SOCIAL MEDIA



 πŸŒΈ Detail Buku πŸŒΈ

Penyunting: Ayuning
Penyelaras Aksara: Herliana Isdianti, Selsa Chyntia
Desainer Sampul: Chyntia Yanetha
Penata Sampul: @teguhra
Penerbit: Haru
Cetakan I: Oktober 2017
Halaman: 290
ISBN: 978-602-6383-20-4
Harga: IDR 50.150

🌸 Blurb πŸŒΈ


Ini kisah cinta yang biasa. Tentang tida orang sahabat. Tentang mereka yang memendam perasaan masing-masing.

Shun, Kotoha, dan Shinji sudah berteman sejak kecil. Sampai suatu saat, Shinji tiba-tiba memutuskan untuk menghilang dari kehidupan mereka tanpa memberi kabar secuil pun.

Setelah lima tahun berlalu, Kotoha masih menunggu Shinji pulang. Sementara itu, Shun menunggu Kotoha melupakan pria itu. Namun, mau sampai kapan mereka saling menunggu?

Mereka hanya bisa berharap, kisah cinta yang biasa ini tidak berakhir dengan penyesalan.

🌸 Sinopsis 🌸

Ini adalah kisah tentang sepasang sahabat yang terjebak di masa lalu. Kehilangan sahabat mereka membuat mereka seperti membeku dan kesulitan untuk melanjutkan hidup.

Kotoha, seorang gadis yang kehilangan sahabat sekaligus kekasihnya, terus mencari dan mencari selama lima tahun ini, namun tanpa hasil. Dia larut dalam kesedihan dan penyesalan karena merasa dirinyalah yang menyebabkan kepergian kekasihnya itu.

Shun, yang selalu setia di sisi Kotoha sejak kecil, hanya dapat diam melihat sahabatnya yang semakin hari semakin tenggelam dalam lautan keputusasaan. Dia pun tak dapat berbuat apa-apa untuk cintanya yang tak berbalas, karena Kotoha selalu diam setiap kali dia mengungkapkan perasaannya.

Shinji, sang sahabat yang hilang, entah apa yang terjadi padanya. Kotoha dan Shun tak pernah tahu apa yang membuatnya pergi meninggalkan mereka begitu saja. Yang jelas, kepergiannya meninggalkan lubang menganga di hati mereka masing-masing.

Ketika datang orang yang siap mengisi kekosongan dalam hati mereka, siapkah mereka untuk menerima, lalu melepas masa lalu itu untuk selamanya? Dan bagaimana dengan Shinji? Apakah dia akan tetap menghilang dari hidup Shun dan Kotoha ataukah justru kembali pada mereka?

🌸 Ulasan πŸŒΈ

Oke, maapkeun diriku yang entah kenapa jadi bikin sinopsis mendayu-dayu gitu. Mohon salahkan penulisnya, karena membangkitkan jiwa melankolis dalam diriku 😝😹

Sejujurnya, novel ini di luar ekspektasiku. Waktu baca blurb-nya, aku menyangka bakalan ketemu tokoh-tokoh yang berkutat dalam friend zone, cinta segi tiga, saingan cinta, de el el de es be ge. Tapi, ternyata novel ini jauh lebih dalam dari sekadar kisah cinta bertepuk sebelah tangan.

Setiap tokoh punya masalahnya masing-masing. Selain harus menghadapi kehilangan sahabat mereka, Kotoha dan Shun juga punya konflik yang nggak kalah bikin hati nyesek. Tapi, semua konflik itu bermuara pada satu hal: tidak mampu melepaskan masa lalu sehingga sulit melanjutkan hidup.

Yang paling susah move on itu jelas Kotoha ya. Nungguin Shinji selama lima tahun itu uwow banget menurutku. Padahal ada Shun yang setia banget nungguin dia. Tapi, yang nyebelinnya, si Kotoha ini tuh ngegantung Shun. Nerima kagak, nolak juga kagak. Kan 😑😑😑Shun juga, mau-maunya digituin. Sabar banget nemenin Kotoha. Saking sabarnya, aku malah jadi geregetan πŸ˜‘πŸ˜’

Tapi, semakin jauh cerita berjalan, aku semakin paham, kenapa Kotoha seperti ini dan Shun seperti itu, dan apa arti Shinji bagi mereka berdua. Dan semakin jelas latar belakang mereka, semakin baperlah aku.

Untungnya, ada Aki dan Hayato yang seakan menjadi penyemangat dan sumber keceriaan dalam novel melankolis ini. Aku juga menikmati setting dunia kerja yang dihadirkan dalam novel ini. Masalah-masalah yang dihadapi Aki dan Shun dalam pekerjaan mereka menjadi semacam penyegar dari konflik susah move on yang mendominasi novel ini.

Satu nilai moral yang aku dapat setelah baca novel A Thing Called Us ini, yaitu: move on itu penting banget, gaes! Beneran deh. Lupain ajalah si dia yang ninggalin kamu seenak jidatnya itu. Mending nyari yang lain aja deh (ini resensi apa biro konsultasi percintaan sih? πŸ˜†)

🌸 Karakter πŸŒΈ

Minami Shun seorang pemuda yang datar dan dingin. Tumbuh besar dalam keluarga yang masih terbilang kolot, membuatnya lebih sering bersikap diam.

Hoshino Kotoha adalah gadis yang sangat pemalu. Latar belakang keluarganya yang tidak seperti orang kebanyakan membuat dirinya sering menjadi bahan perbincangan orang-orang di sekitarnya. Hanya pada Shinji dan Shun saja dia mau membuka diri.

Umino Shinji adalah sahabat Shun dan Kotoha yang menghilang. Di sepanjang novel ini, sosoknya bagaikan hantu tapi sekaligus menjadi benang merah yang menghubungkan para tokoh.

Yamamoto Aki adalah rekan kerja Shun. Dia seorang gadis yang selalu ceria dan penuh semangat. Atasannya sering menyebutnya mirip bapak-bapak karena dia suka mengeluh di tempat kerja, tapi, sebenarnya Aki punya sifat yang baik dan sangat perhatian. Oya, Aki adalah tokoh favoritku. Nggak tau kenapa, aku langsung suka aja gitu pas pertama kali dia diperkenalkan dalam novel ini.

Suzuki Hayato adalah atasan Aki. Aki sering sebal pada Hayato karena pria ini terlalu santai dan playboy banget. Hayato sebenarnya sangat tampan, bahkan Aki saja mengakui itu. Sayang, karena ke-playboy-annya itu, Aki jadi illfeel πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚

🌸 Editing dan Desain Sampul πŸŒΈ

Penulisan novel ini bagus sekali. Background Jepang-nya sangat terasa. Dari mulai adat-istiadat, kuliner, arsitektur tradisional, bahkan cara bicara para tokoh pun persis seperti orang Jepang. Novel ini menggambarkan wawasan penulis yang sangat luas terhadap budaya Jepang. Kalau lagi baca novel ini, aku selalu lupa kalau novel ini bukan novel terjemahan dan penulisnya orang Indonesia.



Ada beberapa typo yang aku temukan, tapi nggak sampai mengganggu kelancaran baca. Penyertaan catatan kaki juga sangat membantu dalam memahami istilah-istilah dalam bahasa Jepang. Oya, ngomong-ngomong soal typo, novel yang dikirimkan padaku ini nggak ada bab 20-nya loh. Jadi, dari bab 19 langsung loncat ke bab 21. Untungnya, urutan halamannya sesuai aja, jadi nggak ada drama missing pages.

Desain sampulnya sederhana dan minimalis, tapi cantik. Dengan warna yang didominasi abu-abu dan cokelat, ditambah tangkai bunga sakura (?), secara keseluruhan kovernya ini sangat mewakili suasana sendu dalam novel ini. Ukuran bookmark-nya juga oke. Nggak terlalu kecil, jadi kalo ketelisut, gampang dicarinya 😁

🌸 Overall πŸŒΈ

A Thing Called Us merupakan karya pertama dari Andry Setiawan yang aku baca. Jadi aku nggak bisa membandingkan novel ini dengan karya-karyanya yang sebelumnya. Tapi, dari review teman-teman sesama pecinta buku, penulis sepertinya memang hobi nulis cerita sendu yang bikin para pembacanya termehek-mehek, karena novel-novel sebelumnya juga feel-nya sendu gitu. Aku terutama suka sekali dengan gaya penulisannya yang mengalir. Walaupun plotnya lambat, tetep bisa bikin aku penasaran dan nggak bosan bacanya. Cuman emang sih, aku agak nggak sabar menunggu kejelasan apakah Shinji bakal muncul apa nggak sehingga aku akhirnya intip-intip dikit ending-nya. Dalam hal ini, aku salut sama Shun dan Kotoha yang sabar banget bertahan selama lima tahun nungguin Shinji. Kalo aku mah kagak bisa qaqaaa~ >o<

🌸 Final Verdict πŸŒΈ


🌸 Rekomendasi πŸŒΈ

Kalau kamu suka atau lagi kepengen ber-baper ria, baca deh novel sendu ini. Dijamin, setelah baca novel ini, kamu bakal mendadak mendayu-dayu, kayak sinopsisku di atas 😁

πŸ”…〰 〰 〰πŸ”…

Terima kasih buat Penerbit Haru yang sudah memberiku kesempatan untuk jadi salah satu blog tour host novel A Thing Called Us ini. Semoga kita bisa bekerja sama kembali di lain kesempatan J

🌸 Giveaway πŸŒΈ



Nah, sekarang kita sudah sampai di bagian yang paling ditunggu-tungu nih, yaituuu giveaway tiiimmme πŸ˜†πŸ˜†πŸ˜† Di akhir blog tour nanti, akan ada kuis berupa Finding Words di Fans Page Penerbit Haru. Sebelumnya, ikuti dulu rules-nya ya.

  1. Follow akun medsos Penerbit Haru IG @penerbitharu, Twitter @penerbitharu, Fans Page Penerbit Haru (wajib).
  2. Follow akun medsosku IG @gitaputeri.y dan Twitter @gitaputeri_y (tidak wajib)
  3. Kamu juga boleh banget loh kalau mau follow blog ini via e-mail atau Google. Siapa tau kaaan besok-besok aku ngadain giveaway lagi. Hihihi… 😁
  4. Kumpulkan clue yang berserakan di blog para blog tour host. Daftar blognya bisa kamu lihat di banner di atas ya. Clue dariku adalah:
Siapa nama atasan Aki?

