SOCIAL MEDIA

10325697_651797381575241_2948501595714140646_n


Judul asli: Honor's Splendor
Judul Terjemahan: Cinta dan Kehormatan
Penerbit: Dastan Books
Penerjemah: Gita Puteri Yani
Tebal:  592 halaman
ISBN: 9786022471677
Harga: Rp. 75.000
Terbit: Mei 2014

Sinopsis

Menuntut balas dendam atas apa yang terjadi pada adik perempuannya, Baron Duncan of Wexton menyandera Lady Madelyne sebagai tawanan dari penaklukan benteng Baron Louddon. Namun setelah melihat kecantikan Madelyne yang sesungguhnya, Duncan pun menepikan rencana awalnya dan bersumpah untuk melindungi sang lady.

Lady Madelyne, yang telah bertahun-tahun hidup dalam penindasan Baron Louddon, sebenarnya telah bertekad untuk pergi ke tempat sepupunya di Skotlandia guna mencari rasa aman. Namun dalam masa penawanannya oleh Duncan, ia melihat sisi lain dari Duncan yang membuat hatinya bergetar oleh perasaan yang belum pernah ia rasakan sebelumnya.

Bahaya masih mengancam Madelyne, Louddon ternyata mempunyai niat keji pada Madelyne dan berusaha mendapatkannya kembali. Akankah Duncan membiarkan Madelyne yang ia cintai lepas dari pelukannya? Siapkah Madelyne menerima keterpikatannya pada Duncan yang semakin tak terbendung? Semua bahaya dan rintangan yang menghadang menuntut pembuktian kekuatan cinta mereka berdua.

[Terjemahanku] Honor's Splendour - Julie Garwood

15 September 2016

10325697_651797381575241_2948501595714140646_n


Judul asli: Honor's Splendor
Judul Terjemahan: Cinta dan Kehormatan
Penerbit: Dastan Books
Penerjemah: Gita Puteri Yani
Tebal:  592 halaman
ISBN: 9786022471677
Harga: Rp. 75.000
Terbit: Mei 2014

Sinopsis

Menuntut balas dendam atas apa yang terjadi pada adik perempuannya, Baron Duncan of Wexton menyandera Lady Madelyne sebagai tawanan dari penaklukan benteng Baron Louddon. Namun setelah melihat kecantikan Madelyne yang sesungguhnya, Duncan pun menepikan rencana awalnya dan bersumpah untuk melindungi sang lady.

Lady Madelyne, yang telah bertahun-tahun hidup dalam penindasan Baron Louddon, sebenarnya telah bertekad untuk pergi ke tempat sepupunya di Skotlandia guna mencari rasa aman. Namun dalam masa penawanannya oleh Duncan, ia melihat sisi lain dari Duncan yang membuat hatinya bergetar oleh perasaan yang belum pernah ia rasakan sebelumnya.

Bahaya masih mengancam Madelyne, Louddon ternyata mempunyai niat keji pada Madelyne dan berusaha mendapatkannya kembali. Akankah Duncan membiarkan Madelyne yang ia cintai lepas dari pelukannya? Siapkah Madelyne menerima keterpikatannya pada Duncan yang semakin tak terbendung? Semua bahaya dan rintangan yang menghadang menuntut pembuktian kekuatan cinta mereka berdua.
558009_449860595102255_1787247342_n


Judul asli: Castles in the Air
Penerbit: Dastan Books
Penerjemah: Gita Puteri Yani
Penyunting:
Tebal:  464 halaman
ISBN: 9786022470762
Harga: Rp. 59.900
Terbit: April 2013

Sinopsis

Dokumen yang ditandatangani dan dicap oleh King Henry mengharuskan Lady Juliana of Lofts menikah dengan Geoffroi Jean Louis Raymond, Count of AvrachΓ©. Namun Juliana enggan menerima pernikahan itu dan selalu menunda-nundanya dengan halus, meskipun dengan risiko dirinya akan dinilai melakukan pengkhianatan dengan menentang perintah tersebut.

Raymond pun akhirnya mendatangi Juliana untuk mengklaim apa yang menjadi haknya. Ternyata Raymond mendapati bahwa bukan hal yang mudah untuk melaksanakan niat tersebut, karena masa lalu Juliana membuat gadis itu berusaha menolaknya. Selain itu, Raymond juga harus menghadapi intrik istana yang mengintai bersama maut yang mengancam mereka berdua.

Akankah Juliana tetap menolak Raymond dengan semua usaha yang telah dilakukan sang count? Mampukah Raymond menaklukkan dan meluluhkan hati Juliana sehingga mendapatkan cintanya?

[Terjemahanku] Castle in the Air - Christina Dodd

558009_449860595102255_1787247342_n


Judul asli: Castles in the Air
Penerbit: Dastan Books
Penerjemah: Gita Puteri Yani
Penyunting:
Tebal:  464 halaman
ISBN: 9786022470762
Harga: Rp. 59.900
Terbit: April 2013

Sinopsis

Dokumen yang ditandatangani dan dicap oleh King Henry mengharuskan Lady Juliana of Lofts menikah dengan Geoffroi Jean Louis Raymond, Count of AvrachΓ©. Namun Juliana enggan menerima pernikahan itu dan selalu menunda-nundanya dengan halus, meskipun dengan risiko dirinya akan dinilai melakukan pengkhianatan dengan menentang perintah tersebut.

