SOCIAL MEDIA

Slider


"Aku bertanya-tanya mengapa hal itu disebut 'jatuh cinta' jika jatuh menyiratkan keruntuhan; jika jatuh menyiratkan kehancuran." –hlm. 5.

Detail Buku


Penerjemah: Brigida Ruri
Penyunting: Titis Wardhana
Penyelaras Aksara: Arumdyah Tyasayu
Desain Kover: Marla Putri
Layout Kover: @ryanologi
Penerbit: Haru
Cetakan I: November 2017
Halaman: 424
ISBN: 978-602-6383-31-0
Harga: IDR 68.000,-

🎀🎀🎀🎀🎀

Blurb


"Kenapa kau bersama Seth Everett?" tanya Cedric. "Kau tahu cowok macam apa dia."
"Oh, jangan khawatir." Aku menghardik mantan pacarku itu. "Kau sudah membantunya menghancurkan hatiku lebih dulu."

Kemarin malam, Seth tiba-tiba menawarkan bantuan kepada Kyla untuk membalas dendam kepada Cedric. Cedric memang tidak menyukai Seth. Mungkin ada hubungannya dengan reputasi Seth yang suka gonta-ganti pacar.

Kyla juga tidak menyukai Seth. Namun tawaran itu terus-menerus ada di kepala Kyla. Jika ia bisa membalas Cedric yang memutuskannya demi sahabatnya... mungkin rasa sesak di dadanya bisa berkurang.

🎀🎀🎀🎀🎀

Sinopsis


"Saat kau patah hati, orang lain hanya bisa membantumu memungut kepingan-kepingan hatimu, tapi hanya kau  yang bisa menyatukannya kembali." hlm. 398.

Apa yang akan kamu lakukan kalo tiba-tiba saja kamu diputusin sama cowokmu yang sudah kamu sayang-sayang setengah mati? Nangis berhari-hari akibat patah hati? Marah dan memberontak? Atau balas dendam? Well, Kyla Evans melakukan itu semua.

Setelah diputus secara mendadak oleh pacarnya, Cedric, Kyla mengalami semacam titik balik dalam hidupnya. Kyla yang sebenarnya adalah anak rumahan dan pendiam memutuskan untuk berubah. Dia mulai mengganti baju-bajunya yang usang dengan koleksi baru, memperbaiki penampilan, dan datang ke pesta-pesta. Namun, perubahan terbesarnya adalah Seth Everett. Seluruh sekolah terkejut ketika melihat Kyla datang ke sekolah bergandengan tangan dengan Seth, si playboy tampan dan terkenal di sekolah mereka. Semua orang percaya kalau mereka memang sedang pacaran. Tapi, benarkah begitu?

Kyla dan Seth memang punya kesepakatan rahasia. Seth bilang dia akan membantu Kyla untuk membalas dendam pada Cedric dengan cara pura-pura jadi pacar Kyla. Cedric tidak suka pada Seth, bahkan mungkin membencinya. Karena itu, kalau melihat mantan pacarnya jadian dengan orang yang paling dia benci pasti akan membuat cowok itu gila. Begitulah argumen Seth. Masalahnya, Kyla juga tidak suka pada Seth. Ketidaksukaannya memang lebih banyak terpengaruh oleh Cedric, tapi dia sendiri memang sebal pada sifat playboy cowok itu. Tapi, kesempatan untuk membalas dendam itu terlalu menggoda untuk dilewatkan. Maka, Kyla menelan ketidaksukaannya terhadap Seth dan menerima cowok itu jadi pacar pura-puranya.


"Setidaknya kau bisa berpura-pura tidak sebegitunya membenciku," sahutnya. || "Tidak banyak yang bisa kusukai darimu," balasku tanpa ekspresi. || Salah satu sudut bibirnya naik. "Cewek cerdas." hlm. 38.

Apa yang awalnya begitu sederhana, berubah menjadi rumit. Kyla hanya ingin membalas Cedric yang telah mencampakkannya tanpa alasan yang jelas, tapi ternyata Seth berubah dari pacar pura-pura menjadi sahabat yang tak tergantikan dan sering kali memberikan debaran-debaran aneh di dadanya. Lagipula, masih ada pertanyaan yang mengganjal di benak Kyla: kenapa cowok itu mau membantunya sejak awal?


"Hatiku ini, yang babak belur, lebam, dan sudah hancur berkeping-keping, berdetak karena Seth Everett." hlm. 277.

[Baca juga: Resensi The Wrath and the Dawn]

🎀🎀🎀🎀🎀

Ulasan


"...Hal terakhir yang kuinginkan adalah tersandung tali sepatu yang belum diikat, di saat aku akhirnya bisa kembali berjalan dengan tegak." hlm. 251.

"Pura-pura pacaran? Duh, mainstream banget deh, ah!"

Mungkin itulah yang muncul di benak kalian setelah membaca blurb The Heartbroken Heartbreaker ini. Yah, itulah yang pertama kali muncul di benak-ku saat melihat novel ini. Tapi kemudian aku jadi penasaran dengan eksekusi ceritanya, mengingat Penerbit Spring yang notabene adalah adiknya Penerbit Haru juga pernah menerbitkan novel dengan "pura-pura pacaran" sebagai premis utamanya. Yup, yang aku maksud adalah serial populer To All the Boys I've Loved Before karya Jenny Han. Aku ingin tahu apa yang begitu menarik dari novel ini sampai Haru memilih untuk menerbitkannya. 

Fakta bahwa novel ini diambil dari Wattpad juga membuatku semakin penasaranTerus terang saja, aku sedikit berhati-hati dengan novel jebolan Wattpadkarena setelah beberapa kali membaca novel dari Wattpad lokal, harus kuakui kalau aku kecewa dengan kualitasnya, walaupun aku yakin nggak semua novel dari naskah Wattpad begitu ya. Apalagi, sampai saat ini novel-novel keluarga Haru yang sudah kubaca belum pernah ada yang mengecewakanku dari segi kualitas. Maka, dengan keyakinan itulah novel ini akhirnya masuk dalam daftar book haul-ku.

Dan ternyata...




AKU NGGAK KECEWA, gaes!




Aku suka dengan character building para tokohnya, plotnya, konfliknya, dan ending-nya. Alur novel ini terasa pas dan narasinya nggak bertele-tele. Dialognya fresh, cerdas sekaligus dalam. Bahkan di beberapa scene, dialog antara Kyla dan Seth bikin aku ngakak so hard. Humor penulisnya bagus.

Dalam segi konflik juga bagus. Premisnya memang pura-pura pacaran, tapi latar belakang para tokoh membuat novel ini lebih rumit dari yang tergambar di blurb-nya. Keputusan-keputusan yang diambil para tokoh pun bijak sekali dan menggambarkan perkembangan karakter yang bagus. Dan yang paling aku suka adalah di novel ini nggak ada adegan bullying atau intimidasi dalam bentuk apa pun seperti yang kutemui di TATBILB. Dan kejutannya adalah, ternyata judul The Heartbroken Heartbreaker ini memiliki makna yang sangat dalam. Setidaknya itulah yang kurasakan setelah selesai membaca novel ini.


"...saat kau dewasa nanti, kau akan mengacaukan banyak hal dan kau juga akan mengalami kegagalan, tapi jangan pernah lupa bahwa hanya dibutuhkan sedikit bumbu untuk membalikkan keadaan." hlm. 78.

[Baca juga: Resensi P.S. I Still Love You]

Nilai plus lainnya adalah banyak quote bagus di novel ini. Bagus di sini bukan dari segi romantis saja, tapi juga unik. Salah satu yang paling kusukai adalah cara Kyla yang beda dalam memandang kisah cinta tragis Romeo dan Juliet. Alih-alih menganggap kisah tersebut sebagai kisah cinta yang indah, Kyla malah memandangnya dengan logis dan sedikit sinis. Buatku, itu refreshing banget 😄 Tapi, justru dari kisah Romeo dan Juliet inilah, Kyla terinspirasi menciptakan puisi yang sangat indah.


"...Namun ingatkah dirimu, Romeo? Ada jutaan Juliet di luar sana || Ada banyak Juliet lain yang mampu menunjukkan kepadamu || Bahwa janji akan hari esok itu tetap lebih indah dibandingkan bayangan hari kemarin || Kumohon, ingatlah, Romeo || Bahwa aku pun bisa menjadi Juliet." --Dikutip dari puisi Kyla, hlm. 324-325.

Tapi, ada tiga hal yang menurutku menjadi kekurangan novel The Heartbroken Heartbreaker ini. Pertama, setting tempat di novel ini tidak terlalu digambarkan dengan jelas. Kyla memang ada menyebut London, tapi kalau memang London yang menjadi setting tempatnya, aku kurang merasakannya. Mungkin bagi sebagian orang poin ini nggak terlalu ngaruh, tapi buatku, penggambaran setting tempat secara gamblang sangat membantuku untuk lebih masuk ke dalam cerita. Kedua, alasan Cedric mencampakkan Kyla itu mudah ditebak. Yah, setidaknya bagiku itu sudah terlalu biasa, dan, nggg... sependek yang aku tahu, sudah sering digunakan oleh sejumlah penulis Asia (CMIIW). Dan yang terakhir, penyelesaian konflik antara Kyla dengan Seth, dan Seth dengan konfliknya sendiri itu rasanya sedikiiit tergesa-gesa. Khusus untuk konflik Seth, aku mengharapkan sedikit lebih banyak elaborasi pada penyelesaiannya sih, walaupun hanya dalam bentuk narasi atau dialog antar tokoh. Pokoknya, nggak ujug-ujug selesai, gitu lho 😶


"Melanjutkan hidup bukan berarti melupakan, Ky," katanya. "Melanjutkan hidup adalah mampu mengingat tanpa merasa terluka." –hlm. 111.

Untuk ending, sebenarnya aku nggak terlalu mempermasalahkan, butagain, sedikiiit di bawah ekspektasiku. Tapi aku tetap suka kok.


🎀🎀🎀🎀🎀

Karakter


Tokoh novel yang cerdas, pandai mengekspresikan diri lewat tulisan, dan menyukai sastra sudah sering kutemui. Sebut saja Lara Jean Covey dari serial To All the Boys I've Loved Before, atau Bella Swan dari Twilight Saga. Kyla Evans sama cerdasnya dan pandai menulis seperti Lara Jean dan menyukai sastra seperti Bella, tapi, aku menangkap sedikit sikap sinis dan sarkastis dalam dirinya yang tidak kurasakan pada kedua tokoh di atas. Dan dia juga bisa mengeluarkan kata-kata yang sangat tajam bila marah.


"Seluruh hidupmu adalah sebuah kisah. Pilihan yang kau buat setiap hari menentukan kisah seperti apa yang kau jalani." hlm. 157.

Seth Everett kupikir bakalan cuman jadi "another pretty boy." Tapi, ternyata dia ini cowok cerdas dan menyenangkan. Dia selalu bisa menjadi sandaran Kyla setiap kali Kyla lagi galau. Selain itu, keputusannya dalam menyikapi hubungannya dengan Kyla bikin aku kagum sama dia. Karakternya bijaksana sekali.

"Kau menarik, tak perlu disangkal lagi. Yang mengejutkan, kau juga cerdas. Dan yang lebih menjengkelkan, kau juga karismatik. Cewek-cewek sering jatuh cinta padamu, tapi kau tak pernah benar-benar peduli, iya kan?" –hlm. 25.

I think Cedric was supposed to be the hated-character. Kemunculannya memang tidak terlalu banyak tapi krusial. Dan dia adalah tokoh yang paling misterius di novel ini. I won't say much about him. Takut spoiler 😆 Betewe, aku lupa nama belakang dia. Mau nyari, males buka-buka bukunya lagi (resensor macam apa ini? 😂)


"Kenapa kau masih berbicara tentangnya seolah... seolah dia adalah hal terbaik yang pernah terjadi dalam hidupmu?" hlm. 91.

[Baca juga: Resensi I Want to Eat Your Pancreas]

🎀🎀🎀🎀🎀

Alih Bahasa dan Desain Sampul


Seperti biasa, terjemahan keluarga Haru selalu memuaskan. Kali ini pun tak berbeda dengan buku-buku Haru sebelumnya. Terjemahannya halus dan lancar, walaupun masih ada beberapa typo.

Untuk desain sampulnya, jujur, aku kurang suka. Menurutku desain seperti serial To All the Boys I've Loved Before atau Hopeless-nya Colleen Hoover yang menggunakan model manusia beneran lebih oke ketimbang ilustrasi kartun. Rasanya kurang cocok aja sama isi ceritanya. Tapi, ini masalah selera aja sih 😁


🎀🎀🎀🎀🎀

Kesimpulan


Satu kata buat novel ini: RECOMMENDED! Menurutku, Sam Madison adalah versi ringannya Colleen Hoover. Buat yang pernah baca bukunya Hoover, pasti nggak asing lagi sama konflik berat dan menyayat hati yang ada dalam novel-novelnya. Nah, Madison juga gitu. Dramanya dapet, tapi nggak lebay.