Nah, jelas banget, kan, clue dariku. Kalo kamu menyimak resensiku di atas, pasti langsung tau deh apa jawabannya 😘

Tuliskan jawabanmu di Fans Page Penerbit Haru. Jadi, jawabnya bukan di sini dan nggak sekarang ya ^_^


That’s all, guys. Good luck!



XOXO,

Gita

[Resensi] A Thing Called Us – Andry Setiawan: Blog Tour + Giveaway

28 November 2017



 πŸŒΈ Detail Buku πŸŒΈ

Penyunting: Ayuning
Penyelaras Aksara: Herliana Isdianti, Selsa Chyntia
Desainer Sampul: Chyntia Yanetha
Penata Sampul: @teguhra
Penerbit: Haru
Cetakan I: Oktober 2017
Halaman: 290
ISBN: 978-602-6383-20-4
Harga: IDR 50.150

🌸 Blurb πŸŒΈ


Ini kisah cinta yang biasa. Tentang tida orang sahabat. Tentang mereka yang memendam perasaan masing-masing.

Shun, Kotoha, dan Shinji sudah berteman sejak kecil. Sampai suatu saat, Shinji tiba-tiba memutuskan untuk menghilang dari kehidupan mereka tanpa memberi kabar secuil pun.

Setelah lima tahun berlalu, Kotoha masih menunggu Shinji pulang. Sementara itu, Shun menunggu Kotoha melupakan pria itu. Namun, mau sampai kapan mereka saling menunggu?

Mereka hanya bisa berharap, kisah cinta yang biasa ini tidak berakhir dengan penyesalan.

🌸 Sinopsis 🌸

Ini adalah kisah tentang sepasang sahabat yang terjebak di masa lalu. Kehilangan sahabat mereka membuat mereka seperti membeku dan kesulitan untuk melanjutkan hidup.

Kotoha, seorang gadis yang kehilangan sahabat sekaligus kekasihnya, terus mencari dan mencari selama lima tahun ini, namun tanpa hasil. Dia larut dalam kesedihan dan penyesalan karena merasa dirinyalah yang menyebabkan kepergian kekasihnya itu.

Shun, yang selalu setia di sisi Kotoha sejak kecil, hanya dapat diam melihat sahabatnya yang semakin hari semakin tenggelam dalam lautan keputusasaan. Dia pun tak dapat berbuat apa-apa untuk cintanya yang tak berbalas, karena Kotoha selalu diam setiap kali dia mengungkapkan perasaannya.

Shinji, sang sahabat yang hilang, entah apa yang terjadi padanya. Kotoha dan Shun tak pernah tahu apa yang membuatnya pergi meninggalkan mereka begitu saja. Yang jelas, kepergiannya meninggalkan lubang menganga di hati mereka masing-masing.

Ketika datang orang yang siap mengisi kekosongan dalam hati mereka, siapkah mereka untuk menerima, lalu melepas masa lalu itu untuk selamanya? Dan bagaimana dengan Shinji? Apakah dia akan tetap menghilang dari hidup Shun dan Kotoha ataukah justru kembali pada mereka?

🌸 Ulasan πŸŒΈ

Oke, maapkeun diriku yang entah kenapa jadi bikin sinopsis mendayu-dayu gitu. Mohon salahkan penulisnya, karena membangkitkan jiwa melankolis dalam diriku 😝😹

Sejujurnya, novel ini di luar ekspektasiku. Waktu baca blurb-nya, aku menyangka bakalan ketemu tokoh-tokoh yang berkutat dalam friend zone, cinta segi tiga, saingan cinta, de el el de es be ge. Tapi, ternyata novel ini jauh lebih dalam dari sekadar kisah cinta bertepuk sebelah tangan.

Setiap tokoh punya masalahnya masing-masing. Selain harus menghadapi kehilangan sahabat mereka, Kotoha dan Shun juga punya konflik yang nggak kalah bikin hati nyesek. Tapi, semua konflik itu bermuara pada satu hal: tidak mampu melepaskan masa lalu sehingga sulit melanjutkan hidup.

Yang paling susah move on itu jelas Kotoha ya. Nungguin Shinji selama lima tahun itu uwow banget menurutku. Padahal ada Shun yang setia banget nungguin dia. Tapi, yang nyebelinnya, si Kotoha ini tuh ngegantung Shun. Nerima kagak, nolak juga kagak. Kan 😑😑😑Shun juga, mau-maunya digituin. Sabar banget nemenin Kotoha. Saking sabarnya, aku malah jadi geregetan πŸ˜‘πŸ˜’

Tapi, semakin jauh cerita berjalan, aku semakin paham, kenapa Kotoha seperti ini dan Shun seperti itu, dan apa arti Shinji bagi mereka berdua. Dan semakin jelas latar belakang mereka, semakin baperlah aku.

Untungnya, ada Aki dan Hayato yang seakan menjadi penyemangat dan sumber keceriaan dalam novel melankolis ini. Aku juga menikmati setting dunia kerja yang dihadirkan dalam novel ini. Masalah-masalah yang dihadapi Aki dan Shun dalam pekerjaan mereka menjadi semacam penyegar dari konflik susah move on yang mendominasi novel ini.

Satu nilai moral yang aku dapat setelah baca novel A Thing Called Us ini, yaitu: move on itu penting banget, gaes! Beneran deh. Lupain ajalah si dia yang ninggalin kamu seenak jidatnya itu. Mending nyari yang lain aja deh (ini resensi apa biro konsultasi percintaan sih? πŸ˜†)

🌸 Karakter πŸŒΈ

Minami Shun seorang pemuda yang datar dan dingin. Tumbuh besar dalam keluarga yang masih terbilang kolot, membuatnya lebih sering bersikap diam.

Hoshino Kotoha adalah gadis yang sangat pemalu. Latar belakang keluarganya yang tidak seperti orang kebanyakan membuat dirinya sering menjadi bahan perbincangan orang-orang di sekitarnya. Hanya pada Shinji dan Shun saja dia mau membuka diri.

Umino Shinji adalah sahabat Shun dan Kotoha yang menghilang. Di sepanjang novel ini, sosoknya bagaikan hantu tapi sekaligus menjadi benang merah yang menghubungkan para tokoh.

Yamamoto Aki adalah rekan kerja Shun. Dia seorang gadis yang selalu ceria dan penuh semangat. Atasannya sering menyebutnya mirip bapak-bapak karena dia suka mengeluh di tempat kerja, tapi, sebenarnya Aki punya sifat yang baik dan sangat perhatian. Oya, Aki adalah tokoh favoritku. Nggak tau kenapa, aku langsung suka aja gitu pas pertama kali dia diperkenalkan dalam novel ini.

Suzuki Hayato adalah atasan Aki. Aki sering sebal pada Hayato karena pria ini terlalu santai dan playboy banget. Hayato sebenarnya sangat tampan, bahkan Aki saja mengakui itu. Sayang, karena ke-playboy-annya itu, Aki jadi illfeel πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚

🌸 Editing dan Desain Sampul πŸŒΈ

Penulisan novel ini bagus sekali. Background Jepang-nya sangat terasa. Dari mulai adat-istiadat, kuliner, arsitektur tradisional, bahkan cara bicara para tokoh pun persis seperti orang Jepang. Novel ini menggambarkan wawasan penulis yang sangat luas terhadap budaya Jepang. Kalau lagi baca novel ini, aku selalu lupa kalau novel ini bukan novel terjemahan dan penulisnya orang Indonesia.



Ada beberapa typo yang aku temukan, tapi nggak sampai mengganggu kelancaran baca. Penyertaan catatan kaki juga sangat membantu dalam memahami istilah-istilah dalam bahasa Jepang. Oya, ngomong-ngomong soal typo, novel yang dikirimkan padaku ini nggak ada bab 20-nya loh. Jadi, dari bab 19 langsung loncat ke bab 21. Untungnya, urutan halamannya sesuai aja, jadi nggak ada drama missing pages.

Desain sampulnya sederhana dan minimalis, tapi cantik. Dengan warna yang didominasi abu-abu dan cokelat, ditambah tangkai bunga sakura (?), secara keseluruhan kovernya ini sangat mewakili suasana sendu dalam novel ini. Ukuran bookmark-nya juga oke. Nggak terlalu kecil, jadi kalo ketelisut, gampang dicarinya 😁

🌸 Overall πŸŒΈ

A Thing Called Us merupakan karya pertama dari Andry Setiawan yang aku baca. Jadi aku nggak bisa membandingkan novel ini dengan karya-karyanya yang sebelumnya. Tapi, dari review teman-teman sesama pecinta buku, penulis sepertinya memang hobi nulis cerita sendu yang bikin para pembacanya termehek-mehek, karena novel-novel sebelumnya juga feel-nya sendu gitu. Aku terutama suka sekali dengan gaya penulisannya yang mengalir. Walaupun plotnya lambat, tetep bisa bikin aku penasaran dan nggak bosan bacanya. Cuman emang sih, aku agak nggak sabar menunggu kejelasan apakah Shinji bakal muncul apa nggak sehingga aku akhirnya intip-intip dikit ending-nya. Dalam hal ini, aku salut sama Shun dan Kotoha yang sabar banget bertahan selama lima tahun nungguin Shinji. Kalo aku mah kagak bisa qaqaaa~ >o<

🌸 Final Verdict πŸŒΈ


🌸 Rekomendasi πŸŒΈ

Kalau kamu suka atau lagi kepengen ber-baper ria, baca deh novel sendu ini. Dijamin, setelah baca novel ini, kamu bakal mendadak mendayu-dayu, kayak sinopsisku di atas 😁

πŸ”…〰 〰 〰πŸ”…

Terima kasih buat Penerbit Haru yang sudah memberiku kesempatan untuk jadi salah satu blog tour host novel A Thing Called Us ini. Semoga kita bisa bekerja sama kembali di lain kesempatan J

🌸 Giveaway πŸŒΈ



Nah, sekarang kita sudah sampai di bagian yang paling ditunggu-tungu nih, yaituuu giveaway tiiimmme πŸ˜†πŸ˜†πŸ˜† Di akhir blog tour nanti, akan ada kuis berupa Finding Words di Fans Page Penerbit Haru. Sebelumnya, ikuti dulu rules-nya ya.