Raymond pun akhirnya mendatangi Juliana untuk mengklaim apa yang menjadi haknya. Ternyata Raymond mendapati bahwa bukan hal yang mudah untuk melaksanakan niat tersebut, karena masa lalu Juliana membuat gadis itu berusaha menolaknya. Selain itu, Raymond juga harus menghadapi intrik istana yang mengintai bersama maut yang mengancam mereka berdua.

Akankah Juliana tetap menolak Raymond dengan semua usaha yang telah dilakukan sang count? Mampukah Raymond menaklukkan dan meluluhkan hati Juliana sehingga mendapatkan cintanya?

13232499

Sinopsis

"Walaupun tidak ada hal lain di dunia ini yang bisa kaupercayai, percayalah bahwa aku mencintaimu. Sepenuh hatiku."

Ini adalah salah satu kisah yang terjadi di bawah langit kota New York...

Ini kisah tentang harapan yang muncul di tengah keputusasaan...

Tentang impian yang bertahan di antara keraguan...

Dan tentang cinta yang memberikan alasan untuk bertahan hidup.

Awalnya Alex Hirano lebih memilih jauh-jauh dari gadis yang itu—malaikat kegelapannya yang sudah membuatnya cacat. Kemudian Mia Clark tertawa dan Alex bertanya-tanya bagaimana ia dulu bisa berpikir gadis yang memiliki tawa secerah matahari itu adalah malaikat kegelapannya.

Awalnya mata hitam yang menatapnya dengan tajam dan dingin itu membuat Mia gemetar ketakutan dan berharap bumi menelannya detik itu juga. Kemudian Alex Hirano tersenyum dan jantung Mia yang malang melonjak dan berdebar begitu keras sampai Mia takut Alex bisa mendengarnya.

*****

Akhirnya, kesampaian juga baca novel best-seller yang satu ini. Karena terbitnya udah dari kapan tahun, aku yakin banyak dari kalian yang sudah tahu jalan ceritanya. Jadi, di resensi kali ini, aku tidak akan menuliskan rangkuman ceritanya ya :)

Berkali-kali aku bilang aku nggak suka novel yang sad-ending, soalnya aku tipe yang susah move on setiap kali selesai baca novel, apalagi novel yang ceritanya emang keren. But this one… this one is so d*mn beautiful. Makanya aku nekat aja nerusin novel ini meski tau resikonya. Mau gimana lagi? Alex Hirano bikin aku klepek-klepek, Mia Clark bikin aku jatuh sayang. Dan selama baca novel ini, mau nggak mau aku jadi terus ngebayangin muka kiyutnya Herjunot Ali yang meranin Alex Hirano di versi layar lebarnya. Haha…



[caption id="attachment_198" align="alignnone" width="673"]090256100_1439372275-sby_1 Duh, Bang Junooot >_<[/caption]
Anyway, aku jadi ngerti kenapa novel-novel Ilana Tan selalu jadi best-seller. Sunshine Becomes You, meskipun mellow dan agak-agak klise, ceritanya indah. Jalinan kisahnya mengalir dengan cantik dan natural. Dan aku paling suka dengan hubungan Alex dan Mia yang berkembang secara alami. No fancy words, no exaggerated romantic scenes ala-ala drama Korea. Namun demikian, aku tetap ikutan berdebar-debar saat Alex dengan santainya bilang kalau dia mau menikah dengan Mia.



"Kurasa satu-satunya hal yang bisa membuatku memanggilmu nama depanmu adalah kalau kau menikah denganku."

Kali ini Mia merasa jantungnya melonjak dan ia menatap Alex dengan mata melebar kaget.

Alex balas menatapnya sambil tersenyum lebar. "Kalau itu terjadi, berarti kau menjadi Mia Hirano. Dan saat itu aku tidak mungkin memanggilmu dengan nama belakang, bukan?"

Mia tidak berkata apa-apa. Ia tidak sadar dirinya menahan napas. Ia hanya tahu jantungnya mendadak berdebar begitu cepat dan keras sampai ia takut akan mendapat serangan lagi.


Terus, di novel ini juga nyaris nggak ada pernyataan ‘aku cinta padamu’, ‘I love you’, ‘saranghae’, ‘wo ai ni’ de el el de es be ge yang biasanya selalu menghiasi novel-novel roman. Namun, ketiadaan ungkapan cinta tersebut justru menjadikan keseluruhan cerita Alex dan Mia ini semakin indah. Di sini Ilana Tan membuktikan bahwa cinta tidak selalu harus diungkapkan dengan kata-kata manis dan sendu mendayu-dayu. Justru, cinta yang diungkapkan melalui sikap dan perbuatan itu lebih bermakna dan mengena di hati. Walaupun kalau disuruh milih sih, aku tetap aja mau suamiku nyatain cinta lewat kata-kata :D

Untuk plotnya sendiri memang lambat khas novel-novel roman dan cenderung membosankan. Kamu nggak bakalan deh nemu adegan ciat, ciat dalam novel ini. Ya jelas donk ah, emangnya novel silat pakek ciat, ciat segala. Bagi yang bukan penggemar cerita roman, mungkin novel ini bakalan bikin kamu ketiduran saking bosannya, tapi buat penggemar cerita cinta, novel ini akan membuatmu mendesah penuh khayal, membayangkan ada sosok cool seperti Herjunot Ali, eh, Alex Hirano yang jatuh cinta padamu. Setidaknya, itu yang terjadi padaku.