Karena punya premis yang mirip, mau nggak mau, sadar nggak sadar, aku selalu bandingin The Heartbroken Heartbreaker dengan To All the Boys I've Loved Before. Tapi, kalau disuruh milih, aku lebih suka THH daripada TATBILB karena THH konfliknya lebih rumit.

Setelah baca novel ini, aku mencoba ngumpulin info tentang Madison, tapi susah banget dapatnya. Di Goodreads pun infonya minim banget. Yang aku tahu doi penulis asal Filipina. Udah, segitu doang info yang aku dapat 😓 Aku beneran penasaran sama biografi penulis ini. Dan aku jelas akan menunggu karya-karyanya yang lain diterbitkan juga oleh Penerbit Haru 😍

[Baca juga: Resensi Hopeless]

🎀🎀🎀🎀🎀

Final Verdict



Overall: 🌟🌟🌟🌟☆ (4.5 of 5)

🎀🎀🎀🎀🎀

Rekomendasi


Menurutku, novel ini cukup aman dikonsumsi remaja usia 16+. Tidak ada adegan seks eksplisit (walau ada sedikit kissing scene), bullying, atau sejenisnya. Hanya saja, lumayan banyak scene yang menggambarkan para tokoh minum alkohol dan mabuk. Jadi, buat adik-adik yang mau baca, tolong diingat bahwa alkohol itu buruk untuk kesehatan, dan haram bagi Muslim. Oke? Happy reading 😉


"...Tidak ada langit yang hanya memiliki bintang terang. Akan selalu ada beberapa bintang redup di sana sini, tersebar di antara bintang-bintang yang terang. Dan karena itulah, langit menjadi lebih menakjubkan." hlm. 345.



Hope it helps,

Gita ^^

[Resensi] The Heartbroken Heartbreaker – Sam Madison

28 December 2018


"Aku bertanya-tanya mengapa hal itu disebut 'jatuh cinta' jika jatuh menyiratkan keruntuhan; jika jatuh menyiratkan kehancuran." –hlm. 5.

Detail Buku


Penerjemah: Brigida Ruri
Penyunting: Titis Wardhana
Penyelaras Aksara: Arumdyah Tyasayu
Desain Kover: Marla Putri
Layout Kover: @ryanologi
Penerbit: Haru
Cetakan I: November 2017
Halaman: 424
ISBN: 978-602-6383-31-0
Harga: IDR 68.000,-

🎀🎀🎀🎀🎀

Blurb


"Kenapa kau bersama Seth Everett?" tanya Cedric. "Kau tahu cowok macam apa dia."
"Oh, jangan khawatir." Aku menghardik mantan pacarku itu. "Kau sudah membantunya menghancurkan hatiku lebih dulu."

Kemarin malam, Seth tiba-tiba menawarkan bantuan kepada Kyla untuk membalas dendam kepada Cedric. Cedric memang tidak menyukai Seth. Mungkin ada hubungannya dengan reputasi Seth yang suka gonta-ganti pacar.

Kyla juga tidak menyukai Seth. Namun tawaran itu terus-menerus ada di kepala Kyla. Jika ia bisa membalas Cedric yang memutuskannya demi sahabatnya... mungkin rasa sesak di dadanya bisa berkurang.

🎀🎀🎀🎀🎀

Sinopsis


"Saat kau patah hati, orang lain hanya bisa membantumu memungut kepingan-kepingan hatimu, tapi hanya kau  yang bisa menyatukannya kembali." hlm. 398.

Apa yang akan kamu lakukan kalo tiba-tiba saja kamu diputusin sama cowokmu yang sudah kamu sayang-sayang setengah mati? Nangis berhari-hari akibat patah hati? Marah dan memberontak? Atau balas dendam? Well, Kyla Evans melakukan itu semua.

Setelah diputus secara mendadak oleh pacarnya, Cedric, Kyla mengalami semacam titik balik dalam hidupnya. Kyla yang sebenarnya adalah anak rumahan dan pendiam memutuskan untuk berubah. Dia mulai mengganti baju-bajunya yang usang dengan koleksi baru, memperbaiki penampilan, dan datang ke pesta-pesta. Namun, perubahan terbesarnya adalah Seth Everett. Seluruh sekolah terkejut ketika melihat Kyla datang ke sekolah bergandengan tangan dengan Seth, si playboy tampan dan terkenal di sekolah mereka. Semua orang percaya kalau mereka memang sedang pacaran. Tapi, benarkah begitu?

Kyla dan Seth memang punya kesepakatan rahasia. Seth bilang dia akan membantu Kyla untuk membalas dendam pada Cedric dengan cara pura-pura jadi pacar Kyla. Cedric tidak suka pada Seth, bahkan mungkin membencinya. Karena itu, kalau melihat mantan pacarnya jadian dengan orang yang paling dia benci pasti akan membuat cowok itu gila. Begitulah argumen Seth. Masalahnya, Kyla juga tidak suka pada Seth. Ketidaksukaannya memang lebih banyak terpengaruh oleh Cedric, tapi dia sendiri memang sebal pada sifat playboy cowok itu. Tapi, kesempatan untuk membalas dendam itu terlalu menggoda untuk dilewatkan. Maka, Kyla menelan ketidaksukaannya terhadap Seth dan menerima cowok itu jadi pacar pura-puranya.


"Setidaknya kau bisa berpura-pura tidak sebegitunya membenciku," sahutnya. || "Tidak banyak yang bisa kusukai darimu," balasku tanpa ekspresi. || Salah satu sudut bibirnya naik. "Cewek cerdas." hlm. 38.

Apa yang awalnya begitu sederhana, berubah menjadi rumit. Kyla hanya ingin membalas Cedric yang telah mencampakkannya tanpa alasan yang jelas, tapi ternyata Seth berubah dari pacar pura-pura menjadi sahabat yang tak tergantikan dan sering kali memberikan debaran-debaran aneh di dadanya. Lagipula, masih ada pertanyaan yang mengganjal di benak Kyla: kenapa cowok itu mau membantunya sejak awal?


"Hatiku ini, yang babak belur, lebam, dan sudah hancur berkeping-keping, berdetak karena Seth Everett." hlm. 277.

[Baca juga: Resensi The Wrath and the Dawn]

🎀🎀🎀🎀🎀

Ulasan


"...Hal terakhir yang kuinginkan adalah tersandung tali sepatu yang belum diikat, di saat aku akhirnya bisa kembali berjalan dengan tegak." hlm. 251.

"Pura-pura pacaran? Duh, mainstream banget deh, ah!"

Mungkin itulah yang muncul di benak kalian setelah membaca blurb The Heartbroken Heartbreaker ini. Yah, itulah yang pertama kali muncul di benak-ku saat melihat novel ini. Tapi kemudian aku jadi penasaran dengan eksekusi ceritanya, mengingat Penerbit Spring yang notabene adalah adiknya Penerbit Haru juga pernah menerbitkan novel dengan "pura-pura pacaran" sebagai premis utamanya. Yup, yang aku maksud adalah serial populer To All the Boys I've Loved Before karya Jenny Han. Aku ingin tahu apa yang begitu menarik dari novel ini sampai Haru memilih untuk menerbitkannya. 

Fakta bahwa novel ini diambil dari Wattpad juga membuatku semakin penasaranTerus terang saja, aku sedikit berhati-hati dengan novel jebolan Wattpadkarena setelah beberapa kali membaca novel dari Wattpad lokal, harus kuakui kalau aku kecewa dengan kualitasnya, walaupun aku yakin nggak semua novel dari naskah Wattpad begitu ya. Apalagi, sampai saat ini novel-novel keluarga Haru yang sudah kubaca belum pernah ada yang mengecewakanku dari segi kualitas. Maka, dengan keyakinan itulah novel ini akhirnya masuk dalam daftar book haul-ku.

Dan ternyata...




AKU NGGAK KECEWA, gaes!




Aku suka dengan character building para tokohnya, plotnya, konfliknya, dan ending-nya. Alur novel ini terasa pas dan narasinya nggak bertele-tele. Dialognya fresh, cerdas sekaligus dalam. Bahkan di beberapa scene, dialog antara Kyla dan Seth bikin aku ngakak so hard. Humor penulisnya bagus.

Dalam segi konflik juga bagus. Premisnya memang pura-pura pacaran, tapi latar belakang para tokoh membuat novel ini lebih rumit dari yang tergambar di blurb-nya. Keputusan-keputusan yang diambil para tokoh pun bijak sekali dan menggambarkan perkembangan karakter yang bagus. Dan yang paling aku suka adalah di novel ini nggak ada adegan bullying atau intimidasi dalam bentuk apa pun seperti yang kutemui di TATBILB. Dan kejutannya adalah, ternyata judul The Heartbroken Heartbreaker ini memiliki makna yang sangat dalam. Setidaknya itulah yang kurasakan setelah selesai membaca novel ini.


"...saat kau dewasa nanti, kau akan mengacaukan banyak hal dan kau juga akan mengalami kegagalan, tapi jangan pernah lupa bahwa hanya dibutuhkan sedikit bumbu untuk membalikkan keadaan." hlm. 78.

[Baca juga: Resensi P.S. I Still Love You]

Nilai plus lainnya adalah banyak quote bagus di novel ini. Bagus di sini bukan dari segi romantis saja, tapi juga unik. Salah satu yang paling kusukai adalah cara Kyla yang beda dalam memandang kisah cinta tragis Romeo dan Juliet. Alih-alih menganggap kisah tersebut sebagai kisah cinta yang indah, Kyla malah memandangnya dengan logis dan sedikit sinis. Buatku, itu refreshing banget 😄 Tapi, justru dari kisah Romeo dan Juliet inilah, Kyla terinspirasi menciptakan puisi yang sangat indah.


"...Namun ingatkah dirimu, Romeo? Ada jutaan Juliet di luar sana || Ada banyak Juliet lain yang mampu menunjukkan kepadamu || Bahwa janji akan hari esok itu tetap lebih indah dibandingkan bayangan hari kemarin || Kumohon, ingatlah, Romeo || Bahwa aku pun bisa menjadi Juliet." --Dikutip dari puisi Kyla, hlm. 324-325.

Tapi, ada tiga hal yang menurutku menjadi kekurangan novel The Heartbroken Heartbreaker ini. Pertama, setting tempat di novel ini tidak terlalu digambarkan dengan jelas. Kyla memang ada menyebut London, tapi kalau memang London yang menjadi setting tempatnya, aku kurang merasakannya. Mungkin bagi sebagian orang poin ini nggak terlalu ngaruh, tapi buatku, penggambaran setting tempat secara gamblang sangat membantuku untuk lebih masuk ke dalam cerita. Kedua, alasan Cedric mencampakkan Kyla itu mudah ditebak. Yah, setidaknya bagiku itu sudah terlalu biasa, dan, nggg... sependek yang aku tahu, sudah sering digunakan oleh sejumlah penulis Asia (CMIIW). Dan yang terakhir, penyelesaian konflik antara Kyla dengan Seth, dan Seth dengan konfliknya sendiri itu rasanya sedikiiit tergesa-gesa. Khusus untuk konflik Seth, aku mengharapkan sedikit lebih banyak elaborasi pada penyelesaiannya sih, walaupun hanya dalam bentuk narasi atau dialog antar tokoh. Pokoknya, nggak ujug-ujug selesai, gitu lho 😶


"Melanjutkan hidup bukan berarti melupakan, Ky," katanya. "Melanjutkan hidup adalah mampu mengingat tanpa merasa terluka." –hlm. 111.

Untuk ending, sebenarnya aku nggak terlalu mempermasalahkan, butagain, sedikiiit di bawah ekspektasiku. Tapi aku tetap suka kok.


🎀🎀🎀🎀🎀

Karakter


Tokoh novel yang cerdas, pandai mengekspresikan diri lewat tulisan, dan menyukai sastra sudah sering kutemui. Sebut saja Lara Jean Covey dari serial To All the Boys I've Loved Before, atau Bella Swan dari Twilight Saga. Kyla Evans sama cerdasnya dan pandai menulis seperti Lara Jean dan menyukai sastra seperti Bella, tapi, aku menangkap sedikit sikap sinis dan sarkastis dalam dirinya yang tidak kurasakan pada kedua tokoh di atas. Dan dia juga bisa mengeluarkan kata-kata yang sangat tajam bila marah.


"Seluruh hidupmu adalah sebuah kisah. Pilihan yang kau buat setiap hari menentukan kisah seperti apa yang kau jalani." hlm. 157.