  1. Follow akun medsos Penerbit Haru IG @penerbitharu, Twitter @penerbitharu, Fans Page Penerbit Haru (wajib).
  2. Follow akun medsosku IG @gitaputeri.y dan Twitter @gitaputeri_y (tidak wajib)
  3. Kamu juga boleh banget loh kalau mau follow blog ini via e-mail atau Google. Siapa tau kaaan besok-besok aku ngadain giveaway lagi. Hihihi… 😁
  4. Kumpulkan clue yang berserakan di blog para blog tour host. Daftar blognya bisa kamu lihat di banner di atas ya. Clue dariku adalah:
Siapa nama atasan Aki?

Nah, jelas banget, kan, clue dariku. Kalo kamu menyimak resensiku di atas, pasti langsung tau deh apa jawabannya 😘

Tuliskan jawabanmu di Fans Page Penerbit Haru. Jadi, jawabnya bukan di sini dan nggak sekarang ya ^_^


That’s all, guys. Good luck!



XOXO,

Gita

🌿 Detail Buku πŸŒΏ

Penerbit: Laksana
Penyunting: Diara Oso
Penyelaras Akhir: RaiN
Ilustrator: Khi-Khi Kiara
Tata Sampul: Amalina
Tata Isi: Violetta
Pracetak: Wardi
Cetakan I: 2017
ISBN: 978-602-407-207-0

🌿 Blurb πŸŒΏ


🌿 Sinopsis πŸŒΏ

Sejak mengalami kecelakaan, Alisha jadi sering mendengar suara-suara musik. Suara lonceng, gesekan biola, petikan harpa, hingga dentingan piano yang memainkan nada “Fur Elise”, salah satu lagu kesukaan Alisha. Tak seorang pun yang bisa mendengar suara-suara itu kecuali Alisha. Hal ini diperparah dengan mimpi buruk yang dialami Alisha hampir setiap malam. Itu membuatnya kebingungan.

Ketika ia menceritakan masalah ini pada ayahnya, ayahnya memutuskan untuk membawa Alisha ke psikiater. Diagnosa sementara, mimpi buruk dan suara-suara yang didengar Alisha adalah akibat dari kecelakaan yang dialaminya. Tapi, mengapa mimpi dan suara-suara musik itu terasa nyata sekali? Dan wanita pirang dan bermata biru itu, siapa dia? Mengapa Alisha sering sekali melihat wanita itu di dalam mimpi-mimpinya? Alisha bahkan melihat wanita itu di ruang keluarganya! Apakah ini ilusi, ataukah kenyataan?

🌿 Ulasan πŸŒΏ

Sejujurnya, horor bukan genre pilihanku. Soalnya, aku penakut banget. Tapi, pas liat cover dan ilustrasi novel ini, aku jadi tertarik buat baca.

Aku cukup suka dengan gaya bercerita si penulis. Memang, sih, pendeskripsiannya kurang mendetail, tapi, berhubung POV-nya dari seorang anak SD, hal ini dapat dimaklumi. Plotnya pun enak buat diikuti walaupun termasuk lambat untuk seleraku.


Untuk tingkat keseramannya, sih, jujur saja, masih kurang. Selama baca novel ini, aku nggak merinding atau jadi mikir yang gimana-gimana, gitu. Tapi, misterinya-lah yang paling bikin aku penasaran. Siapa si wanita berambut pirang itu? Kenapa Alisha selalu mendengar musik-musik itu? Apa semua kejadian ini hanyalah masalah psikologis saja atau ada sesuatu yang lebih dari itu? Pertanyaan-pertanyaan itulah yang membuatku kesuliatan meletakkan novel ini.



🌿 Editing dan Desain Sampul πŸŒΏ

Ukuran font di novel ini nggak terlalu besar atau pun terlalu kecil. Nyaman-nyaman aja dibaca mataku yang minus ini. Typo nyaris nggak ada. Jadi, membantu banget dalam proses membaca.

Untuk desain sampulnya, sebenarnya, cover-nya ini terlalu cantik dan kiyut untuk ukuran sebuah novel horor. Ilustrasinya cukup bagus, seperti manga Jepang. Tapi, menurutku, warna cover-nya lah yang bisa bikin orang salah mengira kalau ini novel romance. Soalnya, warnanya pink ungu cantik gituh. Tapi, intinya, aku suka sama cover-nya ini. Kan, cover novel horor nggak mesti seram, kan, ya? Hehehe…

🌿 Final Verdict πŸŒΏ

Plot: 🌟🌟🌟★ (3.5/5)
Karakter:🌟🌟🌟 (3/5)
Editing:🌟🌟🌟🌟 (4/5)
Desain Sampul:🌟🌟🌟🌟 (4/5)

Overall:🌟🌟🌟★ (3.5/5)

🌿 Rekomendasi πŸŒΏ

Kalau kamu suka sama cerita horor dan misteri, cobain deh baca novel ini. Novel ini juga bisa dibaca remaja usia 13+ sampai dewasa.

[Resensi] Moonlight's Lullaby – Khi-Khi Kiara

15 November 2017


🌿 Detail Buku πŸŒΏ

Penerbit: Laksana
Penyunting: Diara Oso
Penyelaras Akhir: RaiN
Ilustrator: Khi-Khi Kiara
Tata Sampul: Amalina
Tata Isi: Violetta
Pracetak: Wardi
Cetakan I: 2017
ISBN: 978-602-407-207-0

🌿 Blurb πŸŒΏ


🌿 Sinopsis πŸŒΏ

Sejak mengalami kecelakaan, Alisha jadi sering mendengar suara-suara musik. Suara lonceng, gesekan biola, petikan harpa, hingga dentingan piano yang memainkan nada “Fur Elise”, salah satu lagu kesukaan Alisha. Tak seorang pun yang bisa mendengar suara-suara itu kecuali Alisha. Hal ini diperparah dengan mimpi buruk yang dialami Alisha hampir setiap malam. Itu membuatnya kebingungan.

Ketika ia menceritakan masalah ini pada ayahnya, ayahnya memutuskan untuk membawa Alisha ke psikiater. Diagnosa sementara, mimpi buruk dan suara-suara yang didengar Alisha adalah akibat dari kecelakaan yang dialaminya. Tapi, mengapa mimpi dan suara-suara musik itu terasa nyata sekali? Dan wanita pirang dan bermata biru itu, siapa dia? Mengapa Alisha sering sekali melihat wanita itu di dalam mimpi-mimpinya? Alisha bahkan melihat wanita itu di ruang keluarganya! Apakah ini ilusi, ataukah kenyataan?

🌿 Ulasan πŸŒΏ

Sejujurnya, horor bukan genre pilihanku. Soalnya, aku penakut banget. Tapi, pas liat cover dan ilustrasi novel ini, aku jadi tertarik buat baca.

Aku cukup suka dengan gaya bercerita si penulis. Memang, sih, pendeskripsiannya kurang mendetail, tapi, berhubung POV-nya dari seorang anak SD, hal ini dapat dimaklumi. Plotnya pun enak buat diikuti walaupun termasuk lambat untuk seleraku.


Untuk tingkat keseramannya, sih, jujur saja, masih kurang. Selama baca novel ini, aku nggak merinding atau jadi mikir yang gimana-gimana, gitu. Tapi, misterinya-lah yang paling bikin aku penasaran. Siapa si wanita berambut pirang itu? Kenapa Alisha selalu mendengar musik-musik itu? Apa semua kejadian ini hanyalah masalah psikologis saja atau ada sesuatu yang lebih dari itu? Pertanyaan-pertanyaan itulah yang membuatku kesuliatan meletakkan novel ini.



🌿 Editing dan Desain Sampul πŸŒΏ

Ukuran font di novel ini nggak terlalu besar atau pun terlalu kecil. Nyaman-nyaman aja dibaca mataku yang minus ini. Typo nyaris nggak ada. Jadi, membantu banget dalam proses membaca.

Untuk desain sampulnya, sebenarnya, cover-nya ini terlalu cantik dan kiyut untuk ukuran sebuah novel horor. Ilustrasinya cukup bagus, seperti manga Jepang. Tapi, menurutku, warna cover-nya lah yang bisa bikin orang salah mengira kalau ini novel romance. Soalnya, warnanya pink ungu cantik gituh. Tapi, intinya, aku suka sama cover-nya ini. Kan, cover novel horor nggak mesti seram, kan, ya? Hehehe…

🌿 Final Verdict πŸŒΏ

Plot: 🌟🌟🌟★ (3.5/5)
Karakter:🌟🌟🌟 (3/5)
Editing:🌟🌟🌟🌟 (4/5)
Desain Sampul:🌟🌟🌟🌟 (4/5)

Overall:🌟🌟🌟★ (3.5/5)

🌿 Rekomendasi πŸŒΏ

Kalau kamu suka sama cerita horor dan misteri, cobain deh baca novel ini. Novel ini juga bisa dibaca remaja usia 13+ sampai dewasa.

Alih Bahasa: Gita Puteri Yani
Penerbit: Elex Media Komputindo
Genre: Contemporary Romance
Cetakan I: 2017
ISBN: 978-602-04-4835-0

Mencium kakak sahabatnya tak pernah terasa setepat ini...

Sela Sullivan bertekad menjadi pendamping pengantin wanita terbaik yang pernah ada, bahkan jika itu berarti ia harus menahan diri bersama sang pendamping pengantin pria. Luke Watters yang terlalu tampan dan menyebalkan bukan hanya pria yang pernah mempermalukan Sela di Stan Ciuman saat mereka masih duduk di bangku SMA, tapi dia juga kakak dari sahabat Sela. Yakin Luke masih pria arogan seperti dulu, Sela bersumpah untuk mencurahkan perhatiannya hanya pada tugas-tugasnya sendiri dan berusaha sekuat tenaga menghindari Luke yang begitu menggoda.

Sebagai fotografer olahraga ekstrem yang terkenal di kancah internasional, Luke sudah terbiasa menjalani petualangan-petualangan berisiko tinggi. Tapi membahayakan hatinya demi si cantik Sela Sullivan yang jelas-jelas masih membenci dirinya gara-gara penolakannya beberapa tahun lalu? Tidak pernah sekali pun Luke menduga hal itu akan terjadi. Semakin sering mereka menghabiskan waktu bersama, semakin Luke mendambakan Sela. Tapi dapatkah Luke membuktikan bahwa ia orang yang tepat untuk sang pendamping pengantin wanita?