“Aku tidak bisa menunjukkan kelemahan seperti itu di hadapannya. Dia membutuhkan seseorang yang bisa mendukungnya, seseorang yang bisa membantunya ketika dibutuhkan, yang bisa diandalkannya, seseorang yang bisa meyakinkannya bahwa segalanya akan baik-baik saja. Jadi kuputuskan aku harus menjadi orang seperti itu.” Alex menoleh ke arah Ray dan tersenyum samar.

Sejenak Ray tidak bisa berkata apa-apa, hanya bisa terpana dalam diam ketika menyadari perasaan Alex. “Kau… sangat mencintainya, bukan?”

Alex mengerjap. Matanya yang muram terlihat berkaca-kaca ketika menggumamkan dua patah kata dari dasar jiwanya dengan lirih. “Sepenuh hati.”





Nggggg… bentar ya, aku mau meleleh dulu. Nggak ku-ku sama jawaban Alex yang ooohhh… :3

Nabilah-JKT48-dan-Herjunot-Ali-dalam-film-Sunshine-Becomes-You

Overall, buku ini memang recommended buat pecinta novel roman, walaupun pilihanku tetap pada novel-novel dengan happy-ending siiih. Dan meskipun di bagian akhirnya bikin termehek-mehek, buku ini cukup menghibur kok. Bisa lah dijadikan teman untuk menghabiskan waktu santai di akhir pekan.


My rate: ♥♥♥♥ (4 of 5)


Until my next post,

Gita


*Pictures credit to Google Images.

[Resensi] Sunshine Becomes You - Ilana Tan

10 September 2016

13232499

Sinopsis

"Walaupun tidak ada hal lain di dunia ini yang bisa kaupercayai, percayalah bahwa aku mencintaimu. Sepenuh hatiku."

Ini adalah salah satu kisah yang terjadi di bawah langit kota New York...

Ini kisah tentang harapan yang muncul di tengah keputusasaan...

Tentang impian yang bertahan di antara keraguan...

Dan tentang cinta yang memberikan alasan untuk bertahan hidup.

Awalnya Alex Hirano lebih memilih jauh-jauh dari gadis yang itu—malaikat kegelapannya yang sudah membuatnya cacat. Kemudian Mia Clark tertawa dan Alex bertanya-tanya bagaimana ia dulu bisa berpikir gadis yang memiliki tawa secerah matahari itu adalah malaikat kegelapannya.

Awalnya mata hitam yang menatapnya dengan tajam dan dingin itu membuat Mia gemetar ketakutan dan berharap bumi menelannya detik itu juga. Kemudian Alex Hirano tersenyum dan jantung Mia yang malang melonjak dan berdebar begitu keras sampai Mia takut Alex bisa mendengarnya.

*****

Akhirnya, kesampaian juga baca novel best-seller yang satu ini. Karena terbitnya udah dari kapan tahun, aku yakin banyak dari kalian yang sudah tahu jalan ceritanya. Jadi, di resensi kali ini, aku tidak akan menuliskan rangkuman ceritanya ya :)

Berkali-kali aku bilang aku nggak suka novel yang sad-ending, soalnya aku tipe yang susah move on setiap kali selesai baca novel, apalagi novel yang ceritanya emang keren. But this one… this one is so d*mn beautiful. Makanya aku nekat aja nerusin novel ini meski tau resikonya. Mau gimana lagi? Alex Hirano bikin aku klepek-klepek, Mia Clark bikin aku jatuh sayang. Dan selama baca novel ini, mau nggak mau aku jadi terus ngebayangin muka kiyutnya Herjunot Ali yang meranin Alex Hirano di versi layar lebarnya. Haha…



[caption id="attachment_198" align="alignnone" width="673"]090256100_1439372275-sby_1 Duh, Bang Junooot >_<[/caption]
Anyway, aku jadi ngerti kenapa novel-novel Ilana Tan selalu jadi best-seller. Sunshine Becomes You, meskipun mellow dan agak-agak klise, ceritanya indah. Jalinan kisahnya mengalir dengan cantik dan natural. Dan aku paling suka dengan hubungan Alex dan Mia yang berkembang secara alami. No fancy words, no exaggerated romantic scenes ala-ala drama Korea. Namun demikian, aku tetap ikutan berdebar-debar saat Alex dengan santainya bilang kalau dia mau menikah dengan Mia.



"Kurasa satu-satunya hal yang bisa membuatku memanggilmu nama depanmu adalah kalau kau menikah denganku."

Kali ini Mia merasa jantungnya melonjak dan ia menatap Alex dengan mata melebar kaget.

Alex balas menatapnya sambil tersenyum lebar. "Kalau itu terjadi, berarti kau menjadi Mia Hirano. Dan saat itu aku tidak mungkin memanggilmu dengan nama belakang, bukan?"

Mia tidak berkata apa-apa. Ia tidak sadar dirinya menahan napas. Ia hanya tahu jantungnya mendadak berdebar begitu cepat dan keras sampai ia takut akan mendapat serangan lagi.