Seth Everett kupikir bakalan cuman jadi "another pretty boy." Tapi, ternyata dia ini cowok cerdas dan menyenangkan. Dia selalu bisa menjadi sandaran Kyla setiap kali Kyla lagi galau. Selain itu, keputusannya dalam menyikapi hubungannya dengan Kyla bikin aku kagum sama dia. Karakternya bijaksana sekali.

"Kau menarik, tak perlu disangkal lagi. Yang mengejutkan, kau juga cerdas. Dan yang lebih menjengkelkan, kau juga karismatik. Cewek-cewek sering jatuh cinta padamu, tapi kau tak pernah benar-benar peduli, iya kan?" –hlm. 25.

I think Cedric was supposed to be the hated-character. Kemunculannya memang tidak terlalu banyak tapi krusial. Dan dia adalah tokoh yang paling misterius di novel ini. I won't say much about him. Takut spoiler 😆 Betewe, aku lupa nama belakang dia. Mau nyari, males buka-buka bukunya lagi (resensor macam apa ini? 😂)


"Kenapa kau masih berbicara tentangnya seolah... seolah dia adalah hal terbaik yang pernah terjadi dalam hidupmu?" hlm. 91.

[Baca juga: Resensi I Want to Eat Your Pancreas]

🎀🎀🎀🎀🎀

Alih Bahasa dan Desain Sampul


Seperti biasa, terjemahan keluarga Haru selalu memuaskan. Kali ini pun tak berbeda dengan buku-buku Haru sebelumnya. Terjemahannya halus dan lancar, walaupun masih ada beberapa typo.

Untuk desain sampulnya, jujur, aku kurang suka. Menurutku desain seperti serial To All the Boys I've Loved Before atau Hopeless-nya Colleen Hoover yang menggunakan model manusia beneran lebih oke ketimbang ilustrasi kartun. Rasanya kurang cocok aja sama isi ceritanya. Tapi, ini masalah selera aja sih 😁


🎀🎀🎀🎀🎀

Kesimpulan


Satu kata buat novel ini: RECOMMENDED! Menurutku, Sam Madison adalah versi ringannya Colleen Hoover. Buat yang pernah baca bukunya Hoover, pasti nggak asing lagi sama konflik berat dan menyayat hati yang ada dalam novel-novelnya. Nah, Madison juga gitu. Dramanya dapet, tapi nggak lebay.

Karena punya premis yang mirip, mau nggak mau, sadar nggak sadar, aku selalu bandingin The Heartbroken Heartbreaker dengan To All the Boys I've Loved Before. Tapi, kalau disuruh milih, aku lebih suka THH daripada TATBILB karena THH konfliknya lebih rumit.

Setelah baca novel ini, aku mencoba ngumpulin info tentang Madison, tapi susah banget dapatnya. Di Goodreads pun infonya minim banget. Yang aku tahu doi penulis asal Filipina. Udah, segitu doang info yang aku dapat 😓 Aku beneran penasaran sama biografi penulis ini. Dan aku jelas akan menunggu karya-karyanya yang lain diterbitkan juga oleh Penerbit Haru 😍

[Baca juga: Resensi Hopeless]

🎀🎀🎀🎀🎀

Final Verdict



Overall: 🌟🌟🌟🌟☆ (4.5 of 5)

🎀🎀🎀🎀🎀

Rekomendasi


Menurutku, novel ini cukup aman dikonsumsi remaja usia 16+. Tidak ada adegan seks eksplisit (walau ada sedikit kissing scene), bullying, atau sejenisnya. Hanya saja, lumayan banyak scene yang menggambarkan para tokoh minum alkohol dan mabuk. Jadi, buat adik-adik yang mau baca, tolong diingat bahwa alkohol itu buruk untuk kesehatan, dan haram bagi Muslim. Oke? Happy reading 😉


"...Tidak ada langit yang hanya memiliki bintang terang. Akan selalu ada beberapa bintang redup di sana sini, tersebar di antara bintang-bintang yang terang. Dan karena itulah, langit menjadi lebih menakjubkan." hlm. 345.



Hope it helps,

Gita ^^

Hello, Book Lova! 🙋

Been awhile since my last post, hasn't it? 😄 Well, been trying my hardest to write anything here, but my brain just couldn't manage too many works, it seems 😅

Anyway, kalian sadar nggak kalo tema blog ini berubah? Gimana, gimana, kalian suka? Kalo aku, sukak banget, soalnya lebih clean and simple. Moga-moga kalian suka juga ya, trus jadi sering mampir ke sini, walopun update blog ini suka nggak pasti macem jodoh yang nggak dateng-dateng #eaaaaa 😅

So, kali ini aku bakal mengulas satu novel romance Indonesia. Novel ini baru aja terbit bulan lalu, gaes, jadi masih lumayan fresh. Sebenernya, ini novel masuk antrian paling buncit dalam daftar drafku, tapi, ternyata resensi ini malah jadi yang pertama selesai kutulis gara-gara aku gatel banget pengin bahas konfliknya yang... Yah, pokoknya kalian simak terus resensi ini sampai habis ya 😚


💖💖💖💖💖

Detail Buku


Penulis: Kincirmainan
Editor: Afrianty P. Pardede
Penerbit: Elexmedia Komputindo
Genre: City Lite, romance, adult
Tebal: 518 hlm.
Cetakan I: 2018
ISBN: 978-602-04-7937-8
Harga: Rp. 98.800,- (P. Jawa)
Rating: 21+

💖💖💖💖💖

Blurb




Bapak adalah lelaki Jawa yang perfeksionis. Sifat Bapak ini terlihat jelas saat menyelidiki bibit-bebet-bobot calon menantu yang akan menikahi tiga anak gadisnya nanti. Yang Maharani tahu, nama baik Bapak adalah segalanya. Rani tak mau merusak itu. Lebih baik tidak menikah, kalau ternyata suatu hari nanti harga diri Bapak akan terluka karena pilihan Rani.

Namun keadaan ternyata berkata lain. Pada malam ketiga setelah putus hubungan dengan Bima, Maharani bertemu seorang pemuda yang penampilannya membuat Rani sempat meragukan kejantanannya. Hanya saja sesuatu yang terjadi di antara mereka, khususnya dua bulan setelah pertemuan mereka itu, pasti membuat Rani akan berpikir ratusan kali jika ingin meragukan siapa pun.

Kecelakaan yang terjadi antara Rani dan Yudha, si pemuda feminin, membuatnya harus memperkenalkan Yudha sebagai calon menantu kepada sang Bapak.

Bapak, yang ternyata kurang menerima laki-laki berwajah mulus seperti Yudha.

Bapak, yang ternyata tidak menerima ketika orang yang akan menikahi Rani adalah lelaki yang lebih memilih membuka usaha toko kue bukan toko alat listrik atau bangunan.

Seksis memang. Terlebih latar belakang keluarga Yudha sebenarnya membuat Rani berpikir ulang jutaan kali untuk maju. Mampukah Rani menyatukan dua keluarga yang saling bertolak belakang ini dalam pernikahannya dengan Yudha?

💖💖💖💖💖

Sinopsis


Rani sedang patah hati akibat putus cinta dari pacarnya, Bima, yang sudah jalan selama tiga tahun. Gara-garanya, Bima kepergok lagi jalan sama cewek lain. Rani yang sudah setia nungguin Bima selama tiga tahun ini, sampai-sampai rela dijadiin ATM pribadi  segala sama cowok itu, jelas kecewa berat, juga marah. Dan di tengah kekecewaan dan kemarahan itu, Rani bertemu dengan seorang pemuda bernama Yudha.

Pertemuan Rani dan Yudha membuat dunia Rani jungkir-balik dan menjadi semacam titik balik dalam hidupnya. Pertemuan tanpa sengaja yang berujung pada 'kecelakaan' itu memaksa Rani dan Yudha untuk bersama. Rani menerima dan bersedia untuk bertanggung jawab sebagai konsekuensi atas perbuatan dan kecerobohannya sendiri. Begitu pula Yudha.

Rani tidak tahu harus bagaimana caranya menyampaikan berita yang memalukan ini kepada Bapak dan seluruh keluarganya. Bayangan harus menghadapi kemarahan, dan yang lebih buruk lagi, kekecewaan Bapak membuat Rani gemetar. Dia gelisah setengah mati. Namun, yang tidak disadarinya, ternyata ada hal yang lebih menakutkan daripada masalah 'kecelakaan'-nya, yaitu tentang jati diri Yudha yang... tidak biasa.

Duh, gimana caranya ngasih tau semua ini ke Bapak?


💖💖💖💖💖

Just My Two Cents...




Oke. Jujur nih ya, aku sempet mikir, ini novel romance, tapi tebelnya 518 halaman? Aku bertanya-tanya, konflik macam apa yang dihadirkan sampai-sampai bikin sebuah novel romance bisa jadi setebal itu. Terus terang aku sempat ketar-ketir, soalnya aku pernah beberapa kali baca novel romance Indonesia yang tuebel banget tapi ternyata isinya... meh! 😑 Setelah baca beberapa bab awal, ternyata aku ketagihan dan sulit banget buat ngelepas ini novel. Kupikir, novel ini cuma ngebahas masalah 'kecelakaan' Rani dan Yudha, ternyata konfliknya jauh lebih dalam dari itu.

Konflik dalam EtLT ini menurutku lain daripada yang lain. Konfliknya unik, menarik, tapi juga sensitif. Kalo dari blurb-nya, kita tentu sudah bisa menebak novel ini tentang Rani dan Yudha yang 'kecelakaan', tapi ternyata itu cuman permukaannya aja, guys. Semakin Rani mengenal Yudha, semakin pelik masalah yang mereka hadapi. Belum lagi kenyataan Yudha yang merupakan cowok feminin nan cantik, bikin Rani seketika illfeel. Rani yang notabene berasal dari keluarga Jawa yang konservatif harus bersama dengan Yudha yang punya latar belakang yang... unik--kalau nggak mau dibilang aneh. Rani yang paling takut mengecewakan dan mempermalukan Bapak, tapi keadaan justru memaksanya untuk bersama Yudha yang bukan tipe suami idaman di mata Bapak dan Bunda-nya, semua gara-gara kecerobohannya sendiri. Sungguh ironis.

Selain konflik yang bikin emosi naik-turun, novel ini juga mengangkat tema sosial yang cenderung sensitif seperti perbedaan budaya, sexual orientation, gender expression, dan pilihan pekerjaan yang nggak biasa. Isu-isu ini menurutku termasuk berat dan serius, tapi penulis mampu meramunya menjadi jalinan cerita yang mudah diikuti tanpa membuat kita sebagai pembaca mengerutkan kening dalam-dalam. 

Trus, yang aku suka banget juga adalah penyelesaian konfliknya. Setelah semua drama, pertentangan batin, dan emosi itu, aku ngga nyangka ending-nya bakal kayak gitu. Yang jelas, two thumbs up bangetlah buat Bapak atas kebijaksanaan dan sikap nggak mau ruginya itu. Bapak really made my day 😂😂😂



💖💖💖💖💖

Background Setting


Seperti novel-novel City Lite lainnya yang pernah aku baca, novel Enjoy the Little Things ini berlatar belakang kota Jakarta yang sibuk dan modern. Cerita lebih banyak berlokasi di kantor dan kost Rani. Selain itu, karena Rani adalah orang Yogyakarta, beberapa scene juga diambil di kota yang terkenal dengan jalan Malioboro tersebut. Rumah orang tua Rani yang ada di kota itu pun nggak ketinggalan jadi salah satu setting tempat di novel ini.


💖💖💖💖💖

Karakter


Tokoh utama wanita EtLT ini namanya Maharani, biasa dipanggil Rani. Dia seorang wanita asal Jogja yang mengadu nasib di Jakarta. Rani digambarkan sebagai seorang wanita Jawa yang setia, lembut, penurut, dan mandiri. Dia sangat memghormati kedua orangtuanya dan selalu berusaha menjaga nama baik keluarga. Sayangnya, Rani ini cenderung egois dan bisa jadi sangat keras kepala, sampai-sampai aku gemes banget dibikinnya. Tapi, aku salut sih sama dia. Pendiriannya untuk menjaga nama baik Bapak bener-bener teguh.