[Terjemahanku] Kissing the Maid of Honor - Robin Bielman

31 October 2017


Alih Bahasa: Gita Puteri Yani
Penerbit: Elex Media Komputindo
Genre: Contemporary Romance
Cetakan I: 2017
ISBN: 978-602-04-4835-0

Mencium kakak sahabatnya tak pernah terasa setepat ini...

Sela Sullivan bertekad menjadi pendamping pengantin wanita terbaik yang pernah ada, bahkan jika itu berarti ia harus menahan diri bersama sang pendamping pengantin pria. Luke Watters yang terlalu tampan dan menyebalkan bukan hanya pria yang pernah mempermalukan Sela di Stan Ciuman saat mereka masih duduk di bangku SMA, tapi dia juga kakak dari sahabat Sela. Yakin Luke masih pria arogan seperti dulu, Sela bersumpah untuk mencurahkan perhatiannya hanya pada tugas-tugasnya sendiri dan berusaha sekuat tenaga menghindari Luke yang begitu menggoda.

Sebagai fotografer olahraga ekstrem yang terkenal di kancah internasional, Luke sudah terbiasa menjalani petualangan-petualangan berisiko tinggi. Tapi membahayakan hatinya demi si cantik Sela Sullivan yang jelas-jelas masih membenci dirinya gara-gara penolakannya beberapa tahun lalu? Tidak pernah sekali pun Luke menduga hal itu akan terjadi. Semakin sering mereka menghabiskan waktu bersama, semakin Luke mendambakan Sela. Tapi dapatkah Luke membuktikan bahwa ia orang yang tepat untuk sang pendamping pengantin wanita?

πŸŽ€ Detail Buku

πŸŽ€ Blurb

πŸŽ€ Sinopsis

Bei Wei Wei tiba-tiba saja diajak bercerai oleh suami virtualnya. Kabarnya, 'suaminya' itu mau menikahi cewek gamer paling cantik di jagat dunia online game. Meski terkejut, Wei Wei mengiakan saja permintaan cerai itu karena baginya pernikahan di dunia online game tidak berarti apa-apa, hanya sebatas game.

Tetapi, kejutan yang Wei Wei terima tidak berhenti sampai di situ saja. Setelah bercerai, tiba-tiba saja dia dilamar oleh gamer nomor satu, Yi Xiao Nai He, yang dijuluki sebagai Tuan Dewa. Sang gamer terhebat itu berdalih dia membutuhkan kemampuan Wei Wei untuk mengikuti kompetisi game yang terkenal sulit. Tentu saja, Wei Wei dengan senang hati menerima ajakan menikah itu.

Di dunia nyata, Wei Wei adalah seorang mahasiswi. Kehidupannya di dunia nyata tidak seheboh di dunia maya. Dia tinggal di asrama kampus bersama tiga orang temannya. Kegiatannya sehari-hari hanya kuliah, belajar di perpustakaan, mengerjakan tugas, dan fangirling-in Tuan Muda Xiao Nai yang oh-so-perfect bareng ketiga teman sekamarnya. Ya, Wei Wei adalah gadis biasa yang menjalani kehidupan normal seperti orang kebanyakan, kecuali kenyataan bahwa dia salah satu gamer cewek paling kuat dan berparas cantik jelita.

Akan tetapi, pernikahan virtualnya dengan Tuan Dewa lambat laun memberikan perubahan pada diri Wei Wei. Dulu dia tidak peduli dengan kehidupan di dunia online game, tapi sejak mengenal Tuan Dewa, dia jadi mulai memikirkan dan ingin bertemu dengan suami virtualnya itu. Tapi, yang nggak pernah dia sangka, Tuan Dewa justru membuatnya bertemu dengan orang-orang yang tak pernah diduganya sama sekali.


πŸŽ€ Ulasan

Novel Love O2O ini gaya narasinya ringan dan mengalir dengan plot maju. Di awal cerita, plotnya cepet banget sampai bikin aku susah sekali buat mengerem kecepatan bacaku. Ide ceritanya unik, manis, dan ringan banget. Saking ringannya, aku selesai baca novel ini dalam waktu kurang lebih enam belas jam saja! Agak nyesel juga sih kenapa nggak dihemat-hemat aja, gitu. Tapi, gimana lagi, novel ini emang beneran enak banget dibacanya sih πŸ˜„


Di separuh pertama novel ini, aku sering banget ngakak gara-gara interaksi Wei Wei dengan tiga sahabatnya yang kocak dan dengan para gamer cowok anggota kelompoknya yang gokil abis. Tuan Dewa juga sering ‘memeriahkan’ suasana dengan komentar-komentarnya yang pendek tapi makjleb. Tapi, ada juga sih lelucon mereka yang nggak bisa kupahami sama sekali. You know, cross-cultural understanding stuff. Biasa kejadian mah ini kalo lagi baca novel terjemahan πŸ˜…

“[Cai Mi Zhu]: Yi Xiao, untuk apa kau membeli bulu es? Apa kau juga ingin membuat senjata baru?
[Yi Xiao Nai He]: Tidak berminat.
[Cai Mi Zhu]: (ekspresi bingung) Lalu, untuk apa kau membelinya?
[Yi Xiao Nai He]: Untuk mainan istriku.
Wei Wei tercengang. Tuan Dewa memang hebat dalam membuat orang kesal.” –hlm. 139.

πŸ‘†πŸ‘†πŸ‘† Aku setuju banget πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚

Sayangnya, di separuh akhir novel ini, kecepatan alur menurun drastis. Narasi lebih banyak menceritakan tentang kehidupan Wei Wei di dunia nyata. Biarpun begitu, nggak sampai bikin aku bosan, karena tulisan Gu Man benar-benar enak diikuti. Setting online game juga makin terasa. Terus terang saja, aku sering kali roaming tiap kali membaca istilah-istilah game di novel ini, walaupun penerjemah sudah menyertakan penjelasannya di catatan kaki.

Konfliknya nggak begitu greget, which made me a bit dissapointed. Bagi yang terbiasa baca novel dengan banyak unsur perang, petualangan, atau pertarungan dahsyat di dalamnya, novel ini memang jadinya biasa aja dan lebih didominasi oleh romance. Dengan setting unik macam online game yang kebanyakan misinya membasmi monster, terus terang saja, aku mengharapkan sesuatu yang lebih seru atau dramatis. Sedikit kecewa memang, tapi nggak mengurangi keasyikanku dalam membaca novel Love O2O ini. Apalagi di bagian akhirnya ada kejutan yang menyenangkan sekali. Apakah itu? Kamu baca sendiri yaa~ πŸ˜™


πŸŽ€ Karakter

Bei Wei Wei, sang tokoh utama, adalah seorang cewek gamer yang tangguh. Di dunia nyata, dia adalah seorang mahasiswi jurusan komputer di Universitas A yang ternama. Teman-temannya melihatnya sebagai cewek rumahan penggila game yang cantik jelita, tapi, Wei Wei sendiri menggambarkan dirinya sebagai “cewek cantik berotak kosong.” Kalo menurutku, Wei Wei itu cewek keren dan cerdas. Aku suka dengan karakternya yang cuek tapi setia kawan dan bijaksana. Aku juga suka dengan sikapnya yang logis. Dia dengan tegas menarik batas antara kehidupan di dunia maya dan dunia nyata. Makanya, waktu diajak cerai sama ‘suaminya’, dia mengiakan saja. Pendek kata, Wei Wei itu nggak baperan. Itulah yang membedakannya dengan gamer kebanyakan.

"Tuan Dewa, kalau dalam sehari kau tidak mempermalukanku kau pasti tidak akan bisa tidur, ya!" –hlm. 238.

Yi Xiao Nai He atau Tuan Dewa adalah karakter yang nggak banyak omong, tapi  sekalinya 'bunyi', malah sering bikin orang mati gaya. Kepercayaan dirinya tinggi sekali. Dia juga gamer yang sangat kuat dan terampil. Wei Wei sangat mengidolakan Tuan Dewa karena kemampuan bertarungnya yang hebat sekali. Di dunia nyata, Tuan Dewa tidak begitu berbeda dengan karakternya di dunia online game. Siapa dia sebenarnya, tentu sudah bisa ditebak. Tapi, kamu baca sendiri aja ya, biar ngerasain juga sensasinya saat identitasnya terungkap. Hehehe… πŸ˜†

"Sejak kecil, aku sudah terbiasa dengan perkataan seperti ini. Pada awalnya, aku masih menganggap perkataan seperti ini sebagai motivasi untuk memacuku maju, tapi sekarang perkataan seperti ini tidak bisa menjadi motivasi lagi." [...] "Motivasiku yang terbesar sekarang adalah–"
Dirimu. –hlm. 283.

Selain dua tokoh di atas, kita juga diajak berkenalan dengan tiga orang teman sekamar Wei Wei yang suka ceplas-ceplos tapi sangat perhatian dengannya, yaitu Er Xi, Xiao Ling, dan Xi Xi. Terus, ada juga para gamer cowok teman sekelompok Tuan Dewa yang kelakuannya konyol abis.

Aku suka sama semua tokoh di novel ini, soalnya karakter mereka benar-benar menyenangkan. Tingkah mereka juga lucu-lucu sehingga sering banget bikin aku ketawa sendiri. Tapi, otakku benar-benar keriting rasanya gara-gara harus mengingat-ingat formasi nama para tokoh yang belibet itu, mana panjang-panjang pulak. Untung nama tokoh utamanya sederhana aja dan mudah diingat oleh otakku yang lelah ini 😡😡😡

[Baca juga: Resensi Puzzle of Lies]

πŸŽ€ Alih Bahasa dan Desain Kover

Terjemahannya ntap soul! Halus, lancar, dan nggak kaku. Bener-bener nyaris nggak ada typo. Catatan kaki yang menjelaskan istilah-istilah dalam bahasa Mandarin dan dunia online game juga sangat membantuku dalam memahami cerita.

Desain kovernya, seperti novel-novel terbitan Haru lainnya, selalu instagrammable. Perpaduan warnanya lembut dan cantik. Ukuran bookmark-nya besar. Ini jadi nilai tambah buatku karena bookmark besar itu gampang dicari kalo nyelip-nyelip #emakpelupa πŸ˜…πŸ˜‚

[Baca juga: Resensi Cinder]

πŸŽ€ Final Verdict

Overall: 3.75/5 

πŸŽ€ Rekomendasi

Dengan cerita yang ringan dan manis, plus tokoh-tokoh yang loveable, novel Love O2O cocok banget dibaca saat sedang pengen refreshing atau dijadikan selingan di antara bacaan bertema berat. Novel ini juga cocok untuk pembaca remaja sampai dewasa.