Terus, di novel ini juga nyaris nggak ada pernyataan ‘aku cinta padamu’, ‘I love you’, ‘saranghae’, ‘wo ai ni’ de el el de es be ge yang biasanya selalu menghiasi novel-novel roman. Namun, ketiadaan ungkapan cinta tersebut justru menjadikan keseluruhan cerita Alex dan Mia ini semakin indah. Di sini Ilana Tan membuktikan bahwa cinta tidak selalu harus diungkapkan dengan kata-kata manis dan sendu mendayu-dayu. Justru, cinta yang diungkapkan melalui sikap dan perbuatan itu lebih bermakna dan mengena di hati. Walaupun kalau disuruh milih sih, aku tetap aja mau suamiku nyatain cinta lewat kata-kata :D

Untuk plotnya sendiri memang lambat khas novel-novel roman dan cenderung membosankan. Kamu nggak bakalan deh nemu adegan ciat, ciat dalam novel ini. Ya jelas donk ah, emangnya novel silat pakek ciat, ciat segala. Bagi yang bukan penggemar cerita roman, mungkin novel ini bakalan bikin kamu ketiduran saking bosannya, tapi buat penggemar cerita cinta, novel ini akan membuatmu mendesah penuh khayal, membayangkan ada sosok cool seperti Herjunot Ali, eh, Alex Hirano yang jatuh cinta padamu. Setidaknya, itu yang terjadi padaku.



“Aku tidak bisa menunjukkan kelemahan seperti itu di hadapannya. Dia membutuhkan seseorang yang bisa mendukungnya, seseorang yang bisa membantunya ketika dibutuhkan, yang bisa diandalkannya, seseorang yang bisa meyakinkannya bahwa segalanya akan baik-baik saja. Jadi kuputuskan aku harus menjadi orang seperti itu.” Alex menoleh ke arah Ray dan tersenyum samar.

Sejenak Ray tidak bisa berkata apa-apa, hanya bisa terpana dalam diam ketika menyadari perasaan Alex. “Kau… sangat mencintainya, bukan?”

Alex mengerjap. Matanya yang muram terlihat berkaca-kaca ketika menggumamkan dua patah kata dari dasar jiwanya dengan lirih. “Sepenuh hati.”





Nggggg… bentar ya, aku mau meleleh dulu. Nggak ku-ku sama jawaban Alex yang ooohhh… :3

Nabilah-JKT48-dan-Herjunot-Ali-dalam-film-Sunshine-Becomes-You

Overall, buku ini memang recommended buat pecinta novel roman, walaupun pilihanku tetap pada novel-novel dengan happy-ending siiih. Dan meskipun di bagian akhirnya bikin termehek-mehek, buku ini cukup menghibur kok. Bisa lah dijadikan teman untuk menghabiskan waktu santai di akhir pekan.


My rate: ♥♥♥♥ (4 of 5)


Until my next post,

Gita


*Pictures credit to Google Images.

Seri: The Iron Fey #1
Genre: Young Adult
Penerjemah: Angelic Zaizai
Penerbit: Kubika
Halaman: 462
Harga: Rp. 42.000,-

Sinopsis

[caption id="" align="aligncenter" width="240"] Klik untuk memperbesar[/caption]
Kayaknya telat banget ya ngulas novel ini sekarang. Secara buku ini kan terbitnya udah tahun 2011 kemarin. Ya mau gimana lagi dong, namanya juga
kudetbaru nemu. Itu pun juga nggak sengaja >.<

Serial ini mengisahkan tentang seorang remaja yang baru berumur 16 tahun kurang 24 jam, Meghan Chase. Kalau dilihat sekilas, Meghan tipe anak normal dan biasa saja. Dia pergi ke sekolah, dibebani pekerjaan rumah dan tugas sekolah, dan naksir cowok pemain football paling keren di sekolah. Dia bukan cewek populer di sekolahnya, tapi dia lumayan cerdas dan cantik. Namun, dia punya masa lalu yang suram, karena saat usianya enam tahun, ayahnya menghilang di depan matanya. Walaupun sekarang dia sudah punya ayah baru dan seorang adik tiri laki-laki yang manis, tetap saja kejadian itu meninggalkan luka yang mendalam pada dirinya.

Menjelang ulang tahunnya yang ke-16, serangkaian peristiwa aneh dialaminya. Mulai dari sahabat baiknya, Robbie Goodfell, yang bersikap aneh dan overprotektif padanya, seorang pemuda tampan yang mengamatinya dari jauh, dan adiknya, Ethan, yang menyerangnya, padahal biasanya anak itu sangat manis dan penurut. Setelah mendesak Robbie agar mengatakan yang sebenarnya, akhirnya Meghan mengetahui bahwa Ethan yang menyerangnya adalah seekor changeling, sedangkan Ethan yang sebenarnya diculik ke Faeryland, negeri para faery, bahwa para faery itu benar-benar ada dan nyata, dan bahwa sahabatnya yang sudah dia kenal nyaris seumur hidupnya ternyata seorang faery legendaris bernama Robin Goodfellow alias Puck. Meski masih merasa sulit untuk percaya, Meghan memutuskan untuk pergi ke Faeryland demi mencari adiknya. Dan petualangan yang akan mengubah hidup Meghan selamanya pun dimulai.