Lanjut ke tokoh utama pria. Namanya Yudha. Dari perspektif Rani, Yudha itu cowok kemayu. Wajahnya lebih cocok dibilang cantik daripada ganteng, dan gaya ngomongnya juga centil. Kulitnya putih bersih dari kepala hingga kaki, rajin pake skin care, dan kalo ke mana-mana suka pake BB cream dan lip tint. Singkat kata, cowok ini sama sekali bukan tipenya Rani. Tapi, di balik tingkah femininnya itu, ternyata Yudha orang yang sangat bisa diandalkan, dan sanggup membuktikan bahwa:


"A boy is still a boy with makeup, or not." --hlm. 27

.... if you know what I mean 😎

Dari semua tokoh di novel ini, menurutku Yudha-lah yang karakternya paling menarik. Dia feminin tapi berpendirian teguh, kemayu tapi gigih banget. Kontradiksi yang aneh tapi memikat. Bikin aku ikutan jatuh cinta juga sama dia. Tapi, kalo disuruh milih, tetep sih aku lebih milih cowok macho. Ya gimana sih ya, namanya juga selera 😆

Tokoh ketiga yang selalu disebut-sebut Rani adalah ayahnya, yaitu Bapak. Bapak adalah tipe orang tua yang Jawa banget, tegas, ceplas-ceplos, cenderung suka seenaknya, tapi penuh wibawa dan sayang banget sama anak-anaknya. Kalo kata Rani, "Bapakku galak." 😄 Bapak jadi semacam kompas moral bagi Rani. Itulah sebabnya dia paling takut ngecewain dan bikin malu Bapak.

Bapak adalah karakter yang sangat kuat. Eksistensinya benar-benar memengaruhi keseluruhan jalan cerita. Cara penulis mendeskripsikan beliau bikin tokoh ini serasa real banget, bikin aku teringat sama bapak mertuaku yang juga orang Jawa tulen.

Tokoh terakhir yang juga memberikan pengaruh besar dalam novel ini adalah Jonah, ayah Yudha. Jonah nggak seperti ayah kebanyakan. Dia unik dan berpikiran terbuka. Dia sayang banget sama Yudha sampai-sampai rela ngelakuin apa aja demi kebahagiaan Yudha. Mungkin nggak semua orang, termasuk aku, yang setuju dengan caranya menjalani hidup. Then again, Jonah mengajarkan bahwa apa pun pilihan hidupmu, yang terpenting adalah kamu harus berani mempertanggungjawabkannya. Jonah, dengan segala kelebihan dan kekurangannya, sudah mengajarkan nilai kehidupan yang dalam banget.


💖💖💖💖💖

Gaya Bahasa


Beberapa bulan yang lalu, aku sempat baca novel Dirt on My Boots sama Intersection. Kedua novel ini gaya bahasanya ngocol abis. Aku nggak bisa mingkem barang sebentaaar aja selama baca dua novel itu. Ngakak terus. Nah, EtLT ini gaya bahasanya nggak segokil dua novel tadi, malah cenderung baku dan banyak sisipan bahasa Jawa, tapi, entah gimana, tetep bisa bikin aku ngakak banget. Dialog antara Yudha dan Rani sering bikin aku geli sendiri. Trus, perdebatan antara Bapak dan Bunda juga sering bikin ngikik-ngikik sendiri, secara Bapak ceplas-ceplos banget dan nggak pernah mau kalah 😅 Gaya narasinya pun ngalir, enak banget buat diikuti. Aku baca novel ini ngga berasa kalo lagi baca novel tebel, tiba-tiba aja udah sampai halaman akhir.


💖💖💖💖💖

Editing & Desain Sampul



Seingatku, ada beberapa saltik di novel ini, cuman aku lupa nandain halamannya 😔 Tapi, tenang aja, saltiknya minor aja kok, nggak parah apalagi sampai ganggu kenyamanan membaca. Font yang digunakan pun ukurannya pas sehingga nyaman buat mataku yang minusnya lumayan tebel ini.

Untuk desain sampul, aku cukup suka. Warna ungu mudanya cantik banget. Desain gambarnya, walau nggak seronok, tapi lumayan dewasa; cowok-cewek lagi bobok bareng gitu. Bener-bener menggambarkan isi novelnya 😄


💖💖💖💖💖

Kesimpulan


Segala pertentangan antara Rani dan Yudha bikin aku sebagai pembaca memikirkan lagi definisi dari 'menerima apa adanya'. Kupikir, menerima apa adanya berarti memahami dan menerima perbedaan. Namun, tak disangka, ternyata dibutuhkan keberanian, kesabaran, keikhlasan, dan hati yang seluas samudera untuk melakukan kedua hal tersebut. Di sinilah aku kagum banget sama Rani, juga Bapak pada akhirnya. Ah, novel ini bener-bener ngasih value yang dalem banget!

Selain itu, aku juga salut banget sama Yudha. Despite his quirks, dia membuktikan bahwa menjadi lelaki jantan tidak harus gagah dan macho, karena pada akhirnya kemauan untuk bertanggung jawab dan kemampuan untuk mencintai setulus hati-lah yang paling penting. He is manly in his own way, and Rani is one lucky woman to have him with her.


💖💖💖💖💖

Final Verdict





Overall: 5 of 5 🌟 


💖💖💖💖💖

Rekomendasi


Ini novel beneran recommended banget. Karakter para tokohnya bagus, konfliknya mantap, gaya narasinya mengalir dan enak diikuti, dan penyelesaiannya juga memuaskan. Recommended buat kalian yang suka genre romance dengan drama keluarga yang cukup pelik di dalamnya. Cuman, ini novel rate-nya 21+ ya, gaes, secara ada beberapa adegan yang lumayan eksplisit--walaupun nggak seeksplisit novel-novel historical romance--serta isu yang diangkat pun cukup berat dan dibutuhkan kedewasaan untuk mencernanya. So, buat dedek-dedek gemesh di bawah 21 tahun, skip dulu yaaa 😘





Hope it helps,


Gita ^-^

[Resensi] Enjoy the Little Things – Kincirmainan

15 December 2018


Hello, Book Lova! 🙋

Been awhile since my last post, hasn't it? 😄 Well, been trying my hardest to write anything here, but my brain just couldn't manage too many works, it seems 😅

Anyway, kalian sadar nggak kalo tema blog ini berubah? Gimana, gimana, kalian suka? Kalo aku, sukak banget, soalnya lebih clean and simple. Moga-moga kalian suka juga ya, trus jadi sering mampir ke sini, walopun update blog ini suka nggak pasti macem jodoh yang nggak dateng-dateng #eaaaaa 😅

So, kali ini aku bakal mengulas satu novel romance Indonesia. Novel ini baru aja terbit bulan lalu, gaes, jadi masih lumayan fresh. Sebenernya, ini novel masuk antrian paling buncit dalam daftar drafku, tapi, ternyata resensi ini malah jadi yang pertama selesai kutulis gara-gara aku gatel banget pengin bahas konfliknya yang... Yah, pokoknya kalian simak terus resensi ini sampai habis ya 😚


💖💖💖💖💖

Detail Buku


Penulis: Kincirmainan
Editor: Afrianty P. Pardede
Penerbit: Elexmedia Komputindo
Genre: City Lite, romance, adult
Tebal: 518 hlm.
Cetakan I: 2018
ISBN: 978-602-04-7937-8
Harga: Rp. 98.800,- (P. Jawa)
Rating: 21+

💖💖💖💖💖

Blurb




Bapak adalah lelaki Jawa yang perfeksionis. Sifat Bapak ini terlihat jelas saat menyelidiki bibit-bebet-bobot calon menantu yang akan menikahi tiga anak gadisnya nanti. Yang Maharani tahu, nama baik Bapak adalah segalanya. Rani tak mau merusak itu. Lebih baik tidak menikah, kalau ternyata suatu hari nanti harga diri Bapak akan terluka karena pilihan Rani.

Namun keadaan ternyata berkata lain. Pada malam ketiga setelah putus hubungan dengan Bima, Maharani bertemu seorang pemuda yang penampilannya membuat Rani sempat meragukan kejantanannya. Hanya saja sesuatu yang terjadi di antara mereka, khususnya dua bulan setelah pertemuan mereka itu, pasti membuat Rani akan berpikir ratusan kali jika ingin meragukan siapa pun.

Kecelakaan yang terjadi antara Rani dan Yudha, si pemuda feminin, membuatnya harus memperkenalkan Yudha sebagai calon menantu kepada sang Bapak.

Bapak, yang ternyata kurang menerima laki-laki berwajah mulus seperti Yudha.

Bapak, yang ternyata tidak menerima ketika orang yang akan menikahi Rani adalah lelaki yang lebih memilih membuka usaha toko kue bukan toko alat listrik atau bangunan.

Seksis memang. Terlebih latar belakang keluarga Yudha sebenarnya membuat Rani berpikir ulang jutaan kali untuk maju. Mampukah Rani menyatukan dua keluarga yang saling bertolak belakang ini dalam pernikahannya dengan Yudha?

💖💖💖💖💖

Sinopsis


Rani sedang patah hati akibat putus cinta dari pacarnya, Bima, yang sudah jalan selama tiga tahun. Gara-garanya, Bima kepergok lagi jalan sama cewek lain. Rani yang sudah setia nungguin Bima selama tiga tahun ini, sampai-sampai rela dijadiin ATM pribadi  segala sama cowok itu, jelas kecewa berat, juga marah. Dan di tengah kekecewaan dan kemarahan itu, Rani bertemu dengan seorang pemuda bernama Yudha.

Pertemuan Rani dan Yudha membuat dunia Rani jungkir-balik dan menjadi semacam titik balik dalam hidupnya. Pertemuan tanpa sengaja yang berujung pada 'kecelakaan' itu memaksa Rani dan Yudha untuk bersama. Rani menerima dan bersedia untuk bertanggung jawab sebagai konsekuensi atas perbuatan dan kecerobohannya sendiri. Begitu pula Yudha.

Rani tidak tahu harus bagaimana caranya menyampaikan berita yang memalukan ini kepada Bapak dan seluruh keluarganya. Bayangan harus menghadapi kemarahan, dan yang lebih buruk lagi, kekecewaan Bapak membuat Rani gemetar. Dia gelisah setengah mati. Namun, yang tidak disadarinya, ternyata ada hal yang lebih menakutkan daripada masalah 'kecelakaan'-nya, yaitu tentang jati diri Yudha yang... tidak biasa.

Duh, gimana caranya ngasih tau semua ini ke Bapak?


💖💖💖💖💖

Just My Two Cents...




Oke. Jujur nih ya, aku sempet mikir, ini novel romance, tapi tebelnya 518 halaman? Aku bertanya-tanya, konflik macam apa yang dihadirkan sampai-sampai bikin sebuah novel romance bisa jadi setebal itu. Terus terang aku sempat ketar-ketir, soalnya aku pernah beberapa kali baca novel romance Indonesia yang tuebel banget tapi ternyata isinya... meh! 😑 Setelah baca beberapa bab awal, ternyata aku ketagihan dan sulit banget buat ngelepas ini novel. Kupikir, novel ini cuma ngebahas masalah 'kecelakaan' Rani dan Yudha, ternyata konfliknya jauh lebih dalam dari itu.

Konflik dalam EtLT ini menurutku lain daripada yang lain. Konfliknya unik, menarik, tapi juga sensitif. Kalo dari blurb-nya, kita tentu sudah bisa menebak novel ini tentang Rani dan Yudha yang 'kecelakaan', tapi ternyata itu cuman permukaannya aja, guys. Semakin Rani mengenal Yudha, semakin pelik masalah yang mereka hadapi. Belum lagi kenyataan Yudha yang merupakan cowok feminin nan cantik, bikin Rani seketika illfeel. Rani yang notabene berasal dari keluarga Jawa yang konservatif harus bersama dengan Yudha yang punya latar belakang yang... unik--kalau nggak mau dibilang aneh. Rani yang paling takut mengecewakan dan mempermalukan Bapak, tapi keadaan justru memaksanya untuk bersama Yudha yang bukan tipe suami idaman di mata Bapak dan Bunda-nya, semua gara-gara kecerobohannya sendiri. Sungguh ironis.

Selain konflik yang bikin emosi naik-turun, novel ini juga mengangkat tema sosial yang cenderung sensitif seperti perbedaan budaya, sexual orientation, gender expression, dan pilihan pekerjaan yang nggak biasa. Isu-isu ini menurutku termasuk berat dan serius, tapi penulis mampu meramunya menjadi jalinan cerita yang mudah diikuti tanpa membuat kita sebagai pembaca mengerutkan kening dalam-dalam. 

Trus, yang aku suka banget juga adalah penyelesaian konfliknya. Setelah semua drama, pertentangan batin, dan emosi itu, aku ngga nyangka ending-nya bakal kayak gitu. Yang jelas, two thumbs up bangetlah buat Bapak atas kebijaksanaan dan sikap nggak mau ruginya itu. Bapak really made my day 😂😂😂



💖💖💖💖💖

Background Setting


Seperti novel-novel City Lite lainnya yang pernah aku baca, novel Enjoy the Little Things ini berlatar belakang kota Jakarta yang sibuk dan modern. Cerita lebih banyak berlokasi di kantor dan kost Rani. Selain itu, karena Rani adalah orang Yogyakarta, beberapa scene juga diambil di kota yang terkenal dengan jalan Malioboro tersebut. Rumah orang tua Rani yang ada di kota itu pun nggak ketinggalan jadi salah satu setting tempat di novel ini.