"Kalau aku tahu suatu hari aku akan begitu mencintaimu."
"Aku pasti akan langsung jatuh cinta pada pandangan pertama padamu." -hlm. 411.

[Resensi] Love O2O – Gu Man

25 October 2017


πŸŽ€ Detail Buku

πŸŽ€ Blurb

πŸŽ€ Sinopsis

Bei Wei Wei tiba-tiba saja diajak bercerai oleh suami virtualnya. Kabarnya, 'suaminya' itu mau menikahi cewek gamer paling cantik di jagat dunia online game. Meski terkejut, Wei Wei mengiakan saja permintaan cerai itu karena baginya pernikahan di dunia online game tidak berarti apa-apa, hanya sebatas game.

Tetapi, kejutan yang Wei Wei terima tidak berhenti sampai di situ saja. Setelah bercerai, tiba-tiba saja dia dilamar oleh gamer nomor satu, Yi Xiao Nai He, yang dijuluki sebagai Tuan Dewa. Sang gamer terhebat itu berdalih dia membutuhkan kemampuan Wei Wei untuk mengikuti kompetisi game yang terkenal sulit. Tentu saja, Wei Wei dengan senang hati menerima ajakan menikah itu.

Di dunia nyata, Wei Wei adalah seorang mahasiswi. Kehidupannya di dunia nyata tidak seheboh di dunia maya. Dia tinggal di asrama kampus bersama tiga orang temannya. Kegiatannya sehari-hari hanya kuliah, belajar di perpustakaan, mengerjakan tugas, dan fangirling-in Tuan Muda Xiao Nai yang oh-so-perfect bareng ketiga teman sekamarnya. Ya, Wei Wei adalah gadis biasa yang menjalani kehidupan normal seperti orang kebanyakan, kecuali kenyataan bahwa dia salah satu gamer cewek paling kuat dan berparas cantik jelita.

Akan tetapi, pernikahan virtualnya dengan Tuan Dewa lambat laun memberikan perubahan pada diri Wei Wei. Dulu dia tidak peduli dengan kehidupan di dunia online game, tapi sejak mengenal Tuan Dewa, dia jadi mulai memikirkan dan ingin bertemu dengan suami virtualnya itu. Tapi, yang nggak pernah dia sangka, Tuan Dewa justru membuatnya bertemu dengan orang-orang yang tak pernah diduganya sama sekali.


πŸŽ€ Ulasan

Novel Love O2O ini gaya narasinya ringan dan mengalir dengan plot maju. Di awal cerita, plotnya cepet banget sampai bikin aku susah sekali buat mengerem kecepatan bacaku. Ide ceritanya unik, manis, dan ringan banget. Saking ringannya, aku selesai baca novel ini dalam waktu kurang lebih enam belas jam saja! Agak nyesel juga sih kenapa nggak dihemat-hemat aja, gitu. Tapi, gimana lagi, novel ini emang beneran enak banget dibacanya sih πŸ˜„


Di separuh pertama novel ini, aku sering banget ngakak gara-gara interaksi Wei Wei dengan tiga sahabatnya yang kocak dan dengan para gamer cowok anggota kelompoknya yang gokil abis. Tuan Dewa juga sering ‘memeriahkan’ suasana dengan komentar-komentarnya yang pendek tapi makjleb. Tapi, ada juga sih lelucon mereka yang nggak bisa kupahami sama sekali. You know, cross-cultural understanding stuff. Biasa kejadian mah ini kalo lagi baca novel terjemahan πŸ˜…

“[Cai Mi Zhu]: Yi Xiao, untuk apa kau membeli bulu es? Apa kau juga ingin membuat senjata baru?
[Yi Xiao Nai He]: Tidak berminat.
[Cai Mi Zhu]: (ekspresi bingung) Lalu, untuk apa kau membelinya?
[Yi Xiao Nai He]: Untuk mainan istriku.
Wei Wei tercengang. Tuan Dewa memang hebat dalam membuat orang kesal.” –hlm. 139.

πŸ‘†πŸ‘†πŸ‘† Aku setuju banget πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚

Sayangnya, di separuh akhir novel ini, kecepatan alur menurun drastis. Narasi lebih banyak menceritakan tentang kehidupan Wei Wei di dunia nyata. Biarpun begitu, nggak sampai bikin aku bosan, karena tulisan Gu Man benar-benar enak diikuti. Setting online game juga makin terasa. Terus terang saja, aku sering kali roaming tiap kali membaca istilah-istilah game di novel ini, walaupun penerjemah sudah menyertakan penjelasannya di catatan kaki.

Konfliknya nggak begitu greget, which made me a bit dissapointed. Bagi yang terbiasa baca novel dengan banyak unsur perang, petualangan, atau pertarungan dahsyat di dalamnya, novel ini memang jadinya biasa aja dan lebih didominasi oleh romance. Dengan setting unik macam online game yang kebanyakan misinya membasmi monster, terus terang saja, aku mengharapkan sesuatu yang lebih seru atau dramatis. Sedikit kecewa memang, tapi nggak mengurangi keasyikanku dalam membaca novel Love O2O ini. Apalagi di bagian akhirnya ada kejutan yang menyenangkan sekali. Apakah itu? Kamu baca sendiri yaa~ πŸ˜™


πŸŽ€ Karakter

Bei Wei Wei, sang tokoh utama, adalah seorang cewek gamer yang tangguh. Di dunia nyata, dia adalah seorang mahasiswi jurusan komputer di Universitas A yang ternama. Teman-temannya melihatnya sebagai cewek rumahan penggila game yang cantik jelita, tapi, Wei Wei sendiri menggambarkan dirinya sebagai “cewek cantik berotak kosong.” Kalo menurutku, Wei Wei itu cewek keren dan cerdas. Aku suka dengan karakternya yang cuek tapi setia kawan dan bijaksana. Aku juga suka dengan sikapnya yang logis. Dia dengan tegas menarik batas antara kehidupan di dunia maya dan dunia nyata. Makanya, waktu diajak cerai sama ‘suaminya’, dia mengiakan saja. Pendek kata, Wei Wei itu nggak baperan. Itulah yang membedakannya dengan gamer kebanyakan.

"Tuan Dewa, kalau dalam sehari kau tidak mempermalukanku kau pasti tidak akan bisa tidur, ya!" –hlm. 238.

Yi Xiao Nai He atau Tuan Dewa adalah karakter yang nggak banyak omong, tapi  sekalinya 'bunyi', malah sering bikin orang mati gaya. Kepercayaan dirinya tinggi sekali. Dia juga gamer yang sangat kuat dan terampil. Wei Wei sangat mengidolakan Tuan Dewa karena kemampuan bertarungnya yang hebat sekali. Di dunia nyata, Tuan Dewa tidak begitu berbeda dengan karakternya di dunia online game. Siapa dia sebenarnya, tentu sudah bisa ditebak. Tapi, kamu baca sendiri aja ya, biar ngerasain juga sensasinya saat identitasnya terungkap. Hehehe… πŸ˜†

"Sejak kecil, aku sudah terbiasa dengan perkataan seperti ini. Pada awalnya, aku masih menganggap perkataan seperti ini sebagai motivasi untuk memacuku maju, tapi sekarang perkataan seperti ini tidak bisa menjadi motivasi lagi." [...] "Motivasiku yang terbesar sekarang adalah–"
Dirimu. –hlm. 283.

Selain dua tokoh di atas, kita juga diajak berkenalan dengan tiga orang teman sekamar Wei Wei yang suka ceplas-ceplos tapi sangat perhatian dengannya, yaitu Er Xi, Xiao Ling, dan Xi Xi. Terus, ada juga para gamer cowok teman sekelompok Tuan Dewa yang kelakuannya konyol abis.

Aku suka sama semua tokoh di novel ini, soalnya karakter mereka benar-benar menyenangkan. Tingkah mereka juga lucu-lucu sehingga sering banget bikin aku ketawa sendiri. Tapi, otakku benar-benar keriting rasanya gara-gara harus mengingat-ingat formasi nama para tokoh yang belibet itu, mana panjang-panjang pulak. Untung nama tokoh utamanya sederhana aja dan mudah diingat oleh otakku yang lelah ini 😡😡😡

[Baca juga: Resensi Puzzle of Lies]

πŸŽ€ Alih Bahasa dan Desain Kover

Terjemahannya ntap soul! Halus, lancar, dan nggak kaku. Bener-bener nyaris nggak ada typo. Catatan kaki yang menjelaskan istilah-istilah dalam bahasa Mandarin dan dunia online game juga sangat membantuku dalam memahami cerita.

Desain kovernya, seperti novel-novel terbitan Haru lainnya, selalu instagrammable. Perpaduan warnanya lembut dan cantik. Ukuran bookmark-nya besar. Ini jadi nilai tambah buatku karena bookmark besar itu gampang dicari kalo nyelip-nyelip #emakpelupa πŸ˜…πŸ˜‚

[Baca juga: Resensi Cinder]

πŸŽ€ Final Verdict

Overall: 3.75/5 

πŸŽ€ Rekomendasi

Dengan cerita yang ringan dan manis, plus tokoh-tokoh yang loveable, novel Love O2O cocok banget dibaca saat sedang pengen refreshing atau dijadikan selingan di antara bacaan bertema berat. Novel ini juga cocok untuk pembaca remaja sampai dewasa.


"Kalau aku tahu suatu hari aku akan begitu mencintaimu."
"Aku pasti akan langsung jatuh cinta pada pandangan pertama padamu." -hlm. 411.

Supaya blog ini makin berfaedah, aku memutuskan untuk bikin satu rubrik yang khusus membahas topik yang menyangkut profesiku, penerjemah. Jadi, niatnya nanti seminggu sekali bakalan ada sesi CMIIW atau Correct Me If I'm Wrong yang isinya membahas tentang terjemahan atau bahasa Indonesia. Semoga bisa istiqomah walopun aku sendiri meragukannya XD
Sebenarnya sudah lama aku mau bikin rubrik ini, tapi maju-mundur-maju-mundur cantiiik. Soalnya ilmuku masih cetek banget sih. Tapi, setelah dipikir-pikir lagi, sayang juga kalau nggak di-share. Apalagi kalau aku ketemu sama kata/kalimat/frasa/idiom/ungkapan yang menarik (baca: nerjemahinnya perlu meras otak sampai keriting ting ting). Siapa tau kan bisa bantu My Lovely Readers yang kebetulan membutuhkan. Sekalian sebagai catatan buatku juga, biar nggak hilang :D
Penafian: Aku juga masih terus belajar. Jika teman-teman punya terjemahan yang lebih pas untuk kata/kalimat/frasa/idiom/ungkapan yang aku terjemahkan, silakan dikoreksi ya :)
Sumber = tell me about it

informal
—used to say that one understands what someone is talking about because one has had the same or a similar experience.