Di Faeryland, Meghan mengalami berbagai macam kejadian yang menegangkan. Mulai dari nyaris jadi kudapan kelpie, dikejar-kejar anjing pemburu beserta pemiliknya yang bisa menembakkan panah es, membuat kesepakatan dengan seekor kucing menyebalkan, ditangkap sekelompok goblin yang ingin memasaknya hidup-hidup, nyaris tenggelam, dan berhadapan dengan seorang ratu faery paling bitchy yang pernah ada yang ingin mengubahnya menjadi kubis. Tapi, dari itu semua, tak ada yang lebih mengejutkannya selain mengetahui fakta bahwa dia ternyata seorang putri raja. Dan bukan sembarang raja, melainkan Oberon sang raja peri Musim Panas yang termahsyur, bahkan di dunia mortal sekalipun. Yep, ternyata Meghan separuh manusia-separuh faery, alias berdarah campuran.

Karena kenyataan ini, hidup Meghan jadi susah dan serba salah. Rencana awalnya datang ke Faeryland kan sederhana aja, cuman buat nyelametin adiknya. Kalo sudah selesai, ya dia pulang lagi. Etapi, dia malah terjebak dalam perang yang nyaris meletus di antara Kerajaan Musim Panas dan Musim Dingin. Dia mendapati semua pihak menginginkan dirinya untuk dijadikan pion untuk melawan ayahnya, Raja Oberon. Dia juga masih belum tahu siapa yang telah menculik adiknya. Ditambah lagi, dia harus menghadapi kemarahan ibu tirinya, Ratu Titania, dan seorang pangeran berhati es tapi seksi dari kerajaan Musim Dingin yang ingin membunuhnya.

Di tengah hiruk-pikuk itu, Meghan menyadari ada sesuatu yang tengah mengancam Nevernever serta kehidupan seluruh faery, dan hanya dirinyalah yang mampu menghadapi bahaya tersebut. Apa sebenarnya bahaya itu? Dan siapa yang menculik adik Meghan? Langsung baca novelnya aja yah ^^

*****

Ada penggemar Shakespeare di sini? Para penggemar sang maestro asal Inggris ini pasti tahu deh kalo beberapa tokoh peri dalam novel ini diambil dari A Midsummer Night Dream. Aku sendiri bukan penggemarnya, tapi aku tahu A Midsummer Night Dream ini dari salah satu komik favoritku sepanjang masa, Topeng Kaca yang seri Sejuta Pelangi karya komikus Jepang, Suzue Miuchi. What a coincidence, karena kedua pengarang yang namanya sama-sama Japanesse ini menggunakan karya ini dalam buku mereka.

Anyway, kalo menurutku, novel The Iron King ini nyaris perfect. Kelebihannya ada pada cliffhanger yang bikin pembaca ketar-ketir. No wonder, soalnya Julie Kagawa memang terkenal sebagai queen of cliffhanger. Do’i juga nggak takut loh “membunuh” major character yang punya banyak fans. Tapi, justru di situlah kelebihan Julie Kagawa. Cliffhanger-nya yang ngeri-ngeri sedap itu justru bikin aku ketagihan. Bwahahaha… #masokis :p

Dari segi cerita juga nggak mengecewakan. Fantasi, romance, petualangan, semua ada dan imbang. Dan yang paling penting tuh adalah konsistensi cerita. Maksudku, jalan ceritanya nggak melenceng ke hal-hal yang nggak perlu. Fokus aja gitu. Plotnya yang lumayan cepat dan ditambah dengan aksi pertarungan sengit yang dilakoni Puck dan Ash demi melindungi Meghan, bikin novel ini dijamin nggak ngebosenin. Dan satu lagi, novel ini nggak bisa ditebak jalan ceritanya. Beberapa kali aku nebak kalo jalan ceritanya bakalan seperti ini, ternyata seperti itu. Bahwa si Oberon itu anu, eh ternyata nggak. Pokoknya, berkali-kali deh aku kecele sama novel ini :v


Untuk tokoh-tokohnya, harus kukatakan bahwa mereka semua perfect. Bukaaan, bukan sempurna yang flawless gitu yah. Maksud perfect di sini adalah semua tokoh membuatku merasakan perasaan yang tepat. Contohnya, Titania bikin aku sebel banget dengan ke-bitchy-annya, Mab bikin aku merinding dengan aura kegelapannya, Oberon bikin aku segan dengan kewibawaannya, dan sebagainya.

Para tokoh utamanya pun memiliki karakter yang bagus. Semuanya punya kelebihan dan kekurangan masing-masing. Meghan adalah tokoh paling lemah di buku ini karena dia nggak punya kekuatan faery maupun kemampuan bertarung. Bahkan, dia gadis yang cenderung ceroboh dan penakut. Tapi, di sepanjang buku ini—dan serial ini secara keseluruhan—dia menunjukkan perkembangan karakter yang bagus yang ditandai dengan kekuatan faery-nya yang sedikit demi sedikit bertambah. Dia juga lumayan cerdas dan mampu membuat keputusan sendiri. Dan dia bisa jadi sangat galak kalau sedang terdesak, which is fun to watch πŸ˜€

Ash, sang Pangeran Musim Dingin, putra bungsu Ratu Mab. This guy is sooo HOT! And cool. And sweet. And tormented. Seriously! Ini jenis cowok yang bikin cewek mana pun susah move on. Siapa pun yang pernah baca serial ini pasti klepek-klepek sama pangeran es ini. Kuat, tangguh, keren, dan setia. Oh, my! If I could have him, I wouldn’t ask for more #sigh #tendangpapanyaaryakelaut :v :v :v Ash ini walaupun keliatannya nafsu banget pengin ngebunuh Meghan, tapi dia rela jadi tameng Meghan setiap kali ada yang menyerang. Pokoknya sweet banget deh.