💖💖💖💖💖

Karakter


Tokoh utama wanita EtLT ini namanya Maharani, biasa dipanggil Rani. Dia seorang wanita asal Jogja yang mengadu nasib di Jakarta. Rani digambarkan sebagai seorang wanita Jawa yang setia, lembut, penurut, dan mandiri. Dia sangat memghormati kedua orangtuanya dan selalu berusaha menjaga nama baik keluarga. Sayangnya, Rani ini cenderung egois dan bisa jadi sangat keras kepala, sampai-sampai aku gemes banget dibikinnya. Tapi, aku salut sih sama dia. Pendiriannya untuk menjaga nama baik Bapak bener-bener teguh.

Lanjut ke tokoh utama pria. Namanya Yudha. Dari perspektif Rani, Yudha itu cowok kemayu. Wajahnya lebih cocok dibilang cantik daripada ganteng, dan gaya ngomongnya juga centil. Kulitnya putih bersih dari kepala hingga kaki, rajin pake skin care, dan kalo ke mana-mana suka pake BB cream dan lip tint. Singkat kata, cowok ini sama sekali bukan tipenya Rani. Tapi, di balik tingkah femininnya itu, ternyata Yudha orang yang sangat bisa diandalkan, dan sanggup membuktikan bahwa:


"A boy is still a boy with makeup, or not." --hlm. 27

.... if you know what I mean 😎

Dari semua tokoh di novel ini, menurutku Yudha-lah yang karakternya paling menarik. Dia feminin tapi berpendirian teguh, kemayu tapi gigih banget. Kontradiksi yang aneh tapi memikat. Bikin aku ikutan jatuh cinta juga sama dia. Tapi, kalo disuruh milih, tetep sih aku lebih milih cowok macho. Ya gimana sih ya, namanya juga selera 😆

Tokoh ketiga yang selalu disebut-sebut Rani adalah ayahnya, yaitu Bapak. Bapak adalah tipe orang tua yang Jawa banget, tegas, ceplas-ceplos, cenderung suka seenaknya, tapi penuh wibawa dan sayang banget sama anak-anaknya. Kalo kata Rani, "Bapakku galak." 😄 Bapak jadi semacam kompas moral bagi Rani. Itulah sebabnya dia paling takut ngecewain dan bikin malu Bapak.

Bapak adalah karakter yang sangat kuat. Eksistensinya benar-benar memengaruhi keseluruhan jalan cerita. Cara penulis mendeskripsikan beliau bikin tokoh ini serasa real banget, bikin aku teringat sama bapak mertuaku yang juga orang Jawa tulen.

Tokoh terakhir yang juga memberikan pengaruh besar dalam novel ini adalah Jonah, ayah Yudha. Jonah nggak seperti ayah kebanyakan. Dia unik dan berpikiran terbuka. Dia sayang banget sama Yudha sampai-sampai rela ngelakuin apa aja demi kebahagiaan Yudha. Mungkin nggak semua orang, termasuk aku, yang setuju dengan caranya menjalani hidup. Then again, Jonah mengajarkan bahwa apa pun pilihan hidupmu, yang terpenting adalah kamu harus berani mempertanggungjawabkannya. Jonah, dengan segala kelebihan dan kekurangannya, sudah mengajarkan nilai kehidupan yang dalam banget.


💖💖💖💖💖

Gaya Bahasa


Beberapa bulan yang lalu, aku sempat baca novel Dirt on My Boots sama Intersection. Kedua novel ini gaya bahasanya ngocol abis. Aku nggak bisa mingkem barang sebentaaar aja selama baca dua novel itu. Ngakak terus. Nah, EtLT ini gaya bahasanya nggak segokil dua novel tadi, malah cenderung baku dan banyak sisipan bahasa Jawa, tapi, entah gimana, tetep bisa bikin aku ngakak banget. Dialog antara Yudha dan Rani sering bikin aku geli sendiri. Trus, perdebatan antara Bapak dan Bunda juga sering bikin ngikik-ngikik sendiri, secara Bapak ceplas-ceplos banget dan nggak pernah mau kalah 😅 Gaya narasinya pun ngalir, enak banget buat diikuti. Aku baca novel ini ngga berasa kalo lagi baca novel tebel, tiba-tiba aja udah sampai halaman akhir.


💖💖💖💖💖

Editing & Desain Sampul



Seingatku, ada beberapa saltik di novel ini, cuman aku lupa nandain halamannya 😔 Tapi, tenang aja, saltiknya minor aja kok, nggak parah apalagi sampai ganggu kenyamanan membaca. Font yang digunakan pun ukurannya pas sehingga nyaman buat mataku yang minusnya lumayan tebel ini.

Untuk desain sampul, aku cukup suka. Warna ungu mudanya cantik banget. Desain gambarnya, walau nggak seronok, tapi lumayan dewasa; cowok-cewek lagi bobok bareng gitu. Bener-bener menggambarkan isi novelnya 😄


💖💖💖💖💖

Kesimpulan


Segala pertentangan antara Rani dan Yudha bikin aku sebagai pembaca memikirkan lagi definisi dari 'menerima apa adanya'. Kupikir, menerima apa adanya berarti memahami dan menerima perbedaan. Namun, tak disangka, ternyata dibutuhkan keberanian, kesabaran, keikhlasan, dan hati yang seluas samudera untuk melakukan kedua hal tersebut. Di sinilah aku kagum banget sama Rani, juga Bapak pada akhirnya. Ah, novel ini bener-bener ngasih value yang dalem banget!

Selain itu, aku juga salut banget sama Yudha. Despite his quirks, dia membuktikan bahwa menjadi lelaki jantan tidak harus gagah dan macho, karena pada akhirnya kemauan untuk bertanggung jawab dan kemampuan untuk mencintai setulus hati-lah yang paling penting. He is manly in his own way, and Rani is one lucky woman to have him with her.


💖💖💖💖💖

Final Verdict





Overall: 5 of 5 🌟 


💖💖💖💖💖

Rekomendasi


Ini novel beneran recommended banget. Karakter para tokohnya bagus, konfliknya mantap, gaya narasinya mengalir dan enak diikuti, dan penyelesaiannya juga memuaskan. Recommended buat kalian yang suka genre romance dengan drama keluarga yang cukup pelik di dalamnya. Cuman, ini novel rate-nya 21+ ya, gaes, secara ada beberapa adegan yang lumayan eksplisit--walaupun nggak seeksplisit novel-novel historical romance--serta isu yang diangkat pun cukup berat dan dibutuhkan kedewasaan untuk mencernanya. So, buat dedek-dedek gemesh di bawah 21 tahun, skip dulu yaaa 😘





Hope it helps,


Gita ^-^

Selamat hari Senin, man-teman 🙋


Sudah lama banget aku nggak update blog ini, sekitar empat bulanan ya. Andai kata ini rumah, debunya mungkin udah setebel novel Harry Potter #5 kali ya *ambilkemoceng 😂

Anyway, ada yang tahu bulan September ini kita memperingati hari apa? Apa? Hari Aksara Internasional? Hari Gemar Membaca & Hari Kunjung Perpustakaan? Yup, bener banget. Hari Aksara Internasional jatuh pada tanggal 8 September, sedangkan Hari Gemar Membaca & Hari Kunjung Perpustakaan diperingati setiap tanggal 14 September. Dan dalam rangka memperingati “hari besar”-nya para bookworm ini, Female Blogger of Banjarmasin mengadakan #FBBKolaborasi yang bertemakan all about books.


[Bookish Talk] #FBBKolaborasi: 7 Manfaat Membaca Novel

10 September 2018


Selamat hari Senin, man-teman 🙋


Sudah lama banget aku nggak update blog ini, sekitar empat bulanan ya. Andai kata ini rumah, debunya mungkin udah setebel novel Harry Potter #5 kali ya *ambilkemoceng 😂

Anyway, ada yang tahu bulan September ini kita memperingati hari apa? Apa? Hari Aksara Internasional? Hari Gemar Membaca & Hari Kunjung Perpustakaan? Yup, bener banget. Hari Aksara Internasional jatuh pada tanggal 8 September, sedangkan Hari Gemar Membaca & Hari Kunjung Perpustakaan diperingati setiap tanggal 14 September. Dan dalam rangka memperingati “hari besar”-nya para bookworm ini, Female Blogger of Banjarmasin mengadakan #FBBKolaborasi yang bertemakan all about books.



Detail Buku

Penyunting: Suci Amanda & Herliana Isdianti
Desainer Sampul: Diwasandhi
Penyelaras Aksara: Seplia
Layout Sampul: Iman Dayasya
Penerbit: Inari
Cetakan I: Februari 2018
Tebal: 304 halaman
ISBN: 978-602-6682-14-7
Rate: U 17+

💖💖💖💖💖


Blurb


Karena kehilangan itu takkan pernah sederhana.

Ghea dan Agil sama-sama pernah merasakan pahitnya kehilangan, tapi cara mereka mengatasi rasa kehilangan itu berbeda.

Ghea bisa melanjutkan hidupnya, tapi tak pernah lagi bisa merayakannya. Dia masih terus terlena dalam kenangan masa lalu. Sedangkan Agil, dia bisa melanjutkan hidup dan bangkit dari masa-masa terburuknya.

Hingga dengan sengaja, takdir menemukan mereka. Kehadiran Agil membuat hidup dan hati Gea perlahan berubah. Tapi, bayang masa lalu masih saja membekap Ghea dengan erat.

Manakah yang akan Ghea pilih, tetap tenggelam dalam masa lalu atau bangkit untuk memulai menata hati yang baru?

💖💖💖💖💖

"Darah kemenangan mengalir di keluarga Bachtiar, Ghea." —Agil Bachtiar, hlm. 169.

Dokter Agil Bachtiar mulai terdesak. Karena umurnya yang sudah kepala tiga, Mami-nya menuntutnya untuk segera menikah. Segala cara Mami lakukan demi melihat putra kesayangannya itu bersanding di pelaminan, tapi gagal terus karena Agil selalu mengacaukan setiap rencananya. Kesal, akhirnya Mami menjatuhkan ultimatum. Kalau Agil tidak juga menikah dalam waktu dekat, maka Mami akan meminta Agil dipecat dari rumah sakit tempatnya bekerja dan menariknya pulang ke Pontianak untuk dinikahkan dengan wanita pilihan Mami.

Agil yang mati kutu akibat ultimatum Mami kemudian tanpa sengaja bertemu dengan seorang gadis. Di mata Agil, gadis ini begitu menarik sehingga dia tidak dapat melupakannya. Ketertarikannya semakin menguat ketika takdir entah bagaimana selalu dan selalu mempertemukan mereka.

Ghea, nama gadis itu. Tampak kuat dan luar biasa galak. Dia menjalani hari-harinya dengan ceria. Namun, di balik keceriaan itu, Ghea terluka amat sangat dalam karena kehilangan seseorang yang sangat dicintainya. Meski sudah lewat sekian waktu, Ghea tetap tidak mampu melupakan sehingga hidupnya seperti jalan di tempat.

Pertemuannya dengan Agil menciptakan riak di dada Ghea, tetapi apakah itu cukup untuk membuatnya melepaskan bayang masa lalu yang bercokol demikian erat di hatinya?


💖💖💖💖💖

""Lo harusnya kayak dispenser. Hati lo maksud gue, Ghe. Harusnya kalo lo udah kelewat dingin kayak gini, lo sendiri yang harus setel ke panas. Nggak bisa orang lain yang nyetelin. Nggak bisa lo biarin hati lo dalam posisi dingin melulu."" —hlm. 38.

Secara garis besar, konflik di novel ini berakar pada masalah "gagal move on." Agil dan Ghea sama-sama pernah kehilangan orang yang mereka sayang. Bedanya, Agil mampu mengatasi kehilangannya sedangkan Ghea masih berkubang dalam kesedihan. Konflik-konflik gagal move on semacam ini sebenarnya sudah lazim kita temui dalam novel-novel romance, tapi cara penulis mengemasnya bikin Anesthetized jadi sedikit beda dari yang lain.

Jujur saja, pertama kali membaca blurb-nya, aku mengira bakal nemu kisah yang sedih dan dan bikin baper. Aku sampai nyiap-nyiapin hati segala, lho, takut kalo-kalo kebawa baper juga.






Ternyata, aku salah.