Contoh:
"Something is wrong with that computer."
"Yeah, tell me about it. I can never get it to work properly."


informal
—used to say that you feel the same way or have had the same experience.

Contoh:
"He's driving me crazy with his stupid jokes." 
"Tell me about it!"

Dari dua definisi di atas, aku menerjemahkan idiom ini menjadi:
1. 'Ya, benar sekali'
2. 'Memang' 
Atau kalau dalam bahasa anak-anak sekarang, 'emang' dan 'ember' :D

Aku pernah nemu idiom ini di salah satu naskah yang aku terjemahin, tapi aku lupa yang mana. Trus, aku pernah ketemu juga di novel terjemahan yang aku baca, cuman, lagi-lagi, aku lupa judulnya #ditimpukKBBI XD 

Di novel itu, beberapa kali aku ketemu kalimat 'katakan padaku tentang itu.' Awalnya, aku bingung, soalnya kok jadi nggak nyambung gitu sama kalimat sebelumnya. Trus, aku teringat sama idiom ini. Kalau dilihat dari konteksnya, aku cukup yakin di teks sumbernya tertulis 'tell me about it.' Sayang sekali, aku lupa judul novelnya. Jadi, aku belum bisa memastikan.


BKSY (Betulin Kalo Salah Ye) ^o^

[CMIIW] Tell Me About It!

14 September 2017


Supaya blog ini makin berfaedah, aku memutuskan untuk bikin satu rubrik yang khusus membahas topik yang menyangkut profesiku, penerjemah. Jadi, niatnya nanti seminggu sekali bakalan ada sesi CMIIW atau Correct Me If I'm Wrong yang isinya membahas tentang terjemahan atau bahasa Indonesia. Semoga bisa istiqomah walopun aku sendiri meragukannya XD
Sebenarnya sudah lama aku mau bikin rubrik ini, tapi maju-mundur-maju-mundur cantiiik. Soalnya ilmuku masih cetek banget sih. Tapi, setelah dipikir-pikir lagi, sayang juga kalau nggak di-share. Apalagi kalau aku ketemu sama kata/kalimat/frasa/idiom/ungkapan yang menarik (baca: nerjemahinnya perlu meras otak sampai keriting ting ting). Siapa tau kan bisa bantu My Lovely Readers yang kebetulan membutuhkan. Sekalian sebagai catatan buatku juga, biar nggak hilang :D
Penafian: Aku juga masih terus belajar. Jika teman-teman punya terjemahan yang lebih pas untuk kata/kalimat/frasa/idiom/ungkapan yang aku terjemahkan, silakan dikoreksi ya :)
Sumber = tell me about it

informal
—used to say that one understands what someone is talking about because one has had the same or a similar experience.

Contoh:
"Something is wrong with that computer."
"Yeah, tell me about it. I can never get it to work properly."


informal
—used to say that you feel the same way or have had the same experience.

Contoh:
"He's driving me crazy with his stupid jokes." 
"Tell me about it!"

Dari dua definisi di atas, aku menerjemahkan idiom ini menjadi:
1. 'Ya, benar sekali'
2. 'Memang' 
Atau kalau dalam bahasa anak-anak sekarang, 'emang' dan 'ember' :D

Aku pernah nemu idiom ini di salah satu naskah yang aku terjemahin, tapi aku lupa yang mana. Trus, aku pernah ketemu juga di novel terjemahan yang aku baca, cuman, lagi-lagi, aku lupa judulnya #ditimpukKBBI XD 

Di novel itu, beberapa kali aku ketemu kalimat 'katakan padaku tentang itu.' Awalnya, aku bingung, soalnya kok jadi nggak nyambung gitu sama kalimat sebelumnya. Trus, aku teringat sama idiom ini. Kalau dilihat dari konteksnya, aku cukup yakin di teks sumbernya tertulis 'tell me about it.' Sayang sekali, aku lupa judul novelnya. Jadi, aku belum bisa memastikan.


BKSY (Betulin Kalo Salah Ye) ^o^

🌳 Detail Buku


🌳 Blurb


🌳 Sinopsis

"...Kau telah membebaskanku. Kau memberiku kisah cinta pertamaku, Peter. Kumohon jangan biarkan kisah ini berakhir dulu."

Lara Jean dan Peter Kavinsky kembali merajut kasih setelah hubungan mereka retak di buku pertama, To All the Boys I’ve Loved Before (TATBILB). Lara Jean sangat bahagia karena Peter cowok yang tampan dan manis sekali. Sayangnya, kebahagiaan sejoli ini ternoda dengan skandal yang dengan cepat menyebar di sekolah, sehingga menyebabkan Lara Jean dan Peter menjadi bulan-bulanan ejekan teman-teman mereka.


Lara Jean juga menyimpan kegelisahan mendalam karena keberadaan mantan pacar Peter sekaligus mantan sahabat Lara Jean, Genevieve. Gen terus-terusan hadir di antara mereka dan merebut perhatian Peter. Anehnya, Peter selalu datang jika Gen memintanya, membuat Lara Jean semakin galau. Lara Jean yang penasaran beberapa kali meminta penjelasan dari Peter, tapi cowok itu tidak mau memberitahunya, sehingga Lara Jean terpaksa menelan kejengkelannya sendiri dan berusaha memahami Peter.


"…Kau tidak bisa dekat dengan seseorang, tidak sepenuhnya, dengan rahasia di antara kalian berdua." –hlm. 32.


Di lain pihak, seseorang dari masa lalu Lara Jean kembali muncul. John Ambrose McLaren, cowok cerdas dan memesona yang menjadi salah satu penerima surat cinta Lara Jean. Dia tidak mengira akan mendapatkan balasan dari John. Dari suratnya, John menjelaskan bahwa karena satu dan lain hal, surat Lara Jean baru diterimanya baru-baru ini saja. Sejak saat itu, Lara Jean dan John menjadi sahabat pena.


Pertemanan Lara Jean dan John semakin akrab, sedangkan hubungannya dengan Peter semakin renggang. Lara Jean semakin tidak tahan dengan keberadaan Gen di antara mereka. Dan melalui sebuah permainan, Lara Jean bertekad untuk mengalahkan Gen dan membuktikan bahwa dirinya bukanlah pecundang.


🌳 Ulasan


Jadi, kalian #TeamPeter atau #TeamJohn ? Aku? Jelas #TeamJohn dooong. #SecondLeadMaleSyndrome ini kayaknya sudah jadi penyakit akutku. Tiap kali baca novel atau nonton film yang ada bau-bau cinta segitiganya, aku seringnya malah jatuh hati sama second lead-nya. Haha πŸ˜…


But anyway, aku cukup menikmati sekuel dari serial TATBILB ini. P.S. I Still Love You masih menyuguhkan cerita keseharian anak-anak SMA yang biasanya berpusat pada keluarga, persahabatan, dan cinta. Konflik yang dibangun pun ringan dan khas anak-anak remaja. Namun demikian, tetap ada pesan-pesan moral yang terselip di sana-sini.


""Hidup memang tidak menyamaratakan pria dan wanita. Kalau kau sampai hamil, hidupmulah yang akan berubah. Si pemuda tidak akan mengalami perubahan yang signifikan. Kau yang akan jadi bahan bisik-bisik semua orang. [...]"" -hlm. 142.

Berbeda dengan TATBILB yang terasa heboh karena kekacauan akibat surat-surat cinta Lara Jean yang terkirim dan hubungan pacaran pura-puranya dengan Peter Kavinsky, PSISLY terasa lebih tenang. Novel ini sepertinya menitikberatkan pada perkembangan si tokoh utama, Lara Jean, dan bagaimana cara dia menyelesaikan masalah-masalah yang menimpanya, yang tidak melulu menyangkut hubungannya dengan Peter. Hal ini terlihat dari Lara Jean yang tidak selalu bersama Peter meskipun mereka baru jadian. Bagian-bagian dia terlibat dalam pekerjaan sukarelanya di panti jompo pun dijabarkan dengan cukup detail. Memang di bagian awal kita langsung dihadapkan pada konflik skandal yang menimpa Lara Jean dan Peter, tapi setelah itu keadaan kembali menjadi tenang. Sampai John Ambrose McLaren datang.


Interaksi anggota keluarga Covey juga asik buat diikuti. Aku suka mengikuti interaksi Song Sisters yang akrab dan hangat. Mereka saling sayang, kemudian bertengkar, lalu saling menyayangi lagi. Sang Ayah, dr. Covey, juga bikin hati meleleh. Dia sosok ayah yang sangat memperhatikan putri-putrinya. Benar-benar kehidupan keluarga yang indah.


Selain kisah kehidupan anak SMA yang manis, yang paling aku suka juga dari novel ini adalah banyak nama makanan yang disebutkan di sepanjang cerita. Aku jadi ngiler deh, soalnya dari narasi Lara Jean, makanan-makanan tersebut lezat semua. Kalo dari nama dan penjelasan di catatan kaki, makanan-makanan tersebut berasal dari berbagai negara, bukan hanya dari Amerika dan Korea saja. Ini seperti belajar budaya dari berbagai negara secara tidak langsung #bacanovelberfaedah 🀣🀣🀣


🌳 Karakter


Lara Jean "Song" Covey adalah gadis yang manis dan unik. Dia juga cerdas dan kreatif. Aku suka dengan caranya berpikir. Tapi, aku terkadang sebel juga sama insecurity-nya dia, meskipun aku bisa memahami sih.