Puck adalah bawahan favorit Raja Oberon dan BFF-nya Meghan. Dia ini memang tipe cowok yang oke banget dijadiin sohib. Supel, ceria, usil dan mulut comelnya itu emang selalu bikin tertawa. Tapi, meskipun tingkahnya cuek dan konyol, dia ini ternyata petarung yang sangat tangguh loh. Dan dia nggak kalah setia dari Ash, serta rela banget berkorban demi Meghan. Definitely a lovable character deh pokoknya. Makanya, nggak heran kalo fans-nya bejubel.

The last but not least, is Grimalkin. Si kucing sinis nan cerdas ini adalah karakter favoritku dalam serial ini. Kata-katanya yang cenderung nyelekit itu refreshing banget dan bikin ngakak (okay, now I’m officially a masochist :v). Tapi, walaupun dia jengkelin banget, si kucing misterius ini selalu muncul di waktu yang tepat untuk memberikan pertolongan pada Meghan, Ash, dan Puck, meskipun tetep ya dengan gaya bosan dan angkuhnya yang gemesin banget itu. Oya, kalau ada yang bertanya-tanya Grim ini kucing yang kayak apa, inget Chesire Cat, tokoh kucing di Alice in Wonderland? Nah, Grim tuh kurang-lebih kayak gitu. Cuman sifat mereka jauuuuuh berbeda. Kalo Chesire Cat kan hobinya nyengir lebar, tapi kalo Grim sukanya menghela napas :v :v :v

As much as I love this book, tetap ya, tiada gading yang tak retak. Tentu saja, buku ini juga punya sisi yang, um… kurang. Yah, setidaknya kurang buatku. Aku ngerasa kurang greget aja pas pertarungan di bagian akhir buku ini. Sejujurnya aku mengharapkan scene yang lebih chaos, berdarah-darah kalo perlu. Tapi kalo begitu bukan young adult kali yah namanya, tapi horor. Wkwkwk… But, it’s not a big deal, really. Most readers won’t complain about it, I’m sure.

Sayangnya, untuk versi bahasa Indonesia, kayaknya stuck di buku pertama ini. Padahal di Amrik sana sudah sampai buku enam, plus enam novella. Yang buku pertama ini pun susah banget didapetnya. Aku sampe harus ngubek-ubek Tokopedia dan googling sampe mata jereng baru deh dapat yang jual. So, kalo kalian mau baca lanjutannya, kayaknya harus beli versi e-book-nya deh. Di Google Play Store ada kok. Oooh… how I love technology these days πŸ˜€

Fiuh… panjang ya, cyiiin. Ya udah deh, segitu ajah ulasannya. Kapan-kapan aku review juga lanjutannya. But, for now, aku mau lanjut ngubek-ubek Goodreads lagi. Sapa tau nemu young adult fantasy yang highly recommended lagi ^^

My rate: ♥♥♥♥½ (4.5 of 5)

Readers, have you read the book? What do you think about it? Do you have a recommendation for me to read? Kindly share your thoughts below ^^

The Series:

The Iron Fey

  1. The Iron King

  2. The Iron Daughter

  3. The Iron Queen

  4. The Iron Knight

The Iron Fey: Call of the Forgotten

  1. The Lost Prince

  2. The Iron Traitor

  3. The Iron Warrior

Novella

  1. The First Kiss (The Iron Fey #1.25)

  2. Winter’s Passing (The Iron Fey #1.5)

  3. Summer’s Crossing (The Iron Fey #3.5)

  4. Ash’s Letter to Meghan (The Iron Fey #3.6)

  5. An Iron Fey Valentine (The Iron Fey #4.4)

  6. Iron’s Prophecy (The Iron Fey #4.5)

[Resensi] The Iron King - Julie Kagawa

01 September 2016


Seri: The Iron Fey #1
Genre: Young Adult
Penerjemah: Angelic Zaizai
Penerbit: Kubika
Halaman: 462
Harga: Rp. 42.000,-

Sinopsis

[caption id="" align="aligncenter" width="240"] Klik untuk memperbesar[/caption]
Kayaknya telat banget ya ngulas novel ini sekarang. Secara buku ini kan terbitnya udah tahun 2011 kemarin. Ya mau gimana lagi dong, namanya juga
kudetbaru nemu. Itu pun juga nggak sengaja >.<

Serial ini mengisahkan tentang seorang remaja yang baru berumur 16 tahun kurang 24 jam, Meghan Chase. Kalau dilihat sekilas, Meghan tipe anak normal dan biasa saja. Dia pergi ke sekolah, dibebani pekerjaan rumah dan tugas sekolah, dan naksir cowok pemain football paling keren di sekolah. Dia bukan cewek populer di sekolahnya, tapi dia lumayan cerdas dan cantik. Namun, dia punya masa lalu yang suram, karena saat usianya enam tahun, ayahnya menghilang di depan matanya. Walaupun sekarang dia sudah punya ayah baru dan seorang adik tiri laki-laki yang manis, tetap saja kejadian itu meninggalkan luka yang mendalam pada dirinya.

