutku adegan-adegan itu nggak ngaruh sama sekali buat jalan cerita. Dua atau tiga adegan ciuman dan adegan ranjang nggak masalah buatku. Tapi, kalau hot scene-nya hanya berjarak 2-3 lembar dari hot scene sebelumnya bagiku itu terlalu berlebihan.

4. Penulis terlalu sering menggunakan kata "entahlah" dan "sudahlah" ketika sedang mendeskripsikan suasana atau alur berpikir sang tokoh sehingga bikin narasinya ngambang. Terus terang, ini cukup disayangkan. Sebab, saat aku lagi serius-seriusnya memahami para karakter, tiba-tiba penjelasan itu berhenti di tengah jalan, yang mana itu bikin aku bingung.

5. Di awal-awal, aku merasa plotnya terlalu cepat berpindah-pindah sehingga bikin aku bingung dan pusing. Untungnya, di pertengahan cerita hal ini membaik.

6. Untuk scene-scene yang sangat penting dan yang mendekati klimaks, penulis justru memilih untuk melewatkannya dan hanya menjelaskannya melalui dialog para tokoh. Ini sangat disayangkan, sebab jika penulis lebih mengeksplorasi bagian-bagian tersebut, menurutku akan menjadi poin lebih yang akan menguatkan cerita dalam novel ini.

7. Untuk segi teknis, mohon maaf, dengan sangat terpaksa harus kukatakan, bahwa penyuntingannya nggak bagus, kalau nggak mau dibilang ancur. Mulai dari typo yang bertebaran hingga tata bahasa dan EYD yang berantakan. Ini benar-benar mengganggu dan memperlambat proses membaca. Sebab, setiap kali aku nemu typo atau tata bahasa yang nggak sesuai, mau nggak mau aku langsung terhenti bacanya sambil mikir.

8. Nggak ada label DEWASA pada novel ini, padahal novel ini jelas untuk 21+. Aku berharap ini menjadi perhatian pihak penerbit. Menurutku label pada novel sangat penting karena ini yang menjadi acuan bagi para pembaca untuk menyeleksi bahan bacaan yang sesuai dengan umur mereka.

🌸 Cover

Pertama kali liat kovernya, entah kenapa aku teringat sama novel-novelnya Marga T. yang terbit tahun '80-'90an. Kesannya jadul banget πŸ˜„ Aku nggak terlalu suka sama desainnya, tapi aku suka sama warna kuningnya yang kalem.

🌸 Overall

In my humble opinion, novel ini memang masih banyak kekurangannya, tapi, bukan berarti aku nggak menghargai karya penulis. Bagaimanapun juga, bukanlah suatu hal yang mudah untuk melahirkan sebuah karya. Namun demikian, sebuah karya perlu melalui berbagai proses dan polesan agar dapat dinikmati oleh para pembaca. Dalam hal ini, peran editor tentu sangat vital. Kritikanku di sini bukan hinaan, melainkan saran yang aku harap dapat membangun ke arah yang positif. Semoga ke depannya nanti, penulis mampu melahirkan karya yang lebih baik lagi. SEMANGAT! πŸ’ͺπŸ’ͺπŸ’ͺ

🌸 Final verdict


🌸 Rekomendasi

Aku merekomendasikan novel ini buat kamu yang suka dengan cerita roman dengan bumbu drama keluarga yang kental.


Xoxo,

Gita 😘

[Resensi] Loving the Pain - Rara Ayu


🌸 Detail Buku


🌸 Blurb



🌸 Sinopsis

"Cinta itu bukan siapa yang kuat maka dialah yang bertahan. Tapi cinta adalah siapa yang ikhlas maka dialah yang menang."

Risa Kirana, seorang karyawan berusia 24 tahun, hanya menginginkan kehidupan yang tenang bersama putranya, Kayhan, yang baru berumur 5 tahun. Risa menjalani hidupnya dengan riang dan penuh semangat. Namun, segalanya mulai berubah sejak dia bertemu dengan CEO perusahan tempat dia bekerja.

Javier Cana Gomez adalah seorang pria yang sukses meskipun usianya masih muda, 27 tahun. Dia tampan dan berkuasa sehingga banyak wanita yang menginginkan dirinya. Namun sayang, sepertinya dia tidak tertarik.

Risa dan Javier bertemu secara tak sengaja. Risa ternyata bekerja di perusahaan tempat Javier menjadi CEO-nya. Sejak pertemuan pertama mereka, Javier sudah merasakan ketertarikan yang tak biasa pada Risa. Ketertarikannya semakin meningkat seiring interaksi mereka yang semakin sering, hingga pada akhirnya Javier memutuskan untuk menjadikan Risa miliknya.

Apakah Risa menerima sang pria idaman? Ternyata tidak. Risa tidak membutuhkan pria. Setidaknya, tidak untuk saat ini. Tapi, Javier sangat gigih dalam mengejarnya sehingga sering kali membuat Risa kelimpungan sendiri. Ditambah lagi, Kayhan sangat menyukai si ‘Om Api’ ini. Setelah mempertimbangkan segalanya, Risa akhirnya menerima Javier.