Memang benar kata orang, don't judge a book by it's cover, or, in this case, it's blurb 😁

Karakter Ghea yang di luar dugaan jadi kejutan. Kehadiran keluarga Bachtiar yang kocak dan kompak bikin meriah suasana. Ditambah gaya narasi Nurul Izzati yang renyah bikin novel ini mengalir banget. Aku suka sekali dengan kekreatifan penulis dalam membuat istilah-istilah unik. I mean, where else will you get something like "Papa Pestisida" or "cokiber—cowok kita bersama?" 😂😂😂

Untuk ukuran novel roman, plotnya lumayan cepat dan nggak menye-menye. Ada beberapa  kilas balik, tapi porsinya pas. Nggak sampai bikin aku bosan. Penceritaannya enak dan kocak banget. Sejatinya, novel ini punya premis yang kelam, tapi, karena narasinya yang lucu, aura suram itu sukses tersisihkan. Jalan ceritanya juga bagus. Para tokoh utama dipertemukan dengan cara yang halus, tanpa paksaan, seolah takdir memang menghendaki demikian.

Meski demikian, novel ini nggak cuman bikin aku ngakak sampai sakit perut. Ada beberapa bagian yang sanggup bikin tenggorokanku tercekat gara-gara ikutan kepengen nangis saat Ghea teringat pada kehilangannya. Rasanya tuh nelangsaaa banget. Kasian banget kamu, Dek *pukpukGhea 😿



Sekarang kita bahas para tokoh utama novel ini. Yang pertama adalah Agil Raikan Bachtiar, dokter spesialis anestasi yang betah menjomlo ini orangnya dingin, irit ngomong, tapi gantengnya kelewatan dan punya suara yang seksi juga. Sekilas, Agil ini jenis laki-laki yang nggak pedulian, tapi, sekalinya punya keinginan, dia gigih banget memperjuangkannya. Modusnya juga pinter banget. Dan sabarnya itu, lho, aduuuh bikin meleleh 😆


"Itu kan Papa Princess Aluna? Si Papa Pestisida? Mana Mungkin aku lupa mukanya, lelaki tipe pestisida yang sekali dia senyum saja serangga-serangga alias cewek-cewek bisa rontok berjamaah di sisinya..." —hlm. 39.

(((Papa Pestisida))) 😂😂😂

Ghea Gadrie adalah seorang mahasiswi tingkat akhir. Awalnya, aku mengira Ghea ini bakal jadi tokoh yang mellow, gagal move on, dan ngerepotin. And again, I was wrong. Alih-alih bermuram durja akibat kehilangannya, Ghea justru melewati harinya dengan ceria. Aku terutama suka banget sama sifatnya yang galak dan ceplas-ceplos, walau sebenarnya di dalam dirinya Ghea adalah sosok yang rapuh.

Selain Agil dan Ghea, keluarga Bachtiar juga turut meramaikan suasana. Aldebaran & Kalila beserta ketiga anaknya, Alina & Revan, serta orang tua mereka. Kalau satu keluarga ini pada ngumpul, udah deh, bakal ngakak terus sepanjang bab 😆


💖💖💖💖💖

Dari segi editing, novel ini nyaris nggak ada saltik. Seingatku, aku cuman nemu satu typo aja, tapi lupa halaman berapa 😅 Novel ini juga dilengkapi catatan kaki yang menjelaskan arti istilah bidang medis maupun kata-kata dalam bahasa daerah. Pokoknya, proses membaca novel ini lancar dan menyenangkan.

Untuk desain sampulnya sendiri cukup menggambarkan isi novelnya. Warna yang dipilih pun cerah dan girly. Cukup instagrammable, walau memang bukan desain favoritku juga sih 😀


Overall: 🌟🌟🌟🌟☆ (4.75 of 5)

Secara keseluruhan, aku suka banget sama novel Anesthetized ini. Plot, karakter, konfliknya, dan humornya bikin aku ketagihan. Suka banget sama interaksi keluarga Bachtiar yang  konyol tapi kompak sekali. Dan yang paling aku suka adalah gaya tulisan Nurul Izzati yang mengalir, renyah, dan menghibur. Berharap banget cerita dari anggota keluarga Bachtiar yang lain bakal diterbitin juga, terutama ceritanya Al dan Kalila yang sudah lama aku ikutin di wattpad.

Aku rekomendasiin banget novel ini buat pecinta genre romance, terutama kamu yang nggak suka sama jenis romance yang menye-menye atau menyayat hati. Oya, sebelum baca novel ini, pastikan umurmu sudah mencapai 17 tahun ya, karena seperti yang sudah aku tuliskan di bagian detail buku, novel ini rate-nya U 17+ 😄

[Resensi] Anesthetized – Nurul Izzati

05 May 2018


Detail Buku

Penyunting: Suci Amanda & Herliana Isdianti
Desainer Sampul: Diwasandhi
Penyelaras Aksara: Seplia
Layout Sampul: Iman Dayasya
Penerbit: Inari
Cetakan I: Februari 2018
Tebal: 304 halaman
ISBN: 978-602-6682-14-7
Rate: U 17+

💖💖💖💖💖


Blurb


Karena kehilangan itu takkan pernah sederhana.

Ghea dan Agil sama-sama pernah merasakan pahitnya kehilangan, tapi cara mereka mengatasi rasa kehilangan itu berbeda.

Ghea bisa melanjutkan hidupnya, tapi tak pernah lagi bisa merayakannya. Dia masih terus terlena dalam kenangan masa lalu. Sedangkan Agil, dia bisa melanjutkan hidup dan bangkit dari masa-masa terburuknya.

Hingga dengan sengaja, takdir menemukan mereka. Kehadiran Agil membuat hidup dan hati Gea perlahan berubah. Tapi, bayang masa lalu masih saja membekap Ghea dengan erat.

Manakah yang akan Ghea pilih, tetap tenggelam dalam masa lalu atau bangkit untuk memulai menata hati yang baru?

💖💖💖💖💖

"Darah kemenangan mengalir di keluarga Bachtiar, Ghea." —Agil Bachtiar, hlm. 169.

Dokter Agil Bachtiar mulai terdesak. Karena umurnya yang sudah kepala tiga, Mami-nya menuntutnya untuk segera menikah. Segala cara Mami lakukan demi melihat putra kesayangannya itu bersanding di pelaminan, tapi gagal terus karena Agil selalu mengacaukan setiap rencananya. Kesal, akhirnya Mami menjatuhkan ultimatum. Kalau Agil tidak juga menikah dalam waktu dekat, maka Mami akan meminta Agil dipecat dari rumah sakit tempatnya bekerja dan menariknya pulang ke Pontianak untuk dinikahkan dengan wanita pilihan Mami.

Agil yang mati kutu akibat ultimatum Mami kemudian tanpa sengaja bertemu dengan seorang gadis. Di mata Agil, gadis ini begitu menarik sehingga dia tidak dapat melupakannya. Ketertarikannya semakin menguat ketika takdir entah bagaimana selalu dan selalu mempertemukan mereka.

Ghea, nama gadis itu. Tampak kuat dan luar biasa galak. Dia menjalani hari-harinya dengan ceria. Namun, di balik keceriaan itu, Ghea terluka amat sangat dalam karena kehilangan seseorang yang sangat dicintainya. Meski sudah lewat sekian waktu, Ghea tetap tidak mampu melupakan sehingga hidupnya seperti jalan di tempat.

Pertemuannya dengan Agil menciptakan riak di dada Ghea, tetapi apakah itu cukup untuk membuatnya melepaskan bayang masa lalu yang bercokol demikian erat di hatinya?


💖💖💖💖💖

""Lo harusnya kayak dispenser. Hati lo maksud gue, Ghe. Harusnya kalo lo udah kelewat dingin kayak gini, lo sendiri yang harus setel ke panas. Nggak bisa orang lain yang nyetelin. Nggak bisa lo biarin hati lo dalam posisi dingin melulu."" —hlm. 38.

Secara garis besar, konflik di novel ini berakar pada masalah "gagal move on." Agil dan Ghea sama-sama pernah kehilangan orang yang mereka sayang. Bedanya, Agil mampu mengatasi kehilangannya sedangkan Ghea masih berkubang dalam kesedihan. Konflik-konflik gagal move on semacam ini sebenarnya sudah lazim kita temui dalam novel-novel romance, tapi cara penulis mengemasnya bikin Anesthetized jadi sedikit beda dari yang lain.

Jujur saja, pertama kali membaca blurb-nya, aku mengira bakal nemu kisah yang sedih dan dan bikin baper. Aku sampai nyiap-nyiapin hati segala, lho, takut kalo-kalo kebawa baper juga.






Ternyata, aku salah.





Memang benar kata orang, don't judge a book by it's cover, or, in this case, it's blurb 😁

Karakter Ghea yang di luar dugaan jadi kejutan. Kehadiran keluarga Bachtiar yang kocak dan kompak bikin meriah suasana. Ditambah gaya narasi Nurul Izzati yang renyah bikin novel ini mengalir banget. Aku suka sekali dengan kekreatifan penulis dalam membuat istilah-istilah unik. I mean, where else will you get something like "Papa Pestisida" or "cokiber—cowok kita bersama?" 😂😂😂

Untuk ukuran novel roman, plotnya lumayan cepat dan nggak menye-menye. Ada beberapa  kilas balik, tapi porsinya pas. Nggak sampai bikin aku bosan. Penceritaannya enak dan kocak banget. Sejatinya, novel ini punya premis yang kelam, tapi, karena narasinya yang lucu, aura suram itu sukses tersisihkan. Jalan ceritanya juga bagus. Para tokoh utama dipertemukan dengan cara yang halus, tanpa paksaan, seolah takdir memang menghendaki demikian.

Meski demikian, novel ini nggak cuman bikin aku ngakak sampai sakit perut. Ada beberapa bagian yang sanggup bikin tenggorokanku tercekat gara-gara ikutan kepengen nangis saat Ghea teringat pada kehilangannya. Rasanya tuh nelangsaaa banget. Kasian banget kamu, Dek *pukpukGhea 😿



Sekarang kita bahas para tokoh utama novel ini. Yang pertama adalah Agil Raikan Bachtiar, dokter spesialis anestasi yang betah menjomlo ini orangnya dingin, irit ngomong, tapi gantengnya kelewatan dan punya suara yang seksi juga. Sekilas, Agil ini jenis laki-laki yang nggak pedulian, tapi, sekalinya punya keinginan, dia gigih banget memperjuangkannya. Modusnya juga pinter banget. Dan sabarnya itu, lho, aduuuh bikin meleleh 😆


"Itu kan Papa Princess Aluna? Si Papa Pestisida? Mana Mungkin aku lupa mukanya, lelaki tipe pestisida yang sekali dia senyum saja serangga-serangga alias cewek-cewek bisa rontok berjamaah di sisinya..." —hlm. 39.

(((Papa Pestisida))) 😂😂😂

Ghea Gadrie adalah seorang mahasiswi tingkat akhir. Awalnya, aku mengira Ghea ini bakal jadi tokoh yang mellow, gagal move on, dan ngerepotin. And again, I was wrong. Alih-alih bermuram durja akibat kehilangannya, Ghea justru melewati harinya dengan ceria. Aku terutama suka banget sama sifatnya yang galak dan ceplas-ceplos, walau sebenarnya di dalam dirinya Ghea adalah sosok yang rapuh.

Selain Agil dan Ghea, keluarga Bachtiar juga turut meramaikan suasana. Aldebaran & Kalila beserta ketiga anaknya, Alina & Revan, serta orang tua mereka. Kalau satu keluarga ini pada ngumpul, udah deh, bakal ngakak terus sepanjang bab 😆


💖💖💖💖💖

Dari segi editing, novel ini nyaris nggak ada saltik. Seingatku, aku cuman nemu satu typo aja, tapi lupa halaman berapa 😅 Novel ini juga dilengkapi catatan kaki yang menjelaskan arti istilah bidang medis maupun kata-kata dalam bahasa daerah. Pokoknya, proses membaca novel ini lancar dan menyenangkan.

Untuk desain sampulnya sendiri cukup menggambarkan isi novelnya. Warna yang dipilih pun cerah dan girly. Cukup instagrammable, walau memang bukan desain favoritku juga sih 😀


Overall: 🌟🌟🌟🌟☆ (4.75 of 5)

Secara keseluruhan, aku suka banget sama novel Anesthetized ini. Plot, karakter, konfliknya, dan humornya bikin aku ketagihan. Suka banget sama interaksi keluarga Bachtiar yang  konyol tapi kompak sekali. Dan yang paling aku suka adalah gaya tulisan Nurul Izzati yang mengalir, renyah, dan menghibur. Berharap banget cerita dari anggota keluarga Bachtiar yang lain bakal diterbitin juga, terutama ceritanya Al dan Kalila yang sudah lama aku ikutin di wattpad.