Menjelang ulang tahunnya yang ke-16, serangkaian peristiwa aneh dialaminya. Mulai dari sahabat baiknya, Robbie Goodfell, yang bersikap aneh dan overprotektif padanya, seorang pemuda tampan yang mengamatinya dari jauh, dan adiknya, Ethan, yang menyerangnya, padahal biasanya anak itu sangat manis dan penurut. Setelah mendesak Robbie agar mengatakan yang sebenarnya, akhirnya Meghan mengetahui bahwa Ethan yang menyerangnya adalah seekor changeling, sedangkan Ethan yang sebenarnya diculik ke Faeryland, negeri para faery, bahwa para faery itu benar-benar ada dan nyata, dan bahwa sahabatnya yang sudah dia kenal nyaris seumur hidupnya ternyata seorang faery legendaris bernama Robin Goodfellow alias Puck. Meski masih merasa sulit untuk percaya, Meghan memutuskan untuk pergi ke Faeryland demi mencari adiknya. Dan petualangan yang akan mengubah hidup Meghan selamanya pun dimulai.

Di Faeryland, Meghan mengalami berbagai macam kejadian yang menegangkan. Mulai dari nyaris jadi kudapan kelpie, dikejar-kejar anjing pemburu beserta pemiliknya yang bisa menembakkan panah es, membuat kesepakatan dengan seekor kucing menyebalkan, ditangkap sekelompok goblin yang ingin memasaknya hidup-hidup, nyaris tenggelam, dan berhadapan dengan seorang ratu faery paling bitchy yang pernah ada yang ingin mengubahnya menjadi kubis. Tapi, dari itu semua, tak ada yang lebih mengejutkannya selain mengetahui fakta bahwa dia ternyata seorang putri raja. Dan bukan sembarang raja, melainkan Oberon sang raja peri Musim Panas yang termahsyur, bahkan di dunia mortal sekalipun. Yep, ternyata Meghan separuh manusia-separuh faery, alias berdarah campuran.

Karena kenyataan ini, hidup Meghan jadi susah dan serba salah. Rencana awalnya datang ke Faeryland kan sederhana aja, cuman buat nyelametin adiknya. Kalo sudah selesai, ya dia pulang lagi. Etapi, dia malah terjebak dalam perang yang nyaris meletus di antara Kerajaan Musim Panas dan Musim Dingin. Dia mendapati semua pihak menginginkan dirinya untuk dijadikan pion untuk melawan ayahnya, Raja Oberon. Dia juga masih belum tahu siapa yang telah menculik adiknya. Ditambah lagi, dia harus menghadapi kemarahan ibu tirinya, Ratu Titania, dan seorang pangeran berhati es tapi seksi dari kerajaan Musim Dingin yang ingin membunuhnya.

Di tengah hiruk-pikuk itu, Meghan menyadari ada sesuatu yang tengah mengancam Nevernever serta kehidupan seluruh faery, dan hanya dirinyalah yang mampu menghadapi bahaya tersebut. Apa sebenarnya bahaya itu? Dan siapa yang menculik adik Meghan? Langsung baca novelnya aja yah ^^

*****

Ada penggemar Shakespeare di sini? Para penggemar sang maestro asal Inggris ini pasti tahu deh kalo beberapa tokoh peri dalam novel ini diambil dari A Midsummer Night Dream. Aku sendiri bukan penggemarnya, tapi aku tahu A Midsummer Night Dream ini dari salah satu komik favoritku sepanjang masa, Topeng Kaca yang seri Sejuta Pelangi karya komikus Jepang, Suzue Miuchi. What a coincidence, karena kedua pengarang yang namanya sama-sama Japanesse ini menggunakan karya ini dalam buku mereka.

Anyway, kalo menurutku, novel The Iron King ini nyaris perfect. Kelebihannya ada pada cliffhanger yang bikin pembaca ketar-ketir. No wonder, soalnya Julie Kagawa memang terkenal sebagai queen of cliffhanger. Do’i juga nggak takut loh “membunuh” major character yang punya banyak fans. Tapi, justru di situlah kelebihan Julie Kagawa. Cliffhanger-nya yang ngeri-ngeri sedap itu justru bikin aku ketagihan. Bwahahaha… #masokis :p

Dari segi cerita juga nggak mengecewakan. Fantasi, romance, petualangan, semua ada dan imbang. Dan yang paling penting tuh adalah konsistensi cerita. Maksudku, jalan ceritanya nggak melenceng ke hal-hal yang nggak perlu. Fokus aja gitu. Plotnya yang lumayan cepat dan ditambah dengan aksi pertarungan sengit yang dilakoni Puck dan Ash demi melindungi Meghan, bikin novel ini dijamin nggak ngebosenin. Dan satu lagi, novel ini nggak bisa ditebak jalan ceritanya. Beberapa kali aku nebak kalo jalan ceritanya bakalan seperti ini, ternyata seperti itu. Bahwa si Oberon itu anu, eh ternyata nggak. Pokoknya, berkali-kali deh aku kecele sama novel ini :v


Untuk tokoh-tokohnya, harus kukatakan bahwa mereka semua perfect. Bukaaan, bukan sempurna yang flawless gitu yah. Maksud perfect di sini adalah semua tokoh membuatku merasakan perasaan yang tepat. Contohnya, Titania bikin aku sebel banget dengan ke-bitchy-annya, Mab bikin aku merinding dengan aura kegelapannya, Oberon bikin aku segan dengan kewibawaannya, dan sebagainya.