Peter Kavinsky masih digambarkan sebagai cowok keren yang senang menjadi pusat perhatian. Terus terang, sejak di TATBILB, aku bukan #TeamPeter. Aku sebal sama sikapnya yang plin-plan. Apalagi di PSISLY ini, keplinplanannya itu semakin menjadi-jadi. Walopun ada alasan kuat kenapa dia bersikap seperti itu, tapi tetep aja… Grrr…


John(ny) Ambrose McLaren, my boy. Dibandingkan Peter, aku jauh lebih suka sama John. Karakternya benar-benar memesona. Yang paling aku suka dari dia ini adalah ketegasannya dalam menyatakan perasaannya pada Lara Jean. Nggak pake jaim, nggak pake ragu apalagi plin-plan. Pokoknya, John menyatakan perasaannya dengan tegas dan lugas. Duh, Lara Jean, nggak bisa ya kamu jadian sama John aja? #TeamJohn #maksa 😍


""Kau juga memandangi Peter?"
John memandang lurus kepadaku, mata biru tuanya terlihat mantap dan penuh keyakinan. Dan napasku tertahan di dadaku. "Tidak. Aku memandangimu."" -hlm. 281.

""Aku suka padamu, Lara Jean. Aku suka padamu dulu dan aku lebih suka lagi padamu sekarang. [...] aku hanya mau menegaskan dan memperjelasnya."" -hlm. 281.

Oh, damn! This boy knows how to melt your heart. Unch 😚


Sayangnya, aku ngerasa penampilan John di buku ini kurang banyak. I need more John, please 😒


Song Sisters, Margot dan Kitty. Di antara Song Sisters, aku paling suka sama Kitty. Kelakuannya yang kadang dewasa kadang kekanak-kanakan bikin aku gemes banget pengen uyel-uyel kepalanya. Hahaha. Sedangkan Margot, hanya muncul di beberapa bab awal, karena dia sedang kuliah di Skotlandia.


"Semakin Kitty dewasa, aku lihat dia jauh lebih mirip dengan Margot daripada denganku.
Tapi kemudian dia bilang, “Bagaimana kalau kita pakai cetakan kue untuk membuat panekuk bentuk hati? Dan menambahkan pewarna merah ke adonannya?"
Aku berseri-seri menatapnya. "Anak pintar!" Jadi mungkin Kitty sedikit mirip denganku.
Kitty menambahkan. "Kita juga bisa mewarnai siropnya dengan pewarna merah, supaya kelihatan seperti darah. Hati yang berdarah!"
Tidak, tidak jadi. Kitty beda sendiri." –hlm. 151.

Aku ngakak baca dialog ini πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚

Genevieve tetap sama menyebalkannya dengan di buku pertama. Tapi, di buku kedua ini terungkap alasan kenapa dia bergantung banget sama Peter dan jahat banget sama Lara Jean. Dan aku lega setelah tau penyebabnya. Macam bisul yang akhirnya pecah setelah berminggu-minggu bikin tersiksa 🀣🀣🀣


Stormy adalah karakter favoritku yang lain. Walaupun sudah tua, Stormy tetap berjiwa muda. Petualangan cinta semasa mudanya seru. Dan aku sepakat dengan caranya memandang hubungan percintaan 😁


""Maksudku kau harus hati-hati. Kau harus sangat berhati-hati seolah ini masalah hidup dan mati, karena memang begitulah kenyataannya." Stormy menatapku penuh arti. "Dan jangan pernah memercayakan pemuda itu untuk melindungimu. Seorang wanita selalu bisa melindungi dirinya sendiri."" -hlm. 142-143.

🌳 Ending


Novel ini ditutup dengan adegan yang emosional sekaligus heart-warming. Terus terang, menurutku kalau serial ini tamat di buku kedua ini aja sudah oke, kok. Tapi aku penasaran juga, di buku ketiganya nanti akan ada konflik yang seperti apa lagi. Dan aku masih berharap Lara Jean bakal mencampakkan Peter dan kembali ke pelukan John #agirlcandream #diamukmassa 🀣🀣🀣


🌳 Alih Bahasa dan Desain Sampul


Alih bahasa novel ini bagus sekali. Nyari nggak ada typo sama sekali. Dan penambahan catatan kaki untuk menjelaskan istilah-istilah asing serta nama-nama merek di Amerika sana benar-benar membuat proses membaca novel ini jadi menyenangkan.


Untuk kovernya sendiri nggak ada masalah. Aku suka sama desainnya yang terkesan feminin dan manis, persis seperti isi novelnya. Menurutku, Penerbit Spring mengambil keputusan yang tepat dengan mempertahankan kover aslinya. Dan bookmark-nya unyuuuh 😍😍😍



Ilustrasi berupa kertas surat dan amplop di setiap pembuka bab juga bagus. Cocok dengan karakter Lara Jean yang suka banget nulis surat. Good job, Mas TeguhraπŸ‘


🌳 Overall


Aku cukup suka dengan novel ini. Membaca PSISLY membuatku bernostalgia mengenang masa-masa SMA-ku dulu, tentang keluarga, persahabatan, dan cinta pertama. Novel ini manis, dengan gaya narasi yang ringan dan mengalir. Ditambah lagi, terjemahan yang bagus sekali dan catatan-catatan kaki yang sangat membantu dalam memahami kata-kata asing, bikin aku betah banget bacanya. Tapi, kalo disuruh milih, aku lebih suka buku pertamanya sih, soalnya lebih seru 😁


🌳 Final Verdict

🌳 Rekomendasi


Novel ini memang ditujukan untuk pembaca remaja. Konflik yang dihadapi para tokoh khas permasalahan yang biasa dihadapi anak-anak SMA pada umumnya. Aku merekomendasikan novel ini untuk pembaca 16+ dan pembaca dewasa yang menyukai novel-novel dengan konflik yang ringan.


"Banyak orang yang keluar masuk di hidupmu. Untuk satu masa, mereka adalah duniamu, mereka segalanya. Lalu suatu hari mereka bukan lagi apa-apa bagimu. Kau tidak bisa tahu seberapa lama mereka akan berada di dekatmu." –hlm. 347.

🌸🌸🌸🌸🌸



Nah, sudah tau dong kalo di akhir rangkaian blog tour nanti Penerbit Spring bakal ngadain giveaway di fans page mereka? Nanti bakalan ada teka-teki silang yang pertanyaan-pertanyaannya akan diberikan oleh setiap host. Jadi, pastikan kalian kunjungi blog-blog mereka sesuai jadwal di banner ya.


Ini dia rules-nya.
  1. Follow semua media sosial Penerbit Spring (FP Penerbit Spring, IG  & Twitter @penerbitspring).

  2. Kalo kamu mau, kamu juga boleh follow Twitter-ku @gitaputeri_y, IG-ku @gitaputeri.y, dan blogku melalui email atau Wordpress.com. Yang di IG, kalo kamu bookstagrammer, aku bakalan follback.

  3. Share resensi ini di media sosial kamu dan mention aku dan Penerbit Spring. Share-nya boleh di Twitter atau IG (feed atau story).

  4. Jawab semua pertanyaan dari semua host. Jawabannya ditulis di FP Penerbit Spring SETELAH rangkaian blog tour ini berakhir. Jadi jawabnya BUKAN di sini dan NGGAK SEKARANG ya πŸ˜‰
Pertanyaanku sebagai berikut.
Siapa nama Ilustrator Isi di novel ini?

Gampang banget, kaaan. Kalo kamu baca ulasanku tadi, pasti langsung tau deh jawabannya πŸ˜™


Terima kasih buat Penerbit Spring yang sudah memberikan kepercayaan padaku untuk menjadi host blog tour buat novel P.S. I Still Love You yang manis ini. Semoga kita bisa bekerja sama lagi di lain waktu #kode *winkwink πŸ˜‚


See you in my next post, fellas!

XOXO,

Gita 😘

[Resensi] P.S. I Still Love You – Jenny Han: Blog Tour + Giveaway

27 August 2017


🌳 Detail Buku


🌳 Blurb


🌳 Sinopsis

"...Kau telah membebaskanku. Kau memberiku kisah cinta pertamaku, Peter. Kumohon jangan biarkan kisah ini berakhir dulu."

Lara Jean dan Peter Kavinsky kembali merajut kasih setelah hubungan mereka retak di buku pertama, To All the Boys I’ve Loved Before (TATBILB). Lara Jean sangat bahagia karena Peter cowok yang tampan dan manis sekali. Sayangnya, kebahagiaan sejoli ini ternoda dengan skandal yang dengan cepat menyebar di sekolah, sehingga menyebabkan Lara Jean dan Peter menjadi bulan-bulanan ejekan teman-teman mereka.


Lara Jean juga menyimpan kegelisahan mendalam karena keberadaan mantan pacar Peter sekaligus mantan sahabat Lara Jean, Genevieve. Gen terus-terusan hadir di antara mereka dan merebut perhatian Peter. Anehnya, Peter selalu datang jika Gen memintanya, membuat Lara Jean semakin galau. Lara Jean yang penasaran beberapa kali meminta penjelasan dari Peter, tapi cowok itu tidak mau memberitahunya, sehingga Lara Jean terpaksa menelan kejengkelannya sendiri dan berusaha memahami Peter.


"…Kau tidak bisa dekat dengan seseorang, tidak sepenuhnya, dengan rahasia di antara kalian berdua." –hlm. 32.


Di lain pihak, seseorang dari masa lalu Lara Jean kembali muncul. John Ambrose McLaren, cowok cerdas dan memesona yang menjadi salah satu penerima surat cinta Lara Jean. Dia tidak mengira akan mendapatkan balasan dari John. Dari suratnya, John menjelaskan bahwa karena satu dan lain hal, surat Lara Jean baru diterimanya baru-baru ini saja. Sejak saat itu, Lara Jean dan John menjadi sahabat pena.


Pertemanan Lara Jean dan John semakin akrab, sedangkan hubungannya dengan Peter semakin renggang. Lara Jean semakin tidak tahan dengan keberadaan Gen di antara mereka. Dan melalui sebuah permainan, Lara Jean bertekad untuk mengalahkan Gen dan membuktikan bahwa dirinya bukanlah pecundang.


🌳 Ulasan


Jadi, kalian #TeamPeter atau #TeamJohn ? Aku? Jelas #TeamJohn dooong. #SecondLeadMaleSyndrome ini kayaknya sudah jadi penyakit akutku. Tiap kali baca novel atau nonton film yang ada bau-bau cinta segitiganya, aku seringnya malah jatuh hati sama second lead-nya. Haha πŸ˜…


But anyway, aku cukup menikmati sekuel dari serial TATBILB ini. P.S. I Still Love You masih menyuguhkan cerita keseharian anak-anak SMA yang biasanya berpusat pada keluarga, persahabatan, dan cinta. Konflik yang dibangun pun ringan dan khas anak-anak remaja. Namun demikian, tetap ada pesan-pesan moral yang terselip di sana-sini.