Aku rekomendasiin banget novel ini buat pecinta genre romance, terutama kamu yang nggak suka sama jenis romance yang menye-menye atau menyayat hati. Oya, sebelum baca novel ini, pastikan umurmu sudah mencapai 17 tahun ya, karena seperti yang sudah aku tuliskan di bagian detail buku, novel ini rate-nya U 17+ 😄

Akhirnya, kesampaian juga baca novelnya Dee Lestari. Iya, sebelum ini aku memang belum pernah baca karya-karyanya Dee. Entah kenapa belum tertarik aja, gitu. Tapi, pas baca blurb novel Aroma Karsa, ketertarikanku langsung terpantik. Aku rasa gara-gara aroma fantasi dan setting sejarah Jawa Kuno yang kental banget itulah yang menarik minatku. For your information, aku adalah penggemar kisah-kisah dengan setting sejarah, terutama sejarah kerajaan dan bangsawan-bangsawanan dari era Abad Pertengahan macam historical romance yang Medieval Era gitu.

Pas novel ini datang, kesan pertama yang aku rasakan ketika pegang novel ini adalah, "Gils, novelnya tuebeeelll 💓😍!" Aku emang penggemar novel-novel tebal, terutama kalo genrenya fantasi. Makin tebel novelnya, makin semangat aku bacanya, walau kecepatan bacaku masih saingan berat sama siput sih 🐌😂

Tapi, apakah isi novel tebal dan geday ini mampu membuatku terpikat seperti jumlah halamannya? Keep scrolling down, folks 😉


[Baca juga: Resensi Illuminae]

Detail Buku

Genre: fantasi, misteri, romance
Penerbit: Bentang
Penyunting: Dhewiberta
Perancang sampul: Fahmi Ilmansyah
Ilustrasi sampul: Hezky Kurniawan
Ilustrasi isi: Hezky Kurniawan
Konsep layout isi: Febrian
Pemeriksa aksara: Achmad Muchtar, Mia F. Kusuma & Rani Nura
Penata aksara: Anik & Petrus Sonny
Foto penulis: Reza Gunawan
Cetakan pertama: Maret 2018
Tebal: 710 halaman
ISBN: 978-602-291-463-1

Blurb



Dari sebuah lontar kuno, Raras Prayagung mengetahui bahwa Puspa Karsa yang dikenalnya sebagai dongeng, ternyata tanaman sungguhan yang tersembunyi di tempat rahasia.

Obsesi Raras memburu Puspa Karsa, bunga sakti yang konon mampu mengendalikan kehendak dan cuma bisa diidentifikasi melalui aroma, mempertemukannya dengan Jati Wesi.

Jati memiliki penciuman luar biasa. Di TPA Bantar Gebang, tempatnya tumbuh besar, ia dijuluki si Hidung Tikus. Dari berbagai pekerjaan yang dilakoninya untuk bertahan hidup, satu yang paling Jati banggakan, yakni meracik parfum.

Kemampuan Jati memikat Raras. Bukan hanya mempekerjakan Jati di perusahaannya, Raras ikut mengundang Jati masuk ke dalam kehidupan pribadinya. Bertemulah Jati dengan Tanaya Suma, anak tunggal Raras, yang memiliki kemampuan serupa dengannya.

Semakin jauh Jati terlibat dengan keluarga Prayagung dan Puspa Karsa, semakin banyak misteri yang ia temukan, tentang dirinya dan masa lalu yang tak pernah ia tahu.

Sinopsis



"...Di sanalah tempat segala dewa-dewi tumbuhan menyebarkan serbuk mereka, salah satunya Puspa Karsa, yang memiliki daya pikat tiada duanya. Wangi kembangnya membuat apa pun dan siapa pun tergila-gila, bertekuk lutut pada kehendaknya..." hlm. 420.

Puspa Karsa adalah tanaman ajaib yang sering kali Raras Prayagung dengar dalam dongeng-dongeng yang diceritakan oleh neneknya. Konon, tanaman ini memiliki kekuatan yang luar biasa dahsyat. Siapa pun yang memilikinya akan dapat mewujudkan segala keinginannya. Akan tetapi, menjelang ajalnya, sang nenek berkata bahwa tanaman ajaib ini bukanlah dongeng semata, melainkan benar-benar ada di dunia nyata, dan Nenek meminta Raras untuk mencarinya.

Bertahun-tahun kemudian, Raras berhasil menjadi pengusaha yang luar biasa sukses. Namun, kekayaan dan kekuasaan yang dia genggam di tangannya tidak lantas memadamkan obsesi lamanya yang terlahir dari amanat sang nenek. Raras masih berusaha untuk menemukan Puspa Karsa. Dan untuk itu, dia mengumpulkan orang-orang yang menurutnya mampu membantunya menemukan tanaman tersebut, salah satunya Jati Wesi si Hidung Tikus.


""Aku kenal banyak orang dengan penciuman luar biasa. Tidak pernah kutemukan satu orang pun seperti kamu. Cuma kamu yang kulihat bisa menikmati wangi-wangian surgawi dan punya kekuatan bertahan di neraka. Hidungmu tidak mendiskriminasi, Jati. Kamu orang yang kucari-cari."" hlm. 154.

Jati yang tumbuh di TPA Bantar Gebang yang penuh dengan sampah memiliki penciuman yang sangat tajam. Dia mampu mendeskripsikan aroma dengan sangat baik. Dan karena kemampuannya itulah dia akhirnya direkrut oleh Raras untuk bekerja di perusahaannya, atau begitulah yang Jati pikir.

Namun, Raras tidak pernah bermaksud mempekerjakan Jati di Kemara, perusahaan kosmetiknya yang juga memproduksi parfum. Dengan kemampuan olfaktorinya yang luar biasa itu, Raras ingin Jati membantunya mencari Puspa Karsa, karena tanaman legenda tersebut hanya bisa dilacak melalui aroma.

Yang tidak Raras sangka, Jati tidak tertarik sama sekali dengan misi Raras. Dia lebih suka meracik parfum. Justru Suma, putri tunggal Raras, yang bersemangat sekali untuk ikut dalam ekspedisi pencarian Puspa Karsa meskipun kemampuannya tidak sehebat Jati. Raras tidak menyerah. Walau Jati tetap teguh dengan keputusannya, Raras terus berusaha untuk mengumpulkan orang-orang yang dapat membantunya mencari Puspa Karsa.

Sementara itu, Jati pelan-pelan mulai menyingkap tabir misteri yang melingkupi masa lalunya. Tentang Anung, Randu, Malini, Ambrik, Dwarapala, dan di atas itu semua, Puspa Karsa.


[Baca juga: Resensi Boss and Me]

Ulasan




Sejak membuka halaman pertama novel Aroma Karsa, aku sudah merasakan semacam aura kelam dan mistis yang mendirikan bulu roma. Jalinan kata yang digunakan Dee untuk mendeskripsikan latar dan mengenalkan para tokohnya seperti punya sihir tersendiri. Halus dan memikat. Ditambah dengan penjelasan-penjelasan mengenai legenda tentang seorang raja dari kerajaan Majapahit yang dihapus dari sejarah, semakin membuatku terpesona.



Errr, tapi terus terang aja nih, aku sering roaming sama kata-kata yang ada di novel ini. Banyak kosakata bahasa Indonesia yang asing banget di telingaku atau nggak begitu lazim digunakan dalam percakapan sehari-hari, setidaknya bagiku. Tapi, diksi yang digunakan Dee elegan sekali. Caranya menggambarkan latar atau situasi yang dialami oleh para tokoh terasa puitis. Bahkan, cara Dee menggambarkan hasrat yang dialami oleh tokoh laki-laki dan perempuannya indah dan memikat. Jauh banget dari kata vulgar, tapi tetep bikin panas dingin 😆😂



Namun demikian, yang paling aku rasakan selama membaca novel ini adalah progresnya yang macam jalannya kura-kura. Iya, plotnya lambat banget untuk ukuran seleraku. Penulis seakan benar-benar takes her time untuk membangun dunia Aroma Karsa dan mengenalkan masing-masing karakter di dalamnya. Anehnya, alurnya yang selow ini nggak bikin aku bosan. Sebaliknya, aku justru seperti tersihir untuk terus membuka halaman demi halamannya. Aku penasaran banget sama misteri Jati dan Puspa Karsa. Gemes banget rasanya sama petunjuk-petunjuk kecil yang dilempar penulisnya, bikin imajinasiku semakin liar menebak-nebak akhir cerita.



Karakter

Novel ini diceritakan dari sudut pandang orang ketiga serba tahu. Narasi tidak hanya dituliskan dari sudut pandang para tokoh utama, tapi juga dari para tokoh figuran. Tapi, yang membangun keseluruhan Aroma Karsa adalah tiga tokoh di bawah ini.

Jati Wesi adalah pemuda berumur 26 tahun. Karena kemampuan olfaktorinya yang luar biasa, dia dijuluki si Hidung Tikus. Jati digambarkan sebagai pemuda yang nggak banyak omong tapi berkemauan kuat. Sikapnya sedikit dingin, sering canggung, tapi otaknya tajam (kalau nggak mau dibilang sinting 😂). Di beberapa bab awal, aku kurang begitu bisa menangkap karakternya. Bagiku, dia seakan mengambang. Tapi, semakin jauh jalan cerita, karakter Jati pun semakin menguat. Overall, aku suka sama tokoh Jati, tapi, memang dia tidak termasuk tokoh favoritku. Namun, karakter Jati unik dan cukup menarik.


"...Jika ada manusia di Bantar Gebang yang mampu menghadirkan secercah kemungkinan di lautan ketidakmungkinan, manusia itu adalah Jati Wesi si Hidung Tikus..." hlm. 38.

Sejak awal, Raras Prayagung-lah yang menjadi penggerak cerita di novel ini. Bisa dibilang, karena obsesinya menemukan Puspa Karsa-lah cerita ini ada. Raras seorang wanita pebisnis yang sangat sukses. Dia cerdas dan punya kepercayaan diri yang tinggi. Dia manipulatif tapi nggak kejam. Kemauannya teguh, tapi, sayangnya, itu bikin dia jadi obsesif.

Tanaya Suma adalah putri tunggal Raras sekaligus pewaris Kemara. Suma punya kemampuan yang sama seperti Jati. Bedanya, Suma tidak bisa mengendalikan kemampuannya. Penciumannya yang tajam justru membuatnya tersiksa dan terpenjara. Secara sifat, Suma mirip dengan ibunya: percaya diri, cerdas, berkemauan keras, tapi sedikit emosional. Dia juga adalah otak di balik rangkaian parfum Puspa Ananta yang membuat Jati sangat tertarik.



Editing dan Desain Sampul

Novel ini nyaris nggak ada typo, jadi proses bacanya nyaman banget. Yang jadi tantangan itu memang kata, nama, dan istilah dari bahasa Jawa dan Jawa Kuno yang sering bikin lidahku kepleset. Juga kosakata asing yang bertebaran di sepanjang novel ini. Selain itu, aku nggak ada masalah sih.

Untuk sampulnya, aku suka banget. Desainnya yang memuat lekukan-lekukan batang tanaman betul-betul menggambarkan isi novelnya. Jenis huruf yang dipakai pun serasi banget sama desain batang tanaman tadi. Warnanya juga aku sukaputih keabu-abuanmeskipun novel bersampul putih kayak gini riskan banget kena kotoran. Tapi, secara keseluruhan, kovernya instagrammable banget.



Final Verdict




Overall: 🌟🌟🌟🌟☆ (4.8 of 5 🌟)

Simpulan

Aroma Karsa ini novel yang unik banget, karena jarang sekali ada novel yang menyentuh indera penciuman sebagai objek utamanya. Lalu, perpaduan antara fakta ilmiah dan mitos dari Jawa Kuno juga menambah keunikan dan daya tarik novel ini. Melihat betapa rincinya deskripsi aroma yang dijabarkan, betapa detailnya setting yang melatarbelakangi setiap tokoh, betapa meyakinkannya jalinan mitos yang dituliskan oleh Dee membuatku berdecak kagum. Riset yang dilakukan Dee dalam menulis novel ini pastinya nggak main-main. Dan aku menghargai banget karya fiksi yang dilandasi riset mendalam seperti ini. Congratulations, Dee! You nailed it!

Rekomendasi

Kamu penyuka kisah fantasi berbalut mitos dan misteri? Novel yang satu ini wajib banget deh kamu baca. Dijamin nagih!

Novel ini sebenarnya aman dikonsumsi oleh remaja, tapi, menimbang beratnya diksi yang digunakan penulis, aku lebih merekomendasikan novel ini buat pembaca dewasa. Buat yang mau baca novel ini, aku saranin supaya siap sedia KBBI, baik yang cetak ataupun daring. Jaga-jaga aja kalo-kalo kamu roaming di tengah baca 😄


"Tan wěnang kinawruhan ng katrsnān, wěnang rinasan ri manah juga." hlm. 442.
Asmara. Tidak bisa dipahami, cuma bisa dirasakan akibatnya.