Para tokoh utamanya pun memiliki karakter yang bagus. Semuanya punya kelebihan dan kekurangan masing-masing. Meghan adalah tokoh paling lemah di buku ini karena dia nggak punya kekuatan faery maupun kemampuan bertarung. Bahkan, dia gadis yang cenderung ceroboh dan penakut. Tapi, di sepanjang buku ini—dan serial ini secara keseluruhan—dia menunjukkan perkembangan karakter yang bagus yang ditandai dengan kekuatan faery-nya yang sedikit demi sedikit bertambah. Dia juga lumayan cerdas dan mampu membuat keputusan sendiri. Dan dia bisa jadi sangat galak kalau sedang terdesak, which is fun to watch πŸ˜€

Ash, sang Pangeran Musim Dingin, putra bungsu Ratu Mab. This guy is sooo HOT! And cool. And sweet. And tormented. Seriously! Ini jenis cowok yang bikin cewek mana pun susah move on. Siapa pun yang pernah baca serial ini pasti klepek-klepek sama pangeran es ini. Kuat, tangguh, keren, dan setia. Oh, my! If I could have him, I wouldn’t ask for more #sigh #tendangpapanyaaryakelaut :v :v :v Ash ini walaupun keliatannya nafsu banget pengin ngebunuh Meghan, tapi dia rela jadi tameng Meghan setiap kali ada yang menyerang. Pokoknya sweet banget deh.

Puck adalah bawahan favorit Raja Oberon dan BFF-nya Meghan. Dia ini memang tipe cowok yang oke banget dijadiin sohib. Supel, ceria, usil dan mulut comelnya itu emang selalu bikin tertawa. Tapi, meskipun tingkahnya cuek dan konyol, dia ini ternyata petarung yang sangat tangguh loh. Dan dia nggak kalah setia dari Ash, serta rela banget berkorban demi Meghan. Definitely a lovable character deh pokoknya. Makanya, nggak heran kalo fans-nya bejubel.

The last but not least, is Grimalkin. Si kucing sinis nan cerdas ini adalah karakter favoritku dalam serial ini. Kata-katanya yang cenderung nyelekit itu refreshing banget dan bikin ngakak (okay, now I’m officially a masochist :v). Tapi, walaupun dia jengkelin banget, si kucing misterius ini selalu muncul di waktu yang tepat untuk memberikan pertolongan pada Meghan, Ash, dan Puck, meskipun tetep ya dengan gaya bosan dan angkuhnya yang gemesin banget itu. Oya, kalau ada yang bertanya-tanya Grim ini kucing yang kayak apa, inget Chesire Cat, tokoh kucing di Alice in Wonderland? Nah, Grim tuh kurang-lebih kayak gitu. Cuman sifat mereka jauuuuuh berbeda. Kalo Chesire Cat kan hobinya nyengir lebar, tapi kalo Grim sukanya menghela napas :v :v :v

As much as I love this book, tetap ya, tiada gading yang tak retak. Tentu saja, buku ini juga punya sisi yang, um… kurang. Yah, setidaknya kurang buatku. Aku ngerasa kurang greget aja pas pertarungan di bagian akhir buku ini. Sejujurnya aku mengharapkan scene yang lebih chaos, berdarah-darah kalo perlu. Tapi kalo begitu bukan young adult kali yah namanya, tapi horor. Wkwkwk… But, it’s not a big deal, really. Most readers won’t complain about it, I’m sure.

Sayangnya, untuk versi bahasa Indonesia, kayaknya stuck di buku pertama ini. Padahal di Amrik sana sudah sampai buku enam, plus enam novella. Yang buku pertama ini pun susah banget didapetnya. Aku sampe harus ngubek-ubek Tokopedia dan googling sampe mata jereng baru deh dapat yang jual. So, kalo kalian mau baca lanjutannya, kayaknya harus beli versi e-book-nya deh. Di Google Play Store ada kok. Oooh… how I love technology these days πŸ˜€

Fiuh… panjang ya, cyiiin. Ya udah deh, segitu ajah ulasannya. Kapan-kapan aku review juga lanjutannya. But, for now, aku mau lanjut ngubek-ubek Goodreads lagi. Sapa tau nemu young adult fantasy yang highly recommended lagi ^^

My rate: ♥♥♥♥½ (4.5 of 5)

Readers, have you read the book? What do you think about it? Do you have a recommendation for me to read? Kindly share your thoughts below ^^

The Series:

The Iron Fey

  1. The Iron King

  2. The Iron Daughter

  3. The Iron Queen

  4. The Iron Knight

The Iron Fey: Call of the Forgotten

  1. The Lost Prince

  2. The Iron Traitor

  3. The Iron Warrior

Novella

  1. The First Kiss (The Iron Fey #1.25)

  2. Winter’s Passing (The Iron Fey #1.5)

  3. Summer’s Crossing (The Iron Fey #3.5)

  4. Ash’s Letter to Meghan (The Iron Fey #3.6)

  5. An Iron Fey Valentine (The Iron Fey #4.4)

  6. Iron’s Prophecy (The Iron Fey #4.5)