Risa berharap dia bisa memulai hidup baru yang bahagia bersama Javier dan Kayhan. Akan tetapi, sejumlah rahasia masa lalu justru terkuak. Rahasia-rahasia pahit yang mengancam kebahagiaan Risa dan Javier. Kembalinya orang-orang dari masa lalu mereka membuat situasi menjadi semakin sulit, sehingga keadaan tersebut memaksa Risa mengambil keputusan-keputusan yang sulit dan menyakitkan.

πŸ€πŸ€πŸ€

🌸 What I ❤

Aku suka dengan kemampuan penulisnya dalam merangkai kata-kata sehingga menjadi untaian kalimat yang indah. Ide ceritanya pun lumayan bagus. Hanya saja memang masih perlu dipoles lagi agar lebih halus.

🌸 What I πŸ’”

Ada beberapa poin yang menjadi catatanku selama membaca novel ini.

1. Untuk karakter, harus kuakui, mereka gagal membuatku terpesona. Javier bikin aku pengen makan batako saking sebelnya, dan Risa bikin aku pengen garuk-garuk tembok pakai garu saking geregetannya dengan sikap dan keputusannya. Sedangkan untuk tokoh figurannya, sayang sekali, nggak ada yang berkesan buatku.

2. Terlalu banyak konflik dan drama tapi minim emosi. Novel ini tebal, tapi pendalaman emosi setiap tokoh masih kurang. Padahal dengan sekian banyaknya konflik, emosi para tokoh bisa lebih dieksplorasi lagi. Menurutku akan lebih bagus jika konfliknya fokus pada satu atau dua hal namun dieksplorasi secara mendalam sehingga bangunan cerita dan karakternya lebih kuat.

3. Terlalu banyak adegan dewasa, padahal  menurutku adegan-adegan itu nggak ngaruh sama sekali buat jalan cerita. Dua atau tiga adegan ciuman dan adegan ranjang nggak masalah buatku. Tapi, kalau hot scene-nya hanya berjarak 2-3 lembar dari hot scene sebelumnya bagiku itu terlalu berlebihan.

4. Penulis terlalu sering menggunakan kata "entahlah" dan "sudahlah" ketika sedang mendeskripsikan suasana atau alur berpikir sang tokoh sehingga bikin narasinya ngambang. Terus terang, ini cukup disayangkan. Sebab, saat aku lagi serius-seriusnya memahami para karakter, tiba-tiba penjelasan itu berhenti di tengah jalan, yang mana itu bikin aku bingung.

5. Di awal-awal, aku merasa plotnya terlalu cepat berpindah-pindah sehingga bikin aku bingung dan pusing. Untungnya, di pertengahan cerita hal ini membaik.

6. Untuk scene-scene yang sangat penting dan yang mendekati klimaks, penulis justru memilih untuk melewatkannya dan hanya menjelaskannya melalui dialog para tokoh. Ini sangat disayangkan, sebab jika penulis lebih mengeksplorasi bagian-bagian tersebut, menurutku akan menjadi poin lebih yang akan menguatkan cerita dalam novel ini.

7. Untuk segi teknis, mohon maaf, dengan sangat terpaksa harus kukatakan, bahwa penyuntingannya nggak bagus, kalau nggak mau dibilang ancur. Mulai dari typo yang bertebaran hingga tata bahasa dan EYD yang berantakan. Ini benar-benar mengganggu dan memperlambat proses membaca. Sebab, setiap kali aku nemu typo atau tata bahasa yang nggak sesuai, mau nggak mau aku langsung terhenti bacanya sambil mikir.

8. Nggak ada label DEWASA pada novel ini, padahal novel ini jelas untuk 21+. Aku berharap ini menjadi perhatian pihak penerbit. Menurutku label pada novel sangat penting karena ini yang menjadi acuan bagi para pembaca untuk menyeleksi bahan bacaan yang sesuai dengan umur mereka.

🌸 Cover

Pertama kali liat kovernya, entah kenapa aku teringat sama novel-novelnya Marga T. yang terbit tahun '80-'90an. Kesannya jadul banget πŸ˜„ Aku nggak terlalu suka sama desainnya, tapi aku suka sama warna kuningnya yang kalem.

🌸 Overall

In my humble opinion, novel ini memang masih banyak kekurangannya, tapi, bukan berarti aku nggak menghargai karya penulis. Bagaimanapun juga, bukanlah suatu hal yang mudah untuk melahirkan sebuah karya. Namun demikian, sebuah karya perlu melalui berbagai proses dan polesan agar dapat dinikmati oleh para pembaca. Dalam hal ini, peran editor tentu sangat vital. Kritikanku di sini bukan hinaan, melainkan saran yang aku harap dapat membangun ke arah yang positif. Semoga ke depannya nanti, penulis mampu melahirkan karya yang lebih baik lagi. SEMANGAT! πŸ’ͺπŸ’ͺπŸ’ͺ

🌸 Final verdict


🌸 Rekomendasi

Aku merekomendasikan novel ini buat kamu yang suka dengan cerita roman dengan bumbu drama keluarga yang kental.


Xoxo,

Gita 😘