""Hidup memang tidak menyamaratakan pria dan wanita. Kalau kau sampai hamil, hidupmulah yang akan berubah. Si pemuda tidak akan mengalami perubahan yang signifikan. Kau yang akan jadi bahan bisik-bisik semua orang. [...]"" -hlm. 142.

Berbeda dengan TATBILB yang terasa heboh karena kekacauan akibat surat-surat cinta Lara Jean yang terkirim dan hubungan pacaran pura-puranya dengan Peter Kavinsky, PSISLY terasa lebih tenang. Novel ini sepertinya menitikberatkan pada perkembangan si tokoh utama, Lara Jean, dan bagaimana cara dia menyelesaikan masalah-masalah yang menimpanya, yang tidak melulu menyangkut hubungannya dengan Peter. Hal ini terlihat dari Lara Jean yang tidak selalu bersama Peter meskipun mereka baru jadian. Bagian-bagian dia terlibat dalam pekerjaan sukarelanya di panti jompo pun dijabarkan dengan cukup detail. Memang di bagian awal kita langsung dihadapkan pada konflik skandal yang menimpa Lara Jean dan Peter, tapi setelah itu keadaan kembali menjadi tenang. Sampai John Ambrose McLaren datang.


Interaksi anggota keluarga Covey juga asik buat diikuti. Aku suka mengikuti interaksi Song Sisters yang akrab dan hangat. Mereka saling sayang, kemudian bertengkar, lalu saling menyayangi lagi. Sang Ayah, dr. Covey, juga bikin hati meleleh. Dia sosok ayah yang sangat memperhatikan putri-putrinya. Benar-benar kehidupan keluarga yang indah.


Selain kisah kehidupan anak SMA yang manis, yang paling aku suka juga dari novel ini adalah banyak nama makanan yang disebutkan di sepanjang cerita. Aku jadi ngiler deh, soalnya dari narasi Lara Jean, makanan-makanan tersebut lezat semua. Kalo dari nama dan penjelasan di catatan kaki, makanan-makanan tersebut berasal dari berbagai negara, bukan hanya dari Amerika dan Korea saja. Ini seperti belajar budaya dari berbagai negara secara tidak langsung #bacanovelberfaedah 🀣🀣🀣


🌳 Karakter


Lara Jean "Song" Covey adalah gadis yang manis dan unik. Dia juga cerdas dan kreatif. Aku suka dengan caranya berpikir. Tapi, aku terkadang sebel juga sama insecurity-nya dia, meskipun aku bisa memahami sih.


Peter Kavinsky masih digambarkan sebagai cowok keren yang senang menjadi pusat perhatian. Terus terang, sejak di TATBILB, aku bukan #TeamPeter. Aku sebal sama sikapnya yang plin-plan. Apalagi di PSISLY ini, keplinplanannya itu semakin menjadi-jadi. Walopun ada alasan kuat kenapa dia bersikap seperti itu, tapi tetep aja… Grrr…


John(ny) Ambrose McLaren, my boy. Dibandingkan Peter, aku jauh lebih suka sama John. Karakternya benar-benar memesona. Yang paling aku suka dari dia ini adalah ketegasannya dalam menyatakan perasaannya pada Lara Jean. Nggak pake jaim, nggak pake ragu apalagi plin-plan. Pokoknya, John menyatakan perasaannya dengan tegas dan lugas. Duh, Lara Jean, nggak bisa ya kamu jadian sama John aja? #TeamJohn #maksa 😍


""Kau juga memandangi Peter?"
John memandang lurus kepadaku, mata biru tuanya terlihat mantap dan penuh keyakinan. Dan napasku tertahan di dadaku. "Tidak. Aku memandangimu."" -hlm. 281.

""Aku suka padamu, Lara Jean. Aku suka padamu dulu dan aku lebih suka lagi padamu sekarang. [...] aku hanya mau menegaskan dan memperjelasnya."" -hlm. 281.

Oh, damn! This boy knows how to melt your heart. Unch 😚


Sayangnya, aku ngerasa penampilan John di buku ini kurang banyak. I need more John, please 😒


Song Sisters, Margot dan Kitty. Di antara Song Sisters, aku paling suka sama Kitty. Kelakuannya yang kadang dewasa kadang kekanak-kanakan bikin aku gemes banget pengen uyel-uyel kepalanya. Hahaha. Sedangkan Margot, hanya muncul di beberapa bab awal, karena dia sedang kuliah di Skotlandia.


"Semakin Kitty dewasa, aku lihat dia jauh lebih mirip dengan Margot daripada denganku.
Tapi kemudian dia bilang, “Bagaimana kalau kita pakai cetakan kue untuk membuat panekuk bentuk hati? Dan menambahkan pewarna merah ke adonannya?"
Aku berseri-seri menatapnya. "Anak pintar!" Jadi mungkin Kitty sedikit mirip denganku.
Kitty menambahkan. "Kita juga bisa mewarnai siropnya dengan pewarna merah, supaya kelihatan seperti darah. Hati yang berdarah!"
Tidak, tidak jadi. Kitty beda sendiri." –hlm. 151.

Aku ngakak baca dialog ini πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚

Genevieve tetap sama menyebalkannya dengan di buku pertama. Tapi, di buku kedua ini terungkap alasan kenapa dia bergantung banget sama Peter dan jahat banget sama Lara Jean. Dan aku lega setelah tau penyebabnya. Macam bisul yang akhirnya pecah setelah berminggu-minggu bikin tersiksa 🀣🀣🀣


Stormy adalah karakter favoritku yang lain. Walaupun sudah tua, Stormy tetap berjiwa muda. Petualangan cinta semasa mudanya seru. Dan aku sepakat dengan caranya memandang hubungan percintaan 😁


""Maksudku kau harus hati-hati. Kau harus sangat berhati-hati seolah ini masalah hidup dan mati, karena memang begitulah kenyataannya." Stormy menatapku penuh arti. "Dan jangan pernah memercayakan pemuda itu untuk melindungimu. Seorang wanita selalu bisa melindungi dirinya sendiri."" -hlm. 142-143.

🌳 Ending


Novel ini ditutup dengan adegan yang emosional sekaligus heart-warming. Terus terang, menurutku kalau serial ini tamat di buku kedua ini aja sudah oke, kok. Tapi aku penasaran juga, di buku ketiganya nanti akan ada konflik yang seperti apa lagi. Dan aku masih berharap Lara Jean bakal mencampakkan Peter dan kembali ke pelukan John #agirlcandream #diamukmassa 🀣🀣🀣


🌳 Alih Bahasa dan Desain Sampul


Alih bahasa novel ini bagus sekali. Nyari nggak ada typo sama sekali. Dan penambahan catatan kaki untuk menjelaskan istilah-istilah asing serta nama-nama merek di Amerika sana benar-benar membuat proses membaca novel ini jadi menyenangkan.


Untuk kovernya sendiri nggak ada masalah. Aku suka sama desainnya yang terkesan feminin dan manis, persis seperti isi novelnya. Menurutku, Penerbit Spring mengambil keputusan yang tepat dengan mempertahankan kover aslinya. Dan bookmark-nya unyuuuh 😍😍😍



Ilustrasi berupa kertas surat dan amplop di setiap pembuka bab juga bagus. Cocok dengan karakter Lara Jean yang suka banget nulis surat. Good job, Mas TeguhraπŸ‘


🌳 Overall


Aku cukup suka dengan novel ini. Membaca PSISLY membuatku bernostalgia mengenang masa-masa SMA-ku dulu, tentang keluarga, persahabatan, dan cinta pertama. Novel ini manis, dengan gaya narasi yang ringan dan mengalir. Ditambah lagi, terjemahan yang bagus sekali dan catatan-catatan kaki yang sangat membantu dalam memahami kata-kata asing, bikin aku betah banget bacanya. Tapi, kalo disuruh milih, aku lebih suka buku pertamanya sih, soalnya lebih seru 😁


🌳 Final Verdict

🌳 Rekomendasi


Novel ini memang ditujukan untuk pembaca remaja. Konflik yang dihadapi para tokoh khas permasalahan yang biasa dihadapi anak-anak SMA pada umumnya. Aku merekomendasikan novel ini untuk pembaca 16+ dan pembaca dewasa yang menyukai novel-novel dengan konflik yang ringan.


"Banyak orang yang keluar masuk di hidupmu. Untuk satu masa, mereka adalah duniamu, mereka segalanya. Lalu suatu hari mereka bukan lagi apa-apa bagimu. Kau tidak bisa tahu seberapa lama mereka akan berada di dekatmu." –hlm. 347.

🌸🌸🌸🌸🌸



Nah, sudah tau dong kalo di akhir rangkaian blog tour nanti Penerbit Spring bakal ngadain giveaway di fans page mereka? Nanti bakalan ada teka-teki silang yang pertanyaan-pertanyaannya akan diberikan oleh setiap host. Jadi, pastikan kalian kunjungi blog-blog mereka sesuai jadwal di banner ya.


Ini dia rules-nya.
  1. Follow semua media sosial Penerbit Spring (FP Penerbit Spring, IG  & Twitter @penerbitspring).

  2. Kalo kamu mau, kamu juga boleh follow Twitter-ku @gitaputeri_y, IG-ku @gitaputeri.y, dan blogku melalui email atau Wordpress.com. Yang di IG, kalo kamu bookstagrammer, aku bakalan follback.

  3. Share resensi ini di media sosial kamu dan mention aku dan Penerbit Spring. Share-nya boleh di Twitter atau IG (feed atau story).

  4. Jawab semua pertanyaan dari semua host. Jawabannya ditulis di FP Penerbit Spring SETELAH rangkaian blog tour ini berakhir. Jadi jawabnya BUKAN di sini dan NGGAK SEKARANG ya πŸ˜‰
Pertanyaanku sebagai berikut.
Siapa nama Ilustrator Isi di novel ini?

Gampang banget, kaaan. Kalo kamu baca ulasanku tadi, pasti langsung tau deh jawabannya πŸ˜™


Terima kasih buat Penerbit Spring yang sudah memberikan kepercayaan padaku untuk menjadi host blog tour buat novel P.S. I Still Love You yang manis ini. Semoga kita bisa bekerja sama lagi di lain waktu #kode *winkwink πŸ˜‚


See you in my next post, fellas!

XOXO,

Gita 😘