Hope it helps,

Gita 😉

[Blog Tour] Resensi Aroma Karsa – Dee Lestari

28 April 2018


Akhirnya, kesampaian juga baca novelnya Dee Lestari. Iya, sebelum ini aku memang belum pernah baca karya-karyanya Dee. Entah kenapa belum tertarik aja, gitu. Tapi, pas baca blurb novel Aroma Karsa, ketertarikanku langsung terpantik. Aku rasa gara-gara aroma fantasi dan setting sejarah Jawa Kuno yang kental banget itulah yang menarik minatku. For your information, aku adalah penggemar kisah-kisah dengan setting sejarah, terutama sejarah kerajaan dan bangsawan-bangsawanan dari era Abad Pertengahan macam historical romance yang Medieval Era gitu.

Pas novel ini datang, kesan pertama yang aku rasakan ketika pegang novel ini adalah, "Gils, novelnya tuebeeelll 💓😍!" Aku emang penggemar novel-novel tebal, terutama kalo genrenya fantasi. Makin tebel novelnya, makin semangat aku bacanya, walau kecepatan bacaku masih saingan berat sama siput sih 🐌😂

Tapi, apakah isi novel tebal dan geday ini mampu membuatku terpikat seperti jumlah halamannya? Keep scrolling down, folks 😉


[Baca juga: Resensi Illuminae]

Detail Buku

Genre: fantasi, misteri, romance
Penerbit: Bentang
Penyunting: Dhewiberta
Perancang sampul: Fahmi Ilmansyah
Ilustrasi sampul: Hezky Kurniawan
Ilustrasi isi: Hezky Kurniawan
Konsep layout isi: Febrian
Pemeriksa aksara: Achmad Muchtar, Mia F. Kusuma & Rani Nura
Penata aksara: Anik & Petrus Sonny
Foto penulis: Reza Gunawan
Cetakan pertama: Maret 2018
Tebal: 710 halaman
ISBN: 978-602-291-463-1

Blurb



Dari sebuah lontar kuno, Raras Prayagung mengetahui bahwa Puspa Karsa yang dikenalnya sebagai dongeng, ternyata tanaman sungguhan yang tersembunyi di tempat rahasia.

Obsesi Raras memburu Puspa Karsa, bunga sakti yang konon mampu mengendalikan kehendak dan cuma bisa diidentifikasi melalui aroma, mempertemukannya dengan Jati Wesi.

Jati memiliki penciuman luar biasa. Di TPA Bantar Gebang, tempatnya tumbuh besar, ia dijuluki si Hidung Tikus. Dari berbagai pekerjaan yang dilakoninya untuk bertahan hidup, satu yang paling Jati banggakan, yakni meracik parfum.

Kemampuan Jati memikat Raras. Bukan hanya mempekerjakan Jati di perusahaannya, Raras ikut mengundang Jati masuk ke dalam kehidupan pribadinya. Bertemulah Jati dengan Tanaya Suma, anak tunggal Raras, yang memiliki kemampuan serupa dengannya.

Semakin jauh Jati terlibat dengan keluarga Prayagung dan Puspa Karsa, semakin banyak misteri yang ia temukan, tentang dirinya dan masa lalu yang tak pernah ia tahu.

Sinopsis



"...Di sanalah tempat segala dewa-dewi tumbuhan menyebarkan serbuk mereka, salah satunya Puspa Karsa, yang memiliki daya pikat tiada duanya. Wangi kembangnya membuat apa pun dan siapa pun tergila-gila, bertekuk lutut pada kehendaknya..." hlm. 420.

Puspa Karsa adalah tanaman ajaib yang sering kali Raras Prayagung dengar dalam dongeng-dongeng yang diceritakan oleh neneknya. Konon, tanaman ini memiliki kekuatan yang luar biasa dahsyat. Siapa pun yang memilikinya akan dapat mewujudkan segala keinginannya. Akan tetapi, menjelang ajalnya, sang nenek berkata bahwa tanaman ajaib ini bukanlah dongeng semata, melainkan benar-benar ada di dunia nyata, dan Nenek meminta Raras untuk mencarinya.

Bertahun-tahun kemudian, Raras berhasil menjadi pengusaha yang luar biasa sukses. Namun, kekayaan dan kekuasaan yang dia genggam di tangannya tidak lantas memadamkan obsesi lamanya yang terlahir dari amanat sang nenek. Raras masih berusaha untuk menemukan Puspa Karsa. Dan untuk itu, dia mengumpulkan orang-orang yang menurutnya mampu membantunya menemukan tanaman tersebut, salah satunya Jati Wesi si Hidung Tikus.


""Aku kenal banyak orang dengan penciuman luar biasa. Tidak pernah kutemukan satu orang pun seperti kamu. Cuma kamu yang kulihat bisa menikmati wangi-wangian surgawi dan punya kekuatan bertahan di neraka. Hidungmu tidak mendiskriminasi, Jati. Kamu orang yang kucari-cari."" hlm. 154.

Jati yang tumbuh di TPA Bantar Gebang yang penuh dengan sampah memiliki penciuman yang sangat tajam. Dia mampu mendeskripsikan aroma dengan sangat baik. Dan karena kemampuannya itulah dia akhirnya direkrut oleh Raras untuk bekerja di perusahaannya, atau begitulah yang Jati pikir.

Namun, Raras tidak pernah bermaksud mempekerjakan Jati di Kemara, perusahaan kosmetiknya yang juga memproduksi parfum. Dengan kemampuan olfaktorinya yang luar biasa itu, Raras ingin Jati membantunya mencari Puspa Karsa, karena tanaman legenda tersebut hanya bisa dilacak melalui aroma.

Yang tidak Raras sangka, Jati tidak tertarik sama sekali dengan misi Raras. Dia lebih suka meracik parfum. Justru Suma, putri tunggal Raras, yang bersemangat sekali untuk ikut dalam ekspedisi pencarian Puspa Karsa meskipun kemampuannya tidak sehebat Jati. Raras tidak menyerah. Walau Jati tetap teguh dengan keputusannya, Raras terus berusaha untuk mengumpulkan orang-orang yang dapat membantunya mencari Puspa Karsa.

Sementara itu, Jati pelan-pelan mulai menyingkap tabir misteri yang melingkupi masa lalunya. Tentang Anung, Randu, Malini, Ambrik, Dwarapala, dan di atas itu semua, Puspa Karsa.


[Baca juga: Resensi Boss and Me]

Ulasan




Sejak membuka halaman pertama novel Aroma Karsa, aku sudah merasakan semacam aura kelam dan mistis yang mendirikan bulu roma. Jalinan kata yang digunakan Dee untuk mendeskripsikan latar dan mengenalkan para tokohnya seperti punya sihir tersendiri. Halus dan memikat. Ditambah dengan penjelasan-penjelasan mengenai legenda tentang seorang raja dari kerajaan Majapahit yang dihapus dari sejarah, semakin membuatku terpesona.



Errr, tapi terus terang aja nih, aku sering roaming sama kata-kata yang ada di novel ini. Banyak kosakata bahasa Indonesia yang asing banget di telingaku atau nggak begitu lazim digunakan dalam percakapan sehari-hari, setidaknya bagiku. Tapi, diksi yang digunakan Dee elegan sekali. Caranya menggambarkan latar atau situasi yang dialami oleh para tokoh terasa puitis. Bahkan, cara Dee menggambarkan hasrat yang dialami oleh tokoh laki-laki dan perempuannya indah dan memikat. Jauh banget dari kata vulgar, tapi tetep bikin panas dingin 😆😂



Namun demikian, yang paling aku rasakan selama membaca novel ini adalah progresnya yang macam jalannya kura-kura. Iya, plotnya lambat banget untuk ukuran seleraku. Penulis seakan benar-benar takes her time untuk membangun dunia Aroma Karsa dan mengenalkan masing-masing karakter di dalamnya. Anehnya, alurnya yang selow ini nggak bikin aku bosan. Sebaliknya, aku justru seperti tersihir untuk terus membuka halaman demi halamannya. Aku penasaran banget sama misteri Jati dan Puspa Karsa. Gemes banget rasanya sama petunjuk-petunjuk kecil yang dilempar penulisnya, bikin imajinasiku semakin liar menebak-nebak akhir cerita.



Karakter

Novel ini diceritakan dari sudut pandang orang ketiga serba tahu. Narasi tidak hanya dituliskan dari sudut pandang para tokoh utama, tapi juga dari para tokoh figuran. Tapi, yang membangun keseluruhan Aroma Karsa adalah tiga tokoh di bawah ini.

Jati Wesi adalah pemuda berumur 26 tahun. Karena kemampuan olfaktorinya yang luar biasa, dia dijuluki si Hidung Tikus. Jati digambarkan sebagai pemuda yang nggak banyak omong tapi berkemauan kuat. Sikapnya sedikit dingin, sering canggung, tapi otaknya tajam (kalau nggak mau dibilang sinting 😂). Di beberapa bab awal, aku kurang begitu bisa menangkap karakternya. Bagiku, dia seakan mengambang. Tapi, semakin jauh jalan cerita, karakter Jati pun semakin menguat. Overall, aku suka sama tokoh Jati, tapi, memang dia tidak termasuk tokoh favoritku. Namun, karakter Jati unik dan cukup menarik.


"...Jika ada manusia di Bantar Gebang yang mampu menghadirkan secercah kemungkinan di lautan ketidakmungkinan, manusia itu adalah Jati Wesi si Hidung Tikus..." hlm. 38.

Sejak awal, Raras Prayagung-lah yang menjadi penggerak cerita di novel ini. Bisa dibilang, karena obsesinya menemukan Puspa Karsa-lah cerita ini ada. Raras seorang wanita pebisnis yang sangat sukses. Dia cerdas dan punya kepercayaan diri yang tinggi. Dia manipulatif tapi nggak kejam. Kemauannya teguh, tapi, sayangnya, itu bikin dia jadi obsesif.

Tanaya Suma adalah putri tunggal Raras sekaligus pewaris Kemara. Suma punya kemampuan yang sama seperti Jati. Bedanya, Suma tidak bisa mengendalikan kemampuannya. Penciumannya yang tajam justru membuatnya tersiksa dan terpenjara. Secara sifat, Suma mirip dengan ibunya: percaya diri, cerdas, berkemauan keras, tapi sedikit emosional. Dia juga adalah otak di balik rangkaian parfum Puspa Ananta yang membuat Jati sangat tertarik.



Editing dan Desain Sampul

Novel ini nyaris nggak ada typo, jadi proses bacanya nyaman banget. Yang jadi tantangan itu memang kata, nama, dan istilah dari bahasa Jawa dan Jawa Kuno yang sering bikin lidahku kepleset. Juga kosakata asing yang bertebaran di sepanjang novel ini. Selain itu, aku nggak ada masalah sih.

Untuk sampulnya, aku suka banget. Desainnya yang memuat lekukan-lekukan batang tanaman betul-betul menggambarkan isi novelnya. Jenis huruf yang dipakai pun serasi banget sama desain batang tanaman tadi. Warnanya juga aku sukaputih keabu-abuanmeskipun novel bersampul putih kayak gini riskan banget kena kotoran. Tapi, secara keseluruhan, kovernya instagrammable banget.



Final Verdict




Overall: 🌟🌟🌟🌟☆ (4.8 of 5 🌟)

Simpulan

Aroma Karsa ini novel yang unik banget, karena jarang sekali ada novel yang menyentuh indera penciuman sebagai objek utamanya. Lalu, perpaduan antara fakta ilmiah dan mitos dari Jawa Kuno juga menambah keunikan dan daya tarik novel ini. Melihat betapa rincinya deskripsi aroma yang dijabarkan, betapa detailnya setting yang melatarbelakangi setiap tokoh, betapa meyakinkannya jalinan mitos yang dituliskan oleh Dee membuatku berdecak kagum. Riset yang dilakukan Dee dalam menulis novel ini pastinya nggak main-main. Dan aku menghargai banget karya fiksi yang dilandasi riset mendalam seperti ini. Congratulations, Dee! You nailed it!

Rekomendasi

Kamu penyuka kisah fantasi berbalut mitos dan misteri? Novel yang satu ini wajib banget deh kamu baca. Dijamin nagih!

Novel ini sebenarnya aman dikonsumsi oleh remaja, tapi, menimbang beratnya diksi yang digunakan penulis, aku lebih merekomendasikan novel ini buat pembaca dewasa. Buat yang mau baca novel ini, aku saranin supaya siap sedia KBBI, baik yang cetak ataupun daring. Jaga-jaga aja kalo-kalo kamu roaming di tengah baca 😄


"Tan wěnang kinawruhan ng katrsnān, wěnang rinasan ri manah juga." hlm. 442.
Asmara. Tidak bisa dipahami, cuma bisa dirasakan akibatnya.


Hope it helps,

Gita